Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Pernikahan Reyhan **


__ADS_3

**


Siang itu di sebuah Kapel kecil di sudut kota itu,sedang merayakan pesta pemberkatan pernikahan suci antara Tapasya dan Reyhan.


Reyhan terlihat sangat tampan dan wajahnya tak sedikitpun mengukir senyum,wajahnya datar datar saja tanpa sebuah senyuman.


Tapasya terlihat seperti putri kerajaan dengan pakaian yang ala pangeran dan putri mereka melangkah masuk ke Kapel kecil itu dimana para undangan sudah berkumpul disitu dan terlihat seorang pastor sedang menanti kedatangan pasangan pengantin itu.


Tapasya menyikut lengan Reyhan sambil berbisik.


"Suamiku pegang tanganku jangan biarkan aku berjalan seorang diri tanpa gandengan."Ucap Tapasya mesra.


"Kamu harus tunjukkan kualitas diri seorang Reyhan dengan baik, jangan cemberut terus entar disangka kamu banyak utang makanya wajahmu sedih terus."Ucap Tapasya berbisik pada telinga Reyhan.


Reyhan pun tersenyum mendengar bisikan Tapasya.


"Ah ...kamu bisa aja ya?" Ucap Reyhan sambil tersenyum sumringah.


"Kamu bikin aku tersenyum dan membuat para undangan pun bertepuk tangan karena melihat senyumanku."Sambung Reyhan lagi.


"Tugas seorang isteri adalah membuat suaminya betah dan tersenyum."Jawab Tapasya sambil tanpa aba aba mengecup pipi Reyhan.


Mata Reyhan terbelalak merasakan aliran darahnya berdesir,seakan ia tersengat aliran listrik yang dahsyat.


"Kamu membuatku merasa memiliki semangat hidup Sya,Maafkan aku yang selama ini telah mengabaikan kamu Saya,aku janji setelah ini kita akan mendapatkan predikat pengantin paling berbahagia."Ucap Reyhan semangat.


Reyhan pun menggenggam erat tangan Tapasya sambil tersenyum dan tanpa aba aba Reyhan pun melabuhkan sebuah ciuman indah tepat di pipi mulus Tapasya.


"Terima kasih sayang karena telah membuat aku tersenyum lagi dan berbahagia hari ini."Ucap Reyhan semangat dan tersenyum.

__ADS_1


Reyhan pun bergandengan tangan dengan Tapasya masuk ke dalam Kapel dan menuju ke Altar untuk mengucapkan janji suci pernikahan dan diberkati oleh Pastor di kapel itu.


Acara pemberkatan berlangsung sangat khidmat dan para undangan banyak yang terharu dan berbahagia turut merasakan apa yang dirasakan oleh kedua mempelai.


**


Selesai acara pemberkatan pernikahan suci di Kapel kecil di sudut kota itu langsung di adakan resepsi pernikahan yang cukup meriah di sebuah mansion milik Reyhan.


Reyhan terlihat sangatlah bahagia,senyumnya berulang kali tersungging di bibirnya.


"Sayang,aku sudah sangat capek kapan berakhir acara ini?"Ucap Tapasya sambil tersenyum sendu pada wajahnya yang cantik.


"Sabarlah sayang ini adalah momen bahagia kita dan sekali seumur hidup kita bertahanlah untuk hari bahagia kita Sya aku mohon."Ucap Reyhan lagi.


"Baiklah sayang....!!"Jawab Tapasya sambil tersenyum tipis.


Terlihat Reyhan masih kuat untuk duduk tetapi Tapasya sudah benar benar mengantuk dan tidak bisa menahan kantuknya itu.


"Sya bertahanlah sayang jangan sampai kamu tertidur karena malam ini adalah malam bahagia kita dan malam ini aku meminta hakku sebagai seorang suami pada isteri tercintaku yang sudah ku nikahi dan sudah sah di hadapan Tuhan."Bisik Reyhan pada telinga Tapasya.


"Mas,kamu serius mau minta hak mu malam ini Mas? Kan aku capek banget kan bisa ditunda besok ya kan?"Ucap Tapasya sambil menatap wajah tampan di sampingnya itu.


