
“Paman Didit, terima kasih saat itu telah memaksa aku untuk menikahi wanita yang baik hati ini. Dan mohon maaf atas perlakuanku yang tidak menyenangkan terhadap Salma selama ini, mohon maaf jika aku tidak segera cepat mengenali istriku sendiri,” nada penuh penyesalan. Kavin menarik napasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan ucapannya.
Dan entah kenapa kepala Salma tiba-tiba tertunduk, tak kuasa melihatnya. Hanya menatap wajah baby Rayyan yang sudah terlelap di pangkuannya. Sedangkan Retno menggenggam tangan Salma yang kosong.
Semua nasehat Opa Braymanto, Bibi Tia dan Paman Didit berkeliaran kembali di pikiran wanita itu, hati wanita itu entah kenapa terasa sesak! Bukankah ini keinginannya sendiri, dia yang meminta berulang pada Kavin setiap ada kesempatan untuk berbicara.
Kavin kembali menatap Salma yang tertunduk dengan kedua netra yang berkaca-kaca.
Ini sangat menyesakkan hatiku Salma, sungguh aku tidak menginginkan ini, mohon tahanlah aku untuk tidak melakukannya...
Pria itu masih bergeming dalam beberapa menit, menanti respon dari Salma. Namun ternyata tidak ada respon dari Salma, wanita itu hanya menundukkan wajahnya, seakan tidak mau memandang pria yang duduk di hadapannya.
Mama Rossa dan Opa Braymanto hanya saling bersitatap sejenak, tanpa berkomentar.
Kavin dengan gerakan melambat, pria itu mengambil pulpen yang sudah di sediakan di atas meja, kemudian menatap ke arah paman Didit.
Sejujurnya tangan Kavin gemetaran, pria itu berusaha merilekskan dirinya agar hatinya agak tenang jika berucap. “Paman Didit mungkin di awal aku menikahi Salma dalam keadaan kurang menyenangkan. Namun hari ini aku mengembalikan Salma secara baik-baik ke Paman selaku wali nikah Salma, sore ini aku...”jeda sejenak. “Menceraikan Salma,” ucap Kavin, kemudian pria itu menandatangani surat perceraian yang ada di dalam map itu.
DEG!
Tubuh Salma bergetar hebat mendengarnya, tangan yang di genggam Retno, terasa erat dan menyakiti Retno.
Ya Allah, kenapa dadaku sesak.....
“Re-Retno tolong ambil Rayyan, a-aku mau ke kamar mandi..,” bisik Salma. Retno tanpa banyak bertanya langsung mengangkat Rayyan dari pangkuan Salma.
“Permisi semuanya, aku pamit ke kamar mandi dulu,” pamit Salma.
Kavin hanya tertunduk lesu setelah membubuhkan tanda tangan dan mengucapkan kata cerai, kemudian mengusap air matanya yang sudah jatuh di pipinya.
Mama Rossa langsung pindah duduk ke samping anaknya, kemudian merangkul bahu putranya.
“Jangan bersedih nak, jadikan ini awal yang baik. Banyaklah berdoa dan berusaha lagi,” bisik Mama Rossa ketika memeluk Kavin.
Sedangkan Paman Didit dan Bibi Tia hanya bisa tertunduk lemas, melihat keputusan Kavin.
Sesuatu hal yang halal namun dibenci oleh Allah adalah perceraian. Ini menunjukkan di satu sisi bahwa terkadang perceraian itu tidak bisa dihindari sehingga jika tidak ada kecocokan masih dipaksakan terus, itu akan merugikan semua pihak. Maka dibolehkan perceraian, tetapi di ingatkan bahwa perceraian itu halal tapi paling dibenci Allah.
Salma bergegas ke belakang, dan mencari pintu bukan ke kamar mandi seperti apa yang di ucapkannya.
Wanita itu mengedarkan pandangannya ke taman belakang, kemudian menyentuh dada kirinya, lalu mengusap nya.
Ya Allah kenapa ini sangat menyakitkan, aku yang menginginkan perpisahan, kenapa bukan rasa senang yang menghinggapi diriku. Tapi rasa sesak dan perih mendengarnya.
Aku yang menginginkan nya, namun mengapa aku tak bahagia...
__ADS_1
Aku tak mencintainya, tapi kenapa sakit rasanya ketika dia berkata menceraikan ku.
Aku membencinya, tapi aku tidak rela...
Ya Allah...kenapa begini!
Buliran bening mulai tak terkendalikan, di tahan pun tak bisa...akhirnya wanita itu menangis tersedu-sedu.
Kembali ke ruang tengah....
Suasana masih terasa dingin dan menyedihkan, Kavin mengurai pelukan Mama Rossa, kemudian mengusap air mata di pipi nya. Di lihat nya Salma belum kembali ke ruang tamu, akhirnya pria itu memutuskan mencari nya ke kamar mandi di belakang.
Akan tetapi sesampainya di kamar mandi yang ada dekat dapur, menurut maid nona muda tidak ada. Pria itu lanjut mencari nya, langkah kakinya menuntut pria itu untuk keluar menuju taman belakang, tempat yang selama beberapa hari ini mereka bersama menikmati udara pagi, sambil membawa baby Rayyan.
Dari kejauhan Kavin bisa melihat punggung Salma yang sedang berdiri menatap taman, dan terdengar juga suara isak tangis nya.
