Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
S2 : Jawaban


__ADS_3

Setiap orang pastinya punya masa lalu, setiap orang pastinya memiliki perilaku yang kurang baik, tapi setiap orang pasti selalu diberikan kesempatan untuk memperbaiki dirinya selama hayat masih di kandung badan.


Buat orang yang segera menyadari tindakan buruknya lalu segera memperbaiki diri, maka sungguh beruntung. Namun buat yang belum segera menyadarinya, maka siaplah menerima karmanya.


Kavin salah satu orang yang beruntung atas nikmat hidayah yang datang mengetuk hatinya, walau dengan cara kehilangan seorang wanita. Dengan segenap hatinya, pria itu mengungkapkan isi hatinya untuk ke sekian kali, serta penuh harapan yang baik.


Pria itu masih menatap penuh cinta kepada sang pujaan hati, yang telah memberikan buah hati yang sangat tampan.


Wanita itu masih terdiam, namun Kavin tidak berusaha mendesak untuk di jawab segera, biarlah dia bersabar untuk menunggunya. Sesekali pria itu mengusap lembut punggung tangan wanita itu dengan jemarinya yang masih memegang lembut tangan wanita itu.


Salma masih bimbang, dan bergelut dengan perasaannya sendiri. Tapi dia juga menyadari ketika Ari menanyakan kapan Kavin akan kembali ke Indonesia, perasaannya langsung lesu, seakan tidak menginginkan kepulangan pria itu secepat itu.


Apakah aku sudah mulai menyukai Kak Kavin?


Haruskah aku membuka hati untuk Kak Kavin?


Banyak sekali pertanyaan yang bersemayam di hati wanita itu, tapi ada rasa sungkan untuk bertanya langsung.


“Mom,” Kavin memecahkan keheningan antara mereka berdua.


Salma tak menjawab, hanya mengangkat sudut bibirnya.


“Aku terima segala jawabannya, apapun itu, karena aku juga tidak bisa memaksakan kehendak ku, jika mommy tidak ingin menerimaku lagi sebagai seorang suami,” kata Kavin, ada nada rasa putus asa.


Kedua netra Salma langsung mendelik, “kenapa jadi terdengar putus asa, Kak?” tanya pelan Salma.


“Aku tahu mommy pasti masih membenciku, kan.” Pria itu memperlihatkan senyum datarnya.


“Berumah tangga itu artinya ibadah sepanjang hayat sampai maut memisahkan, bukan sekedar pacaran kalau tidak suka bisa putus. Tapi kita akan hidup bersama, tinggal satu rumah, tidur seranjang, susah senang selalu bersama, kalau ada masalah bersama-sama menghadapinya. Aku sudah gagal dengan pernikahan ku dengan Yasmin, lalu gagal kedua kali dengan pernikahan bersamamu Mom. Mungkin hal ini yang membuat mommy bimbang, aku memahaminya jika mommy tidak mau rujuk,” ungkap hati Kavin.


Kavin masih betah berlama berlutut di hadapan wanita itu, mengabaikan rasa kesemutan yang tiba-tiba hinggap di kedua kakinya. Semua demi usaha meluluhkan sang pujaan hati!


Salma mengeratkan tangan Kavin yang masih menyentuh tangannya. “Kak Kavin, sejujurnya aku memang bimbang dan ada rasa takut akan masa lalu—.”

__ADS_1


“Maafkan aku, mom,” Kavin menyela pembicaraan Salma.


Salma menatap teduh wajah Kavin. “Sudah aku maafkan, Kak.”


“Kak Kavin, usia ku masih muda, yang terkadang masih labil menentukan sikap. Tapi aku sedang berusaha untuk terus belajar, berproses menjadi lebih dewasa dan yang jelas menjadi mommy yang baik untuk Rayyan. Kalau boleh aku terus terang aku sedikit takut dengan perubahan Kak Kavin, yang dulu begitu arogan padaku, tapi sekarang sangat lembut, perhatian padaku. Sempat aku berpikir Kak Kavin sedang merekayasakan sikapnya, agar aku luluh denganmu. Namun akan kembali berubah ke semua, setelah mendapatkan segala keinginannya,” imbuh Salma.


Pria itu turut senang, akhirnya Salma mau mengungkapkan isi hatinya, yang selama ini tidak pernah dia ketahui.


“Aku memahami keresahan hatimu, mom. Tapi bukankah mommy tahu, sebelum aku mengetahui kalau kamu sebenarnya istri sah ku, aku selalu mengatakan ingin menikahimu dengan sikap aroganku, saat itu aku hanya menunjukkan sikap kasarku, tapi hatiku sakit mendengar penolakan mommy. Ternyata begitu besarnya aku jatuh cinta padamu, tapi aku bingung mengungkapkan nya secara lembut, “ jawab Kavin penuh kejujuran.


