
Ryan terus berusaha menghubungi ponsel Diandra namun hasilnya Nihil.
"Kemana kamu sayang... ponsel kamu belum juga aktif" Gumam Ryan sambil menggenggam erat ponsel miliknya.
"Aku harus mendatanginya" Katanya sambil mengganti baju pasien yang dikenakannya dengan kemeja yang disiapkan oleh Hendra kemarin.
"Halo... Pak Marko, jemput saya sekarang di Rumah Sakit" Perintah Ryan kepada sopirnya.
"Baik pak!" Jawab pak Marko diseberang telepon.
Hanya butuh beberapa menit, akhirnya Pak Marko tiba di Rumah Sakit. Setelah menyelesaikan segala administrasi, dengan persetujuan dari dokter Ryan akhirnya meninggalkan Rumah Sakit itu.
"Kita ke Jalan Harapan Ko..!" Perintah Ryan.
"Baik pak !" Jawab Marko.
Ryan memerintahkan Marko untuk menepikan mobilnya tepat di depan rumah Diandra. Ia turun dari mobil kemudian melangkah ke dalam rumah Diandra dan memencet bel.
Pintu rumah pun terbuka, ibu Mirah menyuruh Ryan masuk dan mereka mengobrol di ruang tamu.
"Ibu.. maafkan Ryan tiba-tiba datang kesini. Saya hanya ingin menanyakan keadaan Diandra Bu." Kata Ryan.
"Iya Nak Ryan tidak apa-apa. Sejak kemarin Nak Dian tidak mau makan, hanya bengong di kamar sampai-sampai tidak masuk kantor". Kata Bu Mirah dengan raut wajah khawatir.
"Apa bu..? Kemarin Diandra gak ke kantor ?" tanya Ryan keheranan.
"Iya nak, bahkan hari ini pun nak Dian tidak masuk" Kata Bu Mirah lagi.
"Jadi sekarang dia ada dimana Bu..? aku mau ketemu sama dia. Sejak kemarin aku telepon tapi tak pernah diangkat bu..! Aku benar-benar mencemaskannya." Kata Ryan.
"Maaf nak Ryan.. Ibu juga gak tau persis Nak Diannya kemana. Tadi pagi katanya ada urusan di Kota B". Jawab Bu Mirah.
"Apa..? Perginya sama siapa bu ?" Tanya Ryan.
__ADS_1
"Sendiri nak" jawab Bu Mirah.
"Maaf nak Ryan, bukannya Ibu mau ikut campur, tapi sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa nak Dian sampai nekat ingin ke kota B ?" Tanya Bu Mirah lagi.
"Aku juga gak tau bu apa tujuannya kesana, saya akan kembali lain kali, kalau ada apa-apa kabarin saya yah bu !" Kata Ryan sambil menyodorkan kartu namanya.
"Baik nak..!" Sambil meraih kartu nama Ryan dan menyimpannya.
Ryan melangkahkan kakinya hendak beranjak namun tiba-tiba langkahnya terhenti dan berbalik ke arah Bu Mirah.
"Oh iya bu, nanti Varo dijemput sama siapa ?" Tanya Varo kemudian.
"Nanti ada Mang Ujang yang menjemputnya. Sudah biasa kok nak.." Jawab Bu Mirah.
"Ya udah kalau gitu Ryan pamit bu !"
Ryan pun meninggalkan kediaman Diandra menuju rumahnya.
Saat itu, Diandra tengah mengemudikan mobilnya menuju kota M dengan kecepatan sedang. Dia bermaksud mendatangi lokasi kejadian dimana suaminya Kecelakaan dan mencari tau kejadian yang sebenarnya. Lama perjalanan dari kota M ke kota B memakan waktu sekitar tiga jam.
Lokasi Kecelakaan Mario.
Diandra menepikan mobilnya setelah melewati tikungan dimana Mario kecelakaan. Ia memarkirkan mobilnya didepan rumah salah satu warga setempat.
Ia pun menyapa salah seorang pemuda yang tengah membersihkan pekarangan rumahnya.
"Permisi... Maaf mengganggu sebentar". Sapa Diandra kemudian pemuda itu pun berbalik ke arah suara yang baru saja ia dengar.
"Iya.. ada apa nona ? Ada yang bisa saya bantu ?" kata si pemuda.
"Perkenalkan saya Diandra. Sy dari kota M". Kemudian mengulurkan tangan ke arah pemuda itu dan disambutnya dengan ramah.
"Langsung saja tuan, Maksud kedatangan saya ingin menanyakan soal kecelakaan yang terjadi di jalan itu sekitar tiga tahun yang lalu". Diandra menunjuk ke arah jalan yang menikung yang letaknya tidak jauh dari posisinya sekarang.
__ADS_1
"Ooh.. Maaf nona, saya juga baru menetap disini sekitar lima bulan yang lalu. Tapi saya bisa membantu anda, saya akan mengantar anda ke rumah Kepala Desa. Siapa tau dia bisa membantu" Kata Pemuda itu dengan niat membantu Diandra.
"Benarkah tuan..? Saya ucapakan terima kasih sebelumnya" Kata Diandra sembari menyunggingkan seutas senyum diwajahnya.
Keduanya kini berjalan menuju kepala desa yang letaknya diseberang jalan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
Klik Like, jangan lupa comment dan sarannya.
Tambahkan ke favorite dan jangan lupa tetap ikuti lanjutan kisahnya
❤Author
__ADS_1