Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Baku hantam


__ADS_3

Restoran – Resort


Salma sangat menikmati makan malam dengan menu yang di pilihkan oleh Keanu.


“Bagaimana enak makanan yang  saya pilih?” tanya Keanu.


“Iya enak makanan pilihan Mr. Keanu,” balas Salma, sembari menikmati hidangan makan malamnya.


Suasana makan malam di resto yang berada di resort, selain sajian makanan yang enak tapi juga terasa romantis karena ada live music di lounge nya. Pas buat pasangan suami istri yang sedang honeymoon.


“Salma selama ini kamu aktivitasnya apa saja?” tanya Keanu.


“Sedang menyelesaikan skripsi dan sambil bekerja, yang seperti Mr. Keanu ketahui, saya jadi asisten mama.”


“Perusahaan apa?”


“Perusahaan Indo Prakarsa.”


“Mmm....perusahaan yang lumayan bonafit ya.”


“Sepertinya begitu.”


“Kamu betah bekerja di sana?”


“Untuk saat ini betah.”


“Kamu kuliah ambil falkultas apa? Siapa tahu kamu mau coba bekerja di perusahaan milik orang lain, saya mau menawarkan kamu bekerja di perusahaan saya,” imbuh Keanu dengan santainya.


Bukankah ini yang di cari Salma, tempat pekerjaan baru dan lepas dari jeratan Kavin.


“Falkultas ekonomi, terima kasih atas tawaran Mr, nanti akan saya pikirkan,” jawab Salma.


Pria bule itu mengambil kartu nama dari dompetnya. “Simpan kartu ini, jika sewaktu-waktu kamu memerlukannya dan sudah berubah pikiran, langsung hubungi saya,” pinta Keanu.


Perusahaan Wal Mart...


“Baiklah, akan saya simpan,” ujar Salma ketika menerima kartu namanya, lalu menyimpan di tas kecilnya.


Mereka melanjutkan makan malamnya kembali sembari mengobrol santai, membicarakan syuting tadi sore.


“Salma, maaf ya...di pipimu ada saus,” ujar Keanu, tangan kanannya langsung mengusap noda saus yang ada di pipi Salma.


Salma sejenak terkesiap.

__ADS_1


Kavin yang melihat, kedua netranya sudah merah membara, apalagi ketika tangan Keanu menyentuh sudut bibir ranum Salma. Langkah kakinya semakin lebar, semakin mendekat langsung diraihnya kerah jas Keanu dari belakang.


BUG!


“Kurang ajar!” umpat Kavin, bogeman mentah sudah mendarat tanpa halangan ke wajah pria bule itu. Membuat Keanu dan Salma terbelalak, kaget dengan kejadian tiba-tiba itu.


 Keanu yang menerima bogeman dari Kavin, langsung beranjak dari duduknya, dan terlihat tidak suka.


“Tuan Kavin!!” terlonjak kaget Salma, melihat siapa yang memukul Keanu.


Dengan hati yang memanas pria arongan itu meraih kerah kemeja pria bule itu dan mencengkramnya sekuat tenaga. “Berani sekali anda menyentuh istri saya!!” suara Kavin terdengar tinggi.


“Istri...istri siapa?” tanya Keanu, berusaha tenang menghadapi pria yang terlihat emosi, kemudian melirik Salma.


“Salma, istri saya!” jawab Kavin dengan lantangnya.


Sejenak Salma terbelalak mendengar kata istri dari mulut Kavin, apa maksudnya bilang dirinya istri pria itu.


“Tuan Kavin lepaskan Mr. Keanu,” Salma berusaha meleraikan tangan Kavin dari kemeja Keanu.


“Benarkah kamu istri pria ini?” tanya Keanu.


“Tidak....saya bukan istrinya, saya tidak ada hubungan apa-apa dengan dia. Tuan Kavin sudah punya istri namanya Yasmin bukan saya,” gadis itu masih berusaha melepas tangan Kavin dari Keanu.


Keanu kembali melirik wajah pria yang telah memaki Salma di depan matanya sendiri, pria bule itu merasa tersinggung.


BUG!


Keanu mendaratkan bogeman ke wajah Kavin. “Jika memang anda suami Salma, seharusnya tidak berkata kasar dengan istrinya!!”


Tangan Keanu kembali memukul wajah Kavin, terjadilah baku hantam di dalam restoran.


