
Salma hanya bisa menyeringai tipis. “Bukan saya yang meminta kamar ini Nyonya Yasmin,” sahut Salma, gadis itu tahu jika Yasmin tidak senang hati dia di tempatkan di kamar ini.
“Tenang aja Salma, aku tidak iri denganmu kok. Lagi pula kedudukan aku dan kamu jelas berbeda, aku memiliki perusahaan sendiri dan memiliki suami sekaya Kavin. Dan kamu hanya karyawan kami saja,” ujar Yasmin dengan lembutnya.
“Iya Nyonya, buat apa iri dengan saya. Lebih hebatan Nyonya ketimbang saya yang bukan siapa-siapa,” balas Salma.
Suami istri....sombong sekali, pasangan yang cocok
“Oh iya aku dengar dari Merry, kamu coba mencari perhatian suami ku di kantor ya. Katanya suami menyusul kamu ke kantin?”
Aah....gosip sudah menyebar ternyata....batin Salma.
“Maaf Nyonya, saya tidak mencari perhatian dengan suami Nyonya. Saya yang sedang makan siang dengan teman-teman, dan Tuan Kavin tiba-tiba menghampiri kami berempat, bukan menyusul saya,” tukas Salma.
“Oh..kamu berempat, di kira kamu sendirian,” balas Yasmin, agak lega.
“Untung aku konfirmasi langsung dengan kamu, kalau tidak aku akan termakan dengan gosip murahan itu. Baiklah semoga cepat sembuh, aku harus segera siap-siap mau menyambut kepulangan suamiku,” ujar Yasmin dengan rasa bangganya.
“Ya...Nyonya...”
Ck...buat apa show up denganku menyambut suami brengsekmu itu!!
🌻🌻
Mobil mewah yang membawa Kavin sudah tiba di lobby mansion nya, Pak Ridwan sudah menunggunya di luar lobby.
“Selamat datang, Tuan Kavin,” sambut Pak Ridwan.
“Buatkan saya kopi, antarkan ke ruang kerja,” perintah Kavin, sambil lalu berjalan di dampingi Ari.
“Baik Tuan, segera saya buatkan.”
Kavin mempercepat langkah kakinya memasuki mansion dan menuju ruang kerja nya yang ada di lantai satu.
Baru saja pria itu masuk ke ruang kerjanya, tiba-tiba saja Kavin memutar balik badannya, menatap sang asisten, matanya terbakar api kemarahan. Kavin maju dua langkah, semakin berapi-api dengan mencengkram kerah jas Ari, tiba-tiba...
BUG
Wajah Ari sudah mendapatkan bogeman mentah dari Kavin, hingga sang asisten terhuyung ke belakang.
“Berani sekali kamu mengendong Salma!” seru Kavin melampiaskan rasa amarahnya yang tertahan sejak tadi siang.
“Saya melakukan atas perintah Nyonya Rossa, Tuan, bukan karena keinginan sendiri!” sanggah Ari, sambil mengusap ujung bibirnya yang kena bogeman mentah Tuannya.
“Tapi tetap saja saya tidak suka kamu dan Romi menyentuh tubuh Salma,” murka Kavin.
__ADS_1
Bibir Ari sedikit menyeringai melihat kearoganan Tuannya. ”Sepertinya amarah Tuan tidak tepat, Salma dalam keadaan tidak sadarkan diri, lalu kami berdua yang mengangkatnya. Salma bukan siapa-siapa Tuan, kenapa harus emosi!! Dia bukan istri Tuan seperti Nyonya Yasmin. Sedangkan dengan Nyonya Yasmin kenapa Tuan tidak marah jika ada yang menyentuh tangannya?” jadi terbawa emosi Ari.
Sesaat pria itu terlihat berpikir...
“Cemburu....Tuan, anda sedang cemburu!” pungkas Ari, kata yang penuh penekanan.
“HAH....mana mungkin saya cemburu dengan wanita yang tidak jelas itu,” Kavin membantah.
“Terserah Tuan jika mengelak nya, itu hak Tuan Kavin sendiri, saya hanya memberikan pendapat jika sikap Tuan seperti orang yang cemburu dengan kekasihnya. Tapi jika saya salah menafsirkan, mohon maaf,” tutur Ari.
“Saya juga ingin menyampaikan, Tuan Kavin jangan sampai menyesal ke depannya atas sikap kasar Tuan selama ini terhadap Salma, bukan maksud saya menggurui Tuan,” sambung Ari.
“Ck....sok bijak sekali kamu, Ari!” seru Kavin, berdecak kesal pria itu.
Ceklek...
Tiba-tiba Pak Ridwan membuka pintu dan mengantarkan kopi hangat, namun di balik punggung Pak Ridwan ada seorang wanita.
