Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Bertemu dengan Ryan Wijaya


__ADS_3

Hendra dengan sigap menuju ke ruangan atasannya.


"Kenapa bang..?" Tanya Hendra saat tiba di ruangan Ryan.


"Ini di kantor... Kamu kebiasaan panggil saya begitu. Takutnya karyawan yang lain nganggap abangmu ini nepotisme". Gerutu Ryan pada Hendra.


"Masih ada jadwal..?" Ryan bertanya lagi.


"Iya, sebenarnya dari tadi ada wanita cantik didepan yang nungguin bapak". Kata Hendra Sambil menaik turunkan alisnya.


"Jangan mulai kamu, wanita manapun tidak akan membuatku tergoda". Ucap Ryan sinis.


"Kali ini beda pak...saya aja masih susah nove on dari dia". Kenang Hendra dengan mata berbinar.


"Maksudnya, mantanmu kamu kasi ke aku, gitu..??" Ryan Membelalakkan matanya nampak kesal.


"Bukan,, dia satu-satunya wanita yang menolakku dulu di kampus." Terangnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Aku panggil dia sekarang yah Bang.. kasian dia nungguin dari tadi" Pinta Hendra pada Ryan.


" Sudah saya bilang jangan panggil ABANG saat di kantor,.. suruh dia masuk". Perintah Ryan.


"Baik pak.." Jawab Hendra Sedikit menunduk kemudian keluar dan memanggil Diandra.


Hendra membuka pintu dan melambaikan tangan ke arah Diandra smemberi kode pertanda dia sudah boleh masuk.


"Sudah boleh masuk ??" Bisik Dian pada Hendra.


Hendra hanya mengangguk membenarkan pertanyaan Diandra.


"Maaf Pak Ryan.. ini ada tamu dari Pihak Bank XXX. Ingin bertemu dengan anda". Kata Hendra.

__ADS_1


Sontak Ryan menatap ke arah wanita yang berstyle layaknya seorang Bankers.


Deg..!!!


Jantung Ryan berdebar, membayangkan wanita di hadapannya berjalan dengan mode slowmotion.


"Manis.." Batin Ryan.


Seperti biasa, sikap dinginnya mampu menyembunyikan kekagumannya pada sosok yang berdiri di hadapannya.


"Assalamualaikum selamat Sore Pak Ryan, perkwnalkan saya Diandra dari Unit Marketing Bank XXX." Diandra Mengulurkan tangannya kemudian disambut oleh Ryan tanpa berkedip tapi tetap stay cool.


" Ryan Wijaya". Jawabnya singkat sembari menjabat tangan Diandra.


Keduanya mulai berbincang diawali dengan perkenalan kemudian lanjut membahas soal kerjasama dan bisnis. Diandra mulai menjelaskan apa saja produk yang cocok dengan RW Hotel dan bagaimana gambaran kerjasama yang akan mereka jalin.


Ryan hanya terdiam tanpa menanggapi kalimat demi kalimat yang di lontarkan oleh Diandra. Dengan panjang lebar Diandra menjelaskan mulai dari A sampai Z namun kelihatannya Ryan tidak terlalu menangkap penjelesan Diandra.


"Maaf, bisa diulang dari awal..?" Memalingkan wajahnya ke arah Hendra.


Sontak Diandra dan Hendra saling bertatapan seolah tidak percaya apa yang baru saja keluar dari mulut pria dingin itu.


"Ma..mak..sudd bapak..?" Dian terbata karena kebingungan.


"Ya kamu jelaskan dari awal." Jawab Ryan rada cuek.


" Baik pak.." Dalan batinnya Dian menggurutu kemudian menjelaskan kembali dari awal.


Setelah mendengar penjelasan kedua dari Diandra, Ryan masih dengan ekspresinya datarnya tidak menanggapi penjelasan tsb. Sesaat semuanya diam, Diandra tak tau lagi harus berkata apa. Sesekali ia menatap ke arah Hendra seraya memberikan isyarat agar ia meberikan tanggapan. Hendrapun bingung dengan tingkah Bossnya.


"Dasar manusia salju" umpat Hendra dalam hati.

__ADS_1


"Saya akan mempertimbangkannya nanti, masih ada lagi ? Soalnya saya masih ada urusan". Kata Ryan sambil mengangkat lengan dan melirik ke arah jam tangan mahal yang melingkar di pergelangannya.


"Whaattt... !!! Eh maaf, maksud saya baik pak". kata Diandra.


Dalam hatinya protes, mana mungkin penjelasan yang begitu panjang lebar hanya didengarkan tanpa mengambil keputusan membuatnya seperti bekerja sia-sia.


"Kita berjumpa dilain waktu, ok ??" Kata Ryan.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak, terima kasih atas waktunya". Seraya mengulurkan tangannya ke arah Ryan namun lagi-lagi Ryan bersikap cuek tidak membalas uluran tangan Diandra.


Diandra keluar dari ruangan Ryan disusul Hendra dari belakang. Hendra mempercepat langkahnya agar bisa menyamai posisinya dengan Diandra.


"Di...maafin Boss ku yah. Orangnya emang kayak gitu". Hemdra merasa tidak enak kepada Diandra.


"Gak papa kok.. mungkin saja dia lagi sibuk. Pertemuan berikutnya sudah harus deal. Kamu bantuin yahh..". Pinta Diandra pada teman lamanya.


"Sip... se maksimal mungkin aku pasti bantuin kamu.". Kawab Hendra sesikit membanggalan dirinya.


"Aku permisi yah... skali lagi terima kasih untuk hari ini".


"Di... kamu masih seperti yang dulu" Gumam Hendra dalam hati.


Diandra pun berlalu dari hadapan Hendra langsung menuju kantornya. Hari ini merupakan hari yang panjang bagi Diandra, setelah seharian bertemu dengan client, malamnya diapun bekerja ectra memeriksa laporan yang akan di kirim ke Kantor Wilayah.


--------------X--------------X--------------


BERSAMBUNG....


Jangan Lupa di Like dan Comment...


Butuh kritik dan sarannya.

__ADS_1


Terimakasih 😉


__ADS_2