Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
S2 : Sarapan pagi bersama


__ADS_3

Emy memperlihatkan ekspresi sedihnya dan sedikit takut dengan teguran Kavin, namun masih berani menatap wajah Kavin. Secara diam-diam Salma memperhatikan tatapan mata Emy, tersirat tatapan yang sangat menyukai pria yang sedang merangkul pinggangnya. Namun wanita itu pura-pura bodoh, pura-pura tidak tahu. Bukankah dengan adanya wanita lain, dia bisa menguji rasa cinta dan kesetiaan pria itu, sebelum dia melangkah selanjutnya.


Pria yang merangkul Salma, mengecup kening Salma di hadapan Emy, Retno dan Ari. Terlihatlah tatapan sedih Emy, tiba-tiba berubah...menjadi tatapan kesal. Salma melihat garis rahang wanita itu mengeras, pembuluh darah yang ada di sisi telinganya tampak berkedut.


Ada apa denganmu Emy, apa kamu tertarik dengan mantan suamiku?


“Kamu selama bekerja dengan saya tidak pernah ceroboh Emy. Apa ada sesuatu hal yang menganggu, atau kamu sedang tidak enak badan?” tanya Salma.


Emy bergeming, justru hanya menatap penuh damba ke Kavin, Emy menghiraukan jika ada Salma yang sedang dirangkul pria itu. Lalu Kavin menatap dingin ke arah Emy.


“Sudah Emy, masuklah ke dalam, jika lukanya dalam, minta kepala pelayan menghubungi dokter,” ucap Salma dengan lembutnya, dan mengusirnya secara halus.


Retno berdecak kesal dengan sikap lembut saudara sepupunya, dan menaikkan salah satu sudut bibirnya ketika Emy berpamitan masuk ke dalam mansion.


Salma langsung memutar balik badannya agar bisa menghadap daddynya Rayyan.


“Kenapa kakak mengecup ku? Apakah ingin memamerkan kemesraan di depan orang lain?Bukannya menjawab, Kavin semakin mengerat kan dekapannya, kemudian merapikan anak rambut yang ada di kening wanita itu.


“Apakah aku tidak boleh menunjukkan kepada orang lain, jika aku memiliki seseorang yang berarti, seseorang yang sangat aku cintai. Agar orang tersebut tahu batasannya, dan tahu posisinya di sini,” jawab tegas Kavin.


Benarkah aku sangat berarti untukmu? Aku ingin melihatnya, sampai di mana Kak Kavin tidak tergoda dengan wanita lain.


Kavin memajukan wajahnya, kemudian mendekati daun telinga wanita itu. “Jangan terus menatapku seperti itu, aku sudah gak kuat...ingin melummat bibirmu. Kamu tidak ingat waktu ciuman panas kita di sini, sebulan yang lalu,” bisik Kavin. Tubuh Salma langsung meremang, dan cepat-cepat mengurai pelukan Kavin.


Ari dan Retno udah jadi sapi pongo melihat kemesraan kedua bosnya, seakan dunia milik mereka berdua saja.


“Tuan mau sampai kapan pelukan, kasihan lah kami berdua yang masih jomblo ini,” tegur Ari.

__ADS_1


“Tuh dengerin kata asistennya,” bibir Salma mulai mencebik.


Salma jadi salah tingkah, dan kembali duduk di kursinya. Kalau Kavin santai aja.


Tak lama para maid langsung merapikan kekacauan yang ada di belakang mansion, dan segera menggantikan perlengkapan makan.


Kavin langsung menghidangkan makanan untuk Salma yang sedang menyuapi baby Rayyan. Mood Kavin langsung bad mood, ingin membangun suasana romantis di pagi hari, malah terganggu dengan ulah Emy.


“Mommy, aku suapin makan ya,” pinta Kavin.


“Malu Kak, ada Pak Ari sama Retno. Nanti aku makan sendiri saja," tolak secara halus.


Ari dan Retno langsung menoleh, ketika nama mereka berdua namanya di sebut. Sekarang bilang malu sama Ari dan Retno, terus dari tadi di peluk Kavin kok gak bilang malu.


“Anggap aja mereka berdua tidak ada, mom. Mereka itu hantu,” ejek Kavin.


Kedua alis Ari langsung menyatu. “Astaga Tuan Kavin, seganteng ini wajah saya dan secantik ini calon istri saya dibilang hantu. Sepertinya Tuan Kavin harus cek mata deh, semakin tua umur, semakin rabun loh matanya,” balas Ari.


