
Gadis itu akhirnya memilih untuk tidur, naik ke atas ranjangnya dan menarik selimutnya, menutupi dirinya sampai bagian pinggang. Dan mulai memasuki dunia mimpinya.
Perasaan aneh menggelayut di hati pria arogan itu, hentakan kaki yang begitu jejek terkesan ada amarah di setiap langkah kakinya. Karyawan resort sudah menawarkan untuk di antar ke villa menggunakan club car, namun pria itu menolak nya. Lebih memilih berjalan kaki menuju villa, mungkin langkah kakinya menjadi pelampiasan rasa yang menghinggapi nya ketika melihat Salma dengan santainya mengobrol dengan Ari sang asistennya.
“Pantas saja di telepon tidak di angkat, rupanya Ari sedang main belakang denganku, enak-enaknya dia berduaan di pinggir pantai. Aku biarkan dia menjemput Salma di rumah sakit, ehh begini balasan nya! Tidak izin ke aku!” gumam pria itu sendiri, sesekali kaki Kavin melayang ke udara, saking kesal nya.
Kavin sudah tiba di villa nya dan langsung masuk ke dalam, mencari keberadaan Salma.
“Nona Salma, sudah ada di kamarnya, Tuan,” ujar salah satu pelayan.
“Mmm......,” gumam Kavin, pria itu langsung menuju kamar yang di tempat Salma. Merasa tidak dikunci pintunya, pria itu langsung masuk ke kamar tersebut.
Kavin sudah tidak perduli lagi jika dirinya akan di maki atau di usir kembali oleh Salma ketika masuk kamar gadis itu tanpa permisi dan tanpa mengetuk terlebih dahulu, yang jelas hatinya sedang meradang. Namun hati yang panas itu seketika tiba-tiba lenyap, melihat wajah Salma yang terlihat tenang, pulas dalam tidurnya.
Pria itu kembali menuju pintu kamar lalu mengunci nya dari dalam, lalu membuka sepatunya. Kemudian menghampiri ranjang, “Salma,” panggil Kavin, sambil mengelus pipi gadis itu. Gadis itu tampaknya sangat pulas tidurnya.
Kavin menyentuh tangan kanannya Salma, lalu mengecup lembut perban yang ada di pergelangan tangan gadis itu. “Maafkan aku, jangan lakukan hal bodoh ini. Aku takut kehilanganmu, Salma,” ucap lirih pria itu dengan lembutnya. Kavin kembali mengecup tangan kanan Salma, lalu mengecup telapak kiri yang di perban juga.
Melihat Salma tidak terusik tidurnya, pria itu naik ke atas ranjang, dan turut berbaring di samping gadis itu. Kemudian merengkuh tubuh gadis itu pelan-pelan, agar tidak terbangun.
Kavin menatap lekat-lekat wajah gadis itu...tatapan penuh damba, lalu jemarinya mengusap pipi gadis itu kemudian ber pindah ke bibir ranum gadis itu.
“Mungkinkah aku telah jatuh cinta padamu, Salma?” gumam Kavin sendiri, jemarinya masih menyentuh dengan lembut bibir ranum gadis yang pernah di kecup paksa.
“Atau aku hanya sedang masa puber kedua?” masih tanda tanya dengan diri sendiri. Hanya menyentuh gadis itu saja, tubuh pria itu meremang, hatinya pun berdebar-debar.
“Aku tidak tahu ada apa denganku Salma, tapi yang jelas aku marah jika kamu bersama pria yang lain. Aku marah jika kamu mengacuhkanku, aku tidak suka ketika kamu memalingkan wajahmu dari tatapanku,” gumam Kavin sendiri, yang masih bingung dengan perasaannya sendiri, masih meraba-raba.
Pria itu tanpa ada rasa takut nya, mengecup bibir ranum Salma dengan lembutnya, dan melummatnya penuh sensasi. Dan seperti biasa si gogon sudah bangun dengan sempurna, namun tak ada daya untuk menyalurkannya. Selepas mencium gadis itu, Kavin merengkuh tubuh Salma...dan menikmati sentuhan skin to skin. Gairah pria itu bangkit, namun ditekannya hasrat itu agar tidak membuncah, pria itu menekan egonya yang pernah ingin memiliki Salma seutuhnya. Dia tidak mau Salma melakukan hal bodoh lagi, melukai diri sendiri. Biarkan lah dia menikmati keadaan seperti ini, walau si gogon sudah terasa sesak di bawah, minta dibukakan agar bisa bernapas lega.
__ADS_1
Sabar lah....belum saatnya kamu mengunjungi rumah mu....batin Kavin, berusaha meniduri si gogon. Udah bisa berdiri, di suruh tidur lagi....huft.
