Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Belah Duren


__ADS_3

"Uuhhh anak pintar." Ucap Ryan kegirangan...


Mama Rika dan Varo bergandengan tangan keluar dari kamar Ryan dan Diandra. Mereka kini berdua di dalam kamar yang dipenuhi dengan bunga-bunga khas kamar pengantin.


Ryan mengantar Mamanya dan Varo sampai kedepan pintu kamar, setelah itu dengan segera menutup pintu dan menguncinya kemudian menghanpiri istrinya yang tengah sibuk membersihkan riasan di wajahnya.


"Eehhm....! sayang...mau aku bantu ?" Ucap Ryan mencoba mendekati istrinya.


"Mau bantu apa ?" tanya Diandra ketus.


"Yaaa bantu apa aja yang bisa di bantu. Bantu melepas kancing baju kek, melepas anu kek..." Tuturnya sambil melirik ke arah istrinya.


"Iiisshhh.... gak jelas banget. Sabar yah, tolong jangan merepotkan saya dulu." Ancam Diandra sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Ryan.


"Jadi istri kok jadi makin galak sih ? Apa tadi aku salah ucap pas ijab qabul ?" Batin Ryan.


Ryan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal nampak kebingungan. Diandra hanya senyum-senyum melihat bayangan suaminya dari cermin.


"Kalau lagi bingung gitu, ternyata dia imut juga" Batin Diandra memuji suaminya.


Setelah make up tebal di wajahnya sudah benar-benar bersih, Diandra hendak menuju toilet untuk membersihkan badannya yang sedari tadi terasa lengket.


"Sayang... mau kemana ?" Sahut Ryan.


"Mau ke toilet. Napa ?" tanya Diandra balik.


"Ikuuttt... kita bareng yah...?" Ryan melebarkan senyumnya.


"Mau B-*-B. Mau ikut juga ??" Diandra semakin ketus pada suaminya.


"Ya sudah... duluan aja." Ryan menggerutu kesal karena merasa diabaikan di malam pertamanya. Diandra pun masuk ke dalam toilet dengan membawa paperbag yang berisikan baju ganti yang dibawa oleh Mama Rika tadi.


"Sepertinya kamu mau bermain-main denganku. Baiklah, permainan baru saja di mulai... kita lihat saja nanti, siapa yang bakal game over duluan." Batin Ryan.


Beberapa menit kemudian, Diandra pun selesai. Ia keluar dengan menggunakan jubah mandinya dan meletakkan gaun pengantin yang tadi ia kenakan ke dalam paperbag kemudian menaruhnya di meja.


Ryan pun mendekati istrinya, tanpa aba-aba ia pun langsung memeluknya dari belakang.


"Hhm.... kamu wangi sekali." Kata Ryan yang semakin mengeratkan pelukannya dan mulai menenggelamkan wajahnya di tengkuk leher Diandra.


"Lepasin dulu...kamu mandi gih..!" Perintah Diandra.


"Iya bentar... aku mau seperti ini dulu. Kita hanya berdua disini, kita juga sudah sah sebagai suami istri. Mau ngapain aja sudah boleh dong." Kata Ryan yang mulai semakin terbawa suasana.

__ADS_1


"Tapi kamu mandi dulu... Bersihin badan kamu baru boleh." Diandra beralasan karena mulai gugup akan tingkah Ryan.


Biar bagaimanapun Diandra adalah wanita normal yang sudah pernah merasakan sentuhan pria. Sentuhan yang telah lama tidak di rasakannya kini mulai ia rasakan kembali.


Tiba-tiba Ryan membalikkan tubuh Diandra, posisi keduanya kini berhadap-hadapan. Perlahan Ryan mendaratkan bibirnya di bibir Diandra, me****kannya dengan lembut. Diandra pun terbawa suasana, ia memejamkan matanya dan perlahan mengikuti per****an Ryan. Ciuman keduanya kian panas, lu***an turun ke leher jenjang Diandra, tangan Ryan mulai menyusup masuk ke dalam jubah mandi milik Diandra dan me****kan gundukan kembar milik Diandra. Ryan semakin hilang kendali namun Diandra langsung menghentikan aksi suaminya.


"Sayang... kamu bersihkan badan kamu dulu." Ucap Diandra pelan.


"Sayang... tanggung nih... Udah setengah perjalanan." Rengek Ryan.


"Setengah perjalanan apanya ? Cepat masuk atau aku panggil Varo kesini ?" Ancam Diandra lagi.


"Iya..iya.." Ryan menggerutu kesal menuju kamar mandi.


