Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Jangan sampai Kavin tahu


__ADS_3

Sesuai perkataan Dokter Usman, siang ini Salma sudah bisa rawat jalan, tidak perlu di rawat di rumah sakit, lagi pula luka di pergelangan tangannya tidak terlalu dalam, walau sempat mengeluarkan darah yang banyak.


Mama Rossa sudah meyakini Salma untuk masa pemulihan kesehatannya di Bali saja, bukannya tidak mau segera kembali ke Jakarta. Tapi Mama Rossa ingin memantau kesehatan menantu keduanya tersebut.


Demi menghormati Mama Rossa, Salma menyetujuinya...walau ada kemungkinan dia akan kembali bertemu dengan Kavin serta istrinya Yasmin selama di Bali.


Aaah sungguh menggelitik perasaan Salma, jika empat tahun yang lalu dia di nikahi oleh pria yang sudah beristri, berarti dia istri kedua Kavin. Gadis itu tersenyum kecut jika mengingatnya. Namun ketika Ari datang ke rumah sakit untuk menjemput Salma dan Mama Rossa, gadis itu menatap dengan seksama wajah sang asisten Kavin.


Mungkinkah Pak Ari tahu siapa aku? Bukannya kata Paman Didit, saat bapak meninggal...yang datang orang suruhannya. Mungkinkah Pak Ari orang suruhannya saat itu?


Ari yang merasa sedang di tatap penuh selidik oleh Salma, sedikit jengah...pikir Ari mungkin gadis itu sedang mengingat tentang kejadian empat tahun yang lalu.


“Ayo nak...kita kembali ke resort,” ujar Mama Rossa, sembari mengamit lengan Salma.


“Nyonya butuh kursi rodakah untuk Salma?” tanya Ari kepada Mama Rossa.


“Tidak perlu Pak Ari, saya jalan saja,” tolak Salma, yang lebih dulu menjawab.


“Baik...Salma.”


Tanpa sepengetahuan Salma, di lantai bawah...Kavin sedang mengurus administrasi Salma selama di rumah sakit setelah mengetahui jika siang ini Salma sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dari Ari. Dan pria itu menunggu kehadiran Salma di lantai bawah tersebut.



Dari kejauhan sudah terlihat Salma dan Mama Rossa berada di lobby rumah sakit bersama Salma. Kavin tak berani untuk mendekati Salma, walau hati kecilnya ingin sekali menghampirinya. Tapi saat ini cukup melihat gadis itu dari kejauhan. Akan tetapi tak sengaja mereka berdua bersitatap dalam hitungan detik dan menunjukkan wajah mereka tanpa ekspresi.


Kavin mendesah, harus menerima keadaan ini.


🌻🌻


Resort


Gadis itu bernapas lega ternyata dia tidak semobil dengan Kavin ketika kembali ke resort. Pria arogan itu kembali ke resort dengan mobil yang lain.


“Ari, tolong antar Salma sampai villa. Saya ada keperluan sebentar,” pinta Mama Rossa, ketika mereka semua sudah turun di lobby resort.

__ADS_1


“Baik Nyonya,” jawab patuh Ari.


“Mama tinggal sebentar ya nak, nanti mama cepat kembali ke villa, jangan lupa obat siang ini belum di minum, nanti langsung di minum obatnya,” pamit Mama Rossa, sambil berpesan.


“Ya Mam, nanti sampai villa...aku segera minum obatnya,” balas Salma.


Sekarang hanya Salma dan Ari yang balik ke villa dengan mengendarai club car. Sedangkan Kavin yang baru saja tiba di resort langsung di tungguin karyawan resort karena ada hal yang penting untuk di bicarakan.


“Pak Ari, bisa kita ke pendopo pinggir pantai sebentar. Saya ingin bicara dua mata dengan Pak Ari.”


“Bisa...,” Dengan tenangnya Ari menjawab. Club car yang di kendarai Ari langsung meluncur ke tempat yang Salma maksud.


🌻🌻


Deburan ombak siang ini tidak terlalu tinggi, justru terlihat tenang. Sengatan matahari pun tidak terlalu terik hingga tidak terlalu menyeklit di kulit. Semilir angin pantai terasa sangat bersahabat buat  gadis yang baru saja keluar dari rumah sakit, namun mampu membuat rambut panjang gadis itu bergerak mengikuti hembusan angin.


