Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
S2 : Persiapan acara makan malam


__ADS_3

"Aku memang tidak terlalu mengenal Pak Ari begitu dalam, hanya mengenal sepintas lalu saja. Tapi aku bisa menilai Pak Ari termasuk pria yang baik, tidak neko-neko. Dan bukan pria nakal, kesehariannya selalu bersama Kak Kavin, aku hampir tidak melihat Pak Ari bermesraan dengan wanita,” imbuh Salma.


Retno hanya mendengarkan, dengan wajah yang kurang mengenakkan.


“Pak Ari telah jatuh hati padamu, Retno, cinta pandangan pertama, hal itu terlihat dari pancaran matanya. Dan aku salut dia berani mengajakmu nikah,” lanjut Salma, sembari mengacungkan jempolnya.


Ekspresi Retno mulai berubah yang awalnya cemberut sekarang terlihat datar, mengingat kembali ketika dirinya diajak menikah, memang itu hal yang tak di duga.


“Tapi Salma, aku belum mengenal Pak Ari begitu dalam,” buka suara juga si Retno.


“Ya...kamu bisa saling mengenali dulu, tapi yang jelas pria itu sudah serius dengan kamu, untuk berumah tangga, bukan untuk pacaran saja. Bukankah kamu selalu mengingatkanku, Salma tanyalah ke hatimu, apa yang kamu inginkan,” Salma kembali membalikkan keadaannya.


Retno tersenyum lebar, ketika Salma menirukan dirinya memberikan nasehat kepadanya.


“Sekarang, aku balikkan ke kamu. Jangan bohongi isi hatimu,  sebenarnya kamu juga suka dengan Pak Ari kan, tapi kamu masih belum yakin. Kenalilah kepribadian dengan baik tentang Pak Ari, kemudian jika hatimu cenderung memilihnya, maka bantulah dengan berdoa, agar hatimu lebih mantap. Bukankah pacaran setelah menikah itu lebih indah,” tukas Salma.


Mengenali terlebih dahulu jangan sampai salah memilih, ikuti isi hatimu, jika masih ragu, maka bantulah dengan doa. Mengenali terlebih dahulu calon pasangan sebenarnya lebih baik, agar tahu bibit bobotnya, tapi orang yang sudah dekat dengan calon pasangan bisa jadi referensi untuk tahu sifat kesehariannya.


Hati Retno sebenarnya juga ada rasa dengan asisten Kavin, namun masih ragu-ragu karena belum terlalu mengenalinya. Tapi cukup membuat wanita itu jantungnya berdebar terus jika di dekati oleh Ari.


“Jika jodoh sudah menghampiri dirimu, jangan sesekali kamu menolehnya, apalagi kamu ada rasa dengannya. Berdoalah, dan mohon petunjuk Nya,” imbuh Salma.


Retno menganggukkan kepalanya dan mengulas senyum tipis, lalu merentangkan kedua tangannya, Salma pun menyambut dan memeluk saudara sepupunya. Hal yang terindah sedang menghampiri mereka berdua, pasangan hidupnya datang untuk menjemputnya, untuk hidup bersama.


🌻🌻


Bagian Dapur Kotor


Pak Bob mendapat intrupsi dari Opa Braymanto untuk menyiapkan aneka ragam menu makanan, karena nanti malam ada acara syukuran dan sekaligus mengundang saudara yang tinggal di Belanda. Semua para maid terjun ke dapur, untuk membantu memasak termasuk Emy.

__ADS_1


“Lia, memangnya nanti malam ada pesta apa? Sudah lama loh kita tidak menyiapkan hidangan yang begitu banyak?” tanya Yeyen.


Lia wajahnya terlihat senang. “Wah kamu ketinggalan gosip, ada kabar bahagia,” sahut Lia.


Emy yang lagi menyiangi sayuran, telinganya langsung berfungsi dengan baik, dan menyimak ada gosip apakah, hingga dia tidak tahu.


“Non Salma kembali rujuk sama Tuan Kavin,” sambung Ningsih.


PRANG!


Tiba-tiba gelas di atas meja dapur dekat Emy berdiri, mendarat ke lantai.


Semua para maid langsung menghentikan kegiatannya sejenak, lalu menoleh ke arah Emy.


Lia berdecak kesal. “Ck...dia mulai berulah kembali rupanya!”


