Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
S2 : Tidak jadi baby sitter


__ADS_3

“Mommy,” tiba-tiba Kavin keluar dari ruang kerja Opa Braymanto. Melihat Salma dan Emy berada di depan ruang kerja Opa, terlihat serius.


“Kak Kavin,” balas sapa Salma dengan santainya.


Salma melepaskan cengkeramannya, tapi saat itu juga Emy langsung menangis tersedu-sedu, seperti sedang mencari perhatian Kavin.


“Ini ada apa mom?” seperti biasa pria itu melingkarkan salah satu tangannya ke pinggang ramping Salma.


“Aku hanya menegur Emy saja kok Kak, tapi pas Kak Kavin keluar, tiba-tiba kok Emy menangis,” jawab Salma dengan menatap hangat Kavin, kemudian memberanikan diri untuk menyentuh rahang Kavin, di hadapan Emy. Hati Kavin berdesir ketika di sentuh oleh tangan Salma, membuat pria itu mengulum senyum tipisnya. Scene romantis sedang tayang.


Emy semakin terisak-isak menangisnya, air mata mulai merembes ke pipi nya, tapi masih berusaha melirik Kavin, namun pria itu masih saja betah menatap Salma, tatapan penuh damba.


“Di kiraiin mommy memecat Emy, jadi nya dia menangis,” sahut Kavin.


“Aku akan memecatnya jika teguranku di abaikan Kak, ibarat kata kalau kerja di kantoran di kasih surat peringatan terlebih dahulu, jika tidak berubah juga maka aku akan memecatnya,” jawab Salma tanpa menatap Emy.


Hati Emy mulai berapi-api, pikirannya mulai bekerja untuk tindakan selanjutnya.


Salma mengalihkan pandangannya menuju sang baby sitter. “Emy untuk sementara kamu tidak mengasuh Rayyan dulu, saat ini kamu saya pindah tugas kan kebagian laundry, jadi selama di pindahkan, rubahlah pikiran kamu!” ucap tegas Salma. Walau dugaan Salma, pasti Emy tetap tak berubah.


Dalam isak tangis nya Emy langsung tercengang, kemudian dengan beraninya meraih tangan Kavin. “Tuan Kavin tolong, saya ini baby sister yang mengurus anak Tuan bukan pembantu yang mengerjakan urusan pakaian kotor. Tolong Tuan Kavin,” memohon Emy, dengan tatapan memelasnya. Salma tersenyum tipis melihat Emy berani memegang tangan Kavin di hadapannya sendiri, luar biasa tak sengaja Emy sudah membuka maksud dari sikapnya sendiri.


Bisa di bayangkan kalau dirinya di pindahkan ke bagian laundry, maka dia tidak ada kesempatan untuk berdekatan dengan Kavin.


Kavin langsung menyentak tangan Emy sekuat mungkin, sampai Emy terjatuh ke lantai.


“Berani sekali kamu menyentuh saya!” Murka Kavin.


“Kalau kamu karyawan saya, sejak tadi pagi sudah saya pecat kamu! Masih untung istri saya hanya memindahkan kamu ke bagian laundry. Berhenti lah kamu berdrama, wanita seperti kamu sudah banyak aku temui di luar sana!” masih berlanjut amarah Kavin, berkata dengan nada tinggi nya, dan tentu saja tatapan menyalak.

__ADS_1


Salma hanya bisa tersenyum melihat Kavin yang kembali arogan seperti dulu, kalau sudah marah...tidak ada kata ampun. Dan yang jelas kali ini sedang tidak ada drama seperti di sinetron ikan terbang, yang harus mencaci maki wanita yang sedang berusaha mencari perhatian mantan suaminya. Cukup amati, awasi dan terakhir bertindak.


Tubuh Emy gemetar melihat ke marah Kavin yang tak pernah di lihat nya, sesaat mental nya menciut.


Kepala pelayan yang mendengar suara tinggi Kavin langsung menghampirinya.


“Maaf Non Salma, Tuan Kavin...ini ada apa ya?” tanya Kepala Pelayan.


“Pak Bob, mulai hari ini Emy di tugaskan di bagian laundry terlebih dahulu untuk jangka waktu yang tidak di tentukan,” ucap Salma.


“Baik Non Salma.”


Emy masih bergeming di lantai, awal tatapan sedih menjadi sorot mata yang tajam ke arah Salma. Pak Bob tidak membantu Emy untuk berdiri, malah di biarkan saja.


