
Baru saja selesai menerima telepon dari Paman Didit, Salma kembali ke ruang tengah untuk menghampirinya Mama Rossa kembali.
TING...TONG
Belum villa berbunyi, salah satu pelayan bergegas membukakan pintu villa.
“Perasaan belum jam 7, Keanu sudah jemput aja?” tanya Mama Rossa sambil melirik jam tangannya, berpraduga jika Keanu yang datang.
“Waduh kalau beneran, aku belum ganti baju mam. Aku ke kamar dulu deh mam, mau nanti baju dulu,” pamit Salma sebelum ke kamar.
“Ya sudah nanti mama suruh Keanu tunggu kamu dulu,” sahut Mama Rossa.
“Ya Mam,” gara-gara terima telepon dari Paman Didit, hampir lupa sudah punya janji.
Tak lama....
“Assalamualaikum, Mam,” sapa Kavin.
"Alaikumsalam..."
“K-Kavin...loh kok kamu ke Bali?” terkejut Mama Rossa melihat kedatangan Kavin tanpa memberitahukannya terlebih dahulu.
“Loh bukan nya mama yang suruh Kavin nyusul ke sini tadi siang, wah mama lupa ya?” jawab Kavin sambil mengedipkan matanya.
Rupanya mama melihat Yasmin di balik punggung Kavin, lalu Ari dan Merry. Mama Rossa hanya bisa mendesah, anaknya memberikan alasan yang tidak benar.
Kedua netra pria itu menelisik ke penjuru sudut ruangan, tanpa ada yang terlewati. ”Mama kok sendirian, aja?” tanya Kavin.
Pria itu langsung mendaratkan bokongnya ke sofa, diikuti oleh Yasmin begitu juga Ari dan Merry.
“Salma lagi di kamarnya,” jawab Mama Rossa.
“Sayang, kamar kita di sini juga, atau di villa yang lain?” tanya Yasmin.
“Kita satu villa sama mama, Ari dan Merry kamarnya di resort yang buat pengunjung,” ujar Kavin.
Wajah Merry langsung masam mendengarnya, ”saya tidak bisa di sini aja Tuan, bukan nya kamar di sini banyak yang kosong,” rasanya wanita itu gak rela jika tidak satu villa dengan Kavin.
“Kalau kamu tidak suka silahkan cari penginapan sendiri, dan bayar sendiri. Saya juga tidak menyuruh kamu ikut ke Bali,” tukas Kavin.
“Sayang jangan begitu dengan Merry, kenapa Kak Kavin semenjak berangkat bawaannya marah-marah saja sama kami berdua,” balas Yasmin, penuh tanda tanya dengan suaminya.
__ADS_1
Tanpa menjawab, Kavin hanya menunjukkan wajah kesal nya saja pada Yasmin, lalu menepis tangan Yasmin yang ingin merangkul lengannya, entah kenapa rasanya sedang jengah melihat Yasmin yang ingin bermanja ria dengan dirinya.
Belum lama mereka berempat duduk di ruang tengah, tak lama Salma keluar dari kamarnya, sudah terlihat cantik dengan penampilannya malam ini.
“Mama...Mr. Keanu kah yang datang?” suara Salma terdengar jelas dari kejauhan.
“Bukan, nak!” sahut Mama Rossa.
“Mama...,” serempak Kavin dan Yasmin bergumam, merasa aneh.
Salma dengan dress tali spaghetti berwarna ungu muda, rambut di kuncir rendah, serta make up yang membuat wajahnya menantang, datang menghampiri ruang tengah, seketika itu juga gadis itu tercengang melihat kehadiran empat orang tersebut.
Rahang pria itu mulai mengeras melihat penampilan Salma yang begitu memesona dan seksi, aura wajah gadis itu sangat menggoda.
Oh ternyata dia datang juga ke Bali dengan istrinya...baguslah kalau begitu.
“Malam Tuan Kavin, Nyonya Yasmin, Pak Ari, Mbak Merry,” sapa sopan Salma.
“Malam juga Salma, wah kamu cantik sekali malam ini,” balas Ari.
Kavin, Yasmin dan Merry tidak membalas sapaan Salma. Akan tetapi Kavin sudah menunjukkan rasa tidak sukanya dengan sorot mata tajamnya ke arah Salma berdiri. Sedangkan Yasmin dan Merry sama-sama memberikan tatapan yang mengejek, entah karena merasa iri hati melihat kecantikan Salma, atau merasa tersaingi.
Cih cantik dari kecil....cemooh batin Kavin.
TING...TONG
Bell Villa kembali berbunyi...
“Mam, kayaknya Mr. Keanu sudah jemput, aku pamit dulu,” kata Salma, lalu mengecup pipi Mama Rossa.
