
Pertandingan yang ditunggu tunggu pun tiba, Terlihat Aretha sangat sibuk sekali memakai baju mana yang cocok untuk mengikuti pertandingan itu, akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah stelan Baby Terry Channel berwana maroon panjang celananya sampai lutut, dan sebuah sepatu Fila warna putih.
Setelah bersiap siap ia pun mengambil tas ransel Dior kesayangannya yang sudah disiapkannya.
Di dalam tas itu ada dompet, ponsel dan juga beberapa cemilan dan 🍬.
Ia pun berjalan keluar sambil menelepon seseorang, pra yang di telepon pasti para readers tahu kan, dialah Raymundo Ozario Dharmawan.
Setelah menelepon tak berapa lama kemudian Raymundo muncul dengan menggunakan mobil sport mewahnya.
" Ting Ting Ting, bunyi klakson mengagetkan Aretha."
Pintu pagar dibuka oleh Pak Satpam dan mobil itu pun masuk ke halaman rumah bagian depan.
Setelah memarkir mobilnya, Raymundo dan Bernard masuk ke dalam rumah besar itu.
"Hai Ray, sudah datang ya tepat waktu banget aku juga baru selesai siap!" ujar Aretha sambil tersenyum menunjukkan gigi gingsulnya membuat siapapun yang melihatnya takkan pernah mengedipkan matanya.
"Iya sayang kita menunggu siapa lagi sayang," tanya Raymundo.
"Mas Bernard silahkan duduk!" ucap Aretha mempersilahkan kedua orang tamunya untuk duduk.
"Sebentar ya saya ambilkan minum dulu" ucap Aretha sambil berbalik ke dapur.
Ketika Arey sementara di dapur datanglah Virgo yang sudah selesai bersiap siap, ketika sampai di ruang tamu ia melihat Raymundo tiba tiba ia mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu membuat kepalanya memanas dan mendekati Raymundo dan memegang kerah baju Raymundo.
"Ngapain kamu kemari, mau menyerahkan diri untuk aku pukul? sudah bertahun tahun lamanya hari ini kamu menyerahkan dirimu" ucap Virgo sambil terus memegang kerah bajunya Raymundo.
"Maaf Kak kan aku sudah minta maaf waktu itu, kok Kakak masih dendam saja sih ayo kita baikan" ucap Raymundo santai.
Tiba tiba Aretha muncul sambil membawa nampan berisi 2 gelas teh hangat dan toples berisi cemilan.
"Lho Kak Virgo mau apa sama Pacarku?" tanya Aretha yang menangkap basah abangnya sementara memegang kerah baju Raymundo.
"Nggak ngapa ngapain kok Dek, Kak Virgo cuma lihat ada semut di kerah bajunya"ucap Virgo membohongi Aretha.
"Oo, gitu ya? Mas Ray dan Mas Bernard ayo minum dulu sambil kita menunggu Kak Harris datang ya?" ucap Aretha sambil tersenyum pada Raymundo.
Tiba tiba sebuah mobil Fortuner memasuki halaman depan rumah bak istana itu.
"Itu pasti Papa!" ucap Aretha sambil tersenyum dan berlari keluar dan melihat siapa yang datang, dan ternyata yang datang Papa dan Mama yang baru saja pulang dari luar kota mengantar Mama Rinda mamanya Bang Harris.
"Sore Mam, Pap udah balik ya? Mama Rinda Papa dan Mama udah antar pulang kok gak bilang Arey sih kan Arey masih ingin Mama Rinda disini Mama?" ucap Aretha sambil mengerutkan keningnya.
"Minggu depan hari raya Imlek kan liburan nih kita jemput Mama Rinda kesini lagi" ucap Mama Divya lagi.
"Ayo Papa Mama mari, Arey mau memperkenalkan seseorang pada Papa dan Mama!" ucap Aretha sambil menarik tangan Papanya.
"Pelan pelan Nak, nanti jatuh gimana?" ucap Mama Divya sambil berjalan mengikuti putri kesayangannya itu.
"Sini Mam, pacar Aretha berkunjung kita mau ikut pertandingan bola voli di kompi D bareng Bang Harris Mam, ayo Arey kenalin"ucap Aretha sambil tersenyum.
"Baiklah Mama ikuti aja apa yang Adek mau!"Pasrah Mama Divya lagi.
