
Ryan memarkirkan mobilnya di garasi. Saat hendak turun dari mobil, ia melihat sebuah benda asing yang tergeletak di kursi samping pengemudi, tentu saja benda itu bukan miliknya. Ia pun meraih benda itu.
"Dompet... ini pasti milih Diandra" gumamnya.
Ia turun dari mobil membawa serta dompet Diandra menuju kamarnya.
"Kamu sudah pulang rupanya." Kata Mama Rika yang melihat kedatangan Ryan.
"Iya, Ma... Ryan ke kamar dulu yah. Ngantuk !" Memeluk tubuh Ibunya, mencium keningnya kemudian berjalan menuju kamar tidurnya.
Saat hendak meninggalkan ibunya, ada secarik kertas yang jatuh dari dompet Diandra yang secara kebetulan dilihat oleh Mama Rika.
"Ryan... tunggu..!" Berjalan mendekati secarik kertas itu dan memungutnya.
"Ini ada barang kamu yang terjatuh." Menyodorkan secarik kertas yang terlipat itu ke arah Ryan tanpa melihatnya, Ryan pun meraih kertas itu.
"Ini pasti punya Diandra, Ma... tadi dompetnya ketinggalan di mobil."
Ryan hendak memasukkan kembali kertas itu kedalam dompet, dibukanya dompet itu dengan pelan. Saat dompet itu terbuka lebar, Mama Rika tanpa sengaja melihat gambar yang ada dalam foto itu. Rasanya foto yang ada di dompet Diandra itu tak asing baginya.
"Ryan... sebentar nak..!" Mama Rika meraih dompet Diandra dan memperhatikan foto itu dengan seksama.
__ADS_1
"Ya Allah...!" Seru mama Rika. Air matanyapun berlinang.
"Ryan... apa boleh mama melihat isi dompet Diandra ? Mama tidak bermaksud apa-apa nak. Mama hanya ingin memastikan sesuatu." Pinta Mama Rika.
Ryan mengangguk pelan menyetujui permintaan ibunya. Meskipun ia juga bingung dan bertanya-tanya ada apa dengan isi dompet Diandra.
"Maaf Diandra, aku dan mama lancang memeriksa dompetmu." Gumam Ryan dalam hati.
"Nak, tolong panggilkan papa kamu." Perintah Mama Rika.
"Baik ma.. tunggu sebentar yah.." Ryan mengambil langkah panjang segera memanggil ayahnya yang ada di kamar.
Ryan dan Pak Raka keluar dari kamar berjalan menuju ruang keluarga dimana Mama Rika menunggu mereka. Mama Rika terlihat menangis melihat 3 lembar foto yang 2 diantaranya sangat tidak asing baginya.
"Ma.... bagaimana ini bisa ada di tangan Mama..?" Tanya Pak Raka, sedangkan Ryan sendiri bingung akan pembicaraan kedua orang tuanya.
"Aku menemukannya di dalam dompet Diandra pa..."
"Dýarimana Diandra mendapatkannya ?"
"Maksud mama sama papa apa ? dan foto siapa ini ? apa kalian mengenalnya?" Ryan semakin penasaran.
__ADS_1
"Ini foto kakak kamu nak, dan mama masih mengingat baju yang di kenakan kakak kamu saat ia di culik oleh tante Emma waktu itu."
"Apa Mama yakin ?"
"Mama tidak pernah seyakin ini sayang. Setelah bertahun-tahun akhirnya ada titik terang tentang keberadaan kakakmu."
"Apa hubungannya kak Revan dengan Diandra ? Apa jangan-jangan...?!" Ryan tidak melanjutkan kata-katanya.
"Tidak nak.. itu tidak mungkin.. Kumohon jangan katakan itu. Revan masih hidup kan pa..?" Mama Rika mulai menangis dengan histeris.
"Mama tenang dulu... Besok kita tanyakan pada Diandra. Sekarang Mama istirahat dulu."
"Mana mungkin mama bisa menunggu sampai besok pa ? Anak Mama sudah ditemukan. Dua puluh delapan tahun lamanya Mama menantikan moment ini. Tiada hari yang mama lalui tanpa mendoakan Revan agar segera kembali. Dan sekarang sudah ada petunjuk tentang keberadaannya, tidak mungkin mama akan menunggu lagi." Mama Rika semakin terisak karena tangisannya.
"Foto yang Mama lihat adalah foto Mario. Jika benar Mario adalah kak Revan, berarti Varo benar-benar cucu mama." Batin Ryan namun ia enggan memberi tahukan kepada Ibunya. Ia tidak tega melihat ibunya yang sangat gundah. Ryan sangat yakin akan hal itu, karena sebelumnya ia pernah melihat foto Mario di kamar Diandra dan menanyakannya langsung kepada Diandra waktu itu.
"Mama... ini sudah tengah malam. Diandra dan Varo sudah tertidur. Ryan janji besok pagi sekali Ryan akan menjemput Varo dan Diandra. Sekarang Mama juga istirahat, Ryan gak mau mama sakit."
"Baiklah... tapi besok pagi kamu harus bawa Diandra kesini yah nak... Mama mohon."
"Iya Ma... Ryan pasti bawa Diandra kesini besok pagi tapi."
__ADS_1
Ryan dan Pak Raka pun mengantar Mama Rika ke dalam kamarnya.