Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
S2 : Ada yang patah hati


__ADS_3

Kupejamkan mata ini, mencoba untuk melupakan, segala kenangan indah tentang dirimu, tentang mimpiku


Semakin aku mencoba, bayangmu semakin nyata merasuk hingga ke jiwa. Tuhan, tolong lah diriku.


Entah di mana dirimu berada. Hampa terasa hidup ku tanpa dirimu. Apakah di sana kau rindu kan aku? Seperti dirimu yang s'lalu merindukanmu. Selalu merindukanmu


🌻🌻


Satu bulan berlalu...


Jakarta, Indonesia.


Rindu itu berat kata Dilan, tapi kenyataannya memang berat terutama buat Kavin, merindukan mantan istri dan anaknya baby Rayyan.


Apalagi ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Belanda, sekitar 6 jam lebih cepat di waktu Jakarta, Indonesia, hingga agak kesulitan mencari waktu yang pas untuk berkomunikasi dengan Salma.


Kembalinya dari Belanda ternyata membuat jadwal pekerjaan Kavin begitu padat, dengan segala tumpukan pekerjaan dan permasalahan yang harus di selesaikan.


Ari sang asisten rupanya balas dendam dalam mengatur jadwal atasannya, hingga Kavin tidak bisa beristirahat sejenak atau paling tidak mengambil napas sesaat, setelah dalam beberapa hari di bulan yang sama, Kavin berkeliling mengunjungi cabang retail nya.


“Ari, kamu sengaja ingin membuat saya mati pelan-pelan ya. Baru kemarin kita pulang dari Semarang. Sekarang kamu mengatur jadwalku harus ke Balikpapan sore ini juga. Yang jadi Bosnya itu aku atau kamu!” tukas Kavin.


“Bu-bukannya begitu Tuan Kavin, ini memang sudah di jadwal kan beberapa bulan yang lalu,” jawab Ari, agak ngelagapan.


“Kamu memangnya gak tahu, gara-gara kamu, sudah sebulan ini tidak menghubungi anakku di Belanda. Meeting ke sinilah, harus ke sana lah, belum lagi masalah di kantor...eergh!” geram Kavin sendiri.


Ari hanya bisa menelan salivanya sendiri, ya mau bagaimana lagi sudah tugas nya sebagai asisten pribadi seorang CEO sekaligus pemilik perusahaan, harus mengatur jadwalnya. Namun Ari turut bersyukur ketika mendapat kabar pertama kali sepulang Tuannya dari Belanda, jika Salma masih hidup dan Tuannya memiliki seorang putra yang begitu tampan, ketika Kavin membanggakan putranya dengan menunjukkan foto baby Rayyan. Akan tetapi Ari menyayangkan mereka sudah bercerai.


Rasa sayangnya Kavin dengan Salma berserta anak mereka, terpajang potret kebahagiaan mereka bertiga di ruang kerja Kavin. Begitu juga di lobby perusahaan, terpajang potret keluarga kecil sang pemilik perusahaan. Hingga hampir semua karyawan tahu jika sang pemilik perusahaan sudah memiliki istri yang sangat cantik melebihi Yasmin dan seorang baby yang sangat tampan. Tapi gara-gara foto tersebut, banyak karyawati yang patah hati namun tak gentar untuk menggoda sang pemilik.


“Baik Tuan, kalau begitu saya langsung merescedule jadwal Tuan,” jawab Ari secepatnya juga.


“Iya bagus, oh iya satu lagi Ari,  tolong ganti sekretaris. Saya tidak mau sekretaris yang suka mencari perhatian ke saya! Dia itu mau kerja atau mau jual diri di sini. Berani-beraninya dia membuka blouse lalu menunjukkan buah dadanya di hadapan saya. Memangnya dia tidak lihat foto keluarga saya sebesar itu. Atau harus saya cetak sebesar billboard, biar tahu kalau saya sudah memiliki wanita cantik dan anak yang tampan!” sarkas Kavin.


Bibir Ari menganga, ketika mendengar sekretaris Tuannya menunjukkan buah dadanya. Kenapa tuh sekretaris tidak buka blousenya di depan dia aja, pikir Ari. Astaga otak nya langsung mesum.


“Baik Tuan, akan segera saya cari yang baru,” jawab Ari.


Tuan Kavin sepulangnya dari Belanda, semakin angker aja.....ada karyawan perempuan yang gelagatnya aneh ke Tuan, langsung kena surat peringatan.....ckckck Tuan kalau cinta kenapa bercerai dengan Salma.

__ADS_1


Baru saja Ari mau keluar dari ruangan Kavin, tiba-tiba ada yang mengetuk. Ari langsung membukakan pintu dan melihat pose sekretaris Kavin yang aduhai boleh...gayanya sudah bisa di seret ke ranjang.


