Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
" Cemburunya Raymundo "


__ADS_3

" Yank, ayo bangun ini udah jam sembilan malam Yank kita belum halal dan jangan sampai kita melakukannya sebelum sah," ucap Aretha sambil melepaskan pelukan Raymundo.


"Iya sayang, aku ngerti kok aku cuma pengen peluk kamu aja sambil tiduran hitung hitung latihan sebelum kita sah hehehe," ujar Raymundo sambil tertawa renyah.


"Bisa aja kamu sayang!" ucap Aretha lagi.


"Sebelum pulang kita singgah toko buah ya, mau Arey beli buah apel untuk Mama titip tadi sore," ucap Aretha sambil tersenyum.


"Baiklah sayang!" ujar Raymundo sambil melepaskan pelukannya.


"Ayo!" ajak Aretha lagi.


"Siap sayangku, let's go!" ujar Raymundo sambil memperbaiki kerah bajunya dan rambutnya di cermin.


Tak lupa ia meraih kunci mobil yang di gantung di tempat gantungan kunci, sesuai label yang diberikan oleh Aretha.


Kebiasaan Aretha kalau lagi berkunjung ke apartemen Raymundo pasti selalu menyempatkan diri untuk menata ruangan itu dengan segala model yang menurutnya simpel dan rapi.


"Sayang, gak boleh berantakan lagi ya, dan satu hal lagi di lemari baju semua pakaianmu sudah aku lipat dan setrika rapi jadi tolong dengan sangat kalau mau ambil baju itu diangkat bukan ditarik ya?" ujar Aretha sambil menatap wajah tampan pria itu.


"Sayang, rahang kamu kenapa sih, kena apa ini Sayang!" ujar Aretha sambil mengelus rahang Raymundo.


Dengan cepat langsung diciumnya rahang kuat itu dengan lembutnya dan sambil tersenyum.


"Saya dan kamu!" ujar Raymundo sambil berusaha memeluk Aretha tetapi yang hendak diraih malah menjauh.


"Emang aku kenapa Yank?gak boleh cium kamu ya?" tanya Aretha pada Raymundo.


"Nakal!" ujar Raymundo sambil menarik Aretha dalam pelukannya.


"Calon istriku sudah mulai nakal ya?" ucap Raymundo lagi.


"Nggaklah Yank nakalnya kan cuma sama kamu Yank!" ujar Aretha lagi.


"Ayo sayangku, cintaku, belahan jiwaku kita let's go, kan kita masih harus singgah di supermarket beli buah apel titipan Mama." ujar Raymundo sambil menarik tengkuk Aretha dan mengecup lembut *****gadis itu.


"Udah Yank!" ujar Aretha sambil melepaskan ciumannya.


Kedua insan itu akhirnya melangkah pergi dari apartemen itu menuju parkiran mobil Raymundo.

__ADS_1


Raymundo pun menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, mereka berdua menuju ke supermarket untuk membeli buah titipan Mama Divya.


Ketika sampai di supermarket Raymundo pun memarkir mobilnya dan mereka berdua masuk ke dalam supermarket itu.


Tanpa sadar mereka pun terpisah karena masing masing mau memilih sesuai penglihatan mereka.


Ketika Aretha mengambil buah apel merah, ia di goda sama karyawan itu.


"Adek mau belanja buah yang mana?" tanya karyawan itu.


"Buah apel merah dan hijau mas!" ucap Aretha cuek.


"Adek senyumnya kok manis banget? udah punya pacar belum? kalau belum Abang mau kok jadi pacar adek!" ucap karyawan itu menggoda lagi.


"Maaf Mas ini mau jualan atau mau menggoda ya?"ucap Aretha sambil melempar buah apel batu warna hijau ke arah karyawan itu.


"Adek ini kok kasar sekali? kamu belum tahu siapa saya?" ucap karyawan itu lagi.


"Emang penting aku harus tahu siapa kamu, benar benar kurang ajar!" ucap Aretha sambil menatap wajah pria itu.


