Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Marimar Mogok.


__ADS_3

Diandra keluar dari ruangan Ryan tanpa berpamitan kepada Melda. Dia meninggalkan RW hotel dengan langkah yang dipercepat menandakan ada sesuatu yang membuatnya emosi. Melda yang melihat kepergian Diandra langsung berlari ke dalam ruangan Ryan.


"Yan... Itu Dian kenapa ? Kamu apain temanku ??" Tanya Melda penasaran.


"Gak tau, sejak kapan dia jadi temanmu ?? ". Mengangkat kedua bahunya cuek.


"Sejak hari ini. Kamu kerjain dia..?". Ucapnya rada kesal namun direspon dengan tawa kecil oleh Ryan.


"Jangan gitu dong... kasian kan dianya. Andaikan bukan karena pekerjaan, dia gak bakalan mau kok datang kesini nemuin kamu. Jangan mempermainkan profesi seseorang. Gak baik Ryan.." Nasehatnya kepada sahababatnya.


Sontak Ryan tersadar akan perkataan Melda. Bisa saja saat ini Diandra mengalami stress karena dia.


Melda pun beranjak dari hadapan Ryan menuju ruangannya.


Ditempat lain, Diandra meluapkan emosinya dengan mengoceh dan menyumpahi Ryan di dalam mobil.


"Awas saja kamu Pak Ryan yang sombong... Suatu saat kamu yang akan datang langsung padaku dan butuh bantuanku."


Booogghhh....!!! Suara Petir tiba-tiba bergemuruh dilangit. Setelah itu, hujan pun turun dengan derasnya. Diandra akhirnya melajukan mobilnya menuju kantor.


xxxxxx


Bank X.


Diandra asyik menatap layar komputernya, mengecek laporan dari Reno. Pak Adrian keluar dari ruangan berjalan ke arah Meja Diandra yang letaknya hanya beberapa langkah dari ruangannya.


"Gimana Dian.. kamu sudah bertemu dengan Pak Ryan ?".


"Sudah pak, katanya dia mau pelajari dulu PK yang kita berikan". Jelasnya.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu pepetin terus biar cepat deal. Oh iya, kalau ada hal penting langsung telepon saya yah. Sy mau pulang dulu ada acara keluarga".


"Baik pak..".


"Pepetin apanya, orangnya gak jelas gitu. Bisanya cuma bikin naik darah. Ini lah..itulah... haaahhhh bikin pusing tu manusia". Gerutu Dian dalam hati.


Jam menunjukkan pukul 17.00. Diandrapun bergegas merapikan meja kerjanya, mematikan perangkat computer serta AC dan bersiap-siap pulang ke rumah.


Ia menuju parkiran dimana mobilnya berada kemudian menancap gasnya dengan kecepatan sedang.


Dalam perjalanan Diandra merasa aneh, Laju mobilnya tidak seperti biasanya.


"Heeiii marimar... jangan mogok dong..??!!" Gumamnya pada mobil kesayangannya. Iapun menepikan mobilnya sebelum mobilnya benar-benar mogok jalan. Ia pun keluar dan memeriksa mesinnya.


" Pasti gara2 abis nerobos hujan deras tadi, marimar jadi sakit". Bicara pada mesim berharap marimar mendengarnya. (Apaan sih 🤭🤭).


Diseberang jalan, terlihat sebuah mobil sport hitam menepi ke sisi jalan. Benar, Ryan yang tak sengaja melihat Diandra memeriksa mesin mobilnya saat ia melewati jalan yang sama dari arah yang berlawanan. Setelah memarkirkan mobilnya dengan baik, ia pun menyebrangi jalan menghampiri Diandra.


Diandra yang kaget tiba-tiba mendengar suara yang tak asing ditelinganya langsung menoleh ke sumber suara.


"Pak Ryan..." Dalam hati dia mengutuk dirinya sendiri.


"Perasaan tadi aku ngutuknya supaya nanti dia datang karena memerlukan pertolonganku, tapi kenapa dia datang pas aku lagi butuh pertolongan ??". Gumamnya dalam hati dengan wajah sedih.


"Heii.. kenapa melamun ?"


"Enng... anu.. itu.. Saya baik-baik saja pak, tapi mobilnya yang lagi sakit".


"Ooh.. butuh tumpangan..?" Goda Ryan.

__ADS_1


"Gak usah pak, terima kasih" Memaksa untuk tersenyum.


"Kali ini kamu gak bisa nolak loh.. Sudah hampir gelap. Kasian anak kamu nungguin kamu".


Deg..!!!


Tiba-tiba Diandra memikirkan Varo.


Diandra berfikir sejenak,


"Iya juga sih, tapi kalau bantuannya aku terima aku pasti merasa berhutang budi padanya, tapi kalau di tolak kasian Varo nungguin lama-lama" katanya dalam hati.


"Tapi mobil saya bagaimana pak ?"


"Nanti orangku yang akan mengurusnya. Kamu jangan khawatir".


Diandra akhirnya setuju, kemudian mengambil barang-barangnya di mobil. Ia pun mengunci mobilnya dan menyerahkan kuncinya ke Ryan.


Keduanya berjalan menyebrangi jalan menuju ke tempat dimana Ryan memarkirkan mobilnya.


***************************


Bersambung...


Jangan lupa bantu Author yah biar semangat Up ke episode selanjutnya.


Ikuti terus Novelnya.


Lijke dan Comment kalian sangat berharga. Jangan Lupa klik ❤ dan Rate 5⭐⭐⭐⭐⭐.

__ADS_1


Vote jangan ketinggalan.


Terima kasih.. 🥰


__ADS_2