Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
My Sexy Husband


__ADS_3

"Tersenyumlah Jia, kau harus menolong nama baik keluarga kita. " ujar sang mommy pada anak bungsunya.


Selesai berdandan wanita paruh baya itu menuntun anaknya ke luar dan menuju aula. Jia sendiri memaksakan senyuman di hadapan semua orang.


Faith Jia, dia merupakan putri bungsu keluarga Leonardo. Dia di paksa menggantikan kakaknya Hanna yang melarikan diri dari pernikahan gadis itu.


Di sinilah dia berada, berdiri di samping pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya. Jia diam diam mengepalkan tangannya, tanpa dia sadari jika pria di dekatnya meliriknya dalam diam.


"Silakan ucapkan janji suci pernikahan! "


"Saya Bryan Maxime Smith menerima engkau Faith Jia sebagai istri saya dalam suka maupun duka. " ucap Bryan dengan lantang.


"Saya Faith Jia menerima engkau Bryan Maxime Smith sebagai suami saya dalam keadaan apapun. " gumam Jia pelan namun masih bisa di dengar.


"Mulai sekarang kalian resmi menjadi suami istri. Silakan pasangkan cincinnya dan cium pasangan

__ADS_1


Anda! "


Bryan meraih jemari istrinya, menyematkan cincin ke jari manis istrinya begitu sebaliknya. Pria tampan itu membuka penutup kepala istrinya, Bryan langsung mendekat dan mencium istrinya itu.


Suara tepuk tangan memeriahkan acara pesta mereka. Bryan mengakhiri ciumannya, Jia sendiri hanya diam dan kembali menunduk.


Pengantin baru itu mendapatkan ucapan selamat dari keluarga besar mereka. Seorang pria mendekati keduanya, Jia mengangkat kepalanya. Mata gadis itu tampak berkaca kaca melihat sosok mantan kekasihnya.


"Kak Josh. " gumam Jia yang hendak mendekatinya. Bryan melingkarkan tangan di pinggang istrinya ini. Jia urung mendekati mantan kekasihnya, dia berusaha menahan tangisan nya.


Kedua mata Jia mengembun, cairan bening menetes di kedua matanya. Dia merasa sangat sesak mendengar ucapan Joshua barusan.


Bryan sendiri diam diam mengumpat pelan, melihat bagaimana istrinya menangisi sang mantan. Joshua langsung pamit pergi dari sana, dia juga menyapa orang tua Jia sebentar.


Pria itu kembali memasang wajah datar nya, menyalami para tamu yang memberikan selamat untuknya. Pesta terus berlanjut hingga malamnya.

__ADS_1


Jia tampak cantik mengenakan gaun berwarna merah, senada dengan tuxedo yang di kenakan Bryan. Kini kedua pengantin baru itu tengah berdansa, keduanya menjadi sorotan para tamu. Para tamu mengunjingkam keduanya yang tampak sangat cocok dan serasi.


Selesai dansa Jia memilih menepi, menenangkan hatinya yang kini campur aduk. Dia menekan dadanya yang terasa nyeri setiap kali menatap mata Joshua.


"Maafin aku kak Josh, aku telah mengkhianati cinta kakak. Aku bukan gadis yang pantas bersanding dengan kakak saat ini. " gumam Jia dengan lirih.


Selain kakaknya yang kabur, ada alasan lain yang membuat Jia harus menikah dengan Bryan Gadis itu telah mengandung calon anak Bryan karena sebuah kesalahan di Bar beberapa bulan lalu.


Larut malam Bryan mengajak istrinya ke kamar mereka. Jia telah mengganti pakaiannya dengan dress satin. Wanita itu lantas berlari ke kamar mandi, memuntahkan cairan bening di sana.


Sementara Bryan yang bertelanjang dada memilih menghampiri istrinya. Dia membantu Jia dengan menekan tengkuk istrinya. Setelah selesai Jia segera membilas bibirnya dengan air.


"Kenapa kamu nakal hm, apa kamu marah melihat mommy memperhatikan om Josh. " gumam Jia sambil mengusap perutnya yang menonjol.


__ADS_1


__ADS_2