Mereka pun menuju ruang tamu dimana Raymundo dan Bernard sementara duduk sambil menikmati teh hangat dan cemilan yang disuguhkan oleh Aretha tadi.
"Mas, kenalkan ini Mama aku mama Divya dan ini Papa aku Papa Stephen" ucap Aretha memperkenalkan Papa dan Mamanya pada Raymundo.
"Salam Om dan Tante!" ucap Raymundo sambil menyalami kedua orang tua itu sambil mencium punggung tangan Papa dan Mama Divya.
"Nak, kalian mau kemana?" tanya Papa pada Raymundo.
"Eh, Papa dan Mama ini namanya Kak Bernard Beruang kutub Utara hehehe, Kak Bernard ini temannya Mas Raymundo Mama Papa"ucap Aretha memperkenalkan lagi Bernard yang membuat Bernard tersipu malu.
"O iya anak anak kalian mau ke kompi ya?" tanya Papa lagi.
"Iya Om, kami masih menunggu Mas Harris mau kesini baru kita berangkat bareng!" ucap Raymundo sambil tersenyum.
Selang beberapa menit kemudian Harris muncul dan langsung menyalami Papa Stephen dan Mama divya serta Raymundo dan Bernard.
"Bude, Pakde Harris ijin ajak adek adek ikut pertandingan di kompi ya?" ucap Harris sambil tersenyum dan mengajak mereka untuk cepat pergi ke kompi D tempat pertandingan bola voli itu.
Mereka pun pamit pada Papa dan Mama Divya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ijin mereka pun pergi keluar rumah menuju mobil dan mereka berembuk untuk memakai mobil yang mana.
"Nah jadi gini aja, bagaimana kalau kita pakai mobil Papa aja yang Toyota Alphard biar bisa muat semuanya"ucap Aretha memberi ide.
"Ok aku setuju!" ucap Igo kemudian menyuruh Aretha untuk meminta kunci mobil pada Papa Stephen.
"Adek ambil kunci sama Papa ya?" ucap Virgo pada adiknya.
"Ya kak, baiklah" ucap Aretha sambil berlalu pergi dari hadapan ke empat pria tampan itu.
"Dek Mira kok gak kelihatan ya Go?" tanya Harris pada Virgo.
"Anak itu jarang dirumah Bang!" ucap Virgo lagi.
Sementara itu Aretha mencari Papanya di dalam ruang kerja Papa.
"Pap, Arey pinjam mobil Papa ya biar muat kami semua!" ucap Aretha memelas.
"Ini kuncinya sayang, tapi gak boleh ngebut ya Dek nanti kasih aja Harris yang bawa saja" ucap Papa Stephen sambil menyerahkan kuncinya pada Aretha.
"Da dahh Papa!" ucap Aretha sambil melangkah pergi dari hadapan Papanya.
"Iya Nak gak boleh sampai malam ya?" pesan Papa Stephen lagi.
Beberapa saat kemudian Aretha menemui Ke empat prianya itu.
"Kok lama sih Dek?" ujar Harris.
"Nggak kok Bang, nih kuncinya kata Papa Bang Harris yang bawa mobilnya Papa kita jadi penumpangnya saja"ucap Aretha sambil menyerahkan kuncinya pada Harris.
"Baiklah adik adik ayo kita berangkat, adek di depan ya?" ucap Harris lagi.
"Nggak mau adek mau duduk sama pacar adek di belakang saja" ucap Aretha sambil memonyongkan bibirnya.
"Ok baiklah, ayo kita berangkat!" ajak Harris pada adik adiknya dan juga Raymundo serta Bernard.
"Bang jangan ngebut ya?" ucap Aretha sambil duduk di samping Raymundo dan memeluk lengan Raymundo dengan manjanya.
"Sayang, Kamu kenapa gak mau duduk di depan?" tanya Raymundo pada Aretha yang duduk dan bergelayut manja pada lengan Raymundo.
"Aduh! sakit sayang" ucap Raymundo meringis.
"Biar tau rasa dikit" ucap Aretha sambil tersenyum.
**
Beberapa saat kemudian mereka tiba di kompi D, disana sudah banyak Anggota TNI dan ibu ibu Persit mereka tampaknya sangat kompak.
