Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Tuan Kavin IMPOTEN


__ADS_3

Kemudian pria arogan itu naik dan merayap ke ranjang, akan tetapi gadis itu segera menggulingkan dirinya ke sisi ranjangnya yang lain dan langsung berdiri, sebelum pria itu mengungkungnya.


Tanpa menunggu reaksi Kavin, gadis itu segera berlari ke arah pintu, namun sayang Kavin justru cepat bergerak lalu menarik salah satu lengan gadis itu dan menjatuhkan raga gadis itu ke atas ranjang kembali.


“Sepertinya kamu senang berlarian dari ku,” ucap Kavin dengan tatapan tajam, dan tubuh pria itu sudah mengungkung raga Salma. Dada gadis itu mulai naik turun dan hal itu sangat terlihat di kedua netra pria itu


 “Tuan sendiri sepertinya salah orang, atau Tuan Kavin sedang amnesia jika saya bukanlah Nyonya Yasmin, istri Tuan! Dan mudah sekali Tuan berkata bohong di depan orang jika saya istri, Tuan Kavin!!” jawab Salma dalam nada tinggi, membalas tatapan sinis pria itu.


“Apa salah nya aku berbohong...huh!” balas sinis Kavin.


"Dasar pembohong!" seru Salma.


Pria arogan itu meraih salah tangan gadis itu, lalu tangan satunya lagi.


“Apa yang ingin Tuan lakukan,” gadis itu mulai menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.


Kedua tangan Salma sudah di cengkram pria itu dengan salah satu tangan besarnya ke atas kepala gadis itu.



“Bukannya tujuan kamu mendekati pria kaya hanya tergiur dengan hartanya saja kan? Kenapa harus orang lain yang kamu cari? Kenapa bukan aku saja yang kamu goda, aku sanggup memberikan kamu harta dan kemewahan!!” ujar Kavin sambil menyeringai tipis. Tubuh pria itu mulai menggelora ketika menindih tubuh gadis itu, aroma tubuh gadis itu sungguh membangkitkan hasrat birahinya.


“Tuan benar-benar sudah gila, lepaskan saya!!” geram Salma, memberontak dari kungkungan tubuh besar Kavin.


“Iya aku sudah gila!! Gara gara kamu, aku gila!!” jawab geram Kavin, kedua netranya menajam seperti tatapan elang.


Tubuh Kavin dan Salma sudah menempel sempurna, sentuhan kulit mereka pun mulai saling bergesekan, deru napas mereka pun seirama. Si gogon milik Kavin sudah sempurna mendarat dan menindih di atas bagian feminim gadis itu.


“Tuan bilang gara-gara saya Tuan jadi gila sungguh lucu sekali, bangunlah dari tubuh saya Tuan!! Saya bukan istri Tuan, tidak sepatutnya menindih tubuh saya dan Tuan bukanlah suami saya!!” penuh emosi kata-kata yang di ucapkan oleh Salma.


“Lagian percuma saja Tuan menindih saya, bukankan Tuan Kavin IMPOTEN, tidak bisa berbuat apa-apa !!” gadis itu menaikkan sudut bibirnya.

__ADS_1


Kedua netra Kavin terbelalak, hatinya mulai memanas. Dari mana dia tahu!!


“TUAN KAVIN, YANG IMPOTEN!” ejek Salma sekali lagi, penuh penekanan.


“AKKHH....” ringis Salma kesakitan ketika kedua tangannya semakin kuat cengkeraman pria itu.


Wajah pria itu mulai memerah, lalu langsung membungkam bibir ranum Salma yang telah mengejek dirinya impoten.


“Hmmpptt...,” kedua netra Salma langsung melotot, ketika bibirnya sudah di cium dengan rakusnya oleh bibir Kavin. Refleks tubuh gadis itu menggeliat, memberontak, tanpa di sadari Salma, dia telah menggesekkan si gogon. Dan si gogon pun bereaksi berkat Salma.


Ada apa ini...kenapa ada yang mengeras...harusnya kalau dia impoten, tidak akan ada yang mengeras....batin Salma mulai ketar ketir, ketika di atas bagian intimnya merasakan ada yang mengeras tapi bukan batu. Walau dia belum pernah melakukan hubungan intim, paling tidak beberapa teman kerjanya waktu jadi SPG sering bercerita, cukup di dengarkan tanpa harus di praktekkan.


“Iiish....,” pria itu mendesis ketika gadis itu menggigit bibirnya.


