Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Kebencian Salma


__ADS_3

Apa jadinya jika kita baru mengetahui orang yang sangat kita benci karena kejadian masa lalu ada di hadapan kita, dan apa jadinya orang yang telah kita benci ternyata orang yang sama karena masa lalu yang telah membuat kita kehilangan orang yang sangat kita sayangi.


Sakit! Pasti sangat terasa sakit! Kenyataan yang baru di ketahui di pagi hari oleh gadis itu, bagaikan petir di siang bolong, tak ada hujan tapi langsung menghantam tajam....sangat menyakitkan.


Empat tahun gadis itu tidak ingin mengetahui siapa pria yang menikahi dirinya dan beranggapan pria itu sudah tiada, akan tetapi hari ini ternyata harus dia ketahui juga. Rupanya Yang Maha Kuasa, sedang menunjukkan kuasanya sejauh apapun gadis itu tidak mau tahu, dia harus menerima kenyataannya tentang siapa suaminya, siapa pelaku yang menabrak bapaknya!


Kavin Ardana Adiputra ternyata kamu yang menabrak bapakku. Ternyata kamu pria beristri yang telah menikahiku....batin Salma rasanya ingin meledak dan berteriak saat itu juga.


Salma masih diam sejenak.


Tenang Salma, kamu jangan gegabah dulu....sepertinya dia tidak tahu kalau kamu anak dari orang yang ditabraknya empat tahun lalu.


Gadis itu masih menunjukkan rasa bencinya terhadap pria yang masih berdiri di hadapannya. Dengan tatapan yang menghunus tajam sampai ke relung hati pria itu.


“Peduli apa anda membuatkan saya teh!!” seru Salma penuh emosi.


“Kamu habis pingsan, Salma,” jawab pelan Kavin, sembari salah satu tangannya ingin meraih tangan gadis itu.


“Jangan coba-coba menyentuh saya!!” gadis itu menepis tangan pria itu.


“Kembalilah ke ranjang, kamu butuh istirahat,” pinta Kavin dengan suara pelannya.


“Jangan mengatur saya, menyingkirlah dari hadapan saya!” seru Salma, dengan tatapan bencinya.


Kavin sedang berusaha menekan emosinya, agar tidak menunjukkan rasa kesalnya pada Salma. Namun tidak mengindahkan permintaan gadis itu, agar menyingkir dari hadapan gadis itu.


Salma melihat pria itu semakin mendekatinya, gadis itu sedikit membungkuk punggungnya dan mengambil pecahan cangkir yang lumayan agak besar pecahannya.


“Tuan Kavin jangan sesekali mendekati saya!” seru Salma sambil menodongkan pecahan cangkir itu ke hadapan pria itu.


“Salma letakkan pecahan cangkirnya, nanti tangan kamu bisa terluka,” pinta Kavin, melihat tangan Salma sudah memegang pecahan beling dan itu terlihat sangat tajam jika sampai tergores ke kulit.


“Menyingkirlah kalau begitu!” sahut Salma.


“Tidak...aku tidak akan menyingkir dari hadapanmu,” Kavin kembali menolak, pria itu sudah bisa membaca jika gadis itu ingin jalan ke arah pintu.

__ADS_1


Salma menyeringai tipis dan menatap sadis ke arah Kavin. “Jangan pernah salahkan saya kalau begitu, Tuan Kavin!!” gadis itu mendekati Kavin, dengan tangan yang memegang pecahan beling.


“EEGHH!” agak tersedak pria itu, lalu menatap terkejut ke arah Salma lalu tatapannya turun ke bagian perutnya.


“Saya sangat membencimu, Tuan Kavin!....sangat dan sangat, dan ingin sekali menghabiskan nyawamu,” ujar Salma pelan, tapi mematikan. Tangan gadis itu sedang menekan pecahan beling itu ke bagian perut bawah pria itu.


“Sa-Salma......,” balas pelan Kavin, di raihnya tengkuk gadis itu agar lebih dekat dengan wajahnya, sedangkan salah satu tangannya juga sedang menahan tangan Salma yang sudah menusukkan benda tajam itu. Dan kini mereka berdua sedang main kuat-kuatan untuk menahan tangan mereka masing-masing.


“Tuan tahu saya ingin nyawa Tuan! saya ingin Tuan mati sekarang juga!” geramnya Salma, dan belum melepaskan pecahan beling itu, walau dia tahu tangannya pun ikut terluka, dan mengeluarkan darah, sama seperti bagian perut Kavin yang sudah meneteskan darah.


Wajah Kavin terlihat sedang meringis kesakitan, menahan rasa sakit di bagian perutnya. Tapi tetap tak putus menatap wajah Salma yang terlihat sangat kejam.


