
BALI
Jam 12.30 WITA
Di balik jendela jet pribadi milik Kavin, gadis itu membaca tulisan besar Bandara Udara International I Gusti Ngurah Rai Bali, kurang lebih perjalanan selama dua jam, akhirnya penerbangan dari Jakarta ke Bali, mendarat dengan selamat di kota tujuan. Ada perasaan lega di hati gadis itu ketika jet pribadi Kavin mendarat dengan selamat, dan ada senyuman tipis di bibir ranum gadis itu. Perjalanan jauh untuk pertama kali nya bagi gadis itu selain dari kampungnya ke Jakarta, walau ini perjalanan dalam rangka bekerja bukan sedang liburan, tapi paling tidak dia sangat menikmatinya.
Kedatangan Nyonya Rossa dan Salma di bandara sudah di tunggu oleh karyawan perusahaan Kavin tentunya, dan salah satu karyawannya yang bertugas merupakan utusan Kavin.
“Selamat datang Nyonya Rossa,” ujar salah satu karyawan, sambil membukakan pintu.
“Sebelum ke resort, tolong mampir ke mall atau butik,” perintah Nyonya Rossa.
“Baik Nyonya,” jawab patuh sang karyawan.
Pantesan di suruh di awasin asisten Nyonya Rossa, ternyata bening banget, cantik kayak artis, cantik nya melebihi Nyonya Yasmin....batin salah satu karyawan.
Pria itu diam-diam melirik ke arah Salma, ketika memasukkan koper milik Nyonya Rossa dan tas kecil milik gadis itu ke bagasi mobil, kemudian diam-diam mengambil foto Salma.
Mobil mewah yang membawa Mama Rossa dan Salma langsung meluncur ke salah satu mall.
“Salma, sesampainya kita di mall. Kita makan siang dulu, baru mencari keperluan kamu” pinta Mama Rossa.
“Baik Nyonya,” Salma tidak menolak, perutnya juga sudah merintih, minta di isi.
Derrtt....Derrtt...Derrtt.
Nyonya Rossa menautkan kedua alisnya, setelah mengecek siapa yang menelepon dirinya.
“Halo...Mam, kenapa ke Bali tidak bilang sama aku dulu,” tanpa mengucapkan salam, Kavin langsung tembak.
“Kavin, memang nya kamu tidak bisa mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum bertanya?” tegur Mama Rossa.
“Sudah terlanjur mam, jawab pertanyaan aku mam?” dengan nada kesalnya.
“Kamu ini umur belum terlalu tua tapi sudah pikun, dari bulan kemarin kita sudah bahas. Kamu menolak untuk kunjungan ke Bali karena tidak mau meninggalkan Yasmin sendiri di Jakarta, kamu sendiri yang mendelegasikan tugas kamu ke mama. Dan jadwal ini kamu sudah tahu,” kata Nyonya Rossa.
Di balik telepon, Kavin sedang berusaha keras berpikir masalah ke Bali, apa iya dia yang menolak nya karena tidak mau meninggalkan Yasmin di Jakarta, sepertinya pria itu tiba-tiba amnesia. Helaan napas berat pria itu terdengar jelas di sambungan telepon.
“Kenapa mama ajak Salma ke Bali, bukan nya Romi saja yang biasa mendampingi mama?”
“Kavin, seperti nya kamu lupa jika Salma asisten mama, wajar kalau Salma yang menemani mama.”
__ADS_1
“Tapi ya gak bisa seenaknya begitu dong mam, seharusnya mama bilangan dan izin dulu ke Kavin, bukan di bawa tiba-tiba ke Bali begitu saja,” kesal nya pria itu.
“Kok jadi kamu yang ngatur Kavin, Salma itu bukan asisten kamu, asisten kamu itu Ari. Dan kenapa kamu jadi yang kesal!” balas Mama Rossa.
“Kamu lupa apa yang telah dilakukan sama Salma kemarin! Udah mulai amnesia! Pakai harus izin segala, kamu sebenarnya nelepon mama hanya mau tanya tentang Salma kan!” tegur Mama Rossa.
Sejenak Kavin tidak bisa membalas ucapan Mama Rossa. Padahal memang benar dia telepon Mama Rossa karena ingin tahu Salma.
“Seharusnya yang kamu tanya keadaannya, apakah baik-baik saja setelah dapat perlakuan kasar sama kamu, bukan nya kesal sama mama karena membawa Salma ke Bali!”
