Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
S2 : Ari ajak nikah


__ADS_3

Masa pengabdian menjadi asisten pribadi Kavin sudah 10 tahun lebih, usia Ari sudah tak muda lagi. Sekarang pria itu sudah memasuki usia 34 tahun yang cukup matang buat seorang pria untuk membangun rumah tangganya.


Berkutat mengurusi Tuannya, hingga tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri walau banyak wanita yang di kenalnya di perusahaan Kavin, ya walaupun pria itu termasuk orang yang di segani oleh para karyawati di perusahaan Indo Prakarsa. Tapi banyak juga karyawati yang melirik sang asisten. Memiliki wajah yang lumayan ganteng, lalu sudah pasti berdompet tebal karena gaji jadi asisten pribadi itu lumayan besar, kalau dihitung bisa 5x gaji UMR staf biasa. Tapi tanggung jawab pekerjaannya sudah bisa di pastikan 24 jam berada di sisi atasannya. Jadi jangan lihat berapa gajinya saja, ada uang ada juga tanggung jawab yang di embannya.


Seperti saat ini Ari harus ikut terbang ke Belanda, demi kepentingan pribadi Tuannya sendiri, tidak ada sangkutan dengan perjalanan bisnis yang biasa mereka lakukan bersama. Tapi jangan salah pekerjaan Ari semakin menumpuk, selesai makan malam pria itu kembali ke ruang tengah dan membuka laptop, notebook serta handphonenya. Tugasnya di mulai, pria itu mulai memfollow up semua janji temu Tuannya, kemudian bersinergi dengan beberapa manajer di perusahaan milik Tuannya.


Hati boleh ngedumel, tapi rasa dongkol dengan Tuannya terbayarkan ketika melihat Retno datang membawa nampan.


“Pak Ari, ini saya buatkan kopi khas belanda. Silahkan dicoba, lumayan buat temani bekerja,” ucap Retno dengan lembutnya.


Ari yang awalnya sedang fokus dengan laptopnya, langsung menoleh dan menatap wajah ayu milik wanita yang bernama Retno Wahyuningtias.


“Retno, kamu mau gak besok nikah sama saya,” ucap Ari tanpa eskpresi.


BLUSH!


Pipi Retno mulai muncul semburat merah jambu.


“Pak Ari, dari tadi becanda aja. Monggo teruskan kerjanya, jangan lupa di minum kopinya. Saya pamit ke belakang dulu mau ngecek kamar tamu sudah siap apa belum. Buat Pak Ari istirahat nanti,” pamit Retno.


Belum melangkahkan kakinya, pergelangan tangan Retno sudah di cekalnya. “Saya tidak bercanda, serius saya mau ngajak kamu nikah,” ucap Ari penuh penegasan.


Jantung Retno berdegup kencang tak terkira, baru kali ini bertemu pria yang belum juga satu hari. Tapi sudah ngajak nikah. Aah...bingung...


Retno dengan pipi merah merona nya, mengulas senyum tipis. “Pak Ari, bukannya saya menolak. Alangkah baiknya kita saling mengenal dulu. Pernikahan itu seumur hidup, jangan terburu-buru menikah.”


Ari melepaskan cekalannya, kemudian mengulurkan tangannya, layaknya ingin berjabat tangan. Retno semakin bingung melihat pria yang sudah beranjak dari duduknya.


“Kenalkan nama saya Ari Wibowo, usia 34 tahun, anak satu-satunya dari mak Painem sama bapak Paijo. Pendidikan terakhir S2 Manajemen Bisnis, pekerjaan asisten pribadi Tuan Kavin. Gaji perbulan 40 juta, sudah memiliki rumah sendiri walau tidak mewah tapi cukup buat tinggal sama istri dan dua anak. Status belum menikah, dan belum punya pacar.”

__ADS_1


Mulut Retno menganga sejadi-jadinya, baru kali ini ada cowok memperkenalkan diri kayak lagi baca biodata pribadi.


Wah nama lengkap nya kayak nama artis aja...Ari Wibowo...tapi wajah 11 12 lah sama Ari Wibowo...lumayan ganteng.


“Sekarang giliran kamu, perkenalkan diri,” pinta Ari.


“Aaa...anu...nama saya Retno Wahyuningtyas, usia 24 tahun. Lulus S1 Bahasa, pekerjaan sebagai asisten pribadi Salma. Dan belum menikah,” agak kagok Retno buat menjawabnya.


