
Bocil harap minggir ya, banyak adegan anunya 🤭🤭🤭, gak tanggung jawab kalau ada sesuatu 😁
🌻🌻
Ada rasa tak rela ketika Kavin menarik wajahnya dan pagutan yang hangat dari bibir ranum istrinya. Di sapunya dengan lembut bibir istrinya yang sudah basah karena ulahnya menggunakan jempolnya.
“Perut mommy dari tadi bunyi, sebaiknya kita makan dulu ya,” ajak Kavin.
Salma hanya bisa menyembunyikan rasa malu nya, bagaimana bisa ketika suaminya mulai mencium bibirnya, perutnya malah berdendang ria.
“Iya Kak, perut ku sudah lapar, memangnya kakak tidak ingat kalau tadi siang makan ku hanya sedikit.”
Kavin menarik salah satu kursi, “duduk sayang, kita isi perut dulu sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya,” pinta Kavin, dengan menunjukkan tatapan hangatnya.
Pria itu begitu telaten menyuguhkan makanannya untuk istrinya, dan sesekali menyuapinya. Salma sudah tidak sungkan lagi menerima perlakuan manis dari suaminya, yang menunjukkan kasih sayang untuk dirinya.
“Sayang mau tambah lagi gak makanannya, biar nanti aku pesankan lagi,” tanya Kavin, setelah melihat Salma begitu lahap menyantap makan malam yang sudah tersaji di atas meja. Dan sudah habis tanpa ada sisa.
“Kak Kavin, nanti pesankan aku minuman hot coklat sama chesse cake potong,” pinta Salma.
“Oke, nanti aku pesankan buat mommy.” Pria itu langsung masuk ke dalam kamar dan menghubungi bagian resto melalui line telepon di ruang tamu.
Salma merapikan bekas makan miliknya dan milik suaminya, kemudian menyusul Kavin yang ada di dalam kamar. Sebenarnya wanita itu ada rasa gugup menghadapi pria yang sudah sah menjadi suaminya.
Apalagi wanita itu baru sekali melakukan hubungan intim dengan suaminya. Bagaimana cara menghadapinya?
Salma mengambil koper miliknya dan mengambil baju ganti, kemudian masuk ke dalam kamar mandi, sebelum Kavin mencarinya.
Dalam waktu cepat Salma membersihkan dirinya, lalu mengganti bajunya dengan dress rumahan, agar nyaman buat tidur.
Ceklek!
Salma membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba...
Pria itu memeluknya dari belakang, dan menghirup aroma wanginya sabun mandi yang menyeruak.
“Pikir aku mommy ke mana, ternyata mandi...kok gak ngajak aku?”
“Mandi masa ngajak-ngajak Kak, malu tahu.”
Pria itu menyibakkan rambut panjang istrinya, lalu mengecup tengkuk wanita itu. “Mommy wangi.”
__ADS_1
“Mmm.....,” gumam Salma, wajah pria itu masih berada di tengkuk lehernya, sapuan lidah pria itu serta napas hangat yang terasa di kulit tengkuknya membuat tubuh wanita itu mulai meremang.
“Kak....geli,” mendesah wanita itu, menahan sensasi yang dibuat oleh suaminya.
“Aku sangat menginginkanmu, sayang,” bisik Kavin di daun telinga Salma, kemudian menyapu daun telinga Salma dengan lidahnya.
Sensasi aneh tiba-tiba hadir di raga wanita itu, kedua tangan besar yang masih merangkul pinggang wanita itu, menjadi pegangan Salma, dan menerima sentuhan hangat pria itu.
Kavin yang sudah lama puasa dari kenikmatan dunia, tak kuasa lagi menahan, apalagi hasratnya akan datang ketika bersama Salma. Tak perlu wanita itu memakai lingerie atau baju sexy, karena menyentuhnya atau memeluk...gairahnya akan muncul bersamaan.
Salma tidak bisa menahan rasa geli dan rasa yang mengelanyar di tubuhnya. Kavin masih menggesekkan bibirnya di leher jenjangnya, kadang sesekali menghembuskan napas hangat di daun telinga wanita itu. Tangan pria itu juga menurunkan resleting dress yang di kenakan wanita itu, hingga terekspos punggung putih mulus milik istrinya.
Lidah pria itu mulai menari lincah di punggung istrinya, mengecupnya berulang kali, dan menyesapnya membuat wanita itu mengeluarkan suara merdunya berulang kali. Tanpa banyak bicara pria itu menurunkan dress milik istrinya. Tubuh molek istrinya terlihat jelas di kedua netra pria itu, walau masih tersisa penutup dada dan penutup bagian feminimnya berwarna hitam, sangat sexy di kulit putih.
“Cantik, sexy,” puji Kavin, dengan tatapan yang mulai berkabut gairah.
Salma tak mampu berkata, dirinya seperti terbuai dengan kelincahan lidah suaminya.
Kavin mulai membuka kemeja dan celana panjang secepat mungkin, hingga menyisakan boxer berwarna putih yang menutupi bagian keperkasaannya. Salma yang melihat tubuh suaminya yang begitu atletis, menahan napasnya dan tenggorokannya terasa tercekat, begitu sempurna tubuh pria itu.
