Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Permainan di mulai


__ADS_3

Dari pagi sampai menjelang sore, Kavin dan Mama Rossa meeting bersama manajemen mall milik Kavin. Di balik kesibukan pria itu, hati Kavin terasa gelisah memikirkan Salma yang pastinya sendirian di villa, hanya di temani oleh pelayan villa.


Ketika jam istirahat, pria itu sudah beberapa kali menghubungi handphone gadis itu, dan sesuai dugaannya pasti panggilan darinya tidak akan di angkat, langsung di block. Terpaksa pria itu menelepon ke villa dan menanyakan keberadaan Salma kepada pelayan villa, dan hal itu sedikit mengurangi kegelisahaannya.


Jam 15.00 wita...


Merry sudah berada di depan villa, dan masuk ke dalam setelah di buka pintu oleh pelayan villa. Wanita tersenyum simrk ketika melihat Salma sedang duduk santai di depan kolam renang sambil membaca majalah.


“Sore, Salma...,” sapa Merry seperti mereka awal bertemu.


“Sore juga Mbak Merry, tumben ke sini, bukannya lagi ikut rapat ya?” balas Salma, sambil menutupi majalahnya. Salma tidak tahu jika Merry sudah di pecat oleh Kavin, dan beranggapan jika Mama Rossa meeting, pasti Kavin sedang meeting juga, sudah pasti Merry ikut mendampingi Kavin. Dan sepertinya Salma lupa dengan hinaan Yasmin dan Merry ketika berada di villa tempo hari.


Merry duduk di salah satu bangku, “iya kami sedang rapat, tapi Nyonya Rossa memintaku menjemput kamu. Nanti agak soreaan akan ada acara dengan karyawan mall, jadi Nyonya Rossa minta aku menjemput mu, kata beliau sudah menghubungi handphone kamu tapi gak diangkat,” nada bicaranya Merry nampak sangat meyakini.


“Ooh...iya, kebetulan handphone saya lagi mati,” jawab Salma baru teringat, sengaja di matikan karena Kavin terus saja menghubunginya.


“Ya sudah kalau begitu bersiap-siaplah, nanti kita bareng ke tempat acara nya. Saya tunggu di sini,” pinta Merry.


“Baik mbak Merry, saya ganti baju dulu sebentar,” pamit Salma, tanpa ada rasa curiga.


Merry tersenyum jahat, serta tatapan sinis ketika Salma beranjak dari duduknya.


Waktunya untuk bermain....Salma...batin Merry


Tidak makan waktu lama gadis itu sudah keluar dari kamar dengan penampilan yang sangat cantik, Merry yang melihat penampilan Salma, terlihat iri, tapi ya sudah lah...


Gadis itu lalu mengikuti langkah kaki Merry tapi sebelumnya titip pesan ke pelayan villa jika dia menyusul Mama Rossa.


🌻🌻


Beach Club & Resort



Mobil yang membawa Merry dan Salma, sudah berhenti di luar lobby Beach Club. Salma hanya mengedarkan padangannya, tempat tersebut memang sangat terkenal di Bali, tapi buat Salma...ini pertama kali gadis itu menginjak tempat tersebut, yang pengunjungnya lebih banyak turis luar negeri. Pemandangannya memang sangat indah karena posisinya di depan pantai, dan ada resortnya untuk tamu yang ingin menginap. Tapi yang jelas Beach Club tempat untuk bersenang-senang dan party.

__ADS_1


“Mbak Merry, bener ini tempat acaranya?” tanya Salma, karena agak tak percaya.


“Iya benar di sini tempatnya, mereka sedang on the way ke sini, sebaiknya kita masuk ke dalam,” pinta Merry, sambil menarik lengan Salma.


“Iya mbak Merry.” Akhirnya Salma ikut masuk ke dalam lobby beach club, alunan musik menggema dari luar lobby, para pengunjung sedang menikmati suasananya di sore hari...sambil menunggu sunset.


“Salma, kamu duduk di sini sebentar. Aku mau ngecek tempat yang sudah di booking,” pinta Merry, sambil mengedipkan salah satu matanya ke staff beach clubnya.


“Iya mbak,” jawab Salma, sambil mendaratkan bokongnya ke sofa empuk.


Merry meninggalkan Salma, lalu menghampiri staff beach club tersebut. “Lakukan yang tempo hari aku bicarakan, bayarannya akan langsung aku transfer,” bisik Merry, salah satu tangannya menyelipkan beda kecil ke tangan staf Beach club tersebut.


Staf tersebut tidak menjawab, hanya menganggukkan kepalanya saja. Kemudian bergegas ke bagian drink.


