Bunda Untuk Aina

Bunda Untuk Aina
BUA 59


__ADS_3

Happy Reading...


Saat ini mereka sudah berada di rumah mereka sendiri. Haifa merasa jauh lebih tenang, walaupun tidak dipungkiri badannya sangat lelah. Tapi setidaknya saat ini tidak ada beban pikiran yang menghantui.


Jam dinding sudah menunjukan pukul 10.00 waktu jam rumah Avin. Sepertinya kemarin itu perjalanan yang melelahkan. Terbukti saat ini mereka berempat masih berada di atas satu kasur dan di bawan satu selimut. Mereka bahkan melewatkan sarapan mereka. Tapi tenang saja, Haifa dan Alvin tidak sampai melewatkan shalat subuh. Dan kembali tidur lagi setelah shalat subuh. Semua ini juga akibat dari semalam anak anaknya yang tidak segera tidur dan baru tidur pukul 02.00. Saat perjalanan pulang dari Pangandaran menuju ke Bandung anak-anaknya memang banyak tidur sehingga kemarin saat sampai di rumah mereka malah tidak mau tidur lagi. Padahal saat mereka sampai jam sudah menunjukan pukul 21.00. Karena anak anak yang tidak tidur kedua orang tua ini pun harus rela menahan kantuknya dan menemani anak-anaknya. Sebetulnya mereka tidak terbiasa tidur setelah shalat subuh. Apalagi Haifa, biasanya setelah subuh ia langsung sibuk di dapur dan beberes rumah. Tapi pagi ini karena terlalu lelah dan mengantuk, Haifa tertidur lagi. Haifa hanya berdo'a dan berharap tidak ada inspeksi dadakan dari ibu mertuanya. Mengapa begitu? Karena selama menikah dengan Alvin, ketika ibu mertuanya akan berkunjung beliau tidak pernah mengabari dan selalu datang tiba tiba. Haifa yang lebih dulu membuka mata, saat melihat jam dinding Haifa dibuat terkejut karena ini sudah sangat siang dan mereka sudah melewatkan sarapan. Haifa segera bangun, membuka gorden di kamar mereka. Setelah itu Haifa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya Haifa langsung pergi ke bawah untuk beres beres dan menyiapkan makan siang, sebelum Alvin dan anak-anaknya bangun.


Tidak lama setelah Haifa keluar, Alvin membuka mata. Tidak ada yang tahu juga jika Alvin sudah terbangun sejak tadi bahkan lebih dulu dari Haifa. Hanya saja ia masih terlalu malas untuk beraktivitas. Ia juga enggan membangunkan Haifa. Karena jika bangun mereka pasti akan kembali ke mode diam masing masing. Jadi Alvin lebih baik diam saja dan menikmati keindahan pemandangan anak dan istrinya yang sedang tertidur.


Aidan nampaknya akan segera bangun. Terlihat dari tangan mungilnya yang mulai bergerak. Benar saja setelahnya mata Aidan langsung terbuka.


"Adek udah bangun ya. Assalamualaikum anak shalehnya papa." kata Alvin kemudian mencium kepala Aidan pelan dan membacakan do'a bangun tidur di dekat putranya. Entah mengerti atau tidak bayi yang katanya memiliki wajah yang sama seperti saat Alvin bayi itu tersenyim ke arah sang papa.


"Masyaa Allah anak shaleh nya papa udah bisa senyum sama papa. Hmm pinter banget." kata Alvin sambil menciumi pipi Aidan. Alvin sangat antusias mengajak Aidan berbicara walaupun bayi itu hanya bisa menanggapi dengan senyum dan bergerak gerak.


"Bundaaa..." rengek Aina sambil perlahan membuka mata dan mencari cari orang di sampingnya. Sekarang si kakak yang sudah mulai terbangun. Mungkin Aina mulai terganggu dengan suara Alvin.


"Bunda di dapur sayang." kata Alvin sambil mengusap rambut Aina.


"Mau ke bundaaa." katanya sambil merubah posisinya menjadi duduk.


"Di sini aja sama papa ya sama adek." kata Alvin. Aina mengangguk dan mulai bergabung menciumi dan memainkan tangan dan kaki Aidan. Sedikit sedikit Aidan merengek tapi tidak sampai menangis. Saat Aina memainkan dan menciumi kaki Aidan, tidak jarang Aidan membalas dengan menendang nendang, kaki mungilnya tidak sengaja mengenai wajah Aina. Diluar dugaan bukannya menangis tapi gadis kecil yang sudah menjadi kakak itu malah tertawa dan meminta Aidan menendangnya lagi. Jujur saja senang rasanya hati Alvin bisa melihat Aina kembali ceria jauh beda dari kemarin.


"Ayo adek tendang kakak lagi. Kakak gak sakit kok wlee." katanya sambil menggelitiki kaki Aidan.


Aidan sepertinya sudah mulai lapar. Ia mulai merengek dan membawa jarinya ke mulut.


"Adek. No no." larang Aina sambil menjauhkan tangan Aidan dari mulut. Aidan semakin merengek.


"Jangan adek. Jali adek kan kotol. Banak kumana." kata Aina.


