Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
S2 : Emy sang baby sitter


__ADS_3

Esok hari...


Di kamar baby Rayyan terlihat adanya kesibukan yang berkaitan dengan si baby ganteng itu. Semalam baby Rayyan tidur sama daddynya, maklum Opa Braymanto sempat memergoki Kavin ketika mau tidur di kamar Salma. Jadi nya pria itu melangkah mundur, lalu masuk ke dalam kamar baby Rayyan.


Sekarang Kavin sibuk mau memandikan baby Rayyan, namun Emy berusaha mencegah agar Kavin tidak memandikan baby Rayyan, biarkan dia yang memandikan.


“Biarkan saya yang memandikan baby Rayyan Tuan, ini sudah tugas saya,” ucap Emy, sambil menatap kagum wajah Kavin.


“Rayyan sudah agak besar, jadi saya bisa memandikan putra saya sendiri,” Kavin menolak dicegah oleh Emy, pria itu langsung gendong baby Rayyan yang sudah tidak menggunakan baju nya. Kemudian membawa anaknya ke kamar mandi.


Emy ada sedikit kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Kavin sudah bersikukuh untuk memandikan baby Rayyan. Akhirnya sang baby sitter mengalah lalu menyiapkan pakaian baby Rayyan.


Setelah menyiapkan pakaian baby Rayyan, Emy mengintip Kavin di kamar mandi, yang sedang memandikan dan bermain sama baby Rayyan.


Nona Salma, kan, sudah bercerai dengan Tuan Kavin, boleh dong coba dekat sama mantan suaminya, siapa tahu aja Tuan Kavin kepincut hatinya denganku.


Nona Salma ini bodoh banget sia-siakan pria seganteng itu, udah kaya.....duh Non....Non. Kalau begitu buat aku aja deh. Lagi pula aku kan dekat dengan baby Rayyan, jadi mudah sekali untuk menjadi mommy sambung.


Melihat Rayyan belum selesai di mandi kan, Emy berinisaitif untuk ke dapur membuat kan kopi dan sandwich buat Kavin. Dengan senyum masam mesem Emy merasa senang sekali, ada bayangan masa depan yang indah di pelupuk matanya. Siapa sih yang gak mau jadi istri pengusaha, ya walaupun bukan istri pertama, tapi akan jadi istri satu-satunya.


Selesai membuat kopi handalannya dan sandwich dengan isian sayur, smoke beef. Emy melangkahkan kakinya dengan ringan. Tidak ada satu pun yang curiga dengan keceriaan Emy pagi ini.


Kembali ke kamar baby Rayyan, Emy melihat Kavin sudah membungkus baby Rayyan dengan handuk, yang sudah kedinginan setelah lama bermain di bathtub, padahal mandi nya pakai air hangat, namun tetap aja suhu hangat lama-lama jadi dingin.


Emy tersenyum simpul melihat gaya Kavin bagaikan hot daddy. “Duh...anaknya daddy kedinginan ya,” ucap Emy pelan, namun terdengar oleh telinga Kavin. Emy langsung menaruh nampannya di atas meja sofa.


Kavin menghiraukan ucapan Emy, tapi buat wanita itu tidak masalah. “Yuk anak daddy, sama ibu dulu ya pakai baju nya. Biar daddynya bisa minum kopi dulu,” ucap Emy, ketika menghampiri Kavin dan Rayyan, sembari membawa minyak telon.


Kavin menaikkan salah satu alisnya, agak merasa aneh dengan ucapan Emy sang baby sitter.


“Tuan Kavin, biar saya yang mengenakan baju baby Rayyan. Kebetulan saya bikinkan kopi dan sandwich buat mengganjal perut tuan sebelum sarapan,” kata Emy penuh kelembutan.


Pria itu menoleh ke samping, dan baru sadar jika Emy terlalu dekat dengannya, kedua bahu mereka saja sudah saling bergesekan. Wajah Emy agak menunduk malu-malu ketika ditatap pria ganteng itu, lalu kedua tangan Emy mulai sibuk memakaikan baju baby Rayyan.

__ADS_1


Tidak ada ucapan terima kasih dari Kavin, hanya merasa aneh karena dia tidak meminta Emy membuatkan kopi dan sandwich.


“Silahkan di minum kopinya, Tuan, keburu kopinya dingin. Selagi hangat pasti nikmat diminumnya,” pinta Emy, lembut dan sopan.


Kavin hanya bergumam dan langsung mengangkat baby Rayyan yang sudah rapi menggunakan bajunya.


