
Tomi mengendap-endap mengikuti pria dan wanita yang memapah Salma menuju salah satu kamar resort.
Salma kenapa ya, kok sampai di papah begitu? Apa sakit lagi?....batin Tomi.
Orang suruhan Kavin, kedua netranya masih mengamati gerak gerik mereka bertiga. Tapi ada daya ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar, Tomi tidak bisa ikutan masuk.
Ayolah Tuan Kavin, cepatlah datang ke sini!...batin Tomi mulai gemas. Apalagi setelah tahu wanita itu si Merry, mantan sekretaris Kavin.
Jemari Tomi mulai lincah mengetik pesan perkembangan baru tentang Salma ke Tuannya. Dan tentu saja yang menerima pesan sudah teriak-teriak sama Ari di dalam mobilnya, agar lebih cepat memacu mobilnya.
Kemudian Tomi berinisiaf menghubungi teamnya agar segera datang secepatnya.
Selain Tomi yang mengawasi, ada suruhan Opa Braymanto yang tak jauh dari posisi Tomi.
“Kita jangan bertindak dulu, sudah ada orang suruhan Kavin. Kita cukup memantaunya dulu, ingat pesan Tuan Braymanto. Jika mereka sudah tidak bisa mengatasinya baru kita bertindak,” ujar salah satu suruhan Opa Braymanto kepada temannya.
Temannya hanya menganggukkan kepala, paham.
Sedangkan di dalam kamar Beach Club & Resort...
“Tunggu, sebentar lagi dia datang,” Merry kasih kode ke Dimas.
Dimas sudah merebahkan Salma di atas ranjang. Gadis itu wajahnya sudah mulai memerah, bersentuhan dengan Dimas saja...tubuhnya sudah meremang, gadis itu berusaha menahan agar tidak meminta tubuhnya di sentuh oleh pria itu.
Sedangkan Dimas jangan di tanya lagi, pria itu sudah terlihat nafsu ingin segera melahap wanita cantik itu, yang kelihatan sedang berusaha mengendalikan dirinya.
“Mbak Merry, tolong dong AC nya di nyalaiin, kenapa hawanya panas banget,” pinta Salma, ingin rasanya kedua tangannya membuka baju nya, keadaannya sungguh menyiksa dirinya.
Merry dengan tatapan sinis nya menghampiri gadis itu. “Ooh sudah panas ya, kenapa tidak dibuka saja baju kamu biar terasa adem! Dan bukannya dirimu ingin di sentuh oleh priakan!” seru Merry.
Merry sangat senang melihat keadaan Salma berkat minuman orange juice yang telah di campur sedikit vodka dan obat perang-sang dosis tinggi, membuat Salma agak mabuk dan hasratnya meningkat.
“Kebetulan di sini ada pria!” lanjut Merry berkata, sambil mencengkram dagu Salma.
Ucapan Merry, membuat Salma tercengang.
“Jangan bilang kamu menjebakku!!” sahut Salma dibalik menahan hasratnya, wanita itu mencoba bangkit dari ranjang.
“Mau ke mana gadis cantik, kita belum mulai bermain,” ucap Dimas menarik raga Salma, dan kembali menghempaskan gadis itu ke atas ranjang.
“AKH.....TOLONG!” pekik Salma.
Sayup-sayup Tomi mendengar suara teriakan dari dalam kamar.
Astaga Ya Allah, jangan-jangan.... batin Tomi mulai geram.
Tak lama kemudian, Tomi melihat Yasmin masuk ke dalam kamar tersebut.
“Ini tidak bisa di biarkan, harus segera bertindak!” gumam Tomi.
__ADS_1
Tomi tidak lagi mengirim pesan, tapi langsung menghubungi Tuannya agar mempercepat kedatangannya, dan menjelaskan kembali keadaan yang terjadi oleh Salma.
🌻🌻
Yasmin yang biasanya bersikap lembut dan baik, sekarang wanita itu terlihat garang. Kedua tangan gadis itu sudah di cekal oleh Dimas dan Merry, di dalam pembaringannya.
“Lepaskan....lepaskan....apa mau kamu, Yasmin?” teriak Salma, tubuhnya memberontak dan menggeliat.
PLAK!
PLAK!
Yasmin melayangkan tangannya ke pipi Salma. “Kau telah berani menggoda suamiku, dan inilah pembalasannya untukmu, buat yang telah berani menggoda Kak Kavin!” maki Yasmin.
SREK!!
Lalu Yasmin merobek kemeja Salma, hingga bra yang menutup gunung kembarnya terlihat jelas.
Napas Salma sudah terlihat naik turun, tubuhnya sudah terlihat lelah untuk memberontak, apalagi menahan gejolak yang datang di tubuhnya, otaknya sudah tidak bisa banyak berpikir lagi.
“Sayang, mana temanmu yang akan menikmati wanita ini?” tanya Yasmin.
“Honey, biarkan aku yang menikmatinya. Tidak ada salahnya, kan?” pinta Dimas dengan lembut nya.