“Sayang, sudah pulang ya...,” sapa wanita itu, ya siapa lagi kalau bukan Yasmin. Dengan senyum hangatnya wanita itu mendekati suaminya, lalu mengecup sekilas bibir suaminya.
“Tumben kamu sudah ada di mansion?” tanya Kavin agak heran.
“Aku lagi tidak ada janjian sama rekan bisnisku, tapi mama sama papa mau ke sini. Jadi aku ajak sekalian makan malam bersama dengan kita di sini, bolehkan sayang?” tanya Yasmin.
“Ya boleh dong, masa mertua mau ke sini tidak boleh,” balas Kavin.
“Ya.....”
Sebelum keluar dari ruangan, Yasmin menatap wajahnya Ari. “Ari itu wajahnya kamu kenapa, kok memar begitu, cepetan di obatin,” ujar Yasmin.
“Habis di hajar Tuan Kavin, Nyonya,” jawab jujur Ari.
“Pasti kamu sudah berbuat salah dengan suamiku, Makanya kamu di hajar. Lain kali jangan buat kesalahan jika tidak mau wajahmu memar,” balas Yasmin, lalu pergi begitu saja.
Ari hanya bisa mendesah panjangnya, lalu kembali menyentuh wajahnya.
Untung dapat gaji besar di sini, kalau enggak sudah dari dulu berhenti kerja!
🌻🌻
Malam tiba...
Sesuai kabar yang di sampaikan Yasmin tadi sore ke suaminya, malam ini mansion Adiputra kedatangan tamu dadakan, kedua orang tua Yasmin. Untuk mengunjungi anak dan menantunya, sekalian makan malam bersama.
Pak Ridwan beserta para maid, sibuk mempersiapkan makan malam serta melayani tamu Tuan dan Nyonya nya di ruang makan.
__ADS_1
“Jeng Rossa, sudah lama juga kita tidak makan malam bersama,” ujar Susi mama Yasmin.
“Kalau di pikir-pikir sudah lama juga, karena Jeng Susi sibuk terus,” balas Mama Rossa.
Yasmin tersenyum simpul mendengar percakapan mama dan mertuanya. “Aku sudah siapkan makanan kesukaan mama dan papa loh, di cobaiin ya Mam, Pah,” sela Yasmin.
“Makasih ya nak, kamu masih ingat saja kesukaan mama dan papa,” balas Susi. Wanita tua itu langsung mengambil menu kesukaan dia.
“Kavin, bagaimana perusahaan mu?” tanya Herman papa Yasmin.
“Alhamdulillah lancar Pah,” jawab Kavin di sela-sela menyantap makan malamnya.
“Kapan nih perusahaan papa bergabung dengan perusahaanmu, biar perusahaan kita menjadi besar?” tanya Herman.
Kondisi perusahaan Indo Prakarsa milik Kavin, perusahaan yang paling bonafit di Indonesia, dan memiliki nilai saham yang cukup tinggi di pasar saham. Tanpa melakukan merger dengan perusahaan lain, perusahaan Indo Prakarsa bisa berdiri dengan sendirinya. Sedangkan perusahaan Papa Yasmin, hanya perusahaan sedang bukan perusahaan besar.
Herman sebagai mertua Kavin rupanya dengan kedatangan mendadak ke mansion Adiputra, ada maksudnya. Secara halus sebagai pebisnis, pria tuan itu coba bernegosiasi dengan Kavin, agar perusahaan miliknya yang sekarang di kelola bareng oleh Yasmin bisa bergabung dengan perusahaan besar milik Kavin.
Yasmin pun ikut berperan juga dalam nègosiasi yang di lakukan oleh papanya, dengan kekuatan cinta dalam bentuk ucapan yang penuh kelembutan.
“Pah, mohon maaf untuk saat ini saya tidak memikirkan untuk bergabung dengan perusahaan lain, termasuk perusahaan milik papa,” tolak Kavin secara halus.
Kavin dalam berbisnis, sangat teliti dalam melihat perusahaan lain serta rekan bisnisnya. Pria itu sudah tahu jika perusahaan milik mertua nya, sedang berada di titik rendah, dan membutuhkan dukungan dari perusahaan lain, alias kucuran dana yang banyak agar kembali stabil.
“Paling tidak kamu bisa pikirkan terlebih dahulu sebelum memutuskan, siapa tahu kamu berminat untuk menggabung perusahaan kita, betul kan Jeng Rossa,” sambung Susi.
Mama Rossa hanya tersenyum tipis, tidak menjawab. Karena semua keputusan perusahaan ada di tangan Kavin.
bersambung......
Kakak Readers yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalin jejaknya ya.
Serta untuk para wanita seluruh Indonesia, Happy Mother Day
__ADS_1