Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Ketika Kavin di omelin Salma


__ADS_3

Setelah memarahi karyawannya, Kavin mengecek handphonenya, sepertinya sedang menunggu kabar seseorang.


“Ini lagi...satu orang ini belum kasih kabar juga, udah tahu setiap jam harus kasih kabar. Hampir tiga jam belum kasih kabar juga!!” geram Kavin.


“Sabar Tuan, nanti dia juga akan kasih kabar,” sahut Ari, yang sedang merapikan kertas yang berserakan di lantai.


Makanya Tuan, kalau dekat jangan emosi melulu, jangan di galakkin terus. Giliran udah jauh kelabakan pengen tahu keadaan nya...biar tahu di rasa deh!! Bilangnya gak cemburu tapi kayak orang cemburu, dasar munafik Tuan Kavin....batin Ari.


Baru saja di omongin, handphone pria arogan itu berbunyi, ada pesan masuk.


✉️Tomi



“SALMA...!” teriak Kavin geram, kedua netranya tampak kesal dan meradang, tidak terima apa yang telah di lihat nya.


Ari yang mendengar teriakan Tuan nya langsung berjingkat kaget dari jongkoknya.


“Ada apa Tuan dengan Salma?” kepo Ari.


“Bisa-bisanya wanita itu pakai baju sexy di sana!” seru Kavin.


“Ooh di kiraiin ada apa, kalau di Bali sudah biasa Tuan pakai baju sexy, apalagi di pantai banyak cewek yang berbikini ria,” sahut Ari.


Dari tempat duduknya pria itu melempar berkas dari mejanya ke arah Ari, sang asisten hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Sudah tahu Tuannya lagi emosi malah di buat tambah panas.


“Tutup mulutmu, Ari. Kalau tidak mau saya sumpel mulut nya dengan kertas!” gertak Kavin.


“Lebih baik jangan di lihat foto nya lagi Tuan, dari pada tensi Tuan nanti naik,” gumam Ari pelan, masih sibuk memunguti kertas yang berserakan di lantai.


Dan benar saja Kavin bangkit dari duduknya lalu menyumpal mulut asisten nya dengan kertas yang di bawa nya.


Ari hanya bisa melongo saja ketika mulut nya sudah di sumpel kertas oleh Tuan nya.


Bagaimana kalau Tuan tahu kalau Salma istri ke dua nya, mulutku akan di sumpel pakai apa nanti nya....Ck...Ck..Ck...fixlah ini Tuan sudah jatuh cinta dengan Salma.


“Gak usah pakai melotot segala, Ari!” seru pria itu sebelum meninggalkan ruangannya sendiri.


Dengan langkah kesal nya pria itu keluar dari ruangan, entah mau ke mana.


“Maaf Tuan Kavin, mau kemana?” tanya Merry dengan lembut nya.


“Bukan urusan kamu!” sentak Kavin.

__ADS_1


“Tapi Tuan, saya harus tahu karena nanti jam empat sore Tuan sudah ada janji temu dengan PT. Inti Djaya,” ujar Merry.


Pria itu melirik jam tangannya, sebentar lagi jam empat sore.


“Huft....,” helaan napas kasar pria itu terdengar jelas, kaki yang tadi nya ingin melangkah ke depan, akhirnya kembali mundur dan masuk kembali ke dalam ruangannya.


Ari yang melihat Tuan nya masuk kembali ke ruangan hanya melirik sesaat, lalu sang asisten keluar meninggalkan ruangan Tuan nya.


“Buat kan saya kopi, Ari,” pinta Kavin ketika melihat Ari keluar.


“Ya Tuan...,” jawab Ari sambil lalu.


Kavin kembali melihat handphonenya, dan tentu saja melihat foto yang terakhir dikirim oleh karyawan nya, kembali meradang melihat Salma memakai hotpants dan baju atasan model tanktop, kulit putih mulusnya terlihat jelas. Kepala Kavin sendiri mulai cenat cenut, padahal bentuk tubuh Salma biasa saja, lebih moleh tubuh Yasmin, tapi pria itu tidak terima melihat Salma pakai baju seperti itu, andaikan dia ada di sana, pasti sudah menunjukkan murkanya.


✉️0812xxxxxx


Ganti baju nya sekarang juga!! 😡😡


Kebetulan sekali Salma sedang memegang handphonenya, jadi pesan yang masuk cepat terbaca.


Gadis itu hanya bisa menyeringai tipis membaca pesan dari siapa lagi kalau bukan, Kavin.


