Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
S2 : Honeymoon-1


__ADS_3

Kedua pasangan pengantin tampak berbahagia di hari yang cerah, sepertinya cuaca siang itu mendukung acara yang terlaksana dari jam 10 pagi.


Ari selalu menerbitkan senyum bahagia dan menggenggam tangan Retno yang sudah sah menjadi istrinya. Begitu juga Retno terkadang tersipu malu-malu jika di tatap oleh pria yang sudah resmi menjadi suaminya. Ari dan Retno sudah seperti orang baru pertama kali pacaran, pacarannya  halal ya. Kavin salut dengan Ari, berani mengambil sikap gentleman, menyatakan suka dan langsung melamar tanpa lama berkenalan, alias jadi sepasang kekasih.


Sebenarnya sama halnya dengan Kavin dan Salma, tidak ada kata pacaran, langsung dinikahkan oleh paman Didit secara terpaksa, namun meninggalkan hal yang indah.


Kavin semakin mengeratkan rangkulannya di pinggang istrinya, menikmati suasana ramah tamah dengan tamu yang hadir. Tidak banyak tamu yang di undang hanya sekitar 150 orang.


Sedangkan baby Rayyan sudah jadi piala bergilir di tangan saudara Opa Braymanto yang hadir, baby yang lucu dan menggemaskan buah hati yang hadir karena tidak kesengajaan, namun terselip doa ketika Kavin melakukannya.


Hati Kavin semakin menghangat, impiannya sudah terkabulkan, tinggal sekarang menjalani dan mempertahankan biduk rumah tangganya dengan Salma. Dan biarkanlah kisah lalu dia dengan Salma menjadi kenangan yang tak terlupakan, menjadi sebuah cerita yang kelak akan di bagi kepada anak dan cucunya di masa tuanya.


🌻🌻


Jam tiga sore acara resepsi pernikahan sudah selesai, para tamu sudah meninggalkan acara di mansion Opa Braymanto, tinggal keluarga dekat saja belum pulang, masih mengobrol dengan Opa Braymanto.


Baby Rayyan sudah lelah bermain, akhirnya terlelap di kamar bersama Mama Rossa. Sedangkan Salma dan Retno sudah kembali ke kamar untuk berganti pakaian.


Team MUA mulai bekerja cepat menggantikan pakaian pengantin yang di kenakan Salma dan Retno, serta melepaskan  hiasan yang menempel di kepala mereka berdua.


“Salma, aku deg-degan nih,” ucap Retno.


“Deg-deg-degan kenapa?”


“A-anu itu....malam pertama...katanya sakit ya,” bisik Retno, biar tidak kedengaran orang lain.


Salma langsung terkekeh mendengarnya. Bingung juga mau jawabnya kayak apa, karena malam pertamanya dengan Kavin di bawah pengaruh obat perangsang. “Aku gak bisa jawab Retno, kamu kan tahu cerita malam pertamaku. Seingat aku...ya agak sakit sih setelah berhubungan...perih begitu.”


Retno mengedikkan kedua bahunya, dan menunjukkan mimik horornya. “Jangan takut dulu Retno, yang penting suami mainnya lembut jangan kasar, jadi kita tidak akan merasakan terlalu sakit. Kalau yang aku dengar dari dokter Boyke, sebelum main ke intinya sebaiknya pemanasan dulu jadi bagian intim wanita tidak terlalu sakit.”


Salma juga baru sekali berhubungan intim dengan Kavin, jadi buat bekal dirinya wanita itu browsing-browsing masalah se ks edukasi tersebut, lagi pula Salma juga wanita dewasa.


“Duh sampai tahu Dokter Boyke segala nih,” balas Retno.


“Se ks edukasi juga perlu Retno, biar kita paham bukan maksud ke por nonya.”


“Iya juga sih.”


“Pernikahan tidak selamanya menyangkut urusan ranjang semata, tapi banyak yang harus di urus. Apalagi kalau sudah punya anak,” celetuk Salma, sambil merapikan rambutnya yang sudah tergerai dari konde kecilnya.


“Cie yang udah punya anak emang beda ngomongnya,” balas Retno.


“Semoga kamu cepat punya momongan ya.”

__ADS_1


“Aamiin.”


🌻🌻


Kavin sudah mengganti baju formalnya dengan pakaian santainya, lalu bergegas ke lantai dua untuk menemui istrinya.


“Sayang...,” panggil Kavin sebelum masuk ke kamar Salma.


“Ya Kak,” balasnya.


Melihat kamar Salma hanya ada Salma saja, pria itu langsung memeluk mesra istrinya.


“Kak, kok pakai di peluk sih.”


