
Kak Readers semuanya, yukk kondangan online 😊😊
🌻🌻
Beberapa hari kemudian...
Sinar matahari pagi ini terlihat cerah namun tidak terlalu terik, suhu udara pun terasa sejuk tidak seperti biasanya yang terkadang dingin karena minus nol suhu di Belanda.
Sanak saudara Opa Braymanto terlihat sudah mendatangi kediaman Opa Braymanto, mobil-mobil sudah terparkir rapi di depan halaman mansion Opa.
Kalau di Indonesia identik ada janur kuning jika ada pernikahan, maka jauh berbeda di Belanda tidak ada istilah janur kuning jika ada hajat pernikahan.
Nuansa mansion Opa Braymanto sudah di penuhi dengan dekorasi bunga-bunga cantik berwarna putih mulai dari pintu utama, hingga di view tempat akan berlangsungnya acara pernikahan yaitu di halaman belakang mansion Opa.
Walau tidak mengusung tema pernikahan yang super megah dan mewah, tapi tetap wedding organizer menata dengan dekorasi yang sederhana tapi elegan, menyesuaikan permintaan Salma dan Kavin. Dekorasi bernuansa putih yang melambangkan kesucian, cinta suci Salma dan Kavin.
Salma dan Kavin berada di kamarnya masing-masing, walau meraka sama-sama tinggal seatap di mansion Opa. Mama Rossa tetap melakukan pingitan, jadi Salma dan Kavin tidak saling bertemu dalam satu hari menjelang hari pernikahan. Kavin ada di lantai bawah, sedangkan Salma ada di lantai dua, dan mama Rossa melarang untuk saling berkomunikasi. Sungguh lucu sekali permintaan Mama Rossa, dan itu pun juga berlaku untuk Ari dan Retno. Yo wiss ikuti kata orang tua saja.
Jantung yang berdebar mulai menggelayut di hati Kavin dan Salma. Sang pria sudah terlihat semakin tampan dengan tuxedo berwarna hitam, rambut tebal di tata rapi dengan semprotan spray. Wajah tidak perlu di make up oleh MUA, karena sudah terlihat tampan, serta wajah Kavin sudah putih dan bersih, tidak perlu di poles.
Sedangkan Ari yang berada di kamar yang sama dengan Kavin, terlihat gugup dalam duduknya. Inilah pengantin pria yang sedang menunggu moment kehidupan selanjutnya, moment memiliki pasangan hidup yang sah.
“Cie...ada yang gugup nih,” goda Kavin.
Ari sedikit melirik dan menutup kegugupannya dengan senyum kecutnya. “Ya namanya juga perjaka ting-ting mau melepas masa lajangnya, memangnya Tuan yang udah dua kali nikah, sekarang nikah lagi,” balas Ari.
Kavin jadi tersenyum kecut mendengar sindiran Ari, “catat ya Ari, hanya dua kali nikahnya, yang ini hanya nikah ulang!”
“Terserah apa kata Tuan aja deh.”
Kalau di jawab panjang, bisa merubah mood mereka berdua, apalagi ini hari bersejarah dalam hidup mereka. Jika enam tahun yang lalu Ari mengantar Kavin menikah dengan Salma, sekarang sang asisten sama-sama menjadi pengantin, seperti Tuannya.
Kavin merangkul bahu Ari, “akhirnya asisten saya akan menikah juga,” ucap Kavin penuh haru.
“Terima kasih, Tuan,” rasa haru menghinggapi hati Ari, walau bagaimanapun Tuannya sudah banyak membantunya, walau dulu harus menghadapi sifat ke aroganan Tuannya.
Dan kini Kavin dan Ari di antar oleh team WO menuju view acara, Opa Braymanto, Paman Didit dan Keanu sudah menyambut kedua calon pengganti prianya.
🌻🌻
Kamar Salma
__ADS_1
Gaun pengantin model deep v-neck balik grown yang simpleks berwarna putih gading membalut tubuh Salma yang langsing.
Permukaan gaun yang dipilih Salma sangat bersih tanpa adanya payet, motif ataupun layer. Gaun pengantin yang sederhana tapi punya looks yang anggun.
Sedangkan untuk wajah Salma terlihat glowing, make up natural tidak terlalu tebal, hanya polesan tipis saja sudah semakin cantik wajah Salma. Untuk rambutnya di gulung kecil dan dipasangkan vell.
“Cantiknya anak mama,” kata pujian Mama Rossa, wanita tua itu meneteskan air matanya.
Salma menghapus air mata mama Rossa dengan sehelai tisu. “Kenapa mama menangis?”
“Mama menangis terharu nak, tidakkah kamu ingat. Dulu mama pernah berucap semoga kamu menikah dengan pria yang mencintaimu, begitu juga kamu mencintaimu. Kamu berhak berbahagia,” ungkap Mama Rossa.