Diandra ketawa geli melihat tingkah suaminya dan mengingat adegan pembuka mereka. Sebenarnya ia kesal kepada mertuanya yang membawakannya baju ganti yang menurutnya kekurangan bahan. Itulah sebabnya mengapa Diandra masih memakai jubah mandinya saat keluar dari kamar mandi. Ia tidak mau jika suaminya melihatnya memakai Lingerie yang berwarna hitam itu, Ryan pasti berfikir kalau Ia mencoba untuk menggodanya.


Ryan keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Kedua tangannya memegang haduk kecil dan menggosokkannya di kepala untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Kini giliran Diandra yang menelan saliva dengan kasar karena takjub akan tubuh atletis Ryan. Ia menatap suaminya tanpa berkedip.


"Kenapa...? kamu tergiur sama otot-ototku ? Mingkem sayang..! tuh ilernya jatuh." Goda Ryan.


Refleks Dian mengatupkan mulutnya memeriksa apa benar ada iler yang jatuh. Diandra kesal karena menyadari ternyata Ryan hanya menggodanya. Ia pun memukul dada bidang Ryan, dengan sigap Ryan menggenggam pergelangan tangan Diandra.


"Untuk apa ?" Tanya Diandra.


"Yaa untuk semuanya. Aku mencintaimu."


Tanpa menunggu tanggapan Diandra, Ryan melanjutkan aksinya yang sempat terjeda lama. Ia kembali me****at bibir tipis nan sexy milik istrinya, Diandra yang mematung tanpa persiapan hanya pasrah menerima serangan dadakan suaminya. Tangan Ryan mulai melepas ikatan jubah mandi yang masih di kenakan Diandra. Saat Jubah itu terlepas, Ryan seakan diberi tambahan daya melihat tubuh molek istrinya yang tertutupi kain tipis berbahan brokat namun transparan.


"Apa kamu menggodaku ?" Bisik Ryan pelan.


Diandra hanya tersenyum, kemudia mengangguk pelan karena tak mampu lagi berkata-kata. Suaranya seolah tertahan di tenggorokan karena hasratnyapun kini memuncak.


Ryanp kembali menciumi istrinya dan menuntunnya ke peraduan. Ia membaringkan tubuh Diandra, kemudian menghujaninya dengan ciuman bertubi-tubi. Sepertinya tak sedikitpun bagian tubuh Diandra yang luput dari sentuhannya.


"Mulai malam ini, kamu adalah milikku dan semua yang ada padaku adalah milikmu. Aku akan melakukaknnya sekarang."


Ryan pun memposisikan dirinya berada diatas Diandra bersiap untuk melakukan penyerangan. Diandra hanya tersenyum mendengar perkataan Ryan. Diandra yang sudah berpengalaman tentu saja tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia mengalungkan tangannya di leher Ryan seolah memberi tanda bahwa Ia pun siap menerima serangan dari Ryan.


"Sayang, lakukanlah sesukamu." Bisik Diandra.


Ryan seolah berada diatas awan. Mendengar perkataan Diandra membuatnya semakin bergairah. Ia pun mulai membenamkan kejantanannya, namun sepertinya Diandra merasa kesakitan.

__ADS_1


"Kenapa sayang, apa kamu kesakitan?" Tanya Ryan.


Diandra mengangguk pelan.


"Maaf, tapi bukannya kamu sudah punya Varo ? Harusnya sudah tidak sakit lagi kan ?." kata Ryan bingung.


"Sayang... Sudah lama loh aku tidak melakukannya. Jadi wajar saja jika terasa sedikit nyeri." Tutur Diandra memberi penjelasan.


"Baiklah... aku akan melakukannya dengan pelan."


Ryan kembali melakukan aksinya. Ia melakukannya dengan sangat pelan, dan kelembutannya berhasil membuat Diandra semakin bergairah. Kini Diandra lebih agresif, dan itu membuat hasrat Ryan semakin begejolak.


"Ternyata istri jutekku ini liar juga saat di ranjang" batin Ryan.


Permainan Ryan pun semakin liar, Diandra pun tak kalah liarnya dengan suaminya. Desahan keduanya bak lagu romantis yang mengalun di kamar panas itu.


"Sayang... kamu ini masih seperti anak perawan. Rapet..!" Bisik Ryan di sela-sela permainannya. Lagi-lagi Diandra tak menanggapi perkataan suaminya. Hanya suara desahan yang mampu keluar dari mulutnya.


Permainan panas keduanya berhasil membuat mereka sampai di puncak kenikmatan. Mereka bahkan melakukannya berkali-kali hingga dinihari.


__________


.


.


..


.


.


Hayo.... Yang jomblo telan ludah aja dulu.


Ekstra part selanjutnya on proses yah.


Pantengin terus kelanjutan kisahnya.


Jangan lupa intip novelku yang satunya


"Mahligai Cinta"


Terimakasih.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Commentnya 🥰


__ADS_2