Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Refleks bilang sayang **


__ADS_3

Tanpa sadar kata kata yang barusan diucapkan oleh Lettu Hendrawan membuat Raymundo meremas tangannya seakan akan ia akan menghajar Lettu Hendrawan.


"Makasih ya Bang kami pamit dulu,"ucap Raymundo sambil menggendong Aretha dan memasukkannya di dalam mobilnya.


"Mobilmu nanti akan diambil Pak Supri ya Dek, sekarang ayo kita pulang dulu agar aku bisa merawat lukamu itu" ucap Raymundo pada Aretha.


"Yank turunin aku, aku mau bertemu Bang Hendrawan walaupun dia rivalnya Kamu sayang tapi aku lebih memilih kamu sayang, please aku harus berterima kasih padanya agar aku bisa tenang" ucap Aretha sambil mencoba turun dari mobil dan pergi ke arah Lettu Hendrawan dan Praka Rendy.


"Abang Makasih ya udah tolong Arey," ucap Aretha sambil tersenyum.


"Iya aku yang harus minta maaf sayang" ucap Lettu Hendrawan tiba tiba.


"Maafkan aku salah ucap!" ujar Lettu Hendrawan pada Aretha lagi.


"Pamit ya Bang?" ucap Raymundo sambil berjalan mendekati Lettu Hendrawan.


"Tolong jaga adekku baik baik ya, kalau gak kamu akan tahu akibatnya" ucap Lettu Hendrawan sedikit menekan kata katanya.


"Siap Bang, di adalah calon istriku pasti aku akan selalu menjaganya dengan sangat baik" ucap Raymundo lagi dan menggandeng tangan Aretha dan segera pergi dari hadapan Lettu Hendrawan dan Praka Rendy.


"Sombong amat sih,"ucap Praka Rendy pada Raymundo tetapi tak digubris oleh Raymundo.


"Ngapain juga aku emosi sama dia," gumam Raymundo dalam hati.


"Yank maafkan Arey Yank," ucap Aretha sambil menatap wajah tampan pria yang menggendongnya itu.


"Yank, tasku masih di dalam mobil tolong ambilkan Yank!" perintah Arey pada pria tampan yang merupakan calon suaminya itu.


"Kamu adalah calon istriku aku wajib melindungi, menyayangi dan mencintai kamu dengan segenap jiwa dan ragaku, kalaupun nyawaku taruhannya aku rela kehilangan nyawa aku demi kamu Yank" ucap Raymundo sambil melangkah pergi ke arah mobil Aretha dan membuka pintu mobil lalu mengambil tas dan ponsel Aretha.


**


Raymundo membawa Aretha ke apartemennya dan mendudukkan Aretha di atas ranjang big size itu.


Ia pun mengambil air hangat untuk kompres kaki Aretha yang bengkak.

__ADS_1


"Nanti sore aku antar pulang ke rumah ya biar Papa dan Mama kamu gak khawatir" ucap Raymundo lagi sambil membelai rambut panjang Aretha.


Beberapa menit kemudian Aretha pun tertidur di ranjang itu dan Raymundo pun menyelimuti seluruh tubuh Aretha dan ia pun melanjutkan mengerjakan pekerjaannya, matanya kembali tertuju pada laptopnya.


Tiba tiba ponsel Aretha berbunyi, ada bunyi notifikasi masuk ke ponselnya dengan segera dibukanya ponsel itu.


"Ternyata dari Lettu Hendrawan, pria ini benar benar minta dihajar nih"gumam Raymundo pada dirinya sendiri.


Raymundo pun meraih ponsel Aretha dan mematikan ponsel itu, ia tak mau menerima panggilan pria yang dianggapnya rival itu walaupun ia tahu kalau Aretha hanya mencintainya tetapi ia tak mau kalau pria itu terus menghubungi calon istrinya.


"Ngapain ya tuh pria telepon terus calon istriku, mau cari masalah sama aku ya? Yang kayak gini nih gak bisa dibiarkan terus menerus entar ngelunjak" ucap Raymundo pada dirinya sendiri.


**


Beberapa jam kemudian Aretha bangun dari tidurnya dan hendak turun dari tempat tidur tetapi di cegah oleh Raymundo.


"Jangan bergerak dulu sayang, mau ke kamar mandi nanti aku gendong ya?" ucap Raymundo pada Aretha lagi.


"Yank aku mau pulang kerumah, nanti besok kamu jemput aku dirumah ya kita ke kantormu bareng bareng, mulai sekarang aku akan selalu berada di dekatmu" ucap Aretha sambil tersenyum dan melangkah mendekati Raymundo yang duduk di kursi sofa sambil matanya tetap fokus pada Laptopnya.