"Haha itu tandanya adek mulai haus kak." kata Alvin.


"Adek haus ya? bental ya adek. Kakak ambil minum buat adek." katanya sambil turun dari kasur.


"Kakak mau kemana?"


"Mau ke dapul. Ke bunda ambil minum buat adek." katanya sambil berlari ke arah pintu.


Alvin mengekori di belakang sambil menggendong Aidan. Tapi saat hendak menuruni tangga Aina berhenti sejenak. Kemudian melangkah pelan sambil berpegangan pada pegangan tangga.


"Sini pegangan papa." kata Alvin.


"Papa kok tulun. Kakak kan mau ambil minum buat adek." kata Aina sambil menerima uluran tangan Alvin.


"Adek kan minumnya susu dari bunda. Jadi adek harus langsung ketemu bunda."


"Bukan minum ail putih kayak kakak?" tanya Aina.


"Bukan. Nanti kalau udah agak besar baru boleh."

__ADS_1


Aina mengangguk.


"Bundaaa..." teriak Aina setelah habis menuruni anak tangga dan langsung berlari ke dapur.


"Eh anak bunda udah bangun." jawab Haifa sambil menghadap Aina.


"Bunda buat apa? Kok halum."


"Bunda buat sop ayam sama bakwan jagung."


"Kakak mau."


"Boleh. Tapi kakak udah gosok gigi dan cuci muka belum?"


Aina menggeleng.


"Kakak cuci muka sama gosok gigi dulu ya. Nanti baru makan."


"Kenapa halus gosok gigi dulu?"


"Karena kakak kan baru bangun tidur, mulut kakak, gigi kakak masih kotor. Coba sini bunda cium. Tuh kan masih bau. Itu tandanya masih ada kumannya. Kalau kakak gak gosok gigi dulu nanti kuman di gigi kakak ikut ke makan deh."


"Sayuran aja, kalau mau bunda masak harus bunda cuci dulu biar bersih. Masa kakak yang mau makannya masih kotor." kata Haifa.


"Hihi iya deh kakak gosok gigi dulu. Ayo papa." ajaknya pada Alvin yang sejak tadi berdiri di belakang Aina.


"Papa kan tama kayak kakak balu bangun. Jadi belum gotok gigi. Papa juga bau." kata Aina sambil menutup hidungnya.


"Ih enak aja." kata Alvin sambil mengacak rambut Aina.


"Ayo papa. Jangan belantakin lambut kakak. Ih nakal deh."


"Yaudah ayo. Nih, dia haus kayaknya." kata Alvin sambil menyerahkan Aidan pada Haifa dan langsung kembali ke atas bersama Aina.


Benar saja baru bersama Haifa sebentar saja Aidan sudah langsung mencari cari ke dada Haifa seaakan sudah hafal letak Haifa menimbun bahan makanan untuk Aidan.


"Anak shalehnya bunda haus iya?" kata Haifa.


"Iya nak, iya sebentar ya. Bunda duduk dulu biar adek juga enak minumnya." katanya sambil duduk di kursi meja makan.


Sementara itu di dalam kamar Aina.


"Ih papa kakak mau gotok gigi tama cuci muka bukan mau mandi kenapa buka baju?" kata Aina yang merasa jengkel karena Alvin malah membuka pakaian Aina.


"Sekalian mandi aja sayang. Ini udah siang loh." bujuk Alvin.


"No. Dingin papa." rengek Aina.


"Coba dulu sini pegang airnya." kata Alvin sambil membawa tangan Aina ke air yang mengalir dari kran.

__ADS_1


"Dingin enggak?" tanya Alvin.


"Enggak. Ailnya anget. Kakak mau mandi. Tapi mauna belenang di kamal mandi papa di bak yang betal. (maksudnya bathup)."


"Enggak ah kalau di sana nanti kakak mandinya lama."


"Aaa papa mau di sana ayo papa."


"Enggak sayang. Kakak mandi di sini aja. Kakak belum makan kalau mandi lama lama, nanti masuk angin."


"Papa nakal."


"Iya gak apa apa papa nakal. Asal kakak gak sakit karena masuk angin." kata Alvin dan mulain menyalakan shawer untuk memandikan Aina.


Selesai mandi dan rapi berpakaian, Aina dan Alvin sama sama turun menuju ruang makan.


"Bundaaa." panggil Aina.


"Papa kok bundana gak ada? Papa tembuniin dimana?"


"Kok papa. Papa kan dari tadi sama kakak."


"Ih papa tih lama." kata Aina.


"Bunda di kamar mungkin kak. Lagi mandikan adek juga. Adek kan sama kayak kakak belum mandi."


"Papa kok belum mandi?"


"Papa udah mandi enak aja."


"Kok belum ganteng?"


"Eh enak aja. Papa ganteng tahu."


"Enggak ah. Gantengan Aillangga."


"Hm Aillangga? siapa?"


***


Hayoo loh kakak ditanya Aillangga siapa?


To be continued...


See you next part...


Untuk kritik dan saran boleh ditulis saja di kolom komentar atau di grup chat saja ya hehe.


Terimakasih❤

__ADS_1


__ADS_2