“Mungkin jika waktu bisa di ulang ke enam tahun yang lalu, aku tak langsung pergi ketika selesai akad nikah, sabar menunggu dan melihat istri keduaku, mungkin aku langsung jatuh cinta denganmu, dan mungkin saja anak-anak kita sudah ada tiga atau empat,” lanjut Kavin, penuh penyesalan.


“Itu tidak mungkin terjadi Kak Kavin, saat itu Kak Kavin sudah memiliki istri, yang sangat di cintai, betulkan!”


Kavin menganggukkan kepalanya, benar sekali.


“Aku saja yang mengetahui jika Kak Kavin adalah suamiku, tapi sudah beristri...sakit loh Kak rasanya.”


Kavin menganggukkan kepalanya sekali lagi.


“Jadi semua keputusan ini, aku serahkan ke mommy,” lanjut Kavin dengan kedua netra yang mulai berkaca-kaca, dirinya merasa jika Salma pasti menolaknya kembali. Pria itu mulai mengurai genggamannya. Hati Salma kembali terasa aneh, melihat Kavin pasrah begitu saja, dirinya tidak rela kalau pria itu putus asa. Kavin terlihat ingin bangun dari berlutut nya


“Kenapa pasrah begitu Kak, kenapa tidak memperjuangkan aku lagi Kak! Katanya Kakak mencintai ku, kenapa tidak sabar menunggu jawabku. Apa cintamu padaku hanya sekedarnya saja,” ucap Salma dengan suara meninggi, membuat pria yang baru saja ingin beringsut, kembali berlutut di hadapan Salma, dan meraih tangan Salma yang sempat di lepasnya.


“Bukan begitu sayang, aku justru sangat mencintaimu. Tapi aku tidak mau jadi pria yang egois lagi. Jika kamu bahagia tanpaku, aku akan belajar menerimanya...mungkin sudah nasib dan karmaku tidak bisa memilikimu untuk selamanya,” ucap lirih Kavin, kedua netranya sudah mulai berembun.


Salma menyentuh pipi Kavin dengan tangan kanannya. “Tolong jangan putus asa, perjuangkan aku, buat aku mencintaimu, Kak Kavin,” jawab Salma, hatinya mulai terasa sesak ketika mengungkapkan isi hatinya untuk pertama kalinya buat seorang pria.


“Tolong jadi daddy yang terbaik buat anak kita, tolong jadi suami yang baik dan penyayang untukku, sampai maut memisahkan,” kembali berucap Salma.


Jatuh sudah buliran bening di ekor mata Kavin, hatinya bergetar, begitu juga dengan genggamannya.


“M-mommy....s-sayang,” agak susah Kavin berkata-kata, hatinya membuncah dengan ucapan Salma.

__ADS_1


“Mungkinkah, mom—.”


“Aku menerima ru—,” sela Salma.


Kavin langsung memeluk Salma, dan menangis tersedu-sedu. “Jadilah suamiku yang terbaik, Kak Kavin,” ucap Salma dalam dekapan Kavin.


“Masya Allah, Alhamdulillah.... Terima kasih mommy, telah menerima lamaranku,” jawab Kavin dalam isak tangisnya. Salma mengelus punggung pria itu dengan lembutnya.


“Aku akan berjuang membuatmu jatuh cinta denganku, aku akan menjadi suami yang terbaik untukmu,” lanjut Kavin ketika mengurai pelukannya, walau matanya sudah memerah dan basah, tapi pria itu bahagia, begitu juga dengan Salma telah lega mengutarakan keinginan dan isi hatinya. Hal yang sederhana tapi rupanya membuat hati Salma turut bahagia.


Kavin memajukan wajahnya, kemudian melabuhkan bibirnya ke bibir ranum Salma...


GUBRAK!!


Kavin dan Salma langsung melepas ciumannya yang baru sebentar menempel, lalu mencari sumber suara jatuh.


“Astaga!” seru Salma dan Kavin, dengan kedua netranya terbelalak, mereka berdua langsung beringsut dan mendekati sumber suaranya.


Retno sudah ada di atas tubuh Ari, pas di celah pintu kamar baby Rayyan yang terbuka. Rupanya sedari tadi mereka berdua jadi tukang ngintip, dan akhirnya jatuh tertindih gara-gara Retno kegirangan ketika Salma menerima lamaran Kavin.


“Kak Kavin, sepertinya asisten kita berdua harus segera di nikahkan deh. Dari pada nanti hamil duluan, Retno bisa di marahin sama Paman Didit dan Bibi Tia!” celetuk Salma.


“Jangan, tiidaak!” teriak Retno mendengar ucapan Salma.


Ari langsung membungkam bibir Retno dengan bibirnya, mumpung posisi Retno ada di atas tubuhnya.


“ASTAGA ARI, RETNO!” teriak serempak Salma dan Kavin.


 bersambung......


 


__ADS_1


 


__ADS_2