Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Mencari Dirimu **


__ADS_3

Bijaklah dalam membaca ya guys...!!


cuzz...


"Dari mana saja kamu Aretha?"Tanya Raymundo sambil menyiram tanaman di halaman rumah itu.


"Jalan jalan di sekitar rumah,apa gak boleh juga?"Tanya Aretha sambil duduk berselonjor di rerumputan hijau seperti permadani itu.


"Ya nggaklah,kenapa nggak boleh?"Raymundo balik bertanya pada Aretha.


Tiba tiba Ahaz,Adam dan Andre datang menghampiri mereka berdua.


"Adek,Popoknya simpan di mana Dek,Kakak mau ganti popoknya Baby Al."Ucap Ahaz pada Aretha.


"O,Popok?Kakak mau bantu Aretha gantiin popok baby Al?"Aretha balik tanya.


"Iya gak apa kakak sering gantiin popok bayi yang di rawat di rumah sakit jadi untuk pengalaman jangan ragukan kehebatan kakak ya Dek?"Ucap Ahaz lagi.


"Ikut aku Kak,ayo ambil popok karena Arey jelaskan pun kakak gak bakalan tahu tempatnya."Ajak Aretha pada Ahaz.


Adam dan Andre menemani Raymundo menyiram tanaman di halaman depan rumah itu sambil sesekali mereka bersenda gurau.


Raymundo dan kedua kakak twinnya Aretha akhirnya memutuskan untuk membuat kandang kelinci dan mereka membuat suhu ruangan seperti di negara +62.


Sehingga kelinci maupun hewan hewan yang mereka pelihara tetap sehat dan tetap hidup.


Mereka berencana membuat sebuah ruangan khusus untuk menanam sayuran apapun yang mereka kehendaki dan bibitnya mereka ambil dari Jakarta di kirim oleh saudara saudara mereka dan kemudian kalau perlu pupuknya juga diambil dari sana agar memudahkan penyesuaian tanaman dengan tanah disekitar mereka.


Wah,ide yang bagus ini...


Untuk sesaat Raymundo tidak memperhatikan Aretha dan baby Al,padahal setiap hari Raymundo sangat perhatian dengan Aretha dan baby Al,ia belum bisa ke negara sebelah untuk menyelesaikan masalah pekerjaannya.


Ia belum bisa ke belanda untuk melihat proyek barunya katena ia masih ingin melihat anak dan istrinya dulu.

__ADS_1


Ia tak tahu kalau ia pergi ke belanda apakah ia masih punya waktu untuk memperhatikan anak dan istrinya?Untuk itu ia masih menarik ulur waktunya agar ia bisa lebih dekat dengan sang bayi penerus group XX yang adalah putra sulungnya itu yang baru berusia 1 bulan.


**


Reyhan dan Tapasya langsung menuju ke rumah Raymundo.


Disana mereka bertemu dengan bibi penjaga rumah.


"Siang Bi,Apa Tuan Raymundo ada?"Tanya Reyhan pada Bibi irah.


"Maaf Tuan Raymundo sedang di luar negeri,mereka berangkat 4 hari yang lalu Tuan."Jawab Bibi Irah jujur.


"Luar negerinya di mana Bi?"Tanya Reyhan penuh selidik.


"Wah kalau itu saya tidak tahu tuan."Jawab bibi irah seadanya.


"Baiklah Bibi,apa aku boleh minta nomornya Tuan anda?Hp saya hilang dan saya kehilangan kontaknya."Jawab Reyhan beralasan.


"O tuan ada janjian dengan tuan Raymundo?"Tanya Bibi irah pada Reyhan.


"Sebentar ya saya ambil nomornya dulu."Ucap Bibi irah sambil menutup kembali pintu dan pergi ke dalam rumah untuk mengambil nomor yang biasa di pakai Aretha memantau perkembangan mereka di rumah.


"Kok pintunya ditutup sih?"Reyhan membatin.


Aretha teganya kamu pada sahabat masa kecilmu ini kenapa kamu pergi tanpa kabar berita Arey?


Tapasya hanya berdiri disamping Reyhan dan memeluk pria tampan itu sambil berbisik.


