Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci

Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci
Rahasia Allah


__ADS_3

Merasa baby Rayyan aman ditinggalkan di ranjang, Salma bergegas ke kamarnya untuk mengambil sajadah dan mukena miliknya. Kemudian membentangkan sajadahnya di kamar baby Rayyan.


Kavin sudah keluar dari kamar mandi, kini gantian Salma yang mengambil wudhu. Kavin sangat sabar menunggu Salma.


Sekarang mereka berdua siap menunaikan ibadah sholat dzuhur, Kavin yang mengimami Salma, untuk pertama kali nya sebagai suami.


Begitu khusyuk mereka menjalankan ibadah dari rakaat awal sampai akhir. Dan ketika di akhir salam, pria itu kembali meneteskan air mata, hatinya berdesir, selama berumah tangga dengan Yasmin belum pernah dia mengimami Yasmin. Namun semenjak kehilangan Salma, pria itu menyadari jika selama ini dia telah lalai dengan kewajiban dalam hidupnya, dan mulai memperbaiki dirinya untuk dirinya sendiri.


Begini kah rasa berumah tangga yang sesungguhnya ? Menjadi imam buat istri sendiri, menjaga hati istri, memberikan perhatian untuk istri dan anak...batin Kavin.


Ya Allah...jika wanita yang ada di belakang ini jodoh yang terbalik untuk ku, hamba mohon dekat kan kami kembali dengan segala cara mu ya Allah.


Sesungguhnya hambamu ini ingin hidup berumah tangga dengan wanita yang bernama Salma Hadeeqa bersama buah hati kami, hingga akhir hayat.


Kavin membacakan doa yang terindah untuk dirinya begitu pula untuk Salma dan buah hatinya.


Kehilangan Salma, rupanya sudah banyak membawa  perubahan pria itu, lebih mendekatkan dirinya kepada Sang Maha Pencipta.


Kali ini Salma tersentuh dengan sikap Kavin, baru kali ini pria itu mengajaknya sholat berjamaah. Dengan masa lalu yang begitu tidak enak dari awal pertemuan hingga akhirnya berpisah. Dan saat ini d pertemukan kembali.


Andaikan Tuan Kavin sejak dulu tidak berbuat kasar denganku, mungkin aku bisa memikirkan kembali tentang rumah tangga kita. Tapi semua sudah terlanjur, biarlah moments ini jadi kenangan mu.


Kavin membalikkan tubuhnya agar bisa menghadap istrinya.


Maafkan aku istriku, bidadari ku, aku yang banyak salah denganmu...


Menatap Salma yang mengenakan mukena, hati Kavin semakin tersayat rasanya, mengapa dulu dia menyia-nyiakan istri keduanya.


Salma menundukkan kepalanya, lalu meraih tangan kanan Kavin, kemudian mengecup punggung tangan Kavin. Kedua netra Kavin kembali berembun, tak lama Kavin membalasnya dengan mengecup kening Salma.


“Maafkan aku, semoga kamu selalu bahagia,” ucap lirih Kavin.


“Semoga Kak Kavin juga bahagia selalu,” jawab Salma.


Aku bahagia denganmu dan anak kita, tapi apa boleh buat kamu ingin berpisah denganku.

__ADS_1


🌻🌻


Salma merapikan alat sholat nya dan menaruh nya kembali ke tempatnya yang ada di kamar. Sedangkan Kavin merebahkan dirinya di atas ranjang, di mana baby Rayyan tampak memainkan tangannya.


“Bobo siang sama daddy ya, nak,” pinta Kavin, dengan memiringkan badannya, dan mendekatkan dirinya dengan baby Rayyan. Kedua tangan baby Rayyan menyentuh wajah Kavin, dan mengusap-usapnya. Hati pria itu menghangat, hatinya pun juga pilu...tidak ingin moment seperti ini hilang seketika.


“Rayyan, daddy sangat menyayangimu...,” ucap lirih Kavin dengan anaknya.


“Maafkan daddy yang baru tahu kalau kamu ada di dunia, sayang,” di tepuk dengan lembutnya bokong Rayyan.



“Cepat sembuh nak, daddy akan menemanimu sampai kamu sembuh.” Baby Rayyan yang terlihat sayu matanya karena sedang demam, tangannya kembali menyentuh rahang Kavin.


Salma hanya bisa menyandarkan dirinya di sisi pintu kamar penghubung, dan mendengar ucapan Kavin dengan putra mereka berdua. Wanita itu cukup tersentuh, namun lagi dan lagi rasa tidak sukanya lebih besar terhadap Kavin, tekadnya tetap bulat.