Harris memegang erat tangan Aretha dan membawanya ke bagian panitia.
"Lapor ndan ini adik saya yang akan membawa nama saya untuk mengikuti pertandingan ini siap" Harris mengajukan Aretha sebagai pemain dari pihaknya.
"Laksanakan!" ucap Komandan kompi D yang bernama Nugie Syahputra itu.
"Siap Laksanakan!" balas Harris sambil berjalan ke arah Aretha, Raymundo, Virgo dan Bernard.
"Adek, ayo masuk lapangan namamu udah Abang Daftarkan"ucap Harris sambil menarik tangan Aretha dan membisikkan sesuatu ke telinga Aretha membuat para prajurit bujang setengah mati menahan nafas karena jarang jarang mereka melihat cewek bening masuk ke kompi mereka.
"Jangan terpengaruh ataupun terpancing emosi ya namanya suporter pasti teriakannya sangat membuat sakit telinga bahkan sakit hati, Abang yakin adik Abang yang cantik ini pasti bisa melewati pertandingan ini"ucap Harris lagi.
Tiba tiba Raymundo muncul dan membisikkan sesuatu juga di telinga Aretha.
"Sayang semangat, Mas yakin kamu bisa menjadi bintang permainan bola voli di kompi D ini, tetap semangat dan aku selalu mendukungmu" ucap Raymundo sambil tanpa sadar ia mencium kening Aretha di hadapan banyak orang bikin wajah Aretha semakin memerah.
Pertandingan pun dimulai...
Ketika saat smash dan shoot, Aretha benar benar bermain dengan sangat cantiknya sehingga terdengar tepuk tangan sangat riuh membuat pihak lawan sangat membenci Aretha sedangkan Aretha sendiri malas tahu dengan apa yang terjadi saat itu.
Pertandingan semakin memanas dan Aretha masih saja hebat dalam menshoot dan smash.
Aretha menjadi pusat perhatian para anggota TNI yang masih bujang.
"Siapa sih gadis itu, cantik, seksi dan tinggi semampai seperti itu, hatiku meleleh hanya melihat senyumannya yang menunjukkan deretan giginya yang putih dan gingsulnya itu aduh rasanya ingin kumiliki dirinya walau hanya sesaat dalam mimpi" Ucap Lettu Hendrawan Bahari.
__ADS_1
"Let, tuh masih bujang atau udah menikah sih" ucap Praka Rendy Saputra pada Komandannya yang senyam senyum sendiri dari tadi dan matanya tetap menatap ke arah Aretha.
Tiba tiba bunyi peluit tanda istirahat di tiup oleh wasit.
Aretha langsung di gendong Harris diganti Virgo dan yang terakhir Raymundo.
"Yank, bagaimana menurutmu pertandingan tadi bagus gak? menegangkan gak sayang?" tanya Arey beruntun pada Raymundo.
"Kamu sangat hebat dan aku merasa terhibur ketika melihatmu bermain bola voli, rasanya ingin sekali memeluk dan menciumi pipi yang bikin aku gemas ini" ucap Raymundo sambil mengelus rambut panjang Aretha.
"Kak Igo nih ada telpon dari Kak Mira katanya mau ikut kesini juga tapi gak tau alamatnya"ucap Aretha sambil menyerahkan ponselnya pada Abang kesayangannya itu.
"Bang Harris nih tolong jemput Mira di depan katanya gak tau mau masuk lewat mana?" ucap Igo sambil memberikan ponsel Aretha pada Harris.
Akhirnya Harris ke depan dan menjemput adik sepupunya yang satu lagi.
"Hei Bang ini Mira!" Panggil Mira sambil melambaikan tangannya pada Harris yang sementara celingukan mencari keberadaan Mira.
"Hai Adek ayo sama Abang masuk ke dalam" ajak Harris sambil menggandeng tangan Mira membuat banyak mata yang memandang mereka menjadi iri.
"Lho ada lagi gadis cantik disini, itu siapanya Harris ya kok hari ini semua cewek cantik jalannya sama Harris saja aku jadi iri deh sama si Harris itu" ucap Lettu Hendrawan Bahari pada Anakbuahnya Praka Rendy Saputra.
"Jangan jangan itu sepupunya Harris ya," ucap Lettu Hendrawan penasaran.
