Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Kedatangan Raka Wijaya


__ADS_3

Ryan tak percaya akan apa yang didengarnya barusan.


"Sayang, kamu menahanku hanya karena pertanyaan bodoh itu ?"


"Jawab saja...!" Pinta Diandra.


"Kamu cantik, entah itu kurus atau gendut kamu yang paling cantik." Puji Ryan.


Diandra mengerucutkan bibirnya tidak puas dengan jawaban Ryan.


"Aku pulang yah, jangan di tahan lagi, Kalau tidak, bisa-bisa aku berbuat lebih padamu."


Diandra tidak menjawabnya, Ryan pun berlalu meningalkan Diandra yang terlihat kesal.


*****


Hari yang cerah, Diandra kembali beraktifitas seperti biasa mulai dari membangunkan Varo, memandikan hingga mengantarnya ke sekolah. Begitupun dengan Ryan, ia kembali beraktifitas seperti biasanya. Sesampainya di RW Hotel, Ryan langsung menuju ke ruangannya.


"Selamat pagi tuan muda, sudah puas main-mainnya ?"


Sapaan itu membuat Ryan mengehentikan langkahnya di depan pintu ruangannya kemudian menoleh ke sumber suara. Dilihatnya seorang pria paruh baya, badan tinggi tegap dan kaca mata yang membuat penampilannya terkesan kharismatik. Yah, Raka Wijaya, ayah dari Ryan sekaligis Presdir dari Wijaya Group.


Ia pun menghampiri ayahnya yang tengah duduk di sofa.


"Papa..? Sejak kapan papa datang ?"


"Simpan saja pertanyaanmu! Duduk !"


"Bagaimana kalau kita ke ruangan Ryan, pa ?" Pinta Ryan.


Raka berdiri dari duduknya tanpa menjawab permintaan anaknya. Ia berjalan masuk ke ruangan Ryan kemudian duduk di sofa diikuti oleh Ryan.


"Kenapa papa tidak memberi kabar jika akan kesini ? Ryan bisa menjemput papa di bandara"

__ADS_1


"Bukankah belakangan ini kamu sibuk dengan wanita itu ?"


"Maaf, Pa..! Namanya Diandra."


"Terserah, papa hanya tidak mau kamu membuang-buang waktumu dengan percuma. Kamu itu anak papa satu-satunya, kamu itu pewaris tunggal kerajaan bisnis Wijaya Group. Jangan hanya karena wanita kamu mengesampingkan kewajibanmu."


"Maafkan Ryan, Pa.. Kali ini Ryan serius dan tak main-main. Umur Ryan sekarang sudah tiga puluh tiga tahun. Sudah waktunya Ryan membina rumah tangga."


"Apa kamu yakin akan menikahi wanita itu ?"


"Ryan yakin, Pa !"


"Bagaimana dengan statusnya ? Jangan pikir papa tidak tau siapa dia !"


"Sebelumnya Ryan tidak pernah se yakin ini, Pa ! Ryan minta restu dari Papa."


"Bagaimana jika papa tidak merestuimu ?"


Degg...!!


Hubungannya dengan Raka sang ayah memangllĺll tidak sedekat dengan ibunya. Itulah yang membuat ia merasa sulit berbicara dari hati ke hati dengan ayahnya.


Ia pun mengangkat wajahnya menatap sang ayah kemudian berkata.


"Papa... cobalah untuk mengenal Diandra. Jika papa sudah mengenalnya, papa pasti menyikainya. Ia berbeda dengan wanita biasanya pa.. Jika wanita yang lain sibuk mengejar Ryan karena harta, dia malah menjauhi Ryan." Terang Ryan berusaha meyakinkan ayahnya.


"Buat apa mengenalnya. Papa tidak perduli, sekalipun dia berbeda dari wanita-wanitamu yang terdahulu."


Ryan berdiri, kemudian berpindah posisi duduk di samping ayahnya.


"Pa... Ryan mohon, jangan buat usahaku selama ini jadi sia-sia."


"Harusnya kamu sadar. Kamu seperti itu hanya karena penasaran. Selama ini apa yang kamu mau bisa kamu dapat dengan mudah. Baru juga diberi tantangan kecil begitu sudah lemah dihadapan wanita. Hotel ini biar Hendra yang urus, kamu harus mengelola bisnis yang di Kota W. Kamu harus banyak belajar"

__ADS_1


"Tapi, Pa...! Hotel ini baru beroprasi. Kita saja belum tau bagaimana perkembangannya"


"Bagaimana kamu bisa tau, kerjamu hanya main-main saja."


"Kapan papa bisa berhenti meremehkan Ryan ? Papa memang tidak pernah menganggap Ryan. Papa tidak pernah percaya sama Ryan."


"Kalau begitu, buktikan !"


Raka Wijaya berdiri kemudian berlalu dari hadapan Ryan yang mematung melihat kepergian ayahnya.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.....


Vote


Like


Comment


Rate 5⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Add Favorite


__ADS_2