
Tok..tok..tok...
"Sayang, boleh mama masuk ?" Mama Rika menyahut dari balik pintu.
"iya, Ma... tunggu sebentar." Ryan berjalan menuju pintu dan membukanya, Mama Rika masuk kemudian menghampiri Diandra yang tengah berbaring.
"Pelayan bilang kamu sakit, apa benar nak ?" Tanya Mama Rika dengan raut khawatir.
"Tidak kok, Ma... Cuma pusing." Diandra hanya tersenyum menanggapi pertanyaan mertuanya.
"Cuma pusing...? Dia sampai muntah-muntah loh Ma..?!" celutuk Ryan sambil berjalan ke arah toilet untuk membersihkan dirinya.
"Apa benar seperti itu sayang ? Jangan-jangan kamu hamil ?" Tanya Rika dengan perasaan yang campur aduk.
"Sebenarnya Dian juga curiga, Ma... Tapi belum yakin, soalnya waktu hamil Varo gak ada gejala seperti ini. Lagian Dian juga baru telat 5 hari, Ma.. Kita tunggu hasil pemeriksaan dokter aja yah Ma.." Ucap Diandra menggenggam jemari mertuanya.
"Tapi, Mama jangan bilang-bilang dulu sama Ryan, aku takut dia kecewa." Pinta Diandra.
"Iya, jangan khawatir. Soal acting mama ahlinya. Mama tidak bisa bayangkan betapa bahagianya Ryan dan Varo jika kamu benar-benar hamil." Membalas genggaman tangan menantunya. Keduanya namoak bahagia, tiba-tiba pelayan datang diikuti seorang wanita memakai blazer putih.
"Maaf, nyonya... Ibu dokter sudah ada." Ucap pelayan.
Mama Rika dan Diandra bersamaan menatap ke arah sumber suara, Mama Rika langsung berdiri menyambut dokter Jenny dan menyuruhnya masuk.
"Nak Jenny, ayo masuk. Ini loh istrinya Ryan lagi tidak enak badan. Mudah-mudahan sakitnya sakit yang baik yah nak." Kata Mama Rika rada ceplos.
__ADS_1
"Oh yah...? Syukurlah kalau begitu. Aku periksa dulu yah..?!" Dokter Jenny mulai memeriksakan tekanan darah Diandra, sembari bertanya HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) yang langsung di jawab oleh Diandra.
"Kalau begitu, mbak Dian bisa enampung urine nya disini ?" menyodorkan wajah kecil tempat penampungan urine.
"Mbak langsung tespack aja untuk memastikan hasilnya bagaimana, kalau tekanan darah masih dalam batas normal kok." Dokter Jenny menjelaskan.
"Mbak tau kan caranya ?" Tanya Jenny memastikan.
"Iya dok, saya tau caranya." Jawab Diandra.
"Ya sudah, kita ke kamar Mama, soalnya masih ada Ryan didalam. Ayo dok..!" ajak Mama Rika.
Mama Rika, Diandra, dan dokter Jenny berjalan menuju kamar tidur Mama Rika. Mama Rika nampak resah menunggu Diandra yang masih berada di dalam toilet. Ia benar-benar berharap agar menantu satu-satunya itu segera hamil.
"Bagaimana hasilnya sayang ?" Mama Rika sangat antusias menanri jawaban dari Diandra yang hanya terdiam saat keluar dari toilet.
"Sudahlah, nak. Mama mengerti. Jangan di bahas lagi, Mama terlalu bersemangat menantikan kehamilanmu. Tidak usah di pikirkan lagi, mama tidak apa-apa kok sayang." Mama Rika mengusap punggung Diandra seolah memberinya kekuatan.
Tiba-tiba Diandra tersenyum lebar kemudian memeluk Mama Rika dengan sangat erat.
"Mama, dokter Jenny... lihat, ada dua garis yang mucul." Menunjukan benda kecil itu kepada Mama Rika dan Dokter Jenny secara bergantian.
"Benarkah itu??" Mama Rika histeris sedangkan Diandr hanyA mengangguk mengiyakan pertanyaan Mama Rika.
"Alhamdulillah sayang... kamu hampir membuat jantung mama copot. Terima kasih Yaa Allah... Terima kasih dokter Je ny." Wajah Mama Rika nampak bahagia mendengar kabar sore ini.
__ADS_1
"Sama-sama nyonya. Tapi saya tidak melakukan apa-apa. Berterima kasihlah kepada Tuhan karena semua bisa terjadi atas kehendakNya. Dan berterima kasihlah kepada anak dan menantu anda. Biar bagaimanapun kerja keras mereka telah membuabkan hasil." Kata Dokter Jenny bijak.
"Mama akan memberi tahu papa dan Ryan." Mama Rika hendak mencari Ryan namun di cegah oleh Diandra.
"Sabar, Ma... biar Diandra yang memberitahunya. Mama kasih tau papa saja, tapi jangan beri tau Ryan dulu yah Ma... Please..." Pinta Diandra.
"Baiklah sayang, apapun keinginan kamu Mama akan turuti seeemuuaaanyaa...!" Diandra tertawa melihat tingkah Mama Rika yang sangat memanjakannya.
Keduanya kini berpelukan. Tak lama kemudian, dokter Jenny pun pamit, Diandra dan Mama Rika mengantarnya sampai ke depan pintu.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa meninggalkan jejak setelah membaca.
LIKE
__ADS_1
COMMENT
VOTE