Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Manusia Es


__ADS_3

"Ternyata putri kecil Om sudah dewasa." Raka mengusap pucuk kepala Melda dengan lembut.


*****


Sore itu, tiba-tiba Ryan mengingat akan undangan makan malam ayahnya. Ia berencana mengenalkan Diandra kepada ayahnya melalui moment makan malam itu.


"Sepertinya ini waktu yang pas untuk mengenalkan Diandra pada papa." Gumam Ryan dalam hati.


Ryan pun mengambil ponselnya dan menghubungi wanita pujaannya.


"Halo sayang...Kamu masih di kantor ?"


"Hm... iya kenapa Yan..?"


"Nanti malam dandan yang rapi yah, aku jemput jam tujuh malam, kita Dinner sama Papa."


"Apa gak apapa Yan... Aku belum siap ketemu sama papa kamu."


"Gak apapa sayang, aku cuma mau ngenalin kamu sama papa. Tenang aja, Hendra sama Melda juga ikut kok."


"Ya sudah... kalau begitu aku lanjut kerja dulu biar kerjaannya cepat kelar."


"Iya sayang... I Love You !"


"Hmm.... sama !"


"Kok gitu...?"


"Sudah ah.. banyak orang !" Diandra menutup telponnya dan segera melanjutkan aktifitas.


Doni yang sedari tadi memperhatikan Diandra saat menelpon langsung membuka suara.


"Cie...cie... yang lagi jatuh cinta.."


"Apaan sih Don...!"


"Apa dia baik ?" Tanya Doni dan Diandra hanya memberi anggukan atas pertanyaan sahabat sekaligus rekan kerjanya.


"Apa kamu bahagia, Dian ?"

__ADS_1


"Iya.. sejauh ini aku bahagia."


"Syukurlah, aku senang akhirnya kamu mau membuka hatimu untuk laki-laki lain. Semoga kamu bahagia Dian, tapi jika dia menyakitimu, aku tidak akan tinggal diam. Aku orang pertama yang akan memberinya pelajaran" Doni berkata sambil menggenggam punggung tangan Diandra.


"Iya.. terimakasih. Kamu adalah sahabatku yang paling baik."


Keduanya tersenyum kemudian melanjutkan pekerjaannya.


*****


Tepat pukul tujuh malam, Ryan sudah tiba di rumah Diandra.


"Wow... kamu cantik malam ini." Puji Ryan.


"Jadi malam-malam yang lalu gak cantik ?"


"Bukan begitu, kamu selalu cantik. Tapi malam ini beda."


"Aku sudah siap, kita berangkat sekarang ?"


"Varo mana ?"


"Dia ada di dalam sama Bu Mirah."


"Maaf sayang, ini pertemuan pertamaku dengan papa kamu. Aku kurang nyaman jika membawanya. Lain kali aku akan ajak dia, okay ?"


"Baiklah sayang, terserah kamu saja."


Keduanya berjalan menuju mobil, Ryan membukakan pintu dan Diandra duduk di samping kemudi. Ryan sesekali menatap ke arah kekasihnya itu. Tangan kanannya memegang kemudi, sedangkan tangan kirinya menggenggam tangan Diandra. Sesekali di ciumnya punggung tangan kekasihnya itu. Tak ada percakapan diantara mereka selama dalam perjalanan. Keduanya hanya menikmati lagu-lagu yang terdengar dari audio mobil.


Tak lama kemudian, merekapun sampai di restoran tempat mereka akan makan malam bersama dengan Papa Ryan. Dari kejauhan Hendra dan Melda sudah duduk di salah satu meja. Ryan dan Diandra pun menghampirinya.


"Papa belum datang ?"


"Eh.. kalian sudah datang. Om Raka belum datang. katanya sih sudah diperjalanan. Hai Di... apa kabar ?"


"Alhamdulillah baik."


Hendra dan Diandra bersalaman, baru saja tangan keduanya bersentuhan tapi Ryan sudah buru-buru menarik tangan Diandra dari genggaman Hendra. Melda dan Hendra terkekeh melihat tingkah Ryan yang terlalu possesive. Diandra dan Melda pun bersalaman kemudian saling merapatkan pipi masing-masing.

__ADS_1


"Ayo duduk, kita ngobrol aja dulu sambil tunggu Om Raka datang." Kata Melda


Ryan menarikkan kursi buat Diandra, kemudian duduk disampingnya.


"Di... kamu kasih makan apa manusia Es ini ? perubahannya luar biasa banget !"


Diandra dan Melda tertawa mendengar perkataan Hendra yang seperti mengejek. Sedangkan Ryan membelalakkan matanya menatap penuh amarah kepada Hendra.


"Dasar anak sialan... berani-beraninya kamu berkata seperti itu didepanku. Kamu sudah bosan hidup ?" Ancam Ryan.


"Hhmm.... selamat malam semua !"


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa :


LIKE


COMMENT


SHARE


VOTE

__ADS_1


RATE 5⭐⭐⭐⭐⭐


ADD FAVORITE


__ADS_2