Kedua netra gadis itu sesaat menikmati pemandangan birunya laut, sambil menikmati air kelapa muda yang di pesan oleh Ari.


“Pak Ari pasti tahu siapa saya sebenarnya bukan?” Salma langsung menembak pertanyaan, tanpa menatap lawan bicaranya.


“Pak Ari pasti sudah tahu jalan cerita terjadinya pernikahan itu?”


“Ya...,”


Lagi dan lagi gadis itu tersenyum kecut.


“Pak Ari tahu jika saya tidak pernah menginginkan pernikahan itu dan tak pernah menyetujuinya. Apalagi menikah dengan orang yang telah menabrak bapakku.”


“Tahu, pernikahan ini berawal dari permintaan paman kamu, dan memaksa Tuan Kavin untuk menikahimu sebagai bentuk tanggung jawab. Dan pamanmu tahu jika Tuan Kavin sudah menikah. Saat itu saya terkesan pamanmu sedang menjual dirimu,” Ari langsung menjelaskannya.


Sejenak gadis itu memejamkan kedua matanya, dan berusaha berlapang dada untuk mendengarnya.


“Tuan Kavin tahu tentang saya kalau saya anak korban?”


“Sampai saat ini Tuan Kavin tidak tahu, dan Tuan juga tidak tahu kalau kamu adalah wanita yang dia nikahi di desa,” jawab jujur Ari.

__ADS_1


Salma langsung menoleh ke arah Ari lalu menatapnya, mencari kebenaran di kedua netra sang asisten. “Jangan sampai Tuan Kavin tahu tentang saya, sampai saya mengajukan surat penceraian. Saya ingin lepas dari pernikahan yang tidak pernah saya inginkan. Saya minta tolong rahasiakan ini, Pak Ari," pinta Salma.


“Saya akan membantumu,” Ari mendukung keinginan Salma, tanpa harus berpikir ulang.


“Tapi Nyonya Rossa, tahu kalau kamu adalah wanita yang di nikahi Tuan Kavin,” lanjut Ari berucap.


“Saya akan pura-pura tidak mengetahuinya Pak Ari tentang hal itu, demi kebaikan kita semua,” jawab Salma.


“Baiklah, saya hanya ingin menyampaikannya saja.”


“Terima kasih.”



Salma kembali memalingkan wajahnya lalu menyesap air kelapa mudanya. Tanpa Salma dan Ari sadari dari kejauhan Kavin sudah berdiri tegak, dengan kedua tangannya terkepal kuat dan rahangnya mengeras melihat mereka berdua berbicara. Cemburu kah?? Hanya Kavin yang bisa merasakannya.


Namun tak hanya Kavin saja yang memantau Salma dari kejauhan, ada beberapa orang dengan posisi berbeda, ikutan memantau Salma.


🌻🌻


Tidak terlalu lama Salma menikmati pemandangan dipinggir pantai sambil ngobrol santai dengan Ari. Sekarang sang asisten Kavin, mengantarnya ke villa untuk beristirahat.


Beberapa pelayan menyambut kedatangan Salma, dan langsung menyiapkan makan siang yang sangat telat untuk Salma dan Ari.


Sebelum kembalinya Salma ke villa mama Rossa sudah meminta Kavin untuk memindahkan Yasmin ke resort untuk tamu umum, dan tidak berada di villa keluarga, demi ke nyaman gadis itu. Dan hal itu di lakukan oleh Kavin, walau ujungnya Yasmin mau pindah tapi sekamar dengan suaminya, namun tidak diindahkan, justru di ancam untuk kembali ke Jakarta oleh Kavin.


Dengan hati yang terpaksa Yasmin pindah dari villa, dan minta kamarnya bersebelahan dengan Kavin jika memang suaminya tidak mau sekamar dengannya.


Selesai makan siang, Ari berpamitan untuk kembali ke resort utama untuk melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Salma masuk ke dalam kamarnya, mengganti pakaiannya lalu minum obatnya. Selepas minum obat, tak lama kedua netranya mulai mengantuk karena efek obat tersebut. Apalagi salah satu obat yang di minum ada obat depresi, efeknya bikin tidur nyenyak.


*bersambung......


Kakak Readers yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 👣👣👣, karena jejak Kakak Readers sangat berharga untuk ku. Biar semangat nulisnya 😁. Makasih sebelumnya.


Love you sekebon 🌻🌻🌻*

__ADS_1


__ADS_2