Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Di balik sikap istri yang baik


__ADS_3

Hati istri mana yang tidak sakit hati dan sedih mendengar suaminya akan menikah lagi, namun entah siapa wanita yang akan di nikahi oleh suaminya, pikir wanita itu


Sejak mengetahui suaminya telah menikahi wanita lain karena bentuk tanggung jawab saja, wanita itu sudah sakit hati dan sedih. Sekarang sudah mau memasuki usia pernikahannya yang ke empat tahun beberapa hari lagi, justru suaminya mengucapkan akan menikah lagi entah dengan alasan apa.


Sungguh wanita itu sangat bersusah payah meluluhkan pria arogan dan dingin itu semenjak pertemuan mereka pertama kali, agar pria itu menerima perjodohan kedua orang tua mereka. Bersusah payah, selalu menghubungi dan mendatangi kantornya walau hanya sekedar menyapa sesaat agar pria itu mengalihkan perhatiannya kepada dirinya. Dan benar usaha tidak mengkhianati hasilnya, dengan segala kegigihannya, Kavin luluh juga dengan Yasmin. Hingga pria itu melamar wanita itu.


Masih di kamar Kavin, wanita yang baru saja terkulai tak sadarkan diri, kini sedang menyandarkan dirinya di head board ranjang sembari menyesap teh hangat. Wanita itu sangatlah kecewa ketika mendapatkan dirinya tersadar tidak ada suaminya di sisinya, yang ada hanyalah Merry.


“Ke mana Kak Kavin pergi, Merry?” tanya Yasmin, suaranya terdengar sekali kecewa.


“Tadi sempat aku tanya Nyonya, tapi Tuan Kavin malah membentak saya,” jawab Merry.


Apakah dia menemui Salma kembali? Aku curiga jangan-jangan wanita yang ingin di nikahi itu Salma?....geram batin Yasmin.


“Nyonya Yasmin tumben pingsan, ada apa? Sedang tidak enak badankah?” mulai kepo Merry, apalagi Merry tidak di minta Tuannya untuk menghubungi dokter untuk mengecek keadaan istrinya.


“Sedikit pusing saja.”


Yasmin memberikan gelasnya ke Merry. “Kamu bisa membantuku, Merry...nanti ada bonus untukmu!”


Ah....bonus


“Bantu apa, Nyonya?” jawab Merry sembari menaruh gelas belas minum Yasmin ke atas nakas.


“Nanti akan aku beritahukan, yang jelas aku sangat membutuhkan bantuan mu suatu saat nanti, dan aku minta kamu siap,” ujar Yasmin.


“Baiklah kasih tahu saja jika Nyonya membutuhkan bantuan ku,” balas Merry, siapa sih yang tidak senang mendengar kata bonus, walau belum tahu apa yang harus dilakukannya.


Yasmin menyibakkan selimut yang di kenakannya, lalu bangkit dari ranjang. Kemudian memperbaiki penampilannya, sambil mengecek handphone nya.


Merry sedikit melirik ke arah Yasmin. “Sekarang Nyonya mau ke mana?”


“Aku harus menemui temanku. Kamu bisa kembali ke villa atau terserah mau ke mana, bukannya hari ini tidak ada pekerjaan,” ujar Yasmin, sembari mengambil tas bahunya.


“Baiklah Nyonya,” Merry sedikit menyunggingkan sudut bibirnya, dan tampak senang melihat Yasmin sudah keluar dari kamar Kavin.

__ADS_1


“Buat apa aku balik ke villa, lebih baik tunggu di sini, menanti bos ganteng ku. Maaf Yasmin, aku ingin sekali memiliki suamimu, siapa tahu setelah ini dia akan menjadikanku istri,” gumam Merry sendiri, dengan mengerlingkan kedua netranya. Sang sekretaris sekarang merebahkan dirinya di atas ranjang, sembari berpose seksi. Pikir Merry kapan lagi ada kesempatan untuk berdua dengan Kavin.


🌻🌻


Hotel S


Ting...Tong


Ceklek!


Seorang pria bertubuh gagah, tidak terlalu tampan tapi kelihatan masih muda tersenyum hangat ketika membukakan pintu kamarnya, lalu pria itu merentangkan kedua tangannya.


“I miss you so much,” ungkap sang wanita itu, lalu langsung masuk kedekapan pria itu.


“I miss you so much, honey,” ujar pria itu, langsung mengendong wanita itu bak baby koala. Kemudian mereka pun berdua saling berpagutan, melampiaskan rasa rindunya. Sembari saling berpagutan, pria itu berjalan menuju ranjang, lalu merebahkan wanita itu.


Wajah wanita itu langsung berseri-seri dan menikmati ketika pria itu memainkan lidahnya di daun telinganya.


“Aku sangat merindukan permainanmu, sayang....bikin aku melayang sayang,” ujar Yasmin dengan suara mendesah nya.


