
Terkadang setiap orang memiliki obsesi dalam kehidupannya, hingga terus berjuang sampai mendapatkannya. Namun karena obsesi bisa membuat seseorang lupa daratan, tak ubahnya Emy... andaikan saja dia bekerja dengan baik dan menghormati serta menghargai majikannya sendiri, mungkin hal buruk tidak akan menghampirinya.
Boleh saja memiliki impian punya suami tampan dan kaya raya, namun jangan menghalalkan dengan berbagai cara. Bukan impian yang terwujud, justru menjadi masuk buih.
Sudah berada banyak wanita yang terobsesi dengan sosok pria arogan itu, Kavin. Namun sayangnya pria itu punya pondasi yang kuat di hatinya sendiri. Walau tak bisa di sangkal jika pria itu bisa saja menjadi sang casanova, harta, tahta dan wanita selalu ada di sekelilingnya.
Begitu juga dengan Salma, seorang wanita yang memiliki paras cantik alami sejak lahir. Banyak godaan yang menggiurkan ketika kakinya melangkah ke Ibu Kota, begitu banyak pria yang tertarik dengan Salma, datang dengan segala rayuan maut agar dapat memeluk dan memiliki wanita cantik ini. Harta dan segala kemewahan di tunjukan oleh para pria agar Salma tergugah, namun sayang segala nasehat orang tua sudah tertanam dalam hatinya, begitu juga imannya yang selalu takut akan kebesaran Sang Maha Pencipta, wanita itu menolak semuanya.
Kata orang benci beda tipis dengan cinta, itu ada benarnya. Salma dan Kavin sama-sama saling membenci dengan alasan yang berbeda, tapi karena benci itu mereka merasakan cinta yang sesungguh. Kavin menjadi tahu apa arti dengan kata cinta ketika bertemu Salma, cinta yang penuh perjuangan, cinta yang butuh pengorbanan, dan cinta yang menyayatkan hatinya.
Dulu pria itu mengira jika dia hanya mencintai Yasmin, wanita yang bisa meluluhkan hatinya yang dingin dengan perhatian dan kelembutan yang selama itu Yasmin tunjukkan. Namun rupanya Kavin tidak terlalu mencintainya, rasa cintanya cepat pudar dengan sendirinya. Setelah pandangan matanya tak bisa jauh dari Salma.
Kavin tersenyum hangat ketika mengingatnya di masa lalu. Kenapa hatinya bisa sangat jatuh cinta dengan Salma. Salma jauh berbeda dengan Yasmin, Salma tidak pernah lembut dengannya, tidak pernah perhatian dengannya. Tidak pernah menggoda atau mencari perhatian seperti wanita lain, dan hal itu membuat dia risau. Itulah cinta! Tak ada alasan kenapa bisa jatuh cinta!
Kavin memeluk erat pinggang Salma dari belakang. “Terima kasih sayang, yang telah memercayaiku,” ucap Kavin. Setelah masalah Emy sudah beres malam itu.
“Aku memercayai mu, Kak Kavin. Jadi jagalah selalu kepercayaan ku ini,” jawab Salma.
“InsyaAllah, akan aku jaga sampai akhir hayatku.”
“Hidup kita tidak akan selamanya lurus Kak, apalagi Kak Kavin...pria tampan, dan kaya pasti akan selalu di kelilingi oleh para wanita yang suka dengan kakak. Godaan pasti akan datang silih berganti, jaman sekarang pelakor lebih berani dan menantang,” tutur Salma.
Kavin memutar balik tubuh Salma, agar bisa menatap wajah wanita itu. “Yang sayang ucapkan semuanya benar, tapi kembali lagi kepada prianya. Jika dia sungguh mencintai istrinya, maka dia tidak akan memberikan cela kepada wanita lain untuk masuk ke hati pria itu. Tapi jika cintanya tak sungguh-sungguh maka wanita yang bukan istrinya bisa masuk ke hati pria itu. Semuanya kembali ke pribadi masing-masing, sayang,” ungkap Kavin.