“Ada apa Reni?” tanya Ari dengan tatapan geli nya.


“Pak Ari ada tamu buat Tuan Kavin, kalau gak salah namanya Andri,” ucap Reni dengan suara dibuat-buat manja.


“Oh....sepupu nya Tuan Kavin, suruh masuk saja. Dan kamu segera rapi kan barang-barang kamu.”


Reni yang awalnya sedang memainkan kancing blousenya, tubuhnya langsung menegang.


“Ra-rapi rapi, maksudnya apa saya harus merapikan barang saya. Memangnya kita mau ke mana dengan Tuan Kavin?”


Ari sudah mulai merasa ngemas, ini sekretaris pintar atau pura-pura bodoh. “Kamu di pecat hari ini juga!” kata Ari dengan suara meninggi.


“A-apa di pecat, apa salah saya....gak mungkin. Saya harus tanya dengan Tuan Kavin dulu,” ucap Reni, sambil mendorong tubuh Ari yang menghalang jalannya.


“Percuma kamu bertanya dengan Tuan Kavin, karena kamu di pecat atas perintah Tuan Kavin yang telah berani bertelanjang dada di hadapannya!!” tukas Ari.


Reni langsung terkesiap, tak menyangka ulahnya di ketahui oleh Ari. Kala itu, wanita itu sangat senang ketika terpilih menjadi sekretaris CEO, yang awalnya dia bekerja di bagian public relation, pria yang dia idamkan ada di depan matanya. Jadi sambil menyelam, minum air...siapa tahu Bosnya terpesona dengannya, dan menjadikan dirinya seorang istri, walau hanya istri simpanan.


“Ari segera urus pemecatannya!” ucap Kavin dari kursinya.


“Kamu dengar sendiri kan, kalau kamu di pecat!” sentak Ari, kemudian pria itu menarik lengan Reni agar segera merapikan barang nya.


Dasar Bos buta, gue udah cantik, badan sexy begini di tolak! Sehebat apa sih istrinya itu, sampai setia amat sama istrinya...Diluar sana banyak kok para Bos main sama sekretarisnya, mereka gak nolak walaupun sudah punya istri....dasar laki-laki munafik!...batin Reni


🌻🌻


“Assalamualaikum Kak Kavin,” sapa Andri, yang baru saja masuk ke ruangan.


“Waalaikumsalam Andri,” balas Kavin.


Kedua saudara ini saling ber pelukan. “Kemana saja selama ini, kok tidak pernah ke kantor lagi. Tapi untungnya proyek kita masih berjalan?” tanya Kavin.


“Sudah dua tahun aku balik ke Singapore, mengurus perusahaan papa di sana. Ini aku baru tiba tadi pagi, langsung ke sini,” balas Andri. Tatapan Andri secara tak sengaja menelisik ke semua sudut ruangan.


Ketika menginjakkan kakinya di perusahaan Indo Prakarsa, ada hal yang berbeda, yaitu bingkai foto Kavin. Hal ini membuat pria itu penasaran dengan sepupu nya.


“Sepertinya selama aku di Singapore ada hal yang aku lewati?” tanya Andri sambil menunjukkan ke bingkai foto yang ada di meja kerja Kavin.

__ADS_1


Kavin tersenyum tipis. “Ya...banyak hal yang tidak kamu ketahui. Salma istriku dan ini baby Rayyan, buah hati kami berdua,” jawab Kavin dengan penuh penegasan, dan tidak menceritakan status yang sebenarnya, karena Kavin tahu jika Andri juga suka dengan Salma.


Lumayan hal ini cukup mencengangkan, padahal salah satu maksud kedatangan Andri ke perusahaan sepupu nya, ingin menemui Salma, dan berharap bisa kembali berkomunikasi lebih dekat, yang dulu sempat terputus. Namun nyatanya hatinya langsung terpatahkan.


 bersambung........


Kakak Readers terima kasih yang selalu menemani kisah Kavin dan Salma dari bab 1 hingga bab sekarang yang selalu meninggalkan jejaknya di setiap bab, sampai saya bingung sendiri memilih nya.


Baiklah untuk bab ini saya berikan GA untuk 2 Kakak Readers yang beruntung mendapatkan pulsa/shopeepay 25K. Yang beruntung adalah :



Kak Ayumi


Mbok Darmi



Buat komentar yang baper banget di bab Akhirnya



Kak Ana



Buat yang beruntung langsung chat ya, dan buat yang kurang beruntung, tenang saja nanti di beberapa bab lagi akan ada info untuk Kakak Readers yang beruntung mendapatkan GA 25K.


Terima kasih atas support dari kakak readers semuanya.


Love you sekebon 🌻🌻🌻🌻


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2