Kavin melingkarkan tangannya ke pinggang Salma, memeluknya dari belakang. Membuat Salma terkesiap melihat tangan besar sudah melingkar di perut nya.
“Sebentar saja,” ucap lirih Kavin, pria itu menyandarkan dagunya ke bahu Salma, lalu menghirup aroma tubuh Salma yang mampu menggoda pria itu.
“Biarkan aku sejenak memeluk mantan istriku yang cantik ini, Mommy nya Rayyan,” ucap lirih Kavin, yang sesungguhnya sangat menyayatkan hatinya.
Salma memberanikan diri menyentuh tangan Kavin, kemudian sedikit menyandarkan dirinya ke tubuh Kavin, kemudian menikmati napas yang terasa hangat di ceruk leher nya.
“Aku sangat mencintaimu Salma, sungguh mencintaimu. Aku sudah menuruti permintaan mu,” ucap Kavin.
Jangan bilang mencintaiku, nyatanya kamu sudah menceraikanku.
Stop jangan bicara lagi.
Salma memejamkan kedua netranya, dan bergulat dengan isi hatinya sendiri. Namun menikmati dekapan hangat dari Kavin.
“Aku titip anak kita ya...hanya Rayyan yang aku miliki,” pinta Kavin.
“Ya akan aku jaga, Rayyan anakku juga, Kak,” jawab Salma.
Kavin semakin mengeratkan pelukannya dan mencium ceruk Salma dengan lembutnya. Entah kenapa wanita itu tidak menolaknya, tangisannya sesaat mereda...
“Semoga di Jakarta, Kak Kavin menemukan wanita yang lebih baik dariku,” ucapan yang terdengar terpaksa keluar dari mulut Salma.
“Tidak...aku tidak ingin mencari wanita baru, kamu tahukan aku impoten. Sekarang hidupku untuk anakku saja, Rayyan.”
“Impoten....tapi kok ada_,” Salma tidak melanjutkan pembicaraannya, cukup merasakan di bagian belakang nya ada yang mengeras.
“Dia...hanya mau denganmu,” bisik Kavin pas di daun telinga Salma, bikin bulu duduk wanita itu merinding.
Aku akan mengejar mu, Salma....sekarang biarlah kamu tenang...
__ADS_1
Mereka kembali terdiam, laut dalam dekapan hangat, dengan menatap ke arah taman, dan tenggelam dalam hati serta pikiran mereka berdua.
“Jaga kesehatan mu selama ada di sini, jika aku telepon tolong di jawab. Rayyan tetap di bawah pengawasan kita berdua. Aku ingin jadi daddy yang bertanggung jawab untuk putraku satu-satunya, Rayyan pewaris perusahaan Indo Prakarsa, pewaris kekayaanku,” ucap Salma.
“Mmm....,” gumam Salma.
Kemudian pria itu membalikkan tubuh Salma, agar bisa menatap wajah wanita yang telah diceraikannya.
Kedua netra mereka berdua sama-sama sembab, habis mengeluarkan air mata. Kavin mencapit dagu Salma, kemudian mengusap air mata di pipi wanita itu dengan jemarinya.
“Kenapa kamu menangis, permintaanmu sudah aku turuti, harusnya kamu tidak menangis, harusnya kamu bahagia, tidak seperti aku, sungguh ini menyakitkan buatku,” ucap Kavin dengan lembutnya.
Sesaat lidah Salma terasa keluh untuk menjawabnya hanya bisa menatap sendu wajah pria yang ada di hadapannya.
“Kak Kavin...”
“Ya....”
“Setibanya di Jakarta, jangan menyerahkan diri ke kantor polisi, aku sudah ikhlas dengan takdir ayahku. Aku gak mau daddy-nya Rayyan di penjara seumur hidup. Kasihan Rayyan,” tutur Salma.
Kavin terkesiap dengan ucapan Salma, “Benarkah?” wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.
“Terima kasih, jika kamu sudah memaafkan ku.” Kavin masih betah mengelus pipi wanita cantik itu.
“Salma, aku telah menuruti permintaan mu. Bolehkah aku memintamu sesuatu sebelum aku meninggalkan mu?”
“Kak Kavin, minta apa?”
Kavin menundukkan wajahnya, dan semakin mendekat ke wajah Salma. “Minta ini,” pria itu langsung melabuhkan bibirnya ke bibir ranum Salma, menyentuhnya dengan lembut, lalu menyesapnya. Wanita itu membiarkannya, tidak menolak dan malah terbuai dengan sentuhan hangat bibir Kavin. Biarkanlah mereka melukiskan kenangan terindah untuk terakhir kalinya.
🌻🌻
Akhirnya selesai juga kisah Kavin dan Salma 😊😊
Tapi
BOONG DEH 😁😁
Kakak Readers silahkan tinggalkan komentarnya buat Kavin dan Salma selanjutnya bagaimana, nanti akan dipilih 2 kakak readers yang selalu meninggalkan jejak komentarnya dan juga memberikan komentar nya di Bab Akhir... akan mendapat kan give away pulsa atau shopee pay senilai 25K.
Info pemenang akan di umumkan besok hari ya..
Terima Kasih sebelumnya.
Love yoe sekebon 🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Halo Kakak Readers mau promosi karya Author Watilaras, jangan lupa mampir ya.