__ADS_1
“Dan aku berharap rumah tangga yang kita bangun, bisa terjaga dari pelakor dan pembinor. Kita berdua selalu bergandengan tangan dalam keadaan apa pun, baik keadaan senang atau susah. Dan saling mengingatkan jika ada hal yang mencurigakan atau yang melenceng,” lanjut kata Kavin.
“Aamiin, semoga bisa kita lalui bersama,” balas Salma.
“Sekarang sudah larut malam, waktunya kita istirahat ya,” pinta Kavin, ketika mengurai pelukannya.
Salma menganggukkan kepalanya, dan mengikuti langkah kaki Kavin sambil bergandengan tangan.
Genggamlah tangan ku selalu Kak Kavin, jangan di lepaskan. Jika aku marah tolong jangan jauhi aku, peluklah aku dan tenangkan aku dalam dekapan mu.
Peganglah erat-erat tanganku, Salma. Jika aku ada yang salah, tegurlah! Jika aku ada yang lupa, ingatkanlah! Hati ku hanya milikmu seorang. Jangan pernah melepaskan tangan ku, karena tanpa mu, aku tidak ada artinya
🌻🌻
Esok hari
Salma dan Retno hari ini mulai di sibukkan dengan persiapan pernikahan dalam waktu dekat ini, wedding organizer sudah di pilih, dan mereka harus bergerak cepat. Untungnya saudara Salma turut terlibat untuk membantu mengurus keperluan acara.
Sedangkan Kavin dan Ari terlihat sibuk meeting dari jarak jauh dengan para manajer perusahaannya, karena tidak memungkinkan untuk kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.
Mama Rossa menyambut dengan rasa gembira, jika anaknya akan menikah kembali dengan Salma. Begitu juga dengan kabar baik Ari yang akan menikah dengan Retno. Jadi Mama Rossa serta kedua orang tua Ari, berangkat menuju Belanda dengan menggunakan jet pribadi milik Opa Braymanto.
Sedangkan Bibi Tia yang masih memiliki saudara di Jawa, hanya bisa video call memberi kabar jika putri pertamanya akan menikah di Belanda, dan tidak bisa mengundang saudaranya untuk ke Belanda. Tapi nanti rencananya akan ada hajatan kecil di Jawa, tapi entah kapan akan dilaksanakannya.
__ADS_1
Selain memberi kabar kepada sanak saudaranya, Bibi Tia juga memberi kabar kepada ibu-ibu teman gosipnya di kampung, dan responnya ada yang turut senang ada juga yang iri dengan kehidupan keluarga Bibi Tia.
Bibi Tia hanya bisa menjawab seadanya tanpa bermaksud memamerkan kehidupannya di Belanda, lagi pula mulut orang tidak bisa kita kendalikan.
🌻🌻
Ruang Kerja
Salma menggelengkan kepalanya melihat Daddynya Rayyan sibuk kerja tapi anaknya dibawa kerja juga. “Kak Kavin, makan siang dulu yuk,” ajak Salma.
Kavin yang masih meeting via zoom tersenyum, lalu menarik lengan Salma agar duduk di samping nya. Lalu menunjukkan ke arah laptopnya. Ternyata pria itu memperkenalkan Salma mommy Rayyan, yang sedari tadi di pangkunya sekaligus istrinya kepada karyawannya. Salma hanya bisa tersenyum tipis ketika menatap layar Laptop Kavin.
“Sebentar ya Mom, aku tutup dulu rapatnya,” jawab Kavin.
“Iya, Kak.”
Salma menyimak ketika pria itu ber tutur kata, kharisma sebagai pemimpin memang sangat terpancar, jadi wanita mana yang tidak kagum dengan suaminya itu. Wanita itu sepintas jadi teringat waktu acara seminar, dan teringat ingat temannya Jen yang ngefans sama Kavin waktu seminar di kampusnya.
Sorry ya Jess, ternyata cowok yang kamu sukai itu suami aku.
bersambung.......detik-detik pernikahan.
Kakak Reader jangan lupa baca sampai tamat ya 😊
__ADS_1