Tanpa banyak bicara, pria itu langsung mengangkat raga Salma dan merebahkannya di atas ranjang pengantin mereka berdua.
Salma bisa melihat jika suaminya sudah memupuk hasratnya, matanya yang biasa tajam, sekarang sudah berselimut hasrat yang sudah tak terbendungkan lagi, kedua netra pria itu tersirat akan permohonan agar dikabulkan oleh istrinya.
Wanita itu tersenyum manis, lalu kedua tangannya merangkul leher suaminya, dan agak membusungkan dadanya yang masih tertutup dengan kain berwarna hitam.
“Aku milikmu, suamiku Kak Kavin,” jawab wanita itu dengan suara menggoda.
“Ternyata kamu bisa menggodaku ya.”
“Mmm....”
Salma mulai meraup bibir tebal milik suaminya, melummat penuh gairah. Kavin dengan senang hati menyambut bibir istrinya, membalas dengan sesapan sesapan hangat, hingga wanita itu membuka sedikit bibirnya. Memberi akses buat pria itu untuk masuk menjelajahi mulutnya. Mereka saling memagut, menyesap dan mencicipi satu sama lain.
Masih saling memagut, tangan pria itu menyelusup ke bagian punggung wanita itu, lalu membuka pengait bra yang dikenakan istrinya. Kemudian tangannya mulai menjelajahi buah dada milik istrinya.
Salma meliukkan tubuhnya, ketika tangan suaminya menyentuh sumber kehidupan anaknya, dan memainkan pucuknya dengan lembut.
“Kak...,” ucapnya ketika pria itu melepaskan pagutannya. Pria itu tersenyum hangat, lalu menurunkan kepalanya dan mulai menyesap bagian leher istrinya, kemudian bahu hingga sampai di buah dada yang terlihat bulat dan kencang, padahal istrinya masih menyusui putranya.
Tubuh Salma mulai bergelinjang hebat, di saat bibir Kavin melahap pucuk milik anaknya dan pria itu memainkan lidahnya di dalam sana. Gelombang rasa yang tak menentu, membuat kedua tangan wanita itu meremas rambut tebal pria itu. Ada rasa geli, nikmat yang belum pernah dirasakannya.
__ADS_1
Pria itu sepertinya sangat menikmati sumber kehidupan milik baby Rayyan, yang masih ada isinya. Setetes demi setetes pria itu menyesapnya bak baby Rayyan.
“Kak...,” mendesah Salma, merasakan ada kedutan di bagian feminimnya, sesuatu sepertinya akan keluar.
“Kak....aku kok kayak mau ada yang keluar.”
Pria itu menarik wajahnya dari dada istrinya, “keluarkan saja sayang.” Kavin paham jika istrinya akan merasakan pelepasan.
Salma pun pasrah, karena Kavin mulai lagi menyesap milik anaknya, dengan meremas rambut Kavin, wanita itu mengerang dan mendesah, hingga tubuhnya terasa lemas. Melihat Salma sudah mendapatkan pelepasan pertamanya, pria itu kembali mencium bibir istrinya.
“Sayang, capek gak?”
Salma paham jika permainan intinya belum dimulai, tapi dirinya sudah merasakan hal yang membuat nya melayang sesaat. Wanita itu mengelus rahang suaminya. “Kakak tidak impotenkan?”
Pria itu langsung menurunkan boxernya dan memperlihatkan keperkasaannya.
“Alamak.....besar amat!” kaget Salma, benda yang berurat itu sudah tegang dengan sempurnanya.
“Dia sudah bangun berkat mommy,” sahut Kavin.
“Kak...pelan-pelan ya.”
“Ya sayang...dia masuk nya pelan-pelan kok,” jawab Kavin, tangannya sudah bergerak cepat menurunkan penutup bagian feminim istrinya.
Pria itu kembali merengkuh raga istrinya dan mencumbuinya dengan kelembutan, hingga di saat si gogon memasuki rumahnya, wanita itu hanya meringis kesakitan sesaat, walau agak susah sebenarnya si gogon masuk, masih terasa rapat.
Kavin terlihat bahagia ketika si gogon sudah masuk kembali ke rumahnya dan masih tegang sempurna di dalam tubuh istrinya. Hentakan demi hentakan, menghujami istrinya....membuat mereka berdua terbakar gairah yang telah lama dipendam. Salma yang mengikuti nalurinya, mencoba menyeimbangkan permainan suaminya.
Suara desa-ahan, cecapan dan erangan terdengar dalam kamar hotel. Kedua pengantin baru tapi rasa lama, saling merengkuh dan berbagi peluh di malam kedua mereka. Menunjukkan cinta mereka di atas ranjang dalam ikatan yang sah.
“I Love you istriku, Salma,” ucap Kavin ketika kenikmatannya sudah memuncak, dan menaburkan benih cintanya di dalam rahim Salma.
“I love you suamiku, Kak Kavin,” jawab Salma.
Dengan napas yang terengah-engah, tubuh yang berkeringat, Kavin mendekap Salma, dan mengecup wajah istrinya.
“Mommy, hanya milikku seorang," bisik Kavin.
*bersambung.......
Bagiamana sudah panas belum*??
__ADS_1