“Sorry ya semuanya, gue gak sengaja nyenggol!” ucap Emy kepada semua yang ada di dalam dapur kotor tersebut. Rupanya Emy sudah emosi mendengar berita rujuk, hingga dengan sengaja menjatuhkan gelas ke lantai.


“Bilang aja loe kaget dengar berita kalau Non Salma kembali rujuk sama suaminya! Dan loe gak suka dengarnya kan!” sarkas Ningsih.


Wajah Emy mulai memerah ketika Ningsih sudah mematikkan api ke dalam dirinya. Emy mengikis jaraknya dengan Ningsih, lalu mendorong bahu Ningsih dengan kasarnya.


“Kalau gue gak suka emang kenapa! Itu bukan urusan loe ya!” jawab Emy sinis.


Ningsih menaikkan kedua bahu tangannya, lalu membalas mendorong bahu Emy.


“Woow, sang baby sitter rupanya sedang cemburu dengan majikannya nih teman-teman, lupa daratan nih perempuan!” balas Ningsih dengan ketusnya.


Semua para maid yang ada di sana mulai mendekati Emy, tapi wanita itu sepertinya tidak takut.

__ADS_1


“Ck...kalian beraninya keroyokan, dasar babu, kalian semua!” celetuk Emy.


“Woi...ada babu teriak babu di sini!” balas Lia, ingin rasanya menampar bibir Emy tapi teringat peringatan Pak Bob.


“Ningsih, Lia...cukup kita jangan cari perkara dengan Emy, jangan sampai kita di pecat gara-gara mengeroyok babu satu ini. Justru kita harus waspada dengan hidangan yang kita masak, dan awasi si babu ini...jangan sampai dia memasuki racun untuk Tuan dan Nyonya kita!” Yeyen langsung berusaha mengendalikan keadaan yang mulai tidak kondusif gara-gara kehadiran mantan baby sister tersebut.


Para maid langsung berceloteh membenarkan apa yang di ucapkan oleh Yeyen, mereka harus jeli dan selalu mengawasi Emy walau setiap sudut ruangan ada cctv, tapi namanya orang jahat pasti banyak akal bulusnya. Emy tersenyum simrk, ketika para maid lain kembali melanjutkan pekerjaannya.


Emy membiarkan pecahan gelas yang telah di jatuhkannya, memilih untuk keluar dari dapur kotor.


“Ehhh...babu gak punya otak ya! Bukannya di rapiin pecahan kacanya, malah di tinggalkan begitu aja?!” teriak Lia begitu kencangnya. Walau berteriak, Lia segera menyapu pecahan gelasnya agar tidak melukai orang lain.


🌻🌻


Jam 7 malam...


Opa Braymanto, Keanu, Paman Didit terlihat sibuk menyambut kedatangan saudara Opa. Sedangkan Bibi Tia sedang mengecek persiapan hidangan makan malam mereka bersama Pak Bob.


Salma dan Kavin  berada di kamar baby, sedang sibuk mendandani putra semata wayangnya yang sudah semakin tampan persis daddynya. “Ooh my baby boy, ganteng sekali anak daddy ini,” ucap Kavin sembari mengendong baby Rayyan yang sudah rapi.


“Kak, sebentar,” Salma menahan lengan Kavin untuk tidak jalan terlebih dahulu. Wanita itu langsung merapikan kerah kemeja yang di kenakan Kavin.


“Nah, sudah kelihatan rapi,” ucap Salma.


“Makasih, mom,” balas Kavin. Pria itu tersenyum hangat lalu menggandeng tangan wanita itu. “Mommy, cantik malam ini,” bisik Kavin, buat wanita itu sekejap merinding.


“Aku sudah cantik dari lahir, Kak,” bisik kembali Salma di daun telinga pria itu, hembusan napas hangatnya membuat raga Kavin meremang.


“Mom, kita nikah besok aja ya, gak tahan aku rasanya,” ucap Kavin dengan wajah memelasnya. Salma hanya bisa cekikikan melihat raut wajah blush Kavin, padahal cuma di bisikin aja, sudah langsung tergoda.

__ADS_1


Wanita itu langsung menarik genggaman Kavin, agar mereka segera keluar dari kamar, lalu turun ke bawah untuk menyambut saudara mereka yang telah datang.


bersambung........


__ADS_2