“Cuih..,” seketika pria itu melepas ciumannya dari bibir gadis itu, Salma langsung membuang ludahnya persis di muka Kavin, hingga refleks tangan Kavin yang tadinya mencengkram kedua tangannya terlepas.


“BRENGSEK, SUNGGUH MENJIJIKAN!!” maki Salma, sambil melap bibirnya dengan kedua tangannya.


Kavin agak kaget ketika wajahnya di ludahi oleh Salma, hingga dia bangkit dari kungkungannya, sembari melap wajah dengan salah satu tangannya.


Gadis itu langsung beranjak dari ranjang dan kembali menuju pintu. Kavin pun mulai mengejarnya dan...


BUG!


Tengkuk Salma di pukulnya tiba-tiba hingga gadis itu tak sadarkan diri, dan jatuh dipelukkan pria itu, yang sigap meraih tubuh gadis itu. Sungguh kejam!!


“Aku tak akan membiarkan kamu keluar dari kamar ini,” sesaat pria itu merengkuh tubuh gadis itu dengan eratnya. Lalu mengecup pucuk rambut gadis itu. Dan tak lama tubuh Salma di gendong dan di rebahkan kembali ke atas ranjang, kemudian melepaskan kedua sepatu yang di kenakan gadis itu.


Setelahnya pria itu meninggalkan sejenak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu keluar hanya menggunakan celana pendek dan kemeja yang sudah terbuka kancingnya, kemudian naik kembali ke atas ranjang.


__ADS_1


Kedua netra Salma masih terpejam bagaikan orang yang sedang tertidur pulas, pria itu turut berbaring di samping gadis itu dan memiringkan tubuhnya agar bisa menatap wajah gadis itu.


Pikiran yang tadinya terbakar cemburu dan emosi, sedikit demi sedikit mulai reda. Di tatapnya wajah gadis itu dengan tatapan hangat dan penuh damba. Jemari pria itu mulai menyentuh wajah gadis itu, lalu mengusap lembut.


“Kenapa kamu selalu membuatku marah, emosi...Salma. Aku tidak suka ada pria di dekatmu!” gumam Kavin sendiri.


“Aku ingin memastikan sesuatu, Salma," gumam pelan pria itu. Kavin mulai merapatkan dirinya ke gadis itu, lalu mencondongkan wajahnya ke wajah gadis itu. Di singkirnya anak rambut yang menutupi wajah Salma ke balik telinganya.


CUP


CUP


Pipi Salma mulai dikecup dengan lembutnya, lalu pucuk hidungnya dan turun ke bibir ranum Salma, ciuman kali ini tidak sekasar seperti yang pertama kali, yang ini sangat lembut, pria itu menyesapnya penuh perasaan, melummatnya walau tidak ada perlawanan, dan sepertinya ada sesuatu yang membuncah di hati pria itu.


Tidak hanya itu saja, pria itu melingkarkan tangannya ke pinggang gadis itu, dan kembali mendekapnya. Sepertinya memeluk Salma sudah membuat candu pria itu, tubuhnya pun meremang, dan ada yang memberontak di balik celana pendeknya. Pria itu melepaskan bibirnya dari bibir gadis itu, lalu beralih ke daun telinga Salma.


“Dia bangun, Salma,” bisik Kavin dengan suara seraknya, yang sedang menahan gairahnya. Empat tahun tak merasakan gairah dalam hidupnya, malam ini dengan mendekap tubuh Salma...gairah itu datang, sama seperti saat kejadian di lift.


“Kenapa denganmu dia bangun? Kenapa dekatmu, aku bergairah...Salma?” gumam pria itu. Kavin menatap lekat-lekat wajah Salma, tatapannya sudah penuh hasrat.


Kavin kembali mengecup bibir ranum gadis yang masih tak sadarkan diri, lalu bibirnya pindah kebagian daun telinga gadis itu, mengecupnya penuh hasrat dan sedikit menggigit namun sayang nya tidak ada respon dari Salma, jika dalam keadaan sadar mungkin gadis itu akan memberontak sejadi-jadinya. Kemudian bibir Kavin turun ke leher gadis itu lalu mengecup, menyesapnya penuh kelembutan. Sepertinya saat ini Kavin lupa dengan istrinya Yasmin, dan pria itu hati nya sudah mulai terpaut dengan gadis yang sedang di cumbuinya, tanpa di sadarinya??


“Aku menginginkan dirimu, Salma.”


bersambung........kira-kira kejadian malam pertama kah??? lagi mikir keras ini 🤔🤔


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2