
Sebegitunya amat gak boleh dekat sama Salma. Kalau tahu Salma istrinya yang di kampung, wah jangan-jangan Salma di kurung di kamar.
“Ari nanti jika kita sudah kembali ke Jakarta, tolong jadwalkan saya untuk ke desa. Saya ingin menyelesaikan masalah pernikahan saya dengan anak korban,” titah Kavin.
Jiwa kekepoan Ari mendadak datang dan ber pura-pura bodoh. “Menyelesaikan masalah pernikahan bagaimana maksudnya Tuan?”
“Saya akan menceraikan wanita itu, saya rasa sudah cukup menggantung status dia,” jawab dengan tegasnya.
“Tuan Kavin yakin ingin menceraikan nya? Tidak mau berkenalan terlebih dahulu dengan wanita yang sudah Tuan nikahi empat tahun lalu?” kembali bertanya Ari.
Tanpa banyak berpikir. “Tidak perlu, saya datang ke sana hanya untuk menjatuhkan talak saja.”
Benarkah?? Yakin Tuan tidak akan menyesal. Untuk bertanya namanya saja juga tidak mau?
“Woow ternyata Tuan benar-benar mencintai istri Tuan, Yasmin. Akhirnya mau menceraikan istri keduanya, keputusan yang tepat Tuan Kavin, memang kalau jadi suami harus setia dengan satu pasangan, walau di agama kita di izinkan untuk berpoligami,” balas Ari namun sedikit menyindir.
Seketika wajah Kavin tampak masam setelah mendengar kata mencintai Yasmin. Ari yang melihat wajah Tuannya berubah, langsung bungkam, dan kembali fokus dengan pekerjaannya.
Salma akan mengajukan cerai dan Tuan Kavin akan menceraikan nya, ternyata kalian berdua sehati. Sama-sama ingin berpisah...batin Ari.
Saya menceraikan wanita yang di desa, karena ingin menikahi Salma. Bukan karena sangat mencintai Yasmin...ingin sekali Kavin membalas sindiran Ari, namun saat ini di tahannya.
TOK...TOK...TOK
Pintu ruang kerja Kavin terketuk, Ari bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu.
“Oh....Nyonya Yasmin, silahkan masuk,” Ari mempersilahkan istri Tuannya untuk masuk, namun dengan tatapan yang menjijikkan.
Yasmin hanya menatap datar ke arah Ari. “Sayang, Kak Kavin,” sapa Yasmin dengan bersuara lembut. Kavin mengangkat wajahnya, lalu menatap dingin wajah istrinya.
“Ada apa kamu ke sini?” tanya Kavin dengan memutar malas bola matanya.
Semenjak kejadian Kavin mengutarakan ingin menikah lagi, hubungan antara Kavin dengan Yasmin agak merenggang, terutama Kavin yang sepertinya menjauh dari istrinya sendiri. Sedangkan Yasmin dengan berbagai cara, terus mendekati suaminya kembali.
Wanita itu duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Kavin. “Aku ingin bicara denganmu, bukankah kita masih suami istri. Walau Kak Kavin sungguh berubah beberapa hari ini, mulai tidak mau tidur sekamar, tidak mau bersentuhan denganku...tapi aku masih memakluminya. Sebagai seorang istri harus bisa menghadapi suaminya yang sedang masuk puber kedua, jadi aku anggap perubahan Kak Kavin hanya sesaat,” imbuh Yasmin penuh keyakinan.
__ADS_1
Puber kedua....betul kah? Batin Kavin.
Kavin sedikit memiringkan kepalanya, dan tetap menatap dingin wajah Yasmin.
“Aku tidak tahu wanita mana yang telah menggoda suamiku, hingga suamiku ingin menikahinya. Tapi sadarkah Kak dengan kekuranganmu? Wanita yang kakak pilih pasti tidak mau memiliki suami yang impoten, yang tidak bisa memenuhi kebutuhan batinnya. Hanya aku yang menemani berobat kakak ke mana-mana, aku juga yang setia dengan segala kekuranganmu,” tutur Yasmin berusaha meyakini Kavin.
HAH......yakin setia Nyonya Yasmin??....batin Ari ingin muntah rasanya.
Kavin memainkan pulpen yang masih di pegangnya, lalu sedikit menaikkan sudut bibirnya.
“Wanita mana yang mau memiliki suami yang impoten, sepertinya itu ungkapan isi hatimu, Yasmin,” balas Kavin dengan bernada sinis.
DEG
Yasmin agak sedikit tersudutkan atas ucapkan Kavin.
“Ingat Yasmin, perkataanku beberapa hari yang lalu...jika kamu tidak ingin di ceraikan. Maka kamu harus menerima aku menikah kembali,” tegas Kavin.
“Siapa wanita yang ingin Kak Kavin nikahkan?” tanya Yasmin.
“Untuk saat ini kamu tidak perlu tahu,” balas Kavin.
