
BALI
‘Memantau' kata yang membuat Salma tertantang ketika membaca pesan dari pria arongan itu. Masih di dalam mobil yang mengantarkan dia dan Mama Rossa, kedua netra nya sesaat melirik kedua pria yang berada di posisi depan.
Siapa yang dari kalian berdua menjadi mata-mata Tuan Kavin!!
Gadis itu menyerigai tipis di bibirnya, serta tatapan licik pun mulai bersinar di kedua netra nya.
Ck...pakai mengawasiku segala, memangnya kamu siapa nya aku...sungguh aneh!!
Perjalanan selama dua puluh lima menit dari bandara ke salah satu Mall yang berada di kuta, akhirnya tiba juga di depan lobby Mall L.
Gadis itu turun terlebih dahulu, baru Mama Rossa. Akan tetapi baru saja tiba sudah ada beberapa orang dengan setelan baju kerja, menyambut kedatangan Mama Rossa, ternyata mereka yang menyambut adalah pihak manajemen mall, ternyata Mall yang mereka singgahi milik Kavin di bawah naungan perusahaan Indo Prakarsa. Takjubkah Salma melihat salah satu Mall milik Kavin? Tentu saja tidak, gadis itu biasa saja.
Mereka semua mengiring Mama Rossa dan Salma menuju salah satu restoran mewah yang berada di dalam mall L, untuk makan siang bersama dengan pihak manajemen Mall L. Sebelumnya Mama Rossa memperkenalkan Salma kepada mereka sebagai asisten Direksi, ada rasa terharu yang menggelitik di hati gadis itu, melihat bagaimana Mam Rossa memposisikan dirinya sebagai asisten Direksi, sehingga mereka menghormati keberadaan Salma.
Selama makan siang berlangsung dengan manajemen Mall, diam-diam Salma memasang telinganya, agar apa yang di bahas bisa menambah ilmu buat dirinya sendiri.
Makan siang telah usai, kini saat Salma membeli keperluannya di salah satu departemen store.
“Belilah apa yang kamu perlukan, jangan lihat harganya. Ibu akan membayarnya dalam jumlah berapapun,” Mama Rossa memberikan keleluasan buat gadis itu.
“Terima kasih sebelumnya, Nyonya,” jawab Salma. Gadis itu akan sangat memanfaat kan kesempatan sebaik-baiknya, alias membeli baju tanpa melihat harganya, lagi pula sudah dapat lampu hijau dari Mama Rossa.
Di dampingi karyawan manajemen mall, gadis itu mulai menelusuri departemen store bagian pakaian wanita. Sedangkan Mama Rossa jalan belakangan di temani salah satu manajer departemen store.
__ADS_1
Gadis itu langsung memilih beberapa setelan baju kerja, kemudian baju santai...sambil memilih gadis itu tersenyum devil ketika melihat beberapa baju sexy...lalu di ambilnya masukkan ke dalam tas belanja. Lalu berlanjut kebagian sandal.
Tak butuh waktu lama gadis itu sudah menenteng barang yang akan di bayar Mama Rossa.
“Salma, cukup gak pilihan kamu itu. Sebaiknya pilih lagi, buat jaga-jaga,” ujar Mama Rossa yang melihat satu tas belanjaan milik gadis itu penuh.
“Tapi ini udah banyak Nyonya,” balas Salma, karena di dalam tas belanjaannya itu sudah ada 10 stel pakaian.
“Sudah pilih lagi jangan sungkan sungkan sama Ibu, tas yang ini biar mereka yang mengurusinya,” pinta Mama Rossa.
“Baiklah jika Nyonya memaksa, saya akan memilih lagi,” balas Salma, gadis itu tersenyum hangat, lalu refleks mengapit lengan Nyonya Rossa. Senangnya dalam hati gadis itu, bisa memilih baju yang sempat tadi di taruhnya kembali ke raknya.
Siang ini happy shopping buat gadis itu, dan jangan di tanya berapa puluh juta Mama Rossa membayar belanjaan Salma, dan tentunya Mama Rossa tidak keberatan membayar nya.
“Terima kasih banyak, Nyonya,” kata Salma, semua barang belanjaannya sudah di bayar dan di kemas.