Salma sudah angkat tangan tidak bisa memisahkan kedua pria yang bertubuh besar ini. Kavin yang merasa cemburu melampiaskan emosinya ke Keanu, sedangkan Keanu terpancing karena Kavin. Akhirnya kekacauan terjadi di restoran, beberapa pengunjung yang duduk dekat meja Salma, terpaksa menghindari.


Sedangkan beberapa karyawan resort segera menghampiri dan memisahkan kedua pria itu.


“Jangan sesekali anda mendekati istri saya lagi, kalau anda tidak mau kehilangan nyawa!” ancam Kavin dengan menunjuk-nunjuk serta memperlihat kan wajah beringas nya, untungnya saja tubuh besar pria itu sudah ada yang menahan agar tidak terjadi baku hantam lagi.


Salma hanya bisa mendesah, begitu enteng sekali Kavin bilang dirinya adalah istrinya.


Istri dari Hongkong, sejak kapan aku menikah sama Kavin...gerutu batin Salma.


Keanu hanya menyeringai sinis, dan mengusap sudut bibirnya yang sudah berdarah.

__ADS_1


“Mr. Keanu mohon maaf atas kejadian ini. Mr. Keanu sebaiknya kita obati lukanya dulu di kamar, hiraukan ucapan orang itu. Sepertinya dia lupa minum obat,” ucap Salma dengan santainya, gadis itu menyentuh lengan Keanu di depan mata Kavin sendiri, lalu meninggalkan mejanya.


“SALMA!!” teriak Kavin, tidak terima gadis itu memegang tangan Keanu. Gadis yang namanya di panggil tak sedikit pun menoleh ke belakang. Pria arogan itu langsung menyentak karyawannya yang sedang memegang kedua lengannya.


“Rapikan kekacauan ini, jangan kalian cobo-coba mencegah saya!!” teriak Kavin, kemudian mengejar Salma yang sudah keluar terlebih dahulu. Pria itu tidak peduli dengan sudut bibirnya yang sudah terluka gara-gara hantaman Keanu. Dua pria yang sama-sama belum mengenal tapi sudah baku hantam karena seorang gadis, Salma.


🌻🌻


“AAKKH....,” pekik Salma, ketika tiba-tiba dari belakang ada tangan yang meraih pinggang nya dan membuat dirinya melayang.


“JANGAN PERNAH IKUT CAMPUR MASALAH SAYA DENGAN ISTRI SAYA!!” tunjuk Kavin kepada Keanu, pria yang telah mengangkat tubuh Salma.


Sedangkan Tomi dan temannya sudah mencegah Keanu agar tidak ikut campur atau mengejarnya.


“LEPASKAN SAYA, TUAN!” gadis itu berteriak dan memukul tangan besar Kavin yang sudah melingkar di pinggang nya.


“DIAM, SALMA!!” sentak Kavin dengan rasa geramnya.


Salma bagaikan kapas buat Kavin, di angkatnya lalu di bawanya dengan satu tangan ke salah satu kamar mewah di resort milik keluarganya.


“DASAR PRIA BRENGSEK, GAK PUNYA OTAK!!” kembali memaki Salma, dan meronta-ronta, sudah berapa kali kedua kakinya yang mengudara, menendang kaki Kavin.


Salah satu karyawan Kavin sudah ada di salah satu pintu kamar inap resort, lalu tak lama membukakan untuk tuannya.


“Jaga-jaga di area sini, jangan sampai ada yang mendekat area ini!” perintah Kavin.


“Baik Tuan Kavin,” jawab pria itu sambil menganggukkan kepalanya.


Pria itu masuk ke kamar dan masih mengangkat Salma, kemudian mengunci pintu kamar.


BUG!


"AAKKHH.....," teriak Salma.


Pria itu menghempaskan raga Salma ke atas ranjang, kemudian pria itu membuka jasnya dan melemparnya ke sofa yang terdekat.


Salma masih mengatur napasnya yang masih naik turun di atas ranjang, namun tetap memperhatikan sikap Kavin.


Tenang Salma, orang gila itu tidak bisa memperkaos kamu....dia impoten... Batin Salma yang berusaha menenangi dirinya sendiri.


Dengan tatapan tajamnya serta luka di wajahnya, pria itu menggulung lengan kemeja panjangnya sampai ke siku, kemudian membuka tiga kancing kemejanya. Di lihatlah posisi Salma yang sangat menggoda di atas ranjang, dress bagian bawahnya yang sudah terangkat hingga mengekspos kedua paha putih mulusnya. Pria itu menyunggingkan salah satu sudut bibirnya.


 bersambung..... apa yang akan terjadi di dalam kamar!!

__ADS_1



__ADS_2