"Sayang aku tak tahan harus menahan ini bertahun tahun kamu tahu gak selama ini aku belum pernah merasakan tidur dengan wanita siapapun,aku benar benar masih perjaka dan aku harap akulah orang pertama yang membobol pertahanan kamu nanti sayang."Ucap Reyhan tersenyum hangat membuat Tapasya bergidik.


**


Di negara lain seorang pria sedang duduk merenung sambil mengelus rambut dan pipi milik sang isteri yang sedang tertidur pulas dengan dengkuran yang halus yang membuat dirinya menyesal karena telah menampar pipi sang isteri.


"Maafkan aku sayang, karena telah menampar pipi yang sangat aku sayangi,tak seharusnya aku melakukan hal itu,tak seharusnya aku menampar wajahmu, aku memang bersalah sebenarnya aku harus lebih menahan diri lagi agar tak sampai menamparmu Arey,mulai sekarang aku janji takkan pernah menampar ataupun melakukan hal hal kekerasan padamu lagi isteriku,aku tahu kamu kecewa dan sakit hati tetapi kamu lebih memilih berdamai dengan hatimu yang sakit dan lebih mengutamakan kesetiaan kamu padaku Arey,Aku sayang dan cinta kamu isteriku "Ucap Raymundo sambil menunduk dan mengecup pipi dan kening sang isteri.

__ADS_1


Aretha sebenarnya sudah bangun dari tidurnya tetapi ketika ia hendak membuka matanya ternyata ia mendengar pengakuan dari Raymundo yang menyesali perbuatannya kemarin.


Ia pun pura pura terlelap lagi agar tak diketahui oleh suaminya itu.


Raymundo kembali menatap wajah Cantik Aretha dan mengelus pipi bayi yang terlelap di samping Aretha yang merupakan buah cinta dari perkawinan mereka.


"Anakku...cepat besar nak, Papa sangat menyayangi kamu dan mama mu nak, Papa sangat menyesali perbuatan Papa yang sudah menyakiti Mama kamu,Papa harap suatu saat ketika kamu dewasa nanti jangan pernah sakiti mama kamu Nak,rasanya sakit sekali ketika penyesalan itu datang merongrong hati ini,maafkan Papa yang jarang memelukmu karena Papa selalu sibuk dengan pekerjaan,tetapi satu pinta papa suatu saat ketika kamu dewasa nanti sayangilah mama kamu itu sudah cukup buat papa bahagia dan bekerja dengan semangat."Raymundo menyesali perbuatannya dan berbicara masa depan dengan sang bayi yang sedang terlelap itu.


Tanpa disadari Baby Al sudah bangun dari tidurnya dan berceloteh,suaranya itu sangat menggemaskan Raymundo.


"Sayang sudah bangun nak?Sini Papa gendong biar mama bisa bobo sebentar lagi kasihan mama kamu sangat capek ngurus kamu,ngurus papa." Ucap Raymundo pada sang bayi.


Raymundo pun menggendong bayi montok itu dan membawanya ke tempat tidur yang lebih besar dan meletakkan bayinya di sana sambil bermain main dengan sang bayi yang belum mengerti tentang apa apa itu.


Ketika lagi asyik bermain dengan sang bayi tiba tiba pintu kamar diketuk dari luar.


"Baby Al,nih paman Andre bawakan hadiah ayo bangun kita main main di taman."Sapa suara dari arah luar kamar itu.


"Yuk Baby Al sama papa atau mama kita main main di taman."Sambung Adam lagi.


"Iya paman tunggu Baby Al ganti popok dulu ya?"Ucap Raymundo sambil melepaskan popok dari baby Al kemudian membersihkannya dengan air hangat dan kemudian di lap dengan tissue lembut kemudian memakaikan popok baru pada baby Al


Setelah berganti, Raymundo pun meletakkan bayinya di dalam stroller bayi dan mendorongnya keluar kamar menuju ke taman.


" Hai paman Andre,hai Paman Ahaz dan Paman Adam maaf ya baby Al ketiduran tadi..."Ucap Raymundo sambil menirukan ucapan ucapan bayi yang baru belajar berbicara.


**


"Next"

__ADS_1


__ADS_2