Aretha kemudian melangkah mendekati Raymundo dan duduk tepat di depan Raymundo sambil tersenyum dan terus menatap Raymundo tanpa berkedip sedikitpun.


"Ada apa sayang kenapa menatapku seperti itu?" tanya Raymundo pada Aretha yang masih menatapnya tanpa berkedip.


"Hmmm, ternyata calon suamiku semakin hari makin tampan aja" gumam Aretha sambil mengelus pipi Raymundo.


Raymundo pun berhenti sejenak dan menatap gadis cantik yang duduk tepat dihadapannya.


"Sayang, kamu itu milik aku seutuhnya aku harap tak ada lagi pria lain di hatimu selain aku karena aku takut banget aku takut kehilangan kamu, tolong jauhi Lettu Hendrawan aku tak ingin melihat pria itu mendekati kamu lagi" ucap Raymundo sambil mengelus rambut panjang Aretha.


"Iya sayang nanti aku blokir nomornya, kalau gak sekarang saja kamu blokir sendiri nomornya kan ponselku ada pada kamu sayang?" ujar Aretha pada Raymundo lagi.


"Iya Sayang, habis ini kita pesan makanan ya aku udah lapar banget nih Yank" ucap Aretha pada Raymundo lagi.


"Iya sayang biar aku pesan sekarang ya sayang?" Raymundo menawarkan jasanya.

__ADS_1


"Yank gak pake udang ya?" ucap Aretha lagi.


"Iya sayangku aku tahu itu!" ucap Raymundo sambil menelepon seseorang.


Setelah memesan makanan tiba tiba ponsel Raymundo berdering.


Dreeeetttt... Dreeeetttt...dreeeetttt...


"Yank, angkat ponselnya dong!" ucap Aretha pada Raymundo.


"Bernard menelepon ada apa ya?"gumam Raymundo lagi.


"Ya, Hallo gimana broo?" tanya Raymundo pada Bernard.


"Boss hasilnya sudah saya dapatkan dan ternyata selama ini ada penyusup yang masuk ke dalam perusahaan dan menyelundupkan uang sebanyak 1 triliun, semuanya sudah saya selidiki dan pelaku utamanya bekerja sama dengan Lisa Ardianti mungkin Boss masih ingat dengan wanita itu?" ucap Raymundo lagi.


"Bukti bukti kita pun sudah sangat kuat dan wanita itu sementara sudah saya masukkan ke dalam jeruji besi, tinggal menunggu perintah dari Pak Boss Raymundo Ozario Dharmawan" ucap Bernard pada Raymundo.


"Baiklah nanti sore saya mampir ke Polda tempat dimana wanita ular itu di tahan, akan kubuat dia mendekam selamanya di dalam penjara" ucap Raymundo dengan rahangnya yang sudah kelihatan mengeras dan matanya benar benar menahan amarah yang tak ada duanya.


"Sayang, ada apa? Kenapa dengan wajahmu Yank cerita dong pada Arey, siapa tahu Arey bisa bantu?" tawar Arey pada Raymundo.


Raymundo hanya diam saja tanpa menjawab apapun karena tubuhnya berada di sini tetapi hati dan jiwanya melayang di lain tempat.


"Yank," Panggil Aretha lagi, tapi tetap saja tak didengar oleh Raymundo.


Aretha pun mencari akal yang pas Agara Raymundo bisa sadar dari lamunannya.


Ia pun pergi ke dapur dan membuat saos tomat yang banyak terus memotong sebuah Sosis yang sama persis dengan jari telunjuknya kemudian ia memulai aksinya.


Dibuangnya piring piring sehingga berserakan di lantai dan ia pun berteriak memanggil Raymundo berulang ulang, Raymundo pun kaget dan berlari ke arah dapur dan melihat jari tangan Aretha yang berdarah membuatnya panik dan langsung memeluk Aretha dengan sangat erat.


"Apa yang terjadi sayangku? maafkan aku tak memperdulikanmu." ucap Raymundo sambil menggendong Aretha ke kamar dan betapa kagetnya Raymundo sosisnya terlepas sehingga Raymundo menjadi kaget dan berusaha memungut Sosis itu karena ia mengira itu benaran jari Aretha.


Raymundo pun berteriak teriak sambil memukul dadanya dan berkata "Kenapa aku seperti orang bodoh yang membiarkan istriku terluka seperti ini?"

__ADS_1


** Next **


__ADS_2