Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Datang ke Belanda


__ADS_3

Enam bulan kemudian...


Belanda


Ada takdir yang awalnya harus kita terima dengan air mata, harus kita ikhlaskan dengan hati terluka. Namun di kemudian hari...


Kita akan tersenyum dan berkata, “Ya Allah sungguh indah takdir yang Engkau tetapkan untuk ku, ternyata ini hikmah yang luar biasa di balik kejadian kemarin.”


Salma mengulas senyum indah di wajah cantik nya, menatap hangat baby Rayyan yang terlihat segar habis di mandikan. Gelak tawa baby Rayyan bagaikan obat luka untuk Salma, walau dia tak bisa menepis jika wajah tampan baby Rayyan mengingat wajah Kavin.



Hari demi hari Salma menikmati peran barunya menjadi ibu baru, walau di bantu oleh Bibi Tia dan baby sister dalam pengasuhan baby Rayyan. Tak terasa baby Rayyan sudah berusia enam bulan, dan kini Salma kembali beraktifitas di perusahaan Wall Mart pusat milik Opa Braymanto yang berada di Belanda.


Dengan bimbingan kakak sepupunya Keanu anak dari kakak Chintya, Salma belajar cepat menguasai tentang seluk beluk perusahaan Opanya. Opa Braymanto menembus semua kesalahan di masa lalunya yang terlalu mengekang putri bungsunya Chintya, dalam berbagai hal. Dan Opa Braymanto tak ingin mengulangi kesalahannya kembali, sudah cukup dia kehilangan salah satu pewaris kekayaannya, dan sekarang sudah waktunya mendelegasikan semua harta dan tahtanya ke cucu-cucunya dan cicitnya. Salma Hadeeqa salah satu pewaris Opa Braymanto, selain Keanu dan adiknya.


“Salma, Opa tidak bisa mengajukan surat perceraianmu dengan Kavin. Karena kamu sudah dinyatakan meninggal di Bali, tenggelam. Jika tiba-tiba kita kirim surat pengajuan perceraian ke Kavin, akan menjadi tanda tanya buat Kavin,” tutur Opa Braymanto.


Beberapa hari yang lalu Salma meminta Opa dan Keanu membantu mengurusi perceraiannya secara resmi dengan Kavin.


“Jika kamu minta bercerai dengan Kavin, berarti kamu harus siap muncul di hadapan mereka semua,” sambung Keanu.


Salma menarik napasnya dalam-dalam, dan menghembuskannya pelan. “Berarti aku harus ke Indonesia, begitu kah Opa, Kak Keanu?” tanya Salma.


“Ya seharusnya seperti itu, jika kamu sudah siap,” jawab Keanu.


Di hati kecil Salma, dia masih belum sanggup untuk menemui Kavin dengan semua kenangan pahitnya. Masih ada rasa berat dan beban di relung hatinya, di tambah lagi dengan kejadian malam yang tak pernah di duganya.


Haruskah aku menundanya dulu, tunggu aku siap lahir batin.


“Salma, semua keputusan ada di tanganmu nak, Opa akan membantu semaksimal mungkin,” ujar Opa Braymanto.


“Aku akan memikirkannya kembali Opa, mungkin saat ini di tunda dulu. Karena aku juga belum siap untuk bertemunya.”


“Pikirkanlah sekali lagi adikku yang cantik ini. Aku juga dengar kalau Kavin sudah bercerai dengan Yasmin, dan mantan istrinya juga dipenjara dengan selingkuhannya, sama mantan sekretarisnya,” ujar Keanu.


“Yang benar Kak Keanu, dapat kabar dari mana Kak?”

__ADS_1


“Kamu lupa ya, kakak banyak mata-matanya. Lagi pula beritanya juga ada di sosial media. Kamu bisa cek di google,” balas Keanu.


“Oh...begitu ya,” jawab Salma. Maklumlah semenjak di bawa ke Belanda, Salma hampir tak pernah berselancar ke dunia sosial media. Tapi ada rasa bersyukur jika mereka bertiga mendapatkan hukuman.


🌻🌻


Indonesia, Jakarta.


Perusahaan Indo Prakarsa


Tubuh Kavin mulai kembali berisi setelah beberapa bulan lalu sempat jatuh sakit, dan dirawat intens di rumah sakit akibat gangguan pencernaan dan stress tingkat tingginya, selalu memikirkan Salma.


Mama Rossa dan Ari selalu memberikan motivasi untuk bangkit, dan kembali menjalankan hidup normalnya.


