Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Permintaan Salma


__ADS_3

Mansion Adiputra


Ari sang asisten Kavin terlihat bertanggung jawab ketika menjalankan perintah dari Mama Rossa. Padahal seharusnya sang asisten menemani Tuannya untuk rapat siang ini.


Sesampainya mengantar Salma ke kamarnya, Ari meminta Pak Ridwan memanggilkan Yuni.


“Pak Ari, memanggil saya kah?” tanpa Yuni yang baru saja datang ke kamar Salma.


“Yuni, kamu dapat tugas dari Nyonya untuk menemani dan mengurusi Salma, dia baru saja pingsan di kantor,” pinta Ari.


“Ooh non Salma habis pingsan, baik Pak Ari saya akan mengurusi nya,” ujar Yuni sembari melihat Salma sudah berbaring di ranjang dengan bantal yang sedikit tinggi.


Ari kembali menghampiri ranjang Salma. “Salma adakah yang kamu butuhkan sebelum saya kembali ke kantor?” tanya Ari.


Salma menatap Ari. “Pak Ari, saya  tahu bapak adalah asisten Tuan Kavin. Tapi bisa kah Pak Ari membantu saya untuk kali ini?”


“Bantu apa Salma?”


Sesaat gadis itu mengatur napasnya sebelum melanjutkan pembicaraan nnya. “Saya hanya karyawan baru dan tidak punya kekuatan untuk minta sesuatu, dengan ini saya minta tolong sama Pak Ari untuk meminta rekaman CCTV di lift khusus petinggi, kejadian tadi siang.”


“Rekaman CCTV, untuk apa Salma?” Ari mulai mengkhawatirkan sesuatu.


“Rekaman CCTV itu sebagai alat bukti pelecehan dan kekerasan yang di lakukan oleh Tuan Kavin, dan saya sangat berharap Pak Ari bisa membantu saya, walau saya tahu pasti buat Pak Ari agak sulit, karena Tuan Kavin atasan Pak Ari. Tapi tolong lah saya sebagai wanita yang sudah di lecehkan, andaikan Pak Ari punya adik perempuan lalu jadi korban pelecehan dan kekerasan apakah akan diam saja,” tukas Salma.


Ari membeku seketika. Salma yang melihat respon Ari yang terlihat datar agak down jadi nya, sudah pasti Ari akan berpikir ulang untuk melakukannya.


“Kalau Pak Ari tidak bisa, ya sudah lupakan saja permintaan saya tadi,” lirih Salma, sudah tak bersemangat.


“Saya tidak bisa janji Salma, tapi akan saya coba meminta nya di bagian keamanan,” Ari sedikit memberikan harapan.


Terbit senyum tipis di bibir ranum gadis itu. “Terima kasih sebelumnya Pak Ari,” ujar Salma, paling tidak ada sedikit harapan dari Ari, itu lah yang sedang di rasakan oleh gadis itu.


 “Nanti saya kabari jika sudah mendapatkannya, cepat sembuh. Dan jadi lah wanita yang kuat,” ujar Ari, agak miris sebenarnya pria itu melihat keadaan Salma, tapi sang asisten juga tidak bisa melakukan apa pun untuk saat ini, tapi entah untuk ke depannya.


“Makasih...,” jawab singkat Salma.


Ari pun meninggalkan kamar Salma, tinggallah Salma dan Yuni di dalam kamar.


Sepintas Yuni mendengar percakapan antara Ari dan Salma, tapi dirinya tidak mau terlalu kepo.

__ADS_1


“Non Salma, ada yang bisa saya bantu?” tanya Yuni.


“Mbak Yuni punya minyak atau cream yang hangat?”


“Ada di kotak P3K, kalau begitu saya ambilkan dulu ya,” jawab Yuni.


“Iya...mbak.”


Setelah mendapatkan minyak angin yang hangat dari Yuni. Gadis itu minta seluruh bagian punggungnya di baluri minyak angin.


Yuni sebagai wanita melihat punggung Salma yang putih mulus, merasa terpukau melihatnya apa lagi ketika menyentuhnya, begitu lembut kulitnya, tidak ada satu pun jerawat di punggungnya.


“Mbak Yuni bisa pijat gak? Soalnya punggung saya sakit banget rasanya?”


“Bisa Non....Non Salma badannya mau di pijatin?” tanya Yuni.


“Mau Mbak Yuni, badan saya sudah kayak habis di pukulin rasanya. Siapa tahu agak enakkan habis di pijat,” pinta Salma.


“Baik Non, saya pijatkan..,” dengan senang hati Yuni menunjukkan keahliannya dalam memijat.


