
Pagi yang cerah, matahari belum mengeluarkan cahaya paginya yang hangat sehangat hati Aretha yang bahagia tatkala hari ini ia akan segera pulang kerumah.
"Sayang ayo bangun hari ini infus kamu akan di aff jadi bersiap siap sudah Karena kita sudah bisa pulang hari ini."Raymundo berkata dengan nada bahagia karena hari ini hari kebebasan Aretha dari sakitnya.
"Hei! kok melamun sih?" ucap Tapasya yang tiba tiba nyelonong ke dalam ruang perawatan Aretha.
"Tapasya! Kamu kemana aja kok gak ada kabar sih Tap?" ucap Aretha beruntun.
"Maaf sayang selama ini aku lagi sibuk kerjaanku banyak, aku kan lagi merintis kuliner ibuku yang sudah lama gak buka?" ujar Tapasya panjang lebar.
"Iya gak apa apa deh Sayang," ucap Aretha sambil melemparkan sebuah senyuman manis pada sahabatnya itu.
"Ngomong ngomong kamu ma siapa kesini? Dian gimana kabarnya? udah brojol belum tuh anak?" ucap Aretha penuh kerinduan akan sahabat sahabatnya itu.
"Pertanyaan kamu banyak banget sih Arey, kayak polisi yang mau interogasi tersangka pencurian ****** ***** tetangga aja!" ledek Tapasya karena karena pusing dengan pertanyaan sahabatnya itu.
"Iya deh maaf!" ucap Aretha sambil mencubit pipi sahabatnya itu.
"Hem..!" Raymundo berdehem karena kedua sahabat itu melupakan dirinya seakan akan ia tak dianggap ada.
"Maaf sayangku!" ucap Aretha sambil mengecup pipi Raymundo.
"Gak apa apa aku ngerti kok?" ucap Raymundo sambil tersenyum tipis.
Tiba tiba pintu kamar diketuk...
Tok...tok..tok... permisi !! ucap suara dari luar sana.
"Masuk aja pintu gak dikunci!" ucap Aretha berusaha bangun dari duduknya.
"Eits gak boleh bebas dulu biar aku aja sayang!" ucap Raymundo menahan tubuh Aretha.
Sedangkan Tapasya menyimpan barang barang milik Aretha yang akan dibawa pulang ke dalam tas pakaian yang sudah disediakan.
Raymundo kemudian melangkah ke arah pintu dan membuka pintu kamar itu.
__ADS_1
"Siang Pak! saya mau aff infusnya Non Aretha!" ucap Perawat itu pada Raymundo.
"Mari silahkan Suster!"ucap Raymundo mempersilahkan Suster itu masuk ke dalam ruangan.
"Permisi Non, ijin aff infusnya ya karena hari ini Nona sudah bisa balik ke rumah." ucap Perawat itu sambil tersenyum dan mulai melepaskan infus di tangan Aretha.
"Gak boleh kerja dulu ya Non, terus pikiran harus selalu positif, makan cukup dan istrahat cukup serta minum obat sesuai resep dengan teratur ya semoga cepat pulih dan bisa berbulan madu secepatnya!" ucap Perawat itu memberikan health edukasi pada Pasien dan keluarga pasien.
Setelah di lepas infusnya, Aretha mencoba untuk turun dari tempat tidur dan berjalan jalan di sekitar bed itu.
"Beres!" ucap Tapasya sambil tersenyum.
Tiba tiba pintu diketuk lagi.
"Masuk aja pintu nggak dikunci kok!" seru Tapasya pada orang yang mengetuk pintu itu.
Pintu terbuka dan masuklah sesosok Pria tampan, tinggi dan berbadan kekar serta mempunyai senyum yang sangat menggoda.
"Reyhan?" ucap Aretha sambil menatap pria yang berada di pintu itu.
"Masuk Rey nih disini ada Tapasya juga!" ucap Aretha mencairkan suasana yang kelihatannya akan terjadi konflik batin alias perang dingin antara dua pria tampan itu.
"Tapasya? kamu tidur atau pingsan di dalam kamar mandi situ?" panggil Aretha.
"Maaf Ray bukannya aku datang sebagai teman kok aku gak disambut sih?" tanya Reyhan pada Raymundo.
"Eh iya maaf lupa kalau ada kamu!"ucap Raymundo sambil tersenyum.
"Silahkan duduk Tuan Reyhan!" ucap Raymundo sambil mempersilahkan Reyhan untuk duduk.
