Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Menjauhlah dari Salma


__ADS_3

Meninggalkan istri yang sedang pingsan dengan sekretarisnya, pria itu tidak ada niatan untuk mengurusinya. Justru pria itu kembali ke rumah sakit tempat di mana Salma di rawat. Suami yang sangat tega kalau orang tahu, tapi mau bagaimana lagi saat ini pria itu lebih cenderung ke gadis yang kini masih dirawat.


Mama Rossa yang baru saja keluar dari ruang rawat untuk membeli beberapa makanan, ternyata berpapasan dengan putranya yang sudah membawa bungkusan di salah satu tangannya.


Tatapan rasa tidak suka dengan kedatangan Kavin, hal itu sangat jelas di kedua netra Mama Rossa. “Ada keperluan apa lagi kamu datang ke sini?” tanya Mama Rossa.


Kavin mengulurkan tangannya dan menunjukkan bungkusan plastik yang di bawanya. “Aku mau mengantarkan makanan buat mama dan Salma,” jawab Kavin.


Mama Rossa meraih bungkusan dari Kavin. “Setelah ini sebaiknya kamu kembali ke resort,” pinta Mama Rossa sebelum dia berbalik badan, untuk masuk ke dalam ruangan.


“Mam, bisa aku menjenguk Salma sebentar sebelum kembali ke resort,” pinta Kavin.


Mama Rossa menghela napas panjang nya, kemudian memilih duduk di bangku yang ada di depan ruang rawat. Kavin pun mengikuti Mama Rossa, turut duduk.


“Jelaskan kepada mama, apa yang membuat Salma melakukan hal tersebut?”


Sejenak Kavin menghembuskan napas kasarnya ke udara, kemudian tertunduk sesaat...menatap lantai keramik.


Lebih baik aku mati, dari pada menikah denganmu.


Ucapan terakhir Salma masih terekam jelas di otak Kavin, sebelum Salma nekat melukai dirinya sendiri.


“Salma melakukannya karena aku ingin menikahi nya, Mam. Tapi Salma mengatakan lebih baik mati dari pada menikah denganku,” jawab pelan Kavin.


Mama Rossa langsung mengelus dadanya sendiri, dan mencoba menalar ucapan anaknya. “Mengapa kamu ingin menikahi Salma, dengan kondisi fisikmu yang tak akan bisa memberikan nafkah batin untuk Salma. Apa kamu ingin menikahinya untuk menyiksanya saja?”


Sesaat Kavin mengalihkan tatapannya ke arah lain lalu kembali menatap Mama Rossa. “Sejujurnya Mam, keperkasaan aku jika berada dekat Salma...dia bereaksi dengan sempurna,” ya kali ini Kavin berkata jujur dengan Mama Rossa, tidak lagi di tutupinya.


“A-Apa....punya kamu bangun!” sempurna kedua netra Mama Rossa membulat, dan bibir sedikit menganga.


Kavin menganggukkan kepalanya.


“Berarti kamu sudah kembali normal, berarti kamu dengan Yasmin sudah bisa berhubungan intim?” cecar Mama Rossa.


Kavin kembali menundukkan kepalanya. “Dia tidak beraksi apa-apa walau di goda Yasmin, hanya dengan Salma bereaksinya,” kembali Kavin menjawab dengan nada pelan.

__ADS_1


Mama Rossa menyandarkan punggungnya ke sandaran bangku, di balik keterkejutannya terselip ada rasa kecewanya. Ternyata anaknya hanya bisa kembali normal dengan istri keduanya. Haruskah Mama Rossa bahagia mendengar fakta yang terbaru, awalnya ingin turut bahagia, akan tetapi mengingat Salma. Mama Rossa hanya bisa menatap sendu anaknya.


“Sepertinya Salma sangat membencimu Kavin, sebaiknya keinginan kamu ingin menikahi Salma dilupakan saja. Kamu sudah menikah dengan Yasmin, dan satu lagi yang ada di kampung. Dan mama turut bahagia jika kamu bisa normal kembali, tapi sedikit kecewa kamu kembali normal jika dengan Salma,” tutur Mama Rossa.


“Tapi Mam, aku ingin bertanggung jawab atas tindakanku dengan Salma,” ujar Kavin.


“Jika kamu ingin bertanggung jawab, menjauhlah dari Salma. Sejak awal kamu sudah bertindak keterlaluan dengan Salma. Jangan menambah luka untuk wanita itu, seharusnya kamu intropeksi diri atas segala tindakanmu selama ini, saking terlalu sakit nya, dia berani mencoba menghilangkan nyawanya sendiri,” ucap Mama Rossa.


“Jangan menikahi Salma karena bentuk tanggung jawabmu jika kamu tidak pernah mencintainya. Sudah cukup sekali kamu menikah sebagai bentuk tanggung jawab kamu dengan anak korban, hingga kini yang tak pernah kamu kunjungi. Jadi mama minta lupakan keinginan kamu ingin menikahi Salma, mama tidak mau Salma kembali melakukan hal seperti ini, jika kamu bersikeras untuk menikahi Salma,” imbuh Mama Rossa sambil menepuk punggung Kavin.