🌻🌻


Salma tidak jadi menghampiri baby Rayyan dan membiarkan bersama Kavin, daddy-nya. Kemudian wanita itu memutuskan untuk ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan dan susu almond yang bagus untuk melancarkan asi nya.



“Salma...,” sapa Bibi Tia yang berada di dapur bersih bersama Retno.


“Ya Bik,” balas sapa wanita itu, sembari membuka lemari pendingin mengambil susu almond, serta kotak cake. Kemudian duduk di meja dapur.


“Rayyan sama siapa, nak?” tanya Bibi Tia, yang turut duduk di meja dapur, bersama Retno.


“Ada daddy-nya di kamar, lagi bobo bareng.”


Salma menuangkan kotak susu almondnya ke gelas, dan mulai meneguknya.


“Salma, kamu serius ingin berpisah dengan daddynya Rayyan?” tanya Bibi Tia.


Salma menaruh gelasnya yang masih berisi susunya. “Sudah jadi keputusan bulatku, Bibi.”

__ADS_1


“Seburuk-buruknya orang pasti akan berubah, kamu gak mau memberikan kesempatan kedua buat daddy-nya Rayyan. Mama mertuamu banyak bercerita dengan bibi tadi,” ujar Bibi Tia.


Sudah banyak di luar sana berita tentang kekerasan rumah tangga yang berakhir dengan perceraian. Apakah sikap Kavin beberapa tahun yang lalu termasuk kekerasan rumah tangga?


“Aku bukannya tidak mau memberikan kesempatan bik, tapi aku masih teringat akan masa lalu dan itu sangat susah aku lupakan. Bibi Tia kan tahu aku sangat membencinya dari dulu,” ungkap Salma.


“Benci dan cinta itu beda tipis Salma, banyak loh yang awalnya benci jadi cinta banget, malah rumah tangganya langgeng sampai tua,” imbuh Retno.


“Tapi ini kan beda ceritanya, Retno!” balas Salma.


“Ya...kan aku cuma bilang doang Salma, jangan sewot.”


“Sudah...sudah kalian berdua gak usah meributkannya, yang menjalankan Salma, jadi semua diputuskan ada di tangan Salma. Bibi hanya memberikan masuk kan saja, sebenarnya bibi juga sedih jika Rayyan harus kehilangan sosok ayah kandung. Tapi kembali lagi jika hati mu tidak bahagia menjalani bersama maka selesaikan urusan secara baik-baik. Kita hanya bisa melihat dari luar, tapi tidak bisa melihat di hati masing-masih orang,” tutur Bibi Tia.


Setiap permasalahan dalam rumah tangga, orang lain hanya bisa melihat dari luarnya saja, hingga bisa berkomentar apa yang dilihatnya. Tapi tidak bisa melihat dari kedua sisi hati pasangan tersebut. Buat mereka bisa memberikan masukkan yang menurutnya baik, tapi belum tentu bisa di terima dengan baik oleh pasangan yang memiliki masalah.


Salma tipe wanita yang tak mudah goyang, yang terlalu berprinsip dan memang punya sedikit rasa dendam jika ada orang yang benar-benar menyakitinya, orangnya Kavin Ardana Adiputra.


“Setiap keburukan orang pasti ada kebaikan yang pernah di lakukan nya. Coba belajarlah melihat kebaikan daddy-nya Rayyan. Saking cintanya denganmu, dia menolongmu dari pria yang paling brengsek kalau menurut Bibi, dia menolongmu dari pelecehan sek-sual, padahal dia belum tahu kalau kamu istrinya saat itu, tapi dia tahu kalau kamu wanita yang sangat di cintai,” ujar Bibi Tia. Bibi Tia bisa bercerita seperti ini, karena Mama Rossa menceritakannya secara detail.


Sejenak Salma menundukkan wajahnya, dan menatap cake potong yang belum sempat dia sentuh tapi sudah di keluarkan dari kotak kuenya.


“Jodoh itu memang rahasia Allah, tapi kamu menyadari kah...sejauh kamu menghilang dan pergi jauh dari Indonesia. Ternyata Allah mempertemukan kamu dengan suamimu, begitu juga Kavin bertemu kembali dengan istrinya,” ujar Bibir Tia sambil menyentuh punggung tangan Salma.


“Semua rahasia Allah, kita memiliki keinginan namun hanya Allah yang bisa mewujudkannya,” lanjut Bibi Tia, sembari mengulas senyum tipis.


Salma tertegun...


 bersambung.....



 


 

__ADS_1


 


__ADS_2