Tapi sepertinya mereka lupa, pintu kamar belum tertutup rapat, tanpa mereka sadari berdua ada seseorang di balik pintu kamar hotel, sedang tersenyum puas melihat layar handphonenya yang sedang merekam adegan ranjang kedua sejoli yang bukan pasangan halal itu.


Malang sekali nasibmu Tuan Kavin, ternyata istrimu wanita murahan!


Pria di balik pintu itu menyudahi merekam adegan hotnya yang membuat dirinya ikutan hot sendiri, kemudian melangkah mundur dengan hati-hati tanpa menimbulkan suara.


Akhirnya.....satu bukti sudah ada....batin pria itu.


"Cih.....katanya setia sama suaminya yang impoten, ternyata di luar ganas dan liar....ck...ck...ck...Nyonya Yasmin pintar sekali beraktingnya!!” gerutu pria yang merekam adegan hot itu. Langkah kakinya bergegas meninggalkan hotel S.


🌻🌻


Berbagi peluh dan menikmati surganya dunia membuat raga wanita itu lelah namun terpuaskan. Dan sekarang wanita itu masih berada di dekapan pria yang telah membawanya melayang, tanpa menggunakan selesai benang pun di kedua manusia itu.


“Bagaimana serviceku sangat memuaskan kan, honey? Selain temanku yang pernah honey coba?” ujar pria itu.

__ADS_1


“Servicemu memang selalu memuaskan ku, tak salah aku mengenalmu di club malam. Ternyata kamu pemain handal,” ujar Yasmin, sambil mengecup dagu pria itu.


Pria yang sedang memeluk tubuh wanita itu, pria bayaran Yasmin, pria yang di bayar untuk memuaskan wanita itu. Tak ada yang pernah tahu jika istri yang terlihat baik itu sering bermain di club malam, mencari pria muda yang bisa memenuhi kebutuhan seksnya, yang tak pernah dia dapatkan seutuhnya dari suaminya Kavin.


“Dimas......”


“Mmm.....,” gumam pria itu.


Yasmin mendongakkan wajahnya agar bisa menatap wajah pria itu. “Aku ingin minta bantuan sama kamu?”


“Bantuan apa, honey?”


“Aku ingin kamu -----,” hanya author yang tahu.


Yasmin menjabarkan apa yang di inginkan dan di rencanakannya, sedangkan pria yang di ajak bicara, hanya mendengarkan sambil memainkan gunung kembar lawan bicaranya, dengan mulutnya.


“Akh...Dim.....kamu dengarkan yang aku bicarakan?” tanya Yasmin, tubuhnya kembali menggeliat.


Pria itu menarik wajahnya dari tempat favoritnya. “Aku mendengarnya honey, tenang aku mengerti maksudmu,” jawab pria itu dengan tatapan yang menggoda.


“Ronde kedua, honey,” bisikkan yang sangat menggoda di telinga Yasmin. Wanita itu kembali bergairah. Kedua pasangan tak halal itu kembali bertarung di ranjang, mencari kepuasan batinnya.


Wanita itu memang jatuh cinta dengan suaminya Kavin, namun apa daya raganya merindukan kehangatan yang sangat membara, permainan foreplay Kavin nyatanya tak mampu memenuhi kebutuhan **** wanita itu, walau mulutnya selalu bilang cukup di puaskan oleh suaminya.


Setahun berumah tangga wanita itu bertahan dengan keadaannya Kavin yang sudah impoten, namun di tahun kedua gara-gara dirinya sering di ajak ke club malam sama temannya, dan di tantang untuk bermain dengan pria daun muda. Akhirnya terjerumuslah wanita itu dengan nikmat sesaat itu, bermain tanpa harus menggunakan hati. Tinggal pilih yang perkasa, minta di puaskan lalu bayar....dan selesai urusannya. Namun setelah bertemu dengan pria muda bernama Dimas, Yasmin jarang berganti pasangan mainnya, karena keperkasaan Dimas selalu memuaskan dirinya yang haus akan nikmatnya surga dunia.


Kehidupan Yasmin setelahnya tambah nyaman dengan kehadiran Dimas, wanita itu tetap menjadi istri yang baik buat pria impoten tapi kaya raya. Namun kepuasan batinnya tetap terpenuhi oleh Dimas gigolonya, dan tanpa di curigai oleh suaminya sendiri. Cukup bilang sedang meeting  atau sedang makan malam dengan rekan bisnisnya, pasti suaminya akan percaya, karena suaminya sangat mencintai wanita yang menerima kekurangannya.


Tapi sayangnya sekarang ini wanita itu mulai was-was.


 bersambung....



Kakak Readers yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Plus jangan lupa kasih masukkan buat kisah Nabilla dan Shaka di bab sebelumnya biar saya gak galau lagi 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2