Bibir Retno langsung mengerucut, “jangan di dengarkan omongan Pak Ari, dia hanya bercanda, Salma,” jawab Retno.


“Non Salma, itu bohong ... Saya beneran semalam udah ngajak nikah Retno. Tapi gara-gara Tuan Kavin bilang saya banyak ceweknya, Retno langsung marah sama saya. Tapi walau marah tetap saya suka kok, wajahnya makin cantik.” Ari sedikit menggoda Retno


Salma seketika itu tertawa, sambil menepuk pelan bahu Retno. “Keren kamu, Retno...baru ketemu langsung di ajak nikah berarti Pak Ari jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu. Dari pada aku belum ketemu udah di nikahi, sama bapak tua ini tapi abis itu di tinggal pergi. Masih mending kamu, Pak Ari gak terlalu tua kok, dan semoga aja tidak di tinggal pergi.” Mengingat hal itu, kemudian Retno membandingkan wajah Kavin dan Ari, ikutan terkekeh.


Wajah Kavin langsung masam di bilang bapak tua sama Salma.


“Mommy...,” rengek Kavin.

__ADS_1


Salma langsung mencubit kedua pipi Kavin, “ulu...ulu...bapak tua ini merajuk ya...,” goda Salma, tapi Kavin senang biar deh di ejek...tapi kalau Salma nya senang, gak pa-pa. Pria itu langsung mengecup pipi wanita itu. Salma pun terkesiap, malu dilihat Ari dan Retno.


Retno yang melihatnya, langsung menundukkan pandangannya, sedangkan Ari langsung melirik Retno yang ada di sampingnya, ingin rasanya ikutan mengecup pipi Retno, tapi takut kena tampar.


“Sabar ya, nanti kalau kita sudah sah. Saya akan sering cium pipi kamu kok,” bisik Ari.


Retno yang sedang menunduk seketika itu juga langsung mendelik. Ari mengulas senyum hangatnya, walau wajah Retno terlihat memerah, menahan emosi.


“Pak Ari kalau mau ngajak saudara saya nikah, jangan kayak ngajak nonton ke bioskop ya. Romantis dulu lah, pendekatan dulu. Dan satu hal yang Pak Ari harus ketahui ya, Retno wanita baik-baik, dan belum pernah berpacaran dan belum pernah bersentuhan dengan laki-laki. Jadi jangan memainkan hati saudara saya, kalau berani macam-macam, siap-siap burung perkututmu tak bikin impoten!” ancam Salma.


Wajah Ari seketika menegang, lalu pria itu langsung mengapit burung perkututnya dengan kedua pahanya, sungguh ini ancaman yang menakutkan. Ngeri malaikat lewat.


“Please Non Salma, cabut ancamannya takut ucapannya di ijabah Allah, saya janji enggak main-main sama Retno. Serius mencintai Retno, serius akan menikahi Retno,” ucap Ari agak ketakutan.


Kavin melihat asistennya wajahnya tegang, jadi tertawa terbahak-bahak.


“Ah, Tuan Kavin kok jadi ketawain saya. Memangnya Tuan gak lupa, kalau Tuan juga pernah kena sumpah Non Salma, ucapan Non Salma itu sedikit masin. Tolonglah Tuan suruh istrinya batalin ancamannya. Saya belum nikahi nih, belum punya anak,” rengek Ari, sembari menggoyangkan kedua kakinya.


Retno yang tadinya masih emosi dengan Ari, akhirnya ikutan tertawa, melihat mimik Ari udah kayak bocah, di tambah gaya rengekannya sama Kavin, udah kayak bapak sama anak.


 Suasana sarapan pagi akhirnya semakin terasa hangat, penuh dengan canda tawa, tentunya dengan pasangan masing-masing. Kavin yang masih berjuang mengambil hati Salma agar bisa segera rujuk kembali, begitu pula dengan Ari berjuang agar Retno mau menerima ajakan nikahnya.


Tanpa sepengetahuan mereka berempat, Emy sudah berdiri di depan jendela, salah satu tangannya yang tidak di perban, sudah terkepal kuat hingga kuku tangannya memutih.


bersambung.....


Kakak Reader yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalkan jejaknya ya di karya recehanku, like, komen, vote, poin, rate ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya 🙏🏻🙏🏻



__ADS_2