“Oke, Nyonya...,”
Entah kenapa hati Mama Rossa ketika menemani Salma belanja, serasa sedang menemani anak Gadis nya. Bagaimana tidak terhenyuh sepanjang mengelilingi rak pakaian sesi kedua, gadis itu kadang bergelayut manja di lengan wanita tua itu, dan terkadang minta bantuan wanita tua itu untuk memilih baju nya.
Ini kah rasanya jika punya anak gadis, bisa jalan-jalan ke mall, bisa menemani nya belanja keperluannya....batin Mama Rossa sedikit sedih.
Tak bisa di pungkiri jika dulu ketika masih muda, sangat menginginkan anak perempuan namun yang hadir anak laki dan itu pun hanya satu anak, tidak ada adiknya Kavin karena ada masalah di rahim Mama Rossa.
Saat menemani Salma berbelanja, wanita itu memperhatikan tingkah lauknya di balik wajah yang selalu terlihat tegar serta anggun, rupanya ada sedikit jiwa polos, lugu dan manjanya...membuat gadis itu tambah terlihat cantik, dan siapa pun pasti menyukai kepribadiannya. Tapi kenapa puteranya jahat dengan gadis itu, apa jadi nya jika akhirnya puteranya tahu jika gadis itu istri kedua nya.
__ADS_1
🌻🌻
Resort
Perjalanan setelah dari Mall L akhirnya tiba di resort milik keluarga Adiputra, peninggalan papa Kavin. Kedua netra gadis itu terkagum-kagum melihat resortnya, tempat mereka menginap untuk beberapa hari ke depan, ternyata luar biasa indah apa lagi panoramanya dekat pinggir pantai. Mereka menempati salah satu villa privat yang berada di dalam lingkungan resort tersebut dan agak jauh dari resort yang di buka untuk umum. Villa khusus untuk pemilik resort.
Para karyawan resort langsung menjamu sang pemilik resort lalu mengantarnya dengan club car menuju villa.
Sesampainya di villa, para karyawan merapikan barang-barang mereka berdua, sedangkan Mama Rossa mengajak Salma untuk beristirahat sejenak di ruang tengah.
“Nyonya, resortnya sangat bagus,” kata Salma.
“Resort ini peninggalan papa nya Kavin, Adiputra, kami dulu sekeluarga sering liburan di sini, tapi semenjak suami Ibu meninggal, sudah lama Ibu tidak mengunjungi nya,” dalam kata Mama Rossa tersirat nada sedih, dan nada rindu.
Sesaat Mama Rossa menatap ke sekeliling arah resortnya, dan sekilas mengenang masa lalu indah dengan almarhum suaminya, Adiputra.
Salma merangkul bahu Mama Rossa dengan lembut nya. “Pasti banyak kenangan indah Nyonya bersama Pak Adiputra di resort ini, kenangan yang tak bisa di lupakan. Namun kadang kenangan itu membuat kita sedih karena merindu, merindu karena tidak bisa bertemu kembali dengan pujaan hati, Nyonya.”
Mama Rossa menganggukkan kepalanya pelan.
“Nikmati kenangan indah itu Nyonya, jika sudah waktunya kita menangis, maka jangan di tahan lagi, biarkan hati kita menangis untuk orang yang selalu ada di hati kita, tapi ingat lah untuk segera tersenyum kembali. Karena pasti nya suami Nyonya di menyukai istrinya lama-lama menangisinya,” tutur Salma dengan lembut nya.
Kali ini hati Mama Rossa tersentuh sesaat apa lagi setelah mendengar tutur kata Salma, jika Kavin tidak bisa berkata lembut atau menenang hati mama nya, kali ini kebalikannya, Salma mampu menyentuh hati Mama Rossa yang paling dalam. Dan itu tidak pernah dia dapati oleh Yasmin sang menantu pertama nya. Untuk bicara atau ngobrol secara dekat dan dari hati ke hati pun tidak pernah. Berbicara ketika bertemu saat sarapan pagi atau pas makan malam, untuk jalan-jalan ke mall berdua saja tidak pernah, karena Yasmin hanya fokus dengan hubungannya bersama Kavin saja.
__ADS_1
bersambung.....