“Sayang, sekarang kita cek kondisi mommy ya...Daddy kangen sama mommy, semalam daddy gak tidur sama mommy,” ucap Kavin dengan baby Rayyan, tapi sengaja di tinggikan suaranya, agar terdengar di telinga Emy.


“Da.....da...,” baby Rayyan mengeluarkan kata-kata untuk pertama kalinya. Kavin langsung terkesiap.


“Eh...anak daddy sudah bisa ngomong da da,” pekik Kavin kegirangan, buru-buru pria itu membuka pintu kamar penghubung, lalu masuk ke kamar Salma.


"Mommy..."


Emy yang masih berada di kamar baby Rayyan sedikit kecewa, berusaha perhatian dengan mantan suami nona nya tapi di cuekin.


“Selamat pagi, mommy,” bisik Kavin di daun telinga Salma, lalu mengecup kening Salma dengan lembutnya.


Wanita itu masih tertidur pulas, namun mulai menggeliat ketika wajahnya sudah dihujani kecupan basah oleh Kavin dan baby Rayyan.


“Pagi mom, anak kita udah ganteng, daddy-nya juga sudah ganteng dan udah wangi.”


Wanita itu mulai mengerjapkan kedua netranya. “Emm... Pagi Kak, pagi anak mommy,” jawab Salma dengan suara sedikit serak.


“Mom, badanmu sudah turun panasnya,” ujar Kavin, sembari mengecek suhu Salma dengan termometer.


“Alhamdulillah,“ jawab Salma, wanita itu juga merasa semalam terasa nyenyak tidurnya, apalagi semalam tidurnya terasa hangat. Bagaimana tidak hangat, tengah malam setelah baby Rayyan tertidur pulas dan tidak ada Opa Braymanto yang mengawasi, pria itu pindah tidurnya ke kamar Salma dan langsung memeluk Salma, ya walau hanya beberapa jam, menjelang mau pagi pria itu pindah tidurnya, biar tidak kepergok oleh Opa Braymanto.


Baby Rayyan di taruh di atas ranjang oleh Kavin, kemudian pria itu mengambilkan gelas dan menuangkan air hangat dari dispenser.


“Mom, minum dulu ya,” Kavin menyodorkan gelas tersebut.


Salma yang sudah menyandarkan dirinya ke headboard, menerima gelas dari Kavin.

__ADS_1


“Makasih ya Kak.”


“Sama-sama mom,” jawab Kavin.


“Mommy, mau sarapan di kamar atau mau di bawah atau mau nikmati pagi hari di kebun belakang?” tanya Kavin.


“Sarapan di kebun belakang aja, sekalian jemur badan, tapi kak boleh panggilkan Emy, aku mau mandi,” pinta Salma.


Kavin tampak berpikir. “Aku panggilkan Retno saja buat bantuin kamu ya atau bagaimana kalau aku aja yang bantu kamu mandi, aku ikhlas kok bantu kamu mandi,” ucap Kavin, sembari tersenyum lebar.


PUG


Salma langsung menepuk punggung Kavin dengan kedua netranya melotot, “enak aja kakak tuh bukan suami aku lagi.”


“Bagaimana kalau kita rujuk aja, jadi aku bisa bantuin mommy mandi,” ucap Kavin, sembari tersenyum simpul.


Tapi tiba-tiba....


“Nona panggil saya kah?” tiba-tiba Emy sudah masuk ke kamar Salma, membuat Kavin dan Salma berbarengan menoleh.


“Ooh...iya, saya mau mandi tolong bantuiin saya,” pinta Salma.


Jangan sampai pasangan mantan suami istri ini rujuk secepat itu. Kalau bisa jangan rujuk! Aku harus bisa mengambil hati Tuan Kavin.


Emy kembali mengulas senyum tipis ketika Kavin menatap aneh ke wanita itu. Tingkah laku Emy, sering ditemui oleh Kavin, hanya pria itu tidak mau menduga ke sana, apalagi Emy bekerja sebagai baby sitter sejak awal baby Rayyan lahir. Pria itu sementara menghargai status Emy yang telah mengurus putranya. Apalagi wanita itu bekerja kepada Salma, bukan dengan dirinya.


 bersambung.....


Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, biar tambah semangat 💪🏻💪🏻, semangat menulis sampai tamat 😁. Dan terima kasih buat Kakak Readers yang selalu meninggalkan jejaknya dan selalu memberikan dukungannya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻.


Love you sekebon 🌻🌻🌻🌻


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2