Yasmin terlihat tidak suka dengan jawaban Dimas, tapi mau bagaimana lagi. “Ya sudah, tapi mainnya jangan pakai hati,” balas Yasmin.
“Merry cepat foto mereka berdua, habis itu kita keluar,” perintah Yasmin. Merry langsung menyalakan kamera handphonenya.
“Tolong...jangan...tolong...jangan!” gadis itu kembali memberontak, ketika Dimas mulai mencium leher gadis itu.
"Diam mulut kamu, Salma!" teriak Yasmin.
Selanjutnya kedua tangan gadis itu sudah di cengkram pria itu di atas kepalanya. Dan mulai mengecup bagian dada atas gadis itu.
“Kalian semuanya biadap!” teriak Salma, kedua netranya mulai mengeluarkan air mata yang sudah tak tertahankan lagi.
“TOLONG.....TOLONG!!" teriak Salma dengan sisa tenaganya. Tubuh gadis itu memang butuh pelampiasan, tapi dia berusaha sadar siapa yang sedang menyentuh dirinya, walau akhirnya tak berdaya.
Tolong....siapapun itu, tolong selamatkan aku....
Yasmin dan Merry hanya tersenyum jahat ketika melihat Dimas mencumbui tubuh Salma. Setelah puas mengambil beberapa pose gambar. Kedua wanita itu melangkah menuju pintu...
Tapi baru saja mau dekat pintu...
BRAK!!
Pintu kamar sudah terbuka paksa dari luar, terlihat Kavin datang dengan wajah garangnya.
“Kak Kavin!” Yasmin berjingkat kaget, begitu pula Merry.
__ADS_1
Bagaimana ini, kenapa bisa ada Kak Kavin, kacau semua rencana ku...batin Yasmin mulai ketar-ketir.
Dari kejauhan Kavin melihat Salma sudah di tindih oleh tubuh pria, dan terlihat Salma sedang memberontak.
“Tolong...” ujar lirihnya di balut tangisan, sesaat kedua netra gadis itu melihat kedatangan Kavin.
“SUNGGUH BE-JAT KALIAN BERDUA!” Kavin menunjukkan murkanya, bukan lagi tamparan yang melayang di pipi Yasmin dan Merry. Pria itu melayangkan bogeman mentah di wajah Yasmin dan Merry, tak peduli jika mereka berdua wanita. Bogeman Kavin mampu membuat Yasmin dan Merry terjatuh duduk.
“BRENGSEK!” teriak Kavin, pria itu bergegas menghampirinya, lalu menarik pria itu dari atas raga Salma, lalu mendorongnya sekuat tenaga hingga mengenai nakas.
Kemudian Kavin membuka jasnya lalu menutupi tubuh bagian atas Salma yang sudah terbuka. Lalu...
BUG
BUG
Pukulan mulai meluncur ke raga Dimas tanpa ada ampunnya.
“BERANINYA KAU MENYENTUH CALON ISTRI SAYA!” Kavin belum menghentikan memukul, sampai pria itu tidak berdaya untuk melawannya.
Sedangkan Yasmin dan Merry sudah tidak berkutik, Tomi dan teamnya sudah menghentikan langkah kaki mereka berdua, yang ingin keluar dari kamar.
Di rasa sudah cukup menghajar pria itu. “Tomi, Ari bawa mereka bertiga ke markas dan tahan mereka di sana!” perintah Kavin dengan suara meninggi.
Tanpa banyak bertanya mereka yang ada segera memboyong Dimas, Yasmin dan Merry.
“Kak...aku bisa menjelaskan semuanya,” ujar Yasmin yang berusaha ingin mendekati Kavin, namun tubuhnya sudah di tahan oleh anak buah Tomi.
“Aku tidak mau dengar!”
“Keluar sekarang juga!” Wajah yang garang dan penuh emosi terpancar dari raut Kavin.
🌻🌻
Salma hanya bisa meringkuk bak bayi di dalam kandungan di atas ranjang. Kavin mengatur napasnya dan mulai mendekati gadis itu, gadis yang di sangkanya wanita murah...ternyata salah. Dengan matanya sendiri, pria itu melihat Salma sedang di lecehkan oleh pria lain, kalau saja dia datang terlambat...kemungkinan gadis itu sudah di perkaos oleh Dimas.
“Salma...”
Gadis itu dalam keadaan menangis, menunjukkan wajah sembabnya. Dan menatap pria yang berstatus suami sahnya.
bersambung....
Kakak Readers untuk kelanjutannya, mohon maaf jika di luar ekspetasi ya. Jika tidak suka dengan alurnya, tinggal diskip aja....maklum saya tidak bisa memuaskan Kakak Readers semuanya 😁😁.
Tapi tolong jangan kasih rate bintang 1, 2, 3 ya....cukup jangan dilanjutkan baca ceritanya, karena menulis itu tidaklah mudah.
Dan terima kasih buat Kakak Readers yang sudah mendukung cerita ini 🙏🏻🙏🏻🙏🏻.
__ADS_1