Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
EPILOG


__ADS_3

Selamat membaca buat para readers tercinta.


Mohon masukannya, kometar positif akan sangat membantu author.


Terimakasih


.


.


.


.


Sebelumnya....

__ADS_1


"Papa akan memberinya nama ALVINO PUTRA WIJAYA. Apa kalian suka ?" Kata Papa Raka menatap Ryan dan Diandra secara bergantian.


"Terserah papa saja, iya kan sayang ?" Kata Ryan kemudian bertanya kepada istrinya. Diandra pun mengangguk setuju.


"Nama yang bagus Opa, namanya mirip nama Varo. ALVARO dan ALVINO..!" kata Varo bahagia.


Kondisi Diandra kini sudah benar-benar pulih. Ia pun di perkenankan pulang ke rumah oleh dokter.


*****


Tahun demi tahun pun berlalu, Varo dan Vino tumbuh menjadi anak yang cerdas. Varo semakin cerdas dan dewasa dalam berfikir, Vino pun demikian. Meski tak se cerdas Varo, namun ia terlihat lebih periang di banding sang kakak. Tidak di pungkiri, prestasi akademik Alvaro sangat luar biasa. Ia kerap kali mendapatkan penghargaan dari sekolah akan prestasinya. Vino pun demikian, iapun mendapatkan banyak penghargaan namun bukan karena ia mendapat predikat sebagai juara kelas. Ada banyak medali dan penghargaan yang ia peroleh dari beberapa cabang olah raga. Keduanya memang berprestasi, namun di lain bidang.


Alvaro pun sebenarnya ahli dalam olah raga, namun kemampuannya masih terhitung biasa saja di banding sang adik. Keduanya memiliki kelebihannya masing-masing.


Diandra dan Ryan pun sangat bahagia akan kehadiran kedua anak mereka. Varo yang lebih tua dan dewasa terlihat sangat menyayangi sang adik, kerap kali ia mengalah untuk membahagiakan Vino yang sangat jahil dan pecixilan. Meskipun demikian, Vino pun sangat menyayangi dan menghormati kakaknya. Ketika sang kakak

__ADS_1


benar-benar marah akan tingkah nakal dan konyol adiknya, Vino pun mulai takut dan tak berkutik. Bisa di katakan, orang yang paling di takuti Vino adalah sang kakak.


Kedunya kini tumbuh dewasa, Varo kini berusia Dua puluh sembilan tahun, dan ia mulai membantu Ryan mengelola perusahaan. Sedangkan Vino baru saja menyelesaikan studynya, ia sama skali tidak berminat untuk bekerja di perusahaan keluarganya. Ia lebih memilih menjadi model majalah olahraga dibanding harus bergelut di dunia bisnis.


Kedua cucu keluarga Wijaya kerap kali di banding-bandingkan, ada yang mengidolakan sang kakak, namun tak sedikit pula yang mengagung-agungkan sang adik. Utamanya para wanita, mereka tidak segan-segan menawarkan diri mereka tanpa rasa malu.


Alvaro yang terkenal cuek dan dingin, tak pernah di dapati menggandeng seorang gadis, meskipun ia sering di desak oleh kedua orang tua beserta oma dan opanya, namun ia masih enggan untuk mencari pendamping hidup. Seolah ia akan mengabdikan hidupnya untuk bekerja. Berbeda dengn sang adik yang di kelilingi para gadis-gadis cantik. Meskipun demikian, Vino merasa belum menemukan gadis yang pas untuk mendampingi hidupnya.


Keluarga mereka kini hidup bahagia. Ryan yang sangat mencintai Diandra, seolah tak mengenal usia. Meskipun mereka kini telah berumur, namun cinta keduanya tak pernah surut. Pertengkaran-pertengkaran kecil kerap terjadi, namun begitulah mereka. Justru pertengkaran itulah yang semakin menguatkan rasa diantara mereka. Ryanpu kelihatannya sangat bangga kepada keduanya putranya.


Papa Raka kini pensiun di usianya yang mulai senja. Ia memilih tinggal di rumah dan berkebun di halaman belakang dibantu oleh sang istri tercinta. Sedangkan Mama Rika menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada menantu kesayangannya.


T A M A T


******************

__ADS_1


__ADS_2