Hati Merry rasanya ingin sorak bergembira, namun di tahan dulu...rencana belum seratus persen berhasil. Wanita itu mengeluarkan handphone nya lalu menghubungi Yasmin. “Rencana pertama sudah berjalan,” lapor Merry.


“Lanjutkan..,”jawab Yasmin, wajah wanita itu menyeringai tipis. "Selamat menikmati permainan ini, Salma....ha...ha...ha," gumam Yasmin, sambil tertawa kecil.


Sementara itu...


“Silahkan di minum nona, ini ada welcome drinknya,” staf Beach club menyajikan orange juice untuk Salma, dengan senyuman dan nada ramahnya.


“Pas banget lagi haus,” gumam Salma sendiri, tanpa ragu-ragu gadis itu meneguk orange juice nya, sampai tandas.


Lima belas menit kemudian....


“Salma, maaf ya aku kelamaan tinggalin kamu,” ujar Merry yang baru saja menghampirinya Salma.


“E-eh iya ngak pa-pa kok mbak...,” balas Salma sambil memijat keningnya yang sedari tadi tiba-tiba pusing, belum lagi tubuhnya terasa panas dingin.


Merry sudah melihat jika Salma sudah mulai beraksi. Wanita itu menyentuh bahu gadis itu, “Salma, kamu gak pa-pa, kok kayaknya kamu wajahnya aneh begini?” pura-pura Merry menunjukkan perhatian ke Salma.


“Gak tahu nih mbak Merry, tiba-tiba kepala saya agak sedikit pusing, badan rasanya agak panas,” keluh Salma, sembari mengerakkan kerah bajunya agar dapat angin sejuk.


“Sebaiknya kamu istirahat di kamar dulu yuk, siapa tahu istirahat sebentar bisa hilang pusing nya,” ajak Merry.

__ADS_1


Salma langsung mengiyakan, mungkin dengan istirahat sebentar, pusing dan badannya yang terasa aneh akan menghilang. Namun sayang baru saja mau berdiri dan jalan, tubuh gadis itu mulai terhuyung-huyung kayak orang mabuk.


“Salma kayaknya aku harus cari bantuan untuk memapah mu ke kamar, aku gak kuat angkat badan kamu sendiri,” ujar Merry, sambil memberikan tanda ke salah satu pria yang tak jauh dari mereka berdua.


“Te-terserah mbak, aku udah enggak kuat lagi,” jawab Salma, sudah tidak bisa berpikir jernih.


“Mas tolong dong bantu teman saya,” pinta Merry, dengan mengedipkan salah satu matanya.


Pria itu mendekati Merry dan Salma...woow ini cewek wajahnya kayak bidadari, mending buat gue aja lah dari pada buat teman gue.


Pria itu langsung menangkap tubuh Salma yang terhuyung-huyung, akhirnya posisi mereka berdua  bagaikan orang yang sedang berpelukan, mesra.


Dari kejauhan sudah ada yang memotret dan mengirim ke seseorang.


Ting....pesan masuk di handphone Kavin.


✉️ Tomi


Foto Salma


Nona Salma ada di beach club.


Wajah Kavin mulai menegang melihat foto Salma berpelukan dengan pria yang tidak di kenalnya, dan itu bukan Keanu. Dan yang jelas hati pria itu mendidih.


“Rapat sore ini selesai!” ucap Kavin dengan suara agak tinggi, membuat karyawannya yang sedang diskusi langsung terhenyak kaget, begitu juga dengan Mama Rossa.


Pria itu langsung beranjak dari duduknya pergi keluar dari ruang rapat, sedangkan Ari sesaat melongo namun segera mengikuti langkah kaki tuannya.


“Ari, siapkan mobil, antar saya ke Beach Club,” perintah Kavin masih dengan suara meninggi.


“Beach Club,” agak aneh Ari mendengar tempat itu. Tapi tanpa banyak bertanya lagi, Ari bergegas ke parkiran untuk mengambil mobil.


“Salma, benarkah kamu wanita murahan. Benarkah kamu wanita simpanan!!” pikiran Kavin mulai ke makan hasutan Yasmin. Pria itu hatinya masih mendidih, sudah tidak bisa lagi menguasai hatinya, ingin rasanya secepat mungkin mengetahui kebenaran tentang Salma, jika memang benar Salma wanita simpanan...dia akan mengurung niat untuk menikahinya. Namun hatinya tidak terima, jika hal itu benar...


bersambung........ada yang pengen tahu kelanjutannya??? sabar ya Kak 😁. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 👣👣👣

__ADS_1


 



__ADS_2