“T-Tapi mam,”
“Gak usah pakai tapi-tapian segala, urusi pekerjaan kamu di Jakarta, sekalian urusin tuh calon pewaris tunggal kamu,” kesal juga hati Mama Rossa, seketika itu juga Mama Rossa memutuskan panggilan teleponnya.
Orang tua mana yang tidak kesal, ketika anaknya masih dalam keadaan sehat wal afiat, tapi sudah ada orang yang membahas masalah pewaris, ya walau kita juga tidak akan pernah tahu kapan ajal akan menjemput. Tapi ya seyogianya pikirkan hati seorang ibu, yang di depan matanya begitu lancar menentukan masalah warisan, padahal dalam agama sudah ada ketentuannya. Walau sebenarnya Mama Rossa tidak membutuhkan warisan dari anaknya, karena Mama Rossa masih memiliki warisan dari almarhum suaminya yang dia tanamkan di perusahaan Kavin, agar dananya berkembang. Namun entah mengapa rekan bisnis almarhum suaminya terkesan tamak dengan kekayaan putra satu satunya.
Tak lama dari Mama Rossa menerima telepon dari Kavin, tiba-tiba handphone Salma berbunyi seperti ada pesan masuk.
✉️0812xxxxxxx
Salma, berani kamu macam-macam selama di Bali, awas aja kamu!!😡😡
Salma yang membaca pesan tersebut hanya bisa tertawa dalam hatinya.
✉️Salma
Balas gadis itu, tapi sudah tahu siapa yang mengirim pesan tersebut, pasti si orang gila, apalagi tahu dirinya ada di Bali, sedangkan teman-temannya tidak ada yang tahu.
✉️0812xxxxxxx
Ck...pura-pura kamu tidak tahu. Saya atasan kamu!!
✉️Salma
Oh..atasan saya, yang ada di atas saya adanya atap mobil. Tapi kok atap mobil bisa WA saya ya 🤔.
Kavin yang membaca balasan dari Salma, mulai meradang.
✉️0812xxxxxx
Kamu berani ya mengejek saya...!!
✉️Salma
__ADS_1
Saya gak bermaksud mengejek kok, tadi anda bilang atasan saya. Ya saya jawab atasan saya sekarang ya atap mobil, dia ada di atas saya, Gak salahkan? Coba di pikir dong, makanya kasih jawaban yang benar kalau di tanyain, jangan-jangan gak pernah sekolah nih. Mending balik ke SD gih, biar tambah pintar.
Ooh makin meradang hati Kavin ketika membacanya, wajah tampannya mulai memerah karena dirinya telah di katai si atap mobil secara tidak langsung oleh Salma.
✉️0812xxxxxx
Salma, saya Kavin bukan atap mobil 😡.
✉️Salma
Nah dari tadi kek bilangnya, jadi gak balik ke SD bisa langsung ke SMP, udah pintar jawab 😁.
Alamak semakin jengkel lah hati pria itu, maksud hati mau menakuti gadis itu, malah pria itu yang menjadi pusing sendiri.
✉️0812xxxxxx
Awas kalau berani-berani kamu di Bali!! Saya akan memantau kamu dari jauh.
Kembali pria itu mengancamnya.
✉️Salma
Iiih takut ada yang mengancam..., tenang saya gak berani macam-macam, tapi ya dua atau tiga macam lah di sini. Siapa tahu nanti nemu orang bule atau orang Turki yang ganteng, baik hati yang gak kasar sama perempuan, jadi calon suami. Tapi ngomong-ngomong memangnya Tuan Kavin bapak saya, bukan kan!
Gadis itu sengaja memanasi dan membuat kesal hati pria yang berada di pulau Jawa.
“SALMA!!” pekik Kavin dari dalam ruangannya sendiri, sungguh semakin geram dibuatnya. Pria itu semakin menggebu-ngebu untuk segera menyusul gadis itu ke Bali, apa lagi setelah membaca pesan jika Salma ingin mencari orang bule, sungguh pria itu kepanasan sendiri.
“Ari....kenapa jadwalku begitu padat!!” geregetan sendiri pria itu.
Sedangkan Salma mulai mencurigai siapa yang mengawasi dirinya selama dia di Bali, paling tidak dia akan membuat ulah, agar pria itu geram sendiri.
*bersambung.....
Kakak readers yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggal kan jejaknya ya, yuuklah jempolnya klik like, komen nya....biar semangat lanjutin nulisnya. terima kasih.
Love you sekebon 🌻🌻🌻🌻🌻*
"Awas Salma, jangan berani macam-macam!!" geram Kavin
__ADS_1