“Begini kah rasanya memeluk tubuh mu Salma ketika tidur, nyaman...nyaman sekali,” gumam Kavin, sembari menghirup aroma tubuh gadis itu yang menyeruak. Sangat menggoda...
Tak terasa pria itu ikut terlelap, dan masuk ke alam mimpi, saking nyaman nya mendekap gadis itu.
Satu jam lebih berlalu...
Kavin mengerjapkan kedua netranya, tidurnya kali ini sepertinya sangat nyenyak walau hanya sebentar, pria itu tersenyum tipis ketika melihat Salma masih terlelap dan terlihat nyaman di dekapannya. Saking bahagianya pria itu mengecup pucuk rambut gadis itu berulang kali. Sepertinya wajah pria itu tampak segar padahal semalam dia tidak bisa tidur, ternyata tidur memeluk Salma bagaikan obat untuk pria itu.
“Bagaimana caranya agar kamu mau menikah denganku Salma? Aku ingin memiliki mu, menjadikan istri ku,” gumam Kavin sendiri.
“Kamu harus menjadi istri ku,” gumamnya kembali. Setelah puas memeluk Salma, pria itu mau tidak mau mengurai dekapannya secara perlahan-lahan, dan meninggalkan gadis itu walau hatinya tak ingin, tapi harus dilakukan.
CUP
Pria itu mengecup kening gadis itu sebelum meninggalkan Salma, kecupan yang begitu lama.
“Cepat sembuh ya...,” ujar Kavin dengan nada pelan... pria itu masih belum rela meninggalkan Salma. Dengan hati yang terpaksa pria itu perlahan-lahan turun ke ranjang, lalu memakai sepatunya kembali begitu pula jasnya, kemudian keluar kamar.
PLAK!!
Pipi Kavin sudah kena tamparan Mama Rossa yang ternyata sudah berdiri di depan pintu kamar Salma.
“Mama...,” agak kaget Kavin dengan kehadiran Mamanya.
“Ternyata kamu pria yang tidak tahu diri Kavin. Mama sudah bilang menjauhlah dari Salma, sekarang kamu malah masuk ke dalam kamarnya!” emosi jiwa Mama Rossa, ketika kedapatan anaknya masuk ke kamar Salma.
“Apa kamu mau lihat Salma mati ya, dia baru keluar dari rumah sakit!!” lanjut meradang Mama Rossa.
“Maaf mam,” ujar Kavin, memelas.
__ADS_1
“Keluar kamu dari sini!!” geram Mama Rossa, mengusir anaknya sendiri dengan menunjukkan ke arah pintu. Dengan langkah tergontai pria itu keluar dari villa.
Sebenarnya pria itu ingin menjelaskan ke Mama Rossa, jika dia tidak melakukan apa pun, hanya memeluk dan terlelap tidur bersama Salma. Tapi pria itu agak salah tingkah juga, bagaikan pria yang sedang selingkuh ketahuan sama Mama nya....ya pria itu selingkuh dari Yasmin, untuk pertama kalinya. Dan dia tak bisa menahan dirinya untuk menjauh dari gadis itu.
🌻🌻
Kantor di Resort.
Tidur siang bersama Salma membuat pria itu bersemangat di tambah wajah pria itu nampak berseri-seri. Saat ini Kavin meluangkan waktu untuk mengecek beberapa pekerjaan nya di kantor resortnya.
Ari hanya melirik Tuannya yang jelas tampak berbeda, seperti wajah menang tender proyek.
“Ari kali ini saya maafkan kamu yang sudah berduaan dengan Salma di pinggir pantai,” ucap Kavin tanpa memandang Ari, karena sibuk dengan berkasnya.
DEG
Aduh....jangan-jangan Tuan tahu pembicaraan saya dengan Salma, wah gawat nih.
“Dikiranya saya tidak tahu kalau kamu tadi siang berduaan sama Salma,” kembali berkata Kavin.
“Baik Tuan, lagi pula Salma ingin lihat pemandangan pantai. Jadi tadi saya menemani nya,” balas Ari dengan santainya.
“Awas kalau saya melihat kamu dekatin Salma, saya kirim kamu ke kutub utara!!” ancam Kavin dengan tatapan tajamnya.
Sebegitunya amat gak boleh dekat sama Salma. Kalau tahu Salma istrinya yang di kampung, wah jangan-jangan Salma di kurung di kamar....batin Ari.
bersambung......
*Kakak Readers jangan lupa tinggal kan jejaknya ya...👣👣👣
__ADS_1
Dan mengingatkan kembali please kalau gak suka dengan ceritanya jangan kasih rate ⭐ 1, 2, 3...cukup tinggal kan saja ceritanya ya. Terima kasih 🙏🏻🙏🏻.
Love You sekebon 🌻🌻🌻🌻🌻*