Salma mengulum senyumnya. “Dan hari ini aku menikah mam.”
Mama Rossa menganggukkan kepalanya pelan. “Ya, hari ini kamu menikah dengan pria yang mencintaimu. Dan pria itu suami yang dulu.”
Salma dan Mama Rossa sama-sama tersenyum. Takdir tidak ada yang tahu, begitu juga dengan garis jodoh. Banyak hal yang tak di sangka, jika jodoh yang di paksa, ternyata jodoh yang sudah di garis kan oleh Allah. Sejauh ke mana pun langkah kaki berjalan, menghilang sampai ke benua Eropa. Jika Allah sudah menakdirkan dia jodoh mu, maka pasti akan dipertemukan kembali dengan cara yang tak di sangka.
Benci dan luka yang dulu bersemayam dalam waktu lama di hati Salma, semakin hari ter kikiskan. Kavin yang membuat luka di hati wanita itu, namun rupanya Kavin jualah yang menjadi obat untuk hati yang luka itu.
“Terima kasih sudah kembali menjadi menantu ku, mama mu pasti sangat bahagia melihat anaknya bahagia,” kata Mama Rossa.
“Sama-sama mam, terima kasih mau menerima kembali menantu mu ini,” balas Salma. Mama Rossa merentangkan kedua lengannya lalu memeluk menantu sekaligus keponakan yang di sayangnya. Sesaat wanita itu memejamkan kedua netra, dan merasakan dekapan hangat dari Mama Rossa, merasa sedang di dekap ibu tercinta nya, Chintya.
Sekelebat kain gorden yang ada di jendela dalam kamar Salma, terlihat melambai padahal tidak ada angin kencang dari luar.
🌻🌻
Jam 10 pagi waktu Belanda
Meja akad nikah sudah siap, begitu juga calon pengantin pria, wali nikah, penghulu dari Kedubes Belanda, kemudian saksi nikah...sudah duduk mengelilingi meja akad nikah. Sedangkan para undangan sudah duduk di tempat yang telah di sediakan, untuk menyaksikan acara sakral tersebut.
Paman Didit dan Kavin sudah duduk ber hadapan, wajah mereka berdua terlihat gugup.
“Bagaimana, bisa kita mulai akad nikah nya?” tanya Pak Penghulu.
“Siap Pak,” jawab Kavin dengan mantapnya, walau jantungnya sudah berdebar-debar.
Paman Didit dan Kavin mulai berjabat tangan.
“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Kavin Ardana Adiputra bin Adiputra Setyonugroho dengan keponakan saya Salma Hadeeqa dengan maskawin uang sebesar 62.000 euro di bayar tunai.
“Saya terima nikahnya dan kawinnya Salma Hadeeqa bin Yudo Wicaksono dengan mas kawin uang sebesar 62.000 euro, tunai.”
__ADS_1
Sekali tarikan napas, Kavin mengucapkan ijab kabul.
“Bagaimana, SAH!” ucap penghulu
SAH
SAH
Jawab serempak semua yang hadir di acara.
“Alhamdulillah,” kedua netra Kavin berbinar-binar, hatinya lega sudah mengucapkan kalimat sakral, mengikat kembali istrinya untuk kedua kalinya.
Setelah ucap akad nikah sudah selesai, sekarang menanti kehadiran pengganti wanitanya. Jika dulu pernikahan awal Kavin meninggalkan sang pengantin wanita, sekarang pria itu berdiri dari duduknya dan tertegun, terpesona melihat sosok wanita cantik yang di giring oleh mamanya. Wanita itu membawa buket kecil di tangannya, senyuman indah membentuk di bibir ranumnya, langkah kaki yang begitu anggun, membuat Kavin tak bisa bernapas.
Pria itu terlihat tak sabaran menanti kedatangan istrinya, hingga tak sadar pria itu melangkahkan kakinya untuk mendekati wanita pujaan hatinya.
Salma menghentikan langkah kakinya ketika Kavin sudah berdiri di hadapannya, wanita itu mendongakkan wajahnya agar bisa memandang wajah tampan suaminya.
Kavin membuka vell yang menutup wajah cantik istrinya, pria itu tersenyum hangat, dan menatapnya penuh damba.
“Istriku, Salma Hadeeqa.”
Wanita itu membalas senyum hangat suaminya. Pria itu langsung mengecup kening istrinya dengan lembut, setelahnya membacakan doa di pucuk kepala istrinya.
Pemandangan syahdu yang mengharu biru, membuat para undang bertepuk tangan, turut berbahagia melihatnya.
🌻🌻
Ayo siapa yang mau mengintip MP Kavin dan Salma, tunjuk gigi nya ehhh tunjuk tangan 😁😁
Atau jangan-jangan gak ada MP soalnya baby Rayyan bobonya sama Daddy 🤭
__ADS_1