Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Bimbang


__ADS_3

"Melihatmu dari sini sudah lebih dari cukup, kamu harus segera sembuh Ryan" Batin Diandra dengan linangan air mata di pipinya.


Dengan berat hati, Ia pun melangkahkan kaki meninggalkan Rumah sakit itu.


******


Pagi hari, Diandra merasa berat untuk pergi ke kantor. Rasanya sangat berat meninggalkan tempat tidurnya untuk bekerja. Ia merasa sedikit pusing akibat begadang semalam. Yah, tidurnya hanya sekitar satu jam. Setelah mengetahui kenyataan pahit itu, sangat sulit baginya untuk memejamkan matanya. Ditambah lagi dengan kecelakaan yang menimpa Ryan. Ia pun berpikir untuk mengambil cuti selama dua hari dan menelepon Pak Chandra kepala bagian Personalia.


Dian : "Halo, selamat pagi Pak Chandra"


Chandra : " Iya kenapa Dian.."


Dian : "Maaf pak.. Saya mohon diberikan cuti dua hari terhitung mulai hari ini pak."


Chandra : "Loh kok dadakan Dian ?"


Dian : " Iya pak, ada sesuatu hal yang harus saya selesaikan sendiri pak"


Chandra : "Ya sudah, kamu konfirmasi juga sama Pak Sdrian dan bawahan kamu yah. Biar kerjaan kamu ada yang back up".


Dian :"Baik Pak Chandra. Suratnya akan saya email yah pak. Terimakasih"


Chandra " Iya Dian sama-sama".


Diandra mencoba untuk melanjutkan tidurnya. Tidak seperti biasanya Ia seperti ini. Bagaimanapun capeknya dia saat bekerja, Ia tidak akan pernah bermalas-malasan seperti ini karena Ia memang type wanita pekerja keras.


Baru saja Ia mencoba memejamkan kembali matanya namun ponselnya tiba-tiba berdering.

__ADS_1


Dilihatnya sekilas layar ponselnya mencari tau siapa yang menelponnya sepagi ini.


"Ryan" kata Diandra pelan.


Ia segera menolak panggilan dari Ryan. Namun lagi-lagi ponsel itu berdering dan kembali dia reject panggilan tersebut. Berkali-kali ponsel itu berdering namun tetap ia abaikan.


Ponsel itu kembali bergetar, namun menandakan ada pesan yang masuk.


📩 "Diandra, bagaimana keadaanmu ? Aku sangat merindukanmu. Bisakah aku menemuimu ? Kita harus bicara. Tolong jangan mengabaikan aku seperti ini."


Diandra hanya membaca pesan dari Ryan namun enggan untuk membalasnya. Akhirnya Ia pun memutuskan untuk menonaktifkan ponselnya.


Iapun tertidur dan mulai bergerilya ke alam mimpinya.


**Dalam mimpi ia melihat dirinya saat berada di Rumah sakit tiga tahun lalu. Tepatnya saat Mario mengalami kecelakaan. Ada dua orang yang mengantarnya ke Rumah Sakit, kemudian salah satunya pergi meninggalkan Rumah Sakit di saat Mario sudah mendapat pertolongan dari tim medis, dan satunya lagi seorang pria paruh baya yang menemaninya di ambulance mendampinginya sampai akhirnya Ia(Diandra) datang. Ia melihat dirinya sendiri yang tengah menunggu hasil operasi suaminya sambil menangis sampai akhirnya dokter keluar dari kamar operasi menyampaikan kabar berita duka.**


Diandra terbangun...


Diandra kembali mencoba merebahkan tubuh dan memejamkan matanya, namun itu terasa sia-sia. Pikirannya melayang, Ia mencoba mengingat-ingat rentetan kejadian waktu itu.


"Apa sebenarnya yang terjadi ? Apa memang Ryan yang menabrak Mario ? Tapi menurut keterangan saksi, Mario mengalami kecelakaan tunggal ! Sedangkan Ryan sendiri mengakui bahwa dia yang menabraknya..!? Apa yang harus kulakukan..?"


Diandra bingung sembari memeluk kedua lututnya. Lagi-lagi ia tak dapat membendung air matanya. Ia berjalan menuju dapur dan menuangkan air dingin ke dalam gelas yang baru saja diambil dari tempatnya.


Ia pun duduk di kursi makan dan meneguk perlahan air minumnya.


"Aku harus mencari tau sendiri kebenarannya". Kemudian Ia bangkit dari duduknya menuju kamar dan berusaha memejamkan matanya.

__ADS_1


****


Pagi itu Diandra bangun lebih awal. Ia berniat ke kota M mencari kebenaran atas kebimbangannya belakangan ini.


"Bu... Aku titip Varo dulu yah, aku mau ke kota M hari ini. Kalau urusannya cepat kelar aku akan pulang malam ini juga." Kata Diandra saat pamit kepada Bu Mirah.


"Iya Bu Dian.. jangan dipaksakan, lebih baik nginap saja biar sekalian istirahat. Takutnya ada apa-apa dijalan".


kata Bu Mirah.


"Iya bu.. nanti aku kabarin. Dian jalan dulu yah bu.." Diandra berlalu kemudian mengendarai mobilnya seorang diri menuju kota M.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Setelah membaca jangan lupa klik Like yah 😊

__ADS_1


Add to favorite ❤


Thank You 😘


__ADS_2