"Aku tahu kamu masih mencintainya Rey?sebagai sahabatnya aku tau setiap gerak gerikmu.Aku tahu Reyhan aku tahu segalanya,kenapa aku tak bisa menggantikan posisi Aretha di dalam hatimu Rey?"Jerit hati Tapasya yang sudah mulai mencintai Reyhan.


Reyhan pun tanpa sadar memperhatikan wanita di sampingnya itu dan tanpa sadar ia pun mengecup kening Tapasya sambil berkata"Maafkan aku yang belum bisa move on sepenuhnya dan maafkan aku telah melibatkan kamu dalam hal ini,maafkan aku yang belum memberikan hatiku sepenuhnya padamu,maafkan aku untuk semua yang kamu alami bersamaku walaupun hatiku belum sepenuhnya untukmu Tapasya,maafkan aku, aku akan mencoba melupakan mantan terindahku yang merupakan sahabat kecilmu itu."Ucap Reyhan sambil mengecup kening Tapasya lama dan dalam.


"Iya aku mengerti perasaan kamu,aku tahu bahwa kamu belum sepenuhnya mencintaiku Rey,tapi aku yakin kalau suatu saat nanti kamu akan mencintaiku sepenuh hati dan segenap jiwa raga kamu Reyhan. "Ucap Tapasya menguatkan hati Reyhan yang ragu pada hubungan mereka di masa mendatang.

__ADS_1


Pintu terbuka dan keluarlah bibi Irah menyerahkan secarik kertas pada Reyhan.


"Ini nomor yang dipakai Nyonya muda menelepon saya selama ini."Ucap bobi Irah tanpa rasa curiga sedikitpun.


Reyhan kemudian menerima kertas itu dan membacanya kemudian memasukkan ke dalam saku jasnya.


"Baiklah Bibi kami pamit pulang dulu ya?Tapi sebelumya saya akan beritahu bibi kalau kami kesini sebenarnya mau mengundang Tuan Raymundo dan Nyonya Aretha untuk hadir di pernikahan kami ya g akan di adakan di Gereja Bunda Maria Tak bernoda hari Sabtu Pagi jam 9.


Kalau bibi berkenan mohon kehadirannya untuk mewakili tuan dan nyonya anda."Reyhan pun jujur mengenai kedatangan mereka.


"Baiklah Tuan,saya tidak janji untuk datang karena takut tidak menepati janji saya."Ucap Bibi irah menolak tawaran Reyhan dengan halus.


"Baiklah bibi kami pamit ya?Selamat pagi dan sampai jumpa hari Sabtu lagi."Ucap Reyhan sedikit memaksa bibi irah untuk mengikuti pernikahan mereka dan resepsi mereka.


Bibi kemudian mengantarkan mereka sampai di pagar luar dan mereka disambut oleh satpam dan satpam lah yang mengantarkan mereka keluar dari dalam rumah besar itu.


Dalam hati Reyhan tersenyum sumringah karena telah mendapatkan nomor ponsel yang biasa dipakai Aretha menelepon bibi Irah.


Ia tak tahu jika nomor yang diberitahu Bibi adalah nomor ponselnya Raymundo.


Reyhan tidak fokus sepanjang jalan sehingga Tapasya mengambil alih menyetir mobil takut mereka kecelakaan di jalan.


"Sya,kasih aku kesempatan untuk memulai hidup bersamamu,memulai untuk mencintaimu dan aku harap kamu mau mengerti perasaan aku padamu."Ucap Reyhan sambil membelai rambut panjang Tapasya.


"Baiklah Mas,jangan pernah menyakiti hatiku karena kalau hatiku sakit aku tak segan segan untuk pergi dari hidupmu."Ancam Tapasya.


"Jangan mengancam aku sayang?"Ucap Reyhan lagi.


"Baiklah sekarang kita cari makan dulu ya?Aku lapar banget nih sayang."Ucap Reyhan pada Tapasya.


Mobil tang mereka tumpangi pun berbelok ke arah restoran terdekat di daerah menteng.


Ketika mereka masuk ke dalam restoran itu tanpa sadar mereka bertatap dengan wajah wanita cantik itu yang tak lain dan tak bukan adalah Dokter Citra.

__ADS_1


"Lho kok Dokter itu berkeliaran di restoran sini,bukannya seharusnya dia berada dibalik jeruji besi?"Gumam Tapasya perlahan tapi di dengar oleh Reyhan.


__ADS_2