"Makasih Tuan Raymundo! Selamat ya atas pernikahan kalian berdua Tuan putri Aretha, selamat karena kalian tidak mengundang aku dan Tapasya! mungkin kalian sudah melupakan aku dan Tapasya, apalagi Tuan Putri Aretha mungkin dia sudah melupakan aku ini!" ucap Reyhan sarkas.
"Maaf Rey bukan maksudku untuk tak mengundang kalian tapi ada sesuatu hal yang kamu tak mengerti, kita menikahnya bukan di tempat indah dan mewah ataupun dihotel tetapi kita menikah di Rumah Sakit ini." ucap Aretha menjelaskan pada Reyhan agar tidak salah paham.
Sedari tadi Raymundo menahan gejolak amarah dalam hatinya karena ia menganggap Reyhan hanya datang untuk mengacaukan mood baik dari Aretha yang baru saja sembuh.
__ADS_1
"Tuan Reyhan apa anda sudah selesai berkhotbah? kalau masih ada yang mau dikhotbahkan tolong di pending dulu sampai Arey sembuh aku gak mau kam itu membuat moodnya rusak hanya karena Pertanyaan pertanyaan kamu yang tak berfaedah itu." ucap Raymundo mulai mengepalkan tangannya.
"Cukup!" ucap Tapasya tiba tiba mengeluarkan suaranya.
"Cukuplah sudah, jangan ada yang berani berbicara lagi pada Arey dia sahabat aku dari kecil dan aku tahu benar hatinya seperti apa? karakternya seperti apa? jadi tolong jangan banyak bertanya perihal hari pernikahan mereka seperti apa Reyhan Please!" ucap Tapasya menatap wajah pria tampan didepannya yang merupakan kekasih hatinya saat ini.
"Biarkan Arey pulang dan beristirahat biar dia cepat pulih!" ucap Tapasya memohon.
"Baiklah kalau begitu nanti setelah sembuh jangan lupa menjelaskan pada aku Arey aku tunggu penjelasan dari kamu!"ucap Reyhan sambil membuka pintu dan pergi dari hadapan mereka semua.
"Arey jangan dimasukkan dalam hati ya aku tahu siapa Reyhan dan seperti apa hubungan kalian berdua di masa lalu!" ucap Tapasya sambil mengambil tas pakaian milik Tapasya dan membawanya ke depan pintu.
"Sayang!" ucap Arey sambil mencoba meraih tangan Raymundo.
"Gak apa apa sayang aku ngerti kok gimana perasaan kamu saat ini! lupakan masalah Reyhan dan ayo kita pulang?" ajak Raymundo penuh pengertian.
"Ayo kita berangkat!" ucap Tapasya sambil mendorong tas pakaian milik Aretha tetapi dicegah oleh Raymundo..
"Biar aku aja Tapasya, kamu pegang tangan Aretha agar ia tidak jatuh, karena dia menderita anemia jadi dia harus berhati hati agar tidak sampai terjatuh." ucap Raymundo pada Tapasya.
Mereka bertiga pun keluar dari area parkir, disana sudah ditunggu oleh Bernard dan juga Reyhan belum juga pulang ia masih berbicara dengan Bernard di parkiran itu.
"Sampai jumpa dilain waktu ya Broo?" ucap Reyhan langsung masuk ke dalam mobilnya sambil menunggu Tapasya.
"Sayang aku pamit ya nanti aku jenguk kamu langsung kerumah Mama Divya atau ke rumah mana ini?" tanya Tapasya pada Arey.
"Kerumah Mama Divya dong kan aku masih di sana sampai benar benar pulih baru ke rumah suamiku iya kan sayang?" ucap Aretha pada Tapasya dan meminta persetujuan dari Sang suami.
"Oke baiklah kalau begitu aku pamit ya Ray, Bernard dan juga Arey sayang sampai jumpa!" ucap Tapasya sambil melangkah pergi dari hadapan mereka.
"Ayo sayang masuk ke dalam mobil kita harus segera pulang karena aku ada meeting nanti jam 1 siang!" ucap Raymundo sambil tersenyum dan membantu Aretha masuk ke dalam mobil.
** Bersambung Readers maaf lama baru update karena ada banyak pekerjaan yang harus author selesaikan!! Tolong tinggalkan jejak ya dan jangan lupa untuk like, komentar dan vote serta kasih hadiah ke author ya agar author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰**
Tetap Jaga kesehatan, jaga jarak dan selalu memakai Alat perlindungan diri yang tepat saat berada diluar 🏠 Salam sehat untuk kita semua 🙏🥰
__ADS_1