“Bencilah sepuas hatimu Salma, tapi kamu akan menjadi milikku selamanya. Setelah ini aku akan menikahimu!” balas Kavin dengan suara meninggi.


Berarti Tuan Kavin belum tahu tentang aku!!


Pria itu semakin menarik tengkuk gadis itu kemudian mencium kasar bibir Salma, cukup lama Kavin tidak melepas pagutannya


“Kurang aja, brengsek!!” teriak Salma, setelah Kavin melepaskan ciumannya, deru napas gadis itu mulai naik turun.


Wajah Salma terlihat cantik namun saat ini sangat menyeramkan jika ada yang melihatnya. Gadis itu menyunggingkan sudut bibirnya, sedangkan Kavin menyentuh bagian perutnya yang sudah mengeluarkan banyak darah segar.


“Aku tidak bermimpi Salma, aku akan bertanggung jawab dengan kejadian semalam. Aku akan menikahimu, di Bali hari ini atau besok!” jawab tegas Kavin sembari menahan rasa sakit nya.


Gadis itu kembali mendongakkan wajahnya dan menatap tajam pria itu. “Lebih baik aku mati!” jawab penuh emosi.


Gadis itu melayangkan ke udara tangan yang tak terluka, lalu melayangkan tangan yang masih memegang pecahan beling. Tanpa jeda.....


Srek!


“SALMA!!” jerit ketakutan Kavin melihat kejadian yang begitu cepat di depan matanya sendiri.


Gadis itu hanya bisa tersenyum cantik lalu kedua ujung ekor matanya mulai meneteskan air mata menatap Kavin yang mulai panik, pria itu segera ke kamar mandi lalu keluar sambil membawa handuk kecil.


“Bodoh kamu, Salma,” jerit Kavin, pria itu tidak perduli dengan luka di perutnya, pria itu langsung membungkus tangan gadis itu dengan handuk, yang sudah mengeluarkan darah banyak.

__ADS_1


“Lebih baik aku mati, dari pada menikah denganmu!” ujar pelan Salma, tenaganya mulai hilang.


“DIAM! jangan banyak bicara,” Kavin langsung mengangkat tubuh  Salma, dan membawanya keluar dari kamar. Tak lama gadis itu kembali memejamkan matanya.


Melihat kedua mata Salma mulai terpejamkan, semakin paniklah pria itu ketika membopong Salma yang baru saja keluar dari kamarnya. Tak kuasa melanjutkan langkah kakinya, pria itu berhenti lalu berjongkok.


“SALMA, BUKA MATAMU!” pria itu menepuk pipi gadis itu, berusaha menyadarkan gadis itu.


“Tuan Kavin!”


“Kavin!”


Ari dan Mama Rossa berlarian menuju Kavin. Sedangkan Tomi yang baru saja mau ke kamar Tuannya dengan seorang pelayan yang membawa makanan, ikutan berlarian, apalagi melihat Kavin yang sedang memangku Salma di lantai.


“Ya Allah.....,” teriak Mama Rossa, melihat Kavin dan Salma dalam kondisi terluka.


Wajah Kavin mendongak dengan kedua netranya sudah basah, tergenang air mata.


“Mam....,” lirih Kavin, lalu kembali menatap Salma yang sudah tak sadarkan diri. Tubuh Mama Rossa gemetar....


“Ari, Tomi bawa mereka ke rumah sakit,” pinta Mama Rossa dengan suara bergetarnya.


Ari dan Tomi sudah mau ambil alih Salma dari Kavin, namun pria itu rupanya tidak memberikan nya, dia kembali berdiri dan membopong Salma seorang diri, padahal dirinya juga sudah terluka.


Bertahanlah Salma....batin Kavin menangis.



bersambung.....


Hari kedua di awal tahun 2023 yang penuh kejutan dari tempat ini, sungguh buat beberapa author down, termasuk saya sendiri. Hanya berharap buat diri sendiri tidak ikutan minggat seperti teman-teman author yang lain karena sangat kecewa.


Terima kasih buat Kakak Readers yang masih setia membaca karya saya, maaf ya lagi galau nih, sedang belajar ikhlas dengan ketentuan yang ada di sini. Sekarang hanya bisa berharap support dari Kakak Readers agar bisa kuat melanjutkan tulisan ini sampai tamat, tidak putus di jalan 😞😞.


Jangan lupa tinggal kan jejaknya ya Kakak Readers, plus VOTE di hari Senin, terima kasih sebelumnya.

__ADS_1


Love You sekebon 🌻🌻🌻🌻


__ADS_2