Siapa Keanu....pria bule itu kah? Yang ada di foto itu, keterlaluan kamu, Salma! geram batin Kavin.
“Jangan terlalu malam pulangnya ya, nak,” balas Mama Rossa.
“Ok, Mam, saya permisi semuanya," ujar lembut Salma penuh pesona.
Jantung Yasmin rasanya pengen copot melihat kedekatan mama mertuanya dengan asistennya. Bukannya biasa panggil nyonya kenapa jadi panggil mama.
Sedangkan Kavin tidak memikirkan hal panggilan itu, justru pria itu beranjak dari duduk ingin mengejar Salma yang sudah keluar dari pintu.
__ADS_1
Yasmin meraih tangan Kavin.”Kak mau kemana? Aku lapar, kita makan yuk di resto,” ujar Yasmin dengan gaya manjanya. Terhentilah langkah pria itu yang ingin mengejar Salma.
“Kavin dengar tuh istrimu sudah kelaparan kalau mau makan di resto pergilah, para pelayan juga sedang menyiapkan makan malam di sini. Ari, Merry bisa ikut makan di sini, setelahnya bisa istirahat di kamar resort utama,” kata Mama Rossa.
“Baik Nyonya,” jawab serempak Ari dan Merry.
“Sayang, aku ingin makan di pinggir lantai, kita ke sana ya,” rengek mana Yasmin sambil bergelayut di lengan Kavin.
“Kita makan bareng mama saja di sini!” Kavin menolak permintaan Yasmin.
“Sayang tapi aku pengen—,”
“Kalau pengen... pergi saja sendiri aku tidak bisa menemani kamu!” jawab ketus Kavin, pria itu langsung merogoh handphonenya dan mengirim pesan ke Tomi.
Yasmin hanya bisa mendengus kesal setelah mendapat jawaban dari suaminya. Kok tumben Kak Kavin tidak menuruti permintaanku...
Mau tidak mau Yasmin menuruti suaminya untuk makan di villa, karena permintaan nya di tolak. Akhirnya sekarang mereka berlima menikmati makan malam di villa.
“Mama, kenapa asisten mama panggil nya bukan Nyonya, malah panggil mama juga. Jangan suka memanjakan karyawan mam, nanti jadi ngelunjak si Salma,” ujar Yasmin di sela makannya.
“Memangnya salah kalau mama meminta Salma memanggil mama, dia sudah mama anggap sebagai putri mama sendiri. Dan kalian berdua tidak boleh melarang mama,” balas Mama Rossa dengan santai nya.
“Kalau mau angkat anak harus di lihat dulu bibit bobotnya, mam. Mama kan sudah tahu kalau Salma hanya orang kampung,” balas Yasmin, merasa tidak terima dengan keputusan mama mertua nya.
“Justru Salma dari kampung lebih terlihat berkelas dari pada orang kaya yang berpendidikan tinggi tapi atitudenya tidak ada. Dia lebih bisa menghargai orang tua, lebih tahu apa yang harus dilakukan kepada orang tua dan semuanya dilakukan secara tulus dan ikhlas. Dan Yasmin harus tahu jangan terburu-buru menilai seseorang buruk jika kamu belum bersama-sama dalam beberapa hari penuh dengan seseorang itu. Justru terkadang yang terlihat baik di luar nya ternyata busuk di dalamnya, malah yang terlihat busuk diluarnya justru di dalamnya sangat bagus,” imbuh Mama Rossa. Skak mat untuk Yasmin dan Kavin yang mendengarnya, sedangkan Ari dan Merry hanya sibuk menikmati hidangan mewah yang tersaji di meja.
Yasmin terasa susah menelan makanan nya sendiri, perkataan Mama Rossa seakan sedang menyudut dirinya sendiri.
“Aku hanya kasih pendapat saja kok mam,” balas pelan Yasmin.
Kavin tidak terlalu menikmati makan malamnya, pria itu gelisah dalam duduknya. Pikirannya sudah menuju Salma yang sedang makan malam berdua dengan Keanu, hati pria itu sudah memanas setelah berkali-kali melihat foto Salma dan Keanu yang di kirim oleh Tomi.
“Mah, aku keluar dulu!” Kavin sudah tak tahan untuk menarik Salma dari Keanu. Di tinggal kan begitu saja piring yang masih penuh isinya, dan keluar dari ruang makan begitu saja dengan langkah kaki yang cepat. Wajah pria itu mulai terlihat emosi, tinggal tunggu meledaknya.
*bersambung....
Kakak readers siapa yang mau kalau Kavin menggerek Salma ke kamar yang ada si resort bukan di villa?? Yukk tinggalin komen nya....di tunggu buat kelanjutannya 😁😁
Sudah ada yang emosi tingkat tinggi*
__ADS_1