🌻🌻


Jalannya rapat siang ini tidak berjalan mulus, berulang kali para manajer kena makian Kavin, ada saja kesalahan di mata pria itu. Hingga begitu cepatnya rapat berjalan, hanya memakan waktu satu jam. Merry yang mendampingi Kavin saja terlihat ketakutan melihat amukan pria itu, hingga enggan untuk dekat dengan Bosnya.


Dan sekarang wajah Mama Rossa tampak murka melihat pria yang duduk di hadapannya dengan santainya. Setelah selesai mereka rapat, Mama Rossa minta Kavin ke ruangannya.


“Mama tidak menyangka kamu sekasar itu terhadap Salma, kenapa tidak sekalian kamu banting wanita itu jika kamu tidak menyukainya. Biar kamu semakin terkenal di berbagai media karena telah membanting seorang wanita!!” geram Mama Rossa, setelah melihat rekaman CCTV.


“Aku tidak sengaja Mam, mendorong nya,” balas Kavin santai.


“Kamu bilang tidak sengaja, lalu  berusaha memeluknya, kamu bilangan tidak sengaja juga. Memangnya dengan memeluk Salma, si gogon kamu bisa berdiri!” celetuk Mama Rossa dengan kasarnya.


“Enggak ada reaksikan?” lanjut menebak Mama Rossa.


Antara jujur dan berdusta hati Kavin sedang memilih. “Tidak ada...,” akhirnya Kavin berkata dusta.


Pupus sudah harapan dan bayangan Mama Rossa setelah mendengar kata ‘tidak ada'. Sepertinya usaha Mama Rossa menjadi sia-sia, meminta Salma tinggal di mansion.


“Rekaman CCTV  di sentral sudah mama hapus, karena bisa saja Salma akan melaporkan tindakan kamu ke polisi dengan menggunakan rekaman tersebut. Dan mulai detik ini menjauhlah dari Salma, tolong jaga nama baik keluarga kita, kalau kamu mau selingkuh dari Yasmin carilah wanita yang selevel dengan kita. Salma hanya gadis biasa. Cukup istri kedua kamu dari orang biasa saja, kalau perlu ceraikan secepat mungkin. Sudah cukup tanggung jawab kamu selama tempat tahun ini!!” kali ini Mama Rossa bersikap tegas. Dan sepertinya rencana Mama Rossa tidak akan di lanjutkan lagi.

__ADS_1


Kavin hanya bisa termenung...


🌻🌻


Mansion Adiputra


Sore hari...


Setelah tubuhnya di pijat oleh Yuni, tidak terasa gadis itu tertidur pulas di atas ranjang. Dan sore ini agak membaik badannya walau masih pusing kepalanya.


“Non Salma, Nyonya Yasmin ingin bertemu,” ujar Yuni, yang masih berada di kamar Salma.


“Suruh masuk aja mbak Yuni,” pinta Salma, tidak enak masa Nyonya rumah mau ketemu dengannya harus bilang dulu. Gadis itu beringsut dari pembaringannya.


Tak lama....


“Sore, Salma,” sapa wanita cantik itu sambil tersenyum tipis, masuk ke kamar.


“Sore juga, Nyonya Yasmin,” balas sapa Salma.


Wanita cantik itu duduk di tepi ranjang, agar lebih dekat dengan Salma yang sudah menyandarkan dirinya di headboard ranjang.


“Aku dengar kamu katanya pingsan di kantor, ya?” tanya Yasmin dengan lembutnya.


“Iya Nyonya...”


“Sekarang bagaimana keadaannya sudah lebih baikkah?” Yasmin memperlihatkan perhatiannya kepada asisten mama mertuanya.


“Hanya tinggal pusingnya saja,” jawab Salma.


“Aku harap kamu jaga kesehatan, jangan sering sakit, apalagi baru beberapa hari kerja. Perfoma kamu akan di nilai jelek oleh atasan sendiri,” kata Yasmin.


Aku sakit karena suamimu, bukan karena tidak bisa menjaga kesehatan. Lagi pula siapa yang mau sakit, tapi semuanya terjadi karena kehendak Allah....batin Salma.


Kedua netra Yasmin selain menatap Salma, tapi juga menelisik kamar yang di tempati Salma.


“Sepertinya mertuaku menempatkan kamar yang istimewa buat kamu ya. Beda dengan Ari asisten suamiku, kamarnya tidak semewah ini, malah biasa saja,” kata Yasmin.


bersambung ....

__ADS_1


Kakak Readers cerita ini alurnya ada di jalur lambat, bukan jalan tol yang sangat cepat..biar sedikit paham. Kalau tidak suka, tinggal di skip saja yaaaa 😊😊. Terima Kasih 🙏🙏


__ADS_2