“Kita sudah kenalan, berarti bisa kan kita menikah?” tanya Ari.


Astaga ini cowok dari tadi to the point banget ya, maksud kenalan itu bukan kayak baca biodata....haduh.


Retno langsung tepok jidat, katanya lulusan S2, tapi kok masih gak paham.


Kedua tangan mereka masih saling menjabat, entah kapan di lepasinya.


“Pak Ari maksud kenalan itu bukan begitu, tapi mengenal kepribadian satu sama lain. Lalu isi hati kita masing-masing, begitu loh Pak Ari,” imbuh Retno dengan gemasnya.


BLUSH!


Semakin berdebar-debar jantung Retno dengan pernyataan pria itu. Ampun ini cowok kok to the point terus ya.....lama-lama gak sehat nih jantungku.


“Jatuh cinta sama siapa, Ari?” ada suara pria yang tiba-tiba saja terdengar.


Retno langsung menyentak tangan Ari, dan sedikit malu ketika melihat Kavin turun dari tangga. Ternyata Kavin sudah mendengarnya ketika turun dari tangga. Pria itu langsung menghampiri mereka berdua.


“Saya jatuh cinta sama Retno, Tuan Kavin. Makanya saya langsung utarakan saja, dari pada di serempet sama orang lain. Jadi sekalian saya ajak nikah.”


Kavin mengernyitkan dahinya hingga terlihat beberapa lipatan. “Yang ada Retno nya yang ketakutan sama kamu, belum ada sehari ketemu udah nyata kan cinta. Jadi pria tuh pelan-pelan dulu, saling mengenal, baru nyata kan cinta,” tukas Kavin, sok memberitahukan.

__ADS_1


“Ah kelamaan Tuan Kavin, jadi pria itu harus sat set, gerak cepat. Jangan sampai menyesal kayak Tuan. Udah tahu jatuh cinta sama Salma tapi tetap aja gak mengakuinya, giliran ada cowok yang deketi Salma, ujung-ujungnya marah gak menentu padahal sudah cemburu. Dan giliran udah hilang Salma nya  baru deh menangis tiap hari, menyesal....pengen diputar kembali waktunya, baru deh bilang aku mencintainya,” ejek Ari di hadapan Retno.


Kavin hanya bisa menggaruk-garuk kepala belakang nya, memang benar apa yang di kata kan oleh asistennya, terlalu pelan tindakan Kavin.


Retno hanya bisa membungkam mulutnya, pengen ketawa...ada begitu asisten pribadi mengejek atasannya, ya walau di depan saudara mantan istrinya.


“Ari, lama-lama mulutmu saya lem loh!” tegur Kavin.


“Ups...sorry Tuan, keceplosan,” Ari langsung mengunci bibirnya.


“Retno, kamu jangan mau sama Ari. Ari banyak cewek nya, baru saja kemarin dia putusin pacarnya,” dusta Kavin, sambil memainkan kedua netranya.


Retno langsung melotot, dan menyentakkan kedua kakinya ke lantai. Kemudian meninggalkan Ari dengan perasaan kesal.


“Retno tolong jangan dengerin ucapan Tuan Kavin, ucapan nya bohong. Sumpah Retno, saya belum punya pacar,” kata Ari, kemudian menatap kesal Tuannya.


“Ahh jadi ngambekkan si Retno." Pria itu langsung mengejar Retno.


“Makanya jangan ngataiin Bosnya sendiri, baru tahu rasanya kalau wanita itu cepat ngambek,” gumam Kavin sendiri, dan terkekeh melihat Ari dan Retno main kejar kejaran di dalam mansion.


Sebenarnya Kavin juga senang melihat asistennya akhirnya menaruh perasaan dengan seorang wanita, berarti masih normal. Namun tidak menyangka jika wanita yang di mulai adalah sepupu Salma. Jadi kalau mereka jodoh, berarti Ari menjadi kerabat Salma. Dan jika Kavin berhasil rujuk dengan Salma, berarti mereka menjadi saudara.


Sungguh dunia yang seluas ini, ternyata bakal jodoh Ari masih di lingkaran kehidupan Kavin dan Salma. Namun baru sekarang waktunya datang. Cinta itu biasanya datang pada waktu yang tepat dan juga dengan orang yang tepat. Boleh percaya, boleh tidak!


 bersambung.......


Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya....like, komen, dan buat yang masih punya Vote mau dong di lempari buat Kavin dan Salma. Makasih sebelumnya 🙏🏻🙏🏻😘😘😘


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2