Salma menghiraukan tatapan Emy justru wanita itu mengelus dada Kavin. “Sudah Kak jangan emosi lagi, ternyata daddynya Rayyan banyak pengemarnya,” ucap Salma, suara nya terdengar lembut, sembari mengedipkan salah satu matanya.


Kavin langsung mengecup bibir Salma, “aku hanya milik kamu,” kata Kavin setelah mengecup singkat bibir Salma.


“Rayyan minta bobo siang sama daddy-nya, Kak Kavin,” ucap Salma.


“Dengan senang hati, kalau perlu dadanya juga mau bobo bareng sama mommy nya,” goda Kavin.


Salma mendesis melihat laga Kavin, pria itu langsung menggenggam tangan Salma, dan sama sama ke kamar baby Rayyan.


Emy semakin gondok melihat Salma. Aku harus mendapatkan Tuan Kavin dengan berbagai cara, enak aja aku di pindahin ke bagian laundry. Aku juga pengen jadi istri orang kaya, biar bisa pamer pas pulang ke Indonesia.


🌻🌻


Bagian dapur...

__ADS_1


Para maid nampak sedang grasak grusuk di bagian dapur kotor, dan sesekali menatap jijik ketika Emy datang ke dapur. Mereka melihat wanita itu membuka lemari pendingin, lalu mengambil kotak susu coklat dan beberapa buah buahan, serta biskuit. Padahal milik Salma, tapi tangannya ringan untuk mengambilnya.


“Eh...kamu tahu gak, dengar-dengar katanya ada yang berulah ya di sini?” ucap salah satu maid.


“Sepertinya ada yang lupa diri dengan asalnya, Ningsih. Maklumlah selama ini tinggal di kampung, terus tiba-tiba jadi TKW di Belanda bukannya di Taiwan!” balas Lia.


“Bukannya bersyukur, bukannya kerja yang benar, malah mau berulah dengan pemilik mansion,” jawab ketus Ningsih.


Sebenarnya  tidak ada yang masalah jika seorang pelayan jatuh cinta dengan majikannya, atau sang majikan jatuh cinta dengan pelayannya. Karena jodoh tidak ada yang tahu. Namun intinya hanya satu jangan jadi penggoda laki-laki, buatlah diri lebih berharga, dan bercermin lah pada diri sendiri.


 “Aku jadi teringat dengan salah satu maid yang berani menggoda Tuan Keanu, sungguh malang nasibnya ya. Sampai sekarang masih di penjara!” ucap Lia, sengaja suaranya di tinggikan agar terdengar oleh Emy.


Emy nampaknya terlihat santai dengan omongan para maid, justru dia meneguk susu coklat dan makan buah.


“Itu contoh buat kita Lia kalau mau menggoda majikan! aku bersyukur jadi TKW di Belanda. Ketimbang di Taiwan. Udah begitu dapat majikan baik, gaji besar. Suasana di Belanda juga enak, nuansanya juga berbeda, coba nikmat Allah mana yang di dustakan. Kalau mau cari suami tuh, jangan berkhayal tinggi lah, cek diri sendiri! Kita itu siapa, kalau mau dapat yang lebih....ya perbaiki dirilah. Tapi jangan jadi penggoda! Malu loh jadi pelakor kayak gak punya harga diri aja! Mending lakinya demen ama kita! Kayak aku dong dapat pacar bule di Belanda ini, menjadi diri sendiri tanpa harus jadi penggoda, ah... semoga berjodoh sampai menikah,” imbuh Ningsih.


“Aamiin...semoga sampai nikah ya Ningsih,” balas Lia.


“Ck...dapat bule tapi miskin!” celetuk Emy.


Ningsih meletakkan baskom isi sayurannya ke meja dapur. “Eh Emy, bule miskin gak pa-pa, ketimbang bule hasil rampas dari istrinya. Dan elo jangan asal celetuk ye. Sok tahu kalau pacar gue miskin. Hey calon suami gue kerja di perusahaan Tuan Besar ya. Dasar loe baby sister gak tahu diri!” Ningsih berdecih kesal.


bersambung......


Kisah Kavin dan Salma akan segera tamat ya, jadi ikutin terus 🙂.


Kakak Reader khusus yang cantik nih, kira-kira kalau di kasih GA boneka seperti ini mau gak? kenang-kenangan dari Mommy Ghina, asli handmade buatan Mommy Ghina.


Kalau ada yang mau tinggalkan komentarnya, dan kasih hastag #mauboneka....nanti akan di undi.

__ADS_1




__ADS_2