“Wow rupanya orang suruhannya cepat juga ya kasih kabar ke Bosnya, hebat,” gumam Salma sendiri.



Gadis itu belum membalas pesan dari Kavin, tapi....


Derrtt....Derrtt...Derrtt


0812xxxxxx


“Ck...buat apa menelepon, mengganggu orang lagi santai aja!” gumam Salma sendiri.


Suara dering handphonenya masih terdengar jelas, rupanya si Kavin tidak pantang menyerah untuk menghubungi gadis itu. Dengan jengkel nya terpaksa gadis itu memencet tombol hijau.


“Ada apa!!” langsung ketus Salma.


“Ada apa...ada apa...kenapa gak cepat di terima telepon nya. Memangnya gak tahu kalau saya yang telepon!! “ Kavin juga terdengar kesal.


“Tahu, memangnya harus di terima apa telepon nya. Memang Tuan gak ada kerjaan, sampai saya di telepon segala?” celetuk Salma lagi.


“Banyak kerjaan,” jawab Kavin.

__ADS_1


“Ya udah kalau banyak kerjaan, kenapa pakai telepon segala,” ucap Salma dengan nada kesal dan marah nya.


Sesaat Kavin agak bingung sendiri, maksud hati pria itu mau marahi Salma, tapi justru dia duluan yang kena omelan Salma.


“Loh kok jadi kamu yang ngomel sama saya!” balas Kavin tidak terima.


“Ya iya lah ngomel, udah tahu Tuan Kavin lagi banyak kerjaan, tapi malah telepon saya. Jadi ke buangkan waktu Tuan dengan pembicaraan yang gak jelas, sekarang saya tanya Tuan telepon saya mau ngapain?”


Diseberang sana Kavin menggaruk-garuk kepalanya, padahal tidak gatal. Entah kenapa pria itu jadi lupa mau ngomong apa ke Salma.


“Tuh kan benar gak jelas mau ngomong apa. Kalau begitu saya matikan telepon nya, ganggu orang lagi santai aja,” ujar Salma ketus, tanpa menunggu jawab dari Kavin, gadis itu langsung memutuskan sambungan teleponnya.


“Astaga dia beneran teleponnya di putus,” gumam Kavin sambil melihat handphonenya, lalu kembali mengingat apa yang mau di omongin nya.


Derrtt....Derrtt...Derrtt


0812xxxxxx


“Ya ampun ini bos gak ada kerjaannya apa ya!” jengkel sendiri si Salma.


“Apa apa lagi Tuan?” Salma kembali menjawab panggilan telepon pria itu.


“Kembali ke resort sekarang juga, ganti baju kamu. Saya gak suka lihat kamu pakai baju terbuka itu!” seru Kavin.


Kedua alis gadis itu saling bertautan. “Urusannya apa dengan Tuan, menyuruh saya ganti pakaian. Lagi pula suka-suka saya dong, mau pakai baju apa...atau nanti pakai bikin aja ya...biar bisa dapat cowok bule di sini yang lagi liburan,” kata-kata dengan nada menggoda, sungguh yang di Jakarta ada yang mengeram.


“Ganti sekarang juga, atau perlu saya susul kamu ke Bali biar kamu ganti baju!” ancam Kavin.


“Datang aja, gak ada yang melarang Tuan Kavin untuk ke Bali, sekalian ajak Nyonya Yasmin biar bulan madu bikin anak. Bukan nya Tuan sama Nyonya belum punya anak,” ujar Salma.


Kavin terdiam...


“Halo...Halo...Halo...Tuan masih dengarkan. Jangan lupa ajak Nyonya Yasmin, siapa tahu nanti pulang dari Bali...Nyonya Yasmin hamil,” lanjut Salma. Tanpa tahu jika Kavin sudah mulai tersinggung dan sensitif ketika sudah membahas hamil dan anak.


“Tutup mulutmu, Salma!” balas pria itu, lantas memutuskan sambungan teleponnya.


Pria itu meraup wajahnya dengan kasar, kata-kata Salma benar-benar menyinggung hati pria itu.


 bersambung.....


Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya....jangan lupa Vote di hari Senin, makasih sebelumnya 🙏🤗 buat yang sudah kasih Vote nya.


"Sok atuh Tuan Kavin, susul Salma kalau udah gak tahan. Jangan lupa ajak Yasmin, sekalian bulan madu, dari pada marah gak jelas terus di kantor," ujar Mommy Ghina 😂

__ADS_1



__ADS_2