Kavin membungkam bibirnya, tidak mengiyakan atau menyanggahnya.
“Jika kakak diam, berarti dugaan ku benar. Sungguh Kak Kavin telah di tipu oleh Salma, wanita yang tidak sederajat dengan Kak Kavin dan juga wanita murahan. Apa kakak tidak tahu jika dia wanita simpanan!” ujar Yasmin dengan tenangnya.
“Ooh pasti kakak tidak percaya dengan ucapan ku karena aku tidak bisa membuktikannya. Tapi Kak Kavin bisa menyelidikinya, Salma itu wanita naif, tak mau di sentuh sok suci, tapi di belakangnya dia sangat liar,” Yasmin berusaha menghasut Kavin.
Terkepal sudah kedua tangan Ari mendengar perkataan Yasmin yang sedang menjelek-jelekkan Salma.
Kavin menanggapi hasutan Yasmin dengan tenang. “Aku tahu kamu tipe wanita yang pencemburu, tapi ini sungguh berlebihan dengan segala tuduhanmu pada Salma. Tapi entah kenapa segala ucapan mu itu, seperti mencerminkan dirimu Yasmin. Apakah kamu yakin sudah setia denganku, apa betul kamu bisa menahan hasrat mu yang tidak terpuaskan olehku sebagai suamimu. Sebenarnya aku curiga dengan kesetiaan mu Yasmin,” Kavin memutar balik perkataan Yasmin.
Wanita itu berusaha terlihat tenang, dan tidak termakan dengan ucapan Kavin. “Sepertinya Kak Kavin lebih percaya dengan wanita yang baru dikenal, ketimbang dengan aku yang sudah lama bersamamu selama empat tahun. Aku sangat kecewa Kak! Mata kakak sudah di butakan oleh wanita lain, hingga diriku sekarang terlihat buruk di hadapan mu. Aku hanya bisa berharap kebenaran tentang Salma terungkap dan kakak menyadari siapa yang pantas mendampingi Kak Kavin,” kedua netra Yasmin mulai berembun, dan memperlihatkan wajah sendu, wajah memelasnya. Kemudian wanita itu beranjak dari duduknya, lalu keluar dari ruangan tersebut.
Ternyata benar dugaan ku, tunggu Salma...kau tidak akan bisa menikah dengan suamiku....batin Yasmin geram.
__ADS_1
“Huft...,” Kavin meraup wajahnya dengan kasar, dan menarik napasnya dalam-dalam.
Pria itu memang sering berkata kasar dan mengatai Salma wanita murahan, tapi hatinya sakit jika ada orang lain yang menghujat dan menjelek-jelekan gadis itu. Hatinya tidak terima!
Dari meja kerjanya, Ari menatap Tuannya...sembari memegang handphonenya. Ada sesuatu yang ingin di sampaikan, tapi teringat permintaan Salma.
Belum saatnya aku memberitahukannya, tunggu urusan Salma selesai terlebih dahulu...batin Ari yang sedang berpikir.
🌻🌻
Dua hari berlalu....
Dua hari itu juga, Kavin menahan dirinya untuk tidak datang ke vila melihat keadaan Salma, padahal pria itu uring-uringan. Tapi pria itu bertanggung jawab, meminta perawat rumah sakit untuk datang ke vila mengecek luka yang ada di tangan gadis itu, jadi tidak perlu kontrol ke rumah sakit untuk mengganti perban.
Sedangkan keadaan Salma sudah lebih baik, apalagi Mama Rossa selalu menemani dirinya. Benar-benar pure liburan di dalam vila, hanya makan, tidur, nonton bersama sama Mama Rossa, quality time mertua dan menantu.
“Nak, mama harus meeting dulu. Di tinggal sendiri gak pa-pa kan?” pagi ini Mama Rossa sudah terlihat rapi dengan setelan baju kerjanya.
“Mam, aku perlu ikut gak? Bantuin mama?” tanya Salma.
“Gak usah, kamu cukup istirahat di villa aja. Nanti ada karyawan resort yang bantuin mama kok,” tolak Mama Rossa secara halus.
“Tapi kalau ada apa-apa kabarin ya Mam, nanti aku nyusulin mama,” tutur Salma.
“Iya nanti mama kabarin,” balas Mama Rossa.
Salma langsung mencium punggung tangan dan mencium pipi Mama Rossa, ketika mengantar Mama Rossa keluar villa.
“Semangat kerjanya, Mam,” teriak Salma sambil melambaikan tangannya serta tersenyum lebar, di saat melihat Mama Rossa sudah dijemput.
Mama Rossa membalas lambaian menantunya dan membalas senyumannya.
Dari kejauhan tampak pria memakai baju hitam, mengulas senyum tipisnya setelah melihat Mama Rossa pergi dari villa, kemudian langsung menelepon seseorang.
bersambung.....
__ADS_1
Apa yang akan terjadi dengan Salma, siapkan hati 😞😞