Andaikan anaknya bersikap baik dan biasa saja sejak awal bertemu dengan Salma. Mama Rossa pasti merasa senang, dan akan membongkar jati diri Salma, dan bayangan ingin memiliki cucu, pasti bisa terwujud. Namun semuanya berbalik ceritanya, dan ada rasa enggan di hati wanita tua itu, tak ingin melihat Salma menderita, Mama Rossa ingin Salma bahagia dengan pria yang kelak menjadi suaminya.


“Pulanglah, dan menjauhlah dari Salma,” ujar Mama Rossa sembari beranjak dari duduknya.


Bibir Kavin terkatup, ingin berkata namun tak bisa...lidahnya kelu seperti tidak mau di ajak kompromi. Sungguh pria itu hatinya sakit mendapat kata-kata yang terkesan tidak merestui permintaannya dari Mama Rossa.


Maafkan Mama nak, bukan tidak merestui. Salma berhak bahagia dengan pria yang akan di pilih nya kelak. Mama rela tidak memiliki cucu darimu sekarang, ketimbang Salma menderita hidup denganmu.


Mama Rossa sudah kembali masuk ke ruangan, sedangkan Kavin tertunduk lemas tak berdaya dalam duduknya.


🌻🌻


Kavin dengan sangat terpaksa kembali ke resort setelah sekian lama menunggu di rumah sakit, berharap dapat kelonggaran untuk bertemu dengan Salma dari mamanya, namun hasilnya nihil, tak ada hasil.


Hampa, sedih, kecewa...beginikah rasanya, ingin bertemu namun tak bisa. Semua rasa terlukis di wajah pria itu.


Ceklek!


Pria itu masuk ke dalam kamarnya...


Lalu....


Kedua netra pria itu langsung terbelalak, melihat penampakan wanita di atas ranjang nya, dan wanita itu hanya menggunakan CD dan penutup gunung kembarnya saja.


Hati pria itu meradang melihat pemandangan yang tidak senonoh tersebut.

__ADS_1


“Selamat Malam, Tuan Kavin...,” ujar wanita itu dengan suara yang dibuat lembut dan terdengar seksi.


Sesaat wanita itu menunjukkan kemolekan tubuhnya di atas ranjang, lalu beringsut dan merangkak di atas ranjang, kemudian turun dari ranjang lalu menghampiri Tuannya.


Rahang Kavin mulai mengeras dan wajahnya tampak murka melihat kelakuan sekretarisnya yang sudah lama bekerja dengan dirinya.


“Tuan, malam ini bagaimana kalau kita bermain...dan tenang saja aku tidak akan memberitahukan ke Nyonya,” Merry meliukkan tubuh sintalnya, bak wanita yang suka menjajakan tubuhnya.


“Ternyata selain kamu jadi sekretaris, kamu sering berdagang sepertinya!” celetuk Kavin.


“Tidak Tuan, ini baru kalinya aku seperti ini. Dan hanya untuk Tuan...aku bersedia melakukan apapun!” Merry memasang wajah menggoda.


Kavin berdecak kesal, lalu meraih dan mencengkram lengan Merry yang sudah berani menyentuh dada bidangnya. Tanpa banyak kata, pria itu mengerek wanita yang belum mengenakan pakaiannya dengan lengkap.


“Keluarlah dari kamar ini, dan mulai detik ini kamu saya pecat!” teriak Kavin, sembari mendorong tubuh Merry keluar pintu kamar.


Ari dan Tomi yang baru saja ingin memencet bel kamar Tuannya, langsung terpelongo melihat keadaan Merry.


“Kebetulan Ari, Tomi urus wanita pela-cur ini!” seru Kavin, sesaat pria itu masuk ke dalam, lalu keluar lagi langsung melempar baju Merry.


Jantung Merry mulai berdegup kencang, tak menyangka Kavin bereaksi berbeda, tidak sesuai dengan ekspetasinya. Dia harus mencari cara...


“Tuan...Tuan...maafkan saya....tolong jangan pecat saya. Saya hanya di suruh seperti ini. Saya di suruh Salma untuk menggoda Tuan!” Merry sudah bersimpuh, memegang kedua kaki pria tampan itu.


Ari dan Tomi hanya bisa menelan salivanya, sembari menenangkan apa yang sudah bangkit di balik celana mereka berdua. Pemandangan yang indah plus gratis.


Kavin menyentak kakinya, lalu sedikit menundukkan dirinya, kemudian menarik rambut Merry. “Jangan sesekali kamu membawa nama Salma di hadapan saya, di sangka saya tidak tahu kebohongan kamu!!” maki Kavin dengan menampakkan wajah garangnya, sembari kembali menarik rambut Merry.


“Urus wanita ini!!” bentak Kavin kembali, memberi perintah ke  Ari dan Tomi. Lalu kembali masuk ke dalam kamar.


Merry hanya tergugu, sungguh salah perhitungan. Pikirnya Kavin akan tergoda, namun nyatanya murka hingga terjadi pemecatan.


bersambung.....


Kakak Reader yang cantik dan ganteng, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Makasih sebelumnya.

__ADS_1


Love you sekebon 🌻🌻🌻🌻🌻


 


__ADS_2