"Ya semoga sepupunya biar aku ada kesempatan mendekati gadis gadis cantik itu, tapi aku benaran jatuh cinta pada pandangan pertama" ucap Lettu Hendrawan pada Praka Rendy lagi.
Setelah Mira bergabung dengan saudara saudaranya mereka menjadi 6 orang 4 orang cowok dan 2 orang cewek.
Aretha ingin mengetahui seberapa luas lapangan kompi D sehingga ia meminta ijin dari Raymundo agar ia bisa berjalan mengelilingi lapangan itu.
"Yank, aku keliling sebentar ya pengen tahu seberapa luasnya lapangan ini, ayang tunggu aja disini ya, nih tas aku Yank pegang ya dan di dalam tas itu ada permen dan jajan kalau mau makan aja" ucap Aretha sambil melangkah pergi meninggalkan Raymundo dan saudara saudaranya.
Raymundo membiarkan Aretha pergi karena dia yakin dan percaya kalau kekasih hatinya itu tidak akan berpaling darinya.
Aretha berjalan mengelilingi lapangan itu dan tanpa sadar Aretha berjalan tepat di hadapan Lettu Hendrawan dan tanpa sengaja Aretha menginjak kaki Lettu Hendrawan yang sengaja memindahkan kakinya ke arah depan agar diinjak oleh Aretha.
Dugaannya tepat, bahkan Aretha hampir jatuh tetapi sebelum jatuh ke bawa Aretha langsung di tangkap oleh Lettu Hendrawan sehingga ia tidak jadi jatuh tapi malah jatuh ke pelukan Lettu Hendrawan.
Lettu Hendrawan sempat mencium aroma parfum gadis itu yang membuatnya tetap memeluk gadis itu.
"Maafkan saya karena tidak fokus berjalan sehingga menginjak kaki Bapak!" ucap Aretha sambil tersenyum hangat membuat hati Lettu Hendrawan tak berpikir panjang sehingga bisa melepaskan Aretha pergi begitu saja.
"Kenapa aku bodoh dan melepaskan gadis itu!" ucap Lettu Hendrawan memukul jidatnya.
"Apa aku kejar saja ya?" pertanyaan itu berkecamuk dalam pikiran Lettu Hendrawan sehingga tanpa ia sadari ia pun berlari mengejar Aretha.
"Hai Dek boleh kenalan gak?" tanya Lettu Hendrawan sambil mengulurkan tangannya pada Aretha.
"Hendrawan!"ucap Lettu Hendrawan menyebutkan namanya.
"Aretha!" Jawab Aretha singkat juga.
"Adek hebat ya main bola tadi, adek latihan dimana?"tanya Lettu Hendrawan sambil tersenyum.
"Aku sering main Bola voli sejak SMP hingga kini" ucap Aretha cuek dan sikap cueknya ini membuat Lettu Hendrawan semakin menyukai gadis ini.
"Wow, kalau ada pertandingan lagi aku boleh mengundang kamu?" ucap Lettu Hendrawan lagi.
"Iya boleh, nanti kontak saja Abangku Harris Pratama ya Pak?" ucap Aretha seakan peka tetapi sengaja tak diladeni maksud hati dari Lettu Hendrawan.
"Adek masih kuliah atau udah kerja?" tanya Lettu Hendrawan teliti.
"Aku ?" tanya Aretha lagi.
"Iya Kamu Dek!"ucap Lettu Hendrawan lagi dengan suara lembutnya padahal suaranya sangat berat suaranya terdengar sangat seksi.
"Ooo, pikir tanya siapa hehehe" ucap Aretha sambil terkekeh.
Dari kejauhan terdengar bunyi peluit tanda jam istirahat selesai.
"Maaf aku duluan ya," ucap Aretha hendak melangkah tetapi di tahan oleh Lettu Hendrawan.
"Tunggu aku antar kamu ya?" ucap Lettu Hendrawan hendak menggenggam tangan Aretha bersamaan dengan itu Aretha menarik tangannya dan berlari secepat mungkin.
__ADS_1
"Maaf Pak aku duluan ya aku gak mau terlambat" ucap Aretha sambil mengambil langkah seribu membuat Lettu Hendrawan pasrah dan tak bisa menolaknya.
** Next ya tolong bantu komentar dan like serta vote ya biar author semangat terima kasih🙏💙