“Kavin, mama mau liburan ke Belanda. Sekalian mau mengunjungi Om mama, Braymanto. Kamu mau ikut gak?” tanya Mama Rossa, yang sudah beberapa hari belakangan ini ingin mengunjungi papanya Chintya, kakeknya Salma.


“Opa Braymanto, kakeknya Salma?” tanya Kavin.


“Iya kakeknya Salma, kamu telah menikahi cucunya, tapi belum pernah mengunjungi nya. Walau telat, paling tidak kita mengunjungi nya. Sekalian biar pikiran kamu sedikit relaks,” pinta Mama Rossa. Dokter juga sudah menyarankan Kavin untuk liburan sejenak, namun pria itu enggan, tak ada semangat.


Mungkin ini saatnya dia meminta maaf atas semua kesalahannya terhadap Salma selama masih hidupnya, kepada keluarga Salma yang masih ada. Karena sudah berkali-kali Kavin ke Surabaya untuk menemui Paman Didit, hasilnya nihil masih belum kembali.


“Dua hari lagi.”


“Baiklah Kavin ikut ke Belanda, Mam.” Akhirnya Kavin memutuskan untuk ikut.


🌻🌻


Hari keberangkatan telah tiba, perjalanan kali ini Ari asisten pribadi Kavin tidak ikut serta karena menggantikan Kavin di perusahaan selama berada di Belanda.  


Selama tujuh belas jam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda. Dan selama tujuh belas jam tersebut pria itu banyak termenung, sedang memikirkan rangkaian kata yang akan di ucapan ke Opa Braymanto.


Setibanya di Schiphol Airport, Amsterdam, Belanda...Mama Rossa dan Kavin menuju hotel yang sudah dibookingnya untuk istirahat terlebih dahulu.


Kedatangan Mama Rossa dan Kavin yang ingin mengunjungi Opa Braymanto, tidak diketahui oleh Opa Braymanto. Hampir dua puluh lima tahun Mama Rossa tidak mengunjungi dan bertemu Opa Braymanto di Belanda, semenjak kejadian Chintya kabar dari mansion.


Tak terasa kedua netra Mama Rossa berembun ketika kakinya kembali menginjak tanah kelahiran buyutnya, asli orang Belanda.

__ADS_1


🌻🌻


Esok hari


Inntel Hotel Amsterdam Centre.



Beristirahat di hotel, nyatanya tidak membuat pria itu tidak tidur nyenyak, justru membuat pria itu terlihat galau. Entah kenapa semenjak tiba di Belanda, hatinya seperti bergetar hebat dan tiba-tiba hatinya melow, padahal tidak ada apa-apa. Walau di pelepuk matanya sering muncul wajah Salma, mungkin saking kehilangannya, bayangan wajah Salma sangat susah di lupakan. Dan akhirnya pria itu kembali minum obat tidurnya agar bisa tidur nyenyak.


Siang hari sekitar jam 11 waktu Belanda, Kavin baru keluar dari kamarnya menyusul Mama Rossa ke restoran untuk makan, sarapan bukan, makan siang juga bukan.


“Maaf Mam, aku agak susah tidur....jadi menjelang pagi baru bisa tidur,” ujar Kavin yang sudah tiba di restoran.


Mama Rossa memahami jika putranya memang mengalami susah tidur, dan memakluminya. Kehilangan Salma suatu pukulan berat buat putranya.


“Makanlah dulu, setelah ini kita langsung berangkat ke mansion Opa,” pinta Mama Rossa.


Mama Rossa sudah memesan beberapa makanan untuk di santap mereka berdua. Kavin segera menyantapnya walau tidak selera.


Sementara itu di mansion Opa Braymanto...


Sekitar jam 9 pagi...Salma, Retno, Paman Didit dan Keanu sudah berangkat kerja. Sedangkan Opa Braymanto tidak ke perusahaan, cukup pria tua itu bekerja dari mansion nya, sambil mengawasi dan bermain dengan cicitnya Baby Rayyan.


Bibi Tia yang kebetulan ada acara dengan warga Indonesia yang tinggal di Belanda, terpaksa meninggalkan baby Rayyan ke baby sister nya, dan Salma tidak mempermasalahkan jika Bibi Tia ada keperluan di luar mansion. Lagi pula Salma juga senang jika Bibi Tia punya teman di Belanda. Berarti bisa beradaptasi dengan negara orang.


 


bersambung...... mungkinkah Kavin dan Mama Rossa bertemu dengan Baby Rayyan?? Ayo Kakak readers siapa yang mau Kavin ketemu sama anaknya, tunjuk tangan 😁


 



 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2