“Sekarang kita kan sudah halal kembali, jadi aku bebas memelukmu...kapanpun,” jawab Kavin sambil mengecup ujung hidung mancung istrinya. Salma membalas pelukan hangat suaminya.


“Sayang, tadi opa kasih tahu, kita sudah di pesankan kamar hotel buat honeymoon kita berdua,” ucap Kavin.


Salma menarik wajahnya dari dada suaminya, lalu mendongakkan wajahnya agar bisa menatap suaminya. “Honeymoon."


Kavin bergumam, dan mengecup pipi Salma. “Kita belum pernah honeymoon sayang, sekarang waktunya kita honeymoon. Bikin dede buat Rayyan,” balas Kavin, sambil mengedipkan salah satu matanya.


“Rayyan kita bawa ya Kak,” pinta Salma.


“Rayyan sama mama aja, jangan di bawa. Sekarang sudah waktunya buat kalian berdua,” sambung Malam Rossa yang tiba-tiba masuk ke kamar Salma, yang kebetulan pintunya terbuka.


“Tapi mam—,”


“Bersiap-siaplah nak, nikmati waktu mu dengan suami mu. Urusan baby Rayyan ada mama dan bibi Tia yang bisa mengurusinya."


Antara tega dan gak tega meninggalkan baby Rayyan untuk menginap di tempat yang berbeda, karena memang Salma tidak pernah meninggalkan anaknya sampai menginap, jika menginap sudah bayi membawa anaknya. Kavin langsung memahami perasaan istrinya.


“Sayang, nanti kalau baby Rayyan rewel, kita minta mama antarkan baby Rayyan ke hotel ya,” bujuk Kavin, agar suasana hati istrinya tenang.


“Benar ya Kak, soalnya aku tak pernah meninggalkan Rayyan menginap.”


“Iya nak, nanti kalau baby Rayyan rewel, Mama ajak ke hotel tempat kalian menginap,” sambung Mama Rossa.


“Makasih mam.”


Kavin segera membantu Salma untuk mengemasi pakaiannya begitu juga pakaian istrinya, serta beberapa keperluan yang lain, karena mereka akan menginap selama dua hari di hotel. Sebelum meninggalkan mansion, Kavin dan Salma menemui baby Rayyan yang masih tertidur pulas di kamarnya.


“Daddy sama mommy tinggal dulu ya naik, jangan rewel sama oma ya,” ucap lirih Kavin, lalu mengecup pipi buat putranya.

__ADS_1


Mama Rossa mengibaskan kedua tangannya agar mereka cepat pergi.


🌻🌻


Intercontinental Amstel Amsterdam Hotel.



Menjelang malam, Kavin dan Salma sudah sampai di hotel pilihan Opa Braymanto, salah satu hotel mewah yang ada di Amsterdam.


Bangunan hotel yang sangat indentik dengan nuansa kerajaaan Inggris, baik dari ornamen dan furniturnya. Karyawan hotel mengantarkan mereka ke suite room yang berada di lantai 4.



Saat mereka masuk, Salma sangat kagum dengan kamar pilihan Opanya, nuansanya seperti menyambut pasangan pengantin baru, padahal mereka pasangan lama.


Kavin menggenggam tangan Salma, dan membawanya ke balkon. “Suprise for you, mom.” Pria itu rupanya sudah menyiapkan makan malam romantis di balkon kamar yang mereka tempati.



“Wah.....” Salma terpukau melihat meja makan yang didekorasi begitu indahnya.


Pria itu memeluk tubuh Salma dari belakang, dan mengecup pucuk kepala istrinya. “Kita makan malam dulu ya, sayang.”


“Terima kasih Kak Kavin, buat kejutannya.” Wanita itu memutar balik badannya, kemudian menatap hangat wajah pria itu.


“Sama-sama sayang.”


Hal indah yang pernah di impikan oleh Salma, makan malam romantis dengan suaminya jika kelak dia menikah. Nyatanya sekarang terkabul, kejutan yang sederhana namun manis buat wanita itu. Sikap lembut dan romantis yang di tunjukkan oleh suaminya, membuat dirinya sangat berarti dan hatinya di liputi rasa hangat dan penuh kasih sayang. Tak terasa kedua netra wanita itu berbinar-binar, pria itu pun menatap hangat dan damba, penuh rasa cinta itu wanita itu.


 Jemari pria itu mulai mengusap bibir ranum istrinya, lalu sedikit menundukkan kepalanya. Wanita itu masih menatap wajah tampan suaminya, lalu mulai merasakan sentuhan hangat dari bibir pria itu, mencecap bibir ranumnya penuh kelembutan...


 *bersambung......


Kakak Readers jangan lupa mampir di karya baru saya, kisah Tania dan Albert. Makasih sebelumnya*.



 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2