
"Maafkan aku Ryan.. aku tidak bisa..!!" Air matanya kini tak bisa lagi dia bendung.
"Jadi apa maksud semua ini Diandra...? Jangan menggantungku seperti ini" Ryan pun kini meneteskan air matanya.
"Dengarkan aku Ryan..!" Menarik tangan Ryan yang hendak melangkah pergi.
"Sudahlah aku memang bodoh..!" Menepis tangan Diandra yang memegangnya. Kemudian berlalu.
"Berhenti Ryan... aku tidak bisa menolakmu lagi" Setengah berteriak ke arah Ryan.
Deg..!!
Ryan menghentikan langkahnya, membalikkan badannya dan melangkah pelan ke arah Diandra.
"Aku mencintaimu Ryan... maafkan aku" Berbicara pelan dan air matanya terus mengalir.
Ryan berlari ke arah Diandra dan memeluknya dengan erat. Diandra kini membalas pelukan pria yang kini menjadi kekasihnya itu.
"Aku mencintaimu Diandra" Mengecup kening Diandra kemudian kembali mempererat kembali pelukannya.
*****
Flashback :
Ddrreettt...drettt...
Telpion Diandra bergetar, ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal.
"Halo.."
__ADS_1
"Halo Diandra... ini Ibu Rika nak. Apa bisa kamu menemuiku ??" Tanya Rika diseberang telepon.
"Iya bu tentu saja. Dimana ?" tanya Dian
"Di cafe tempat biasa, kalau berkenan bawa anak kamu juga. Ibu tunggu yah nak.."
"Baik bu... Diandra segera kesana".
Diandra mengganti pakaian rumahan yang dikenakannya dengan pakaian yang lebih formal. Ia akhirnya tiba di cafe tempat mereka janjian.
"Maaf ibu menunggu lama" Menyalami Ibu Rika.
"Ibu juga baru tiba kok.. mana anak kamu sayang ?" tanya Rika mencari-cari Varo.
"Maaf bu, Varo nya tadi sudah siap-siap untuk istirahat. Besok harus bangun pagi ke sekolah".
"Ooh.. namanya Varo ? Sekolah dimana ?" Tanya Rika penasaran.
"Ooh.. itu TK milik mertua ibu" Jawabnya ceplos.
"Maksud Ibu..?" Diandra bingung, yang ia tahu TK itu di didirikan oleh Nenek Ryan.
"Apa mungkin...??" Batin Diandra curiga.
"Maafkan Ibu nak, dari awal Ibu tidak jujur sama kamu. Sebenarnya Ryan Wijaya adalah anak Ibu. Waktu itu, ibu menelpon Ryan, kedengarannya dia lagi sedih. Mengenai Ryan yang mendekatimu Ibu juga sudah tau. Meskipun Ibu berada jauh dari Ryan, tapi Ryan masih tetap dalam pengawasan Ibu". Jelas Rika.
"Maaf bu, saya tidak mengerti maksud anda. Percayalah Bu, saya tidak pernah berniat untuk menggoda anak Ibu. Saya sudah berusaha untuk menjauh dari dia. Sekali lagi maafkan saya Bu". Kata Diandra mencoba menjelaskan kepada Ibu Rika.
"Tidak nak, kamu jangan salah faham. Ibu tidak pernah melarang Ryan untuk mendekati siapa pun. Ibu percaya pada Ryan, dia tidak akan pernah salah pilih lagi". kata Rika.
__ADS_1
"Maksud Ibu..? Tanya Diandra penasaran.
"Ryan sangat mencintaimu nak. Ibu sangat setuju jika Ryan memilihmu jadi pasangannya. Selama mengenal dirimu, Ryan menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Menurit Ibu, kamu membawa pengaruh yang baik buat Ryan." Berkata sambil menggenggam tangan Diandra.
"Tapi Bu... Dian tidak pantas buat Ryan.. Masih banyak wanita yang jauh lebih baik daripada Dian". Tuturnya.
"Apa cuma karena itu ? Sekarang Ibu tanya, apakah sedikitpun tidak ada rasa cinta buat anak Ibu ??" Kembali Rika bertanya.
Diandra hanya menunduk, tidak mampu menjawabnya. Diandra kini mengakui, hatinya kini memberi ruang khusus buat Ryan. Namun karena status sosial, dia mengurungkan niatnya untuk menyambut cinta Ryan.
"Tak usah kamu jawab, ibu bisa baca dari sikap kamu. Ibu tolong nak, jujurlah pada dirimu sendiri. Bukan hanya Ryan yang akan tersakiti, tapi kamu pun akan sakit hati nak. Tolong pikirkan kata-kata ibu sebelum semuanya terlambat".
Diandra masih tetap menunduk, tidak mampu menatap wajah Ibu Rika.
"Kenapa ada orang yang begitu baik seperti Ibu Rika? Dia sama sekali tidak memandang status sosialku" gumam Diandra dalam hatinya.
"Ibu mohon nak, ibu sudah pernah kehilangan anak Ibu, kali ini jangan membuat Ibu kehilangan anak ibu lagi. Meskipun raganya masih bersama ibu, tapi jiwanya melayang entah kemana". Rika mulai meneteskan air matanya.
"Terima kasih, Ibu sudah mempercayai Dian, saya sangat menghargainya Bu. Tapi bolehkan saya memikirkannya lagi Bu ?" Tanya Dian.
"Tentu saja nak. Keputusan sepenuhnya ada ditanganmu. Ibu hanya tidak ingin jika kalian mengambil keputusan yang salah" Terang Rika
*Flashback off.
______________
Bersambung...
Terimakasih semuanya sudah Mampir si novel Author.
__ADS_1
Author jadi kurang semangat ngetiknya karena like dan komennya sedikit. 😵
Tetap kasi ❤ dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