Tiba tiba Raymundo muncul dari arah belakang Aretha dan memeluk erat tubuh Aretha sambil tersenyum tipis.


"Yank kamu tau gak pria tadi mengganggu aku, aku harus menamparnya!" ucap Aretha lagi.


"Udah ada yang ngurusin kok sayang kamu tenang aja!"ucap Raymundo lagi sambil menunjuk Arey ke arah dimana anakbuah Raymundo sudah membekuk pria tadi.


"Berarti sayang tau dong apa yang dikatakan pria tadi padaku." ucap Arey lagi.


"Emang iya sayang, kamu adalah calon istriku dan aku pastikan tidak ada seorangpun yang akan berani menyentuh wanitaku." ucap Raymundo sambil tersenyum tipis dan memeluk erat Aretha dan mereka pun pergi dari supermarket itu dengan langkah gontai.


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedikit tinggi karena Raymundo sedikit kesal dengan sikap pria tadi terhadap Aretha.


"Yank, pelan pelan dong kan licin jalannya habis hujan tadi Yank," ucap Aretha sambil memegang lengan Raymundo.


"Aku kesal banget Yank!" ucap Raymundo pada Aretha.


"Kenapa Yank?" Aretha balik bertanya.


"Karena kamu tidak bisa menghindari obrolan tadi kamu tahu gak kalau aku gak suka kamu dipermainkan atau diganggu oleh siapapun itu membuat jiwa mafiaku muncul lagi kamu ngerti gak?" Raymundo berkata dengan nada tinggi membuat Aretha bergidik seketika.

__ADS_1


"Maaf Yank, Arey gak bermaksud membuat masalah makanya Arey memilih diam saja!" ucap Aretha takut.


"Alasan gak masuk akal, kamu tau gak aku bisa saja kembali ke dunia hitamku yang sudah lama kutinggal, kamu tahu gak aku bisa saja menjadi singa yang kelaparan melihat apa yang menjadi milikku diganggu," ujar Raymundo dengan suara yang semakin meninggi menahan emosi.


"Yank aku minta maaf, maafkan aku lain kali aku lebih memilih menghindar daripada harus berdebat dengan orang yang tidak kukenal," ujar Aretha dengan mata berkaca kaca.


Raymundo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Aretha takut dan memeluk lututnya, dari situ Raymundo melihat dengan ekor matanya dan tiba tiba ia mengerem mobil dengan mendadak sehingga kepala Aretha langsung menabrak bagian laci mobil.


Tiba tiba emosi Raymundo mendadak kumat, membuat Aretha pasrah apa yang akan terjadi padanya malam itu.


Raymundo turun dari mobilnya, dan membanting pintu mobil dengan sangat kencang yang membuat Aretha kaget dan menangis sesenggukan.


"Maafkan Arey Yank, Arey gak bermaksud membuat kamu marah Yank," ucap Aretha masih duduk diam dalam mobil.


"Arey! cepat turun dari mobil, cepat gak pake lama sebelum aku benar benar marah dan tidak bisa mengendalikan emosiku ini." ucap Raymundo emosi.


Wajah tampan itu seketika berubah menjadi sosok yang sangat menakutkan, membuat Aretha mundur seketika ke belakang.


Aretha dengan sangat perlahan mundur ke arah belakang, dan ternyata di belakang itu ada sebuah parit yang berlumpur karena airnya kering. Karena ketakutan Aretha langsung menjatuhkan dirinya ke dalam parit yang dangkal itu membuat Raymundo panik dan langsung sadar dari emosinya.


"Aretha..." Suara Raymundo menggema di hutan itu.


Raymundo langsung mengarahkan senter kepala yang diambilnya dari dalam mobil dan menyoroti parit itu dan disana terlihat jelas Aretha terlentang diatas pasir itu.


Raymundo langsung melompat turun ke bawah dan langsung menggendong Aretha sambil memeluk erat tubuh Aretha dan mengecupnya berulang ulang.


"Maafkan aku sayang, aku gak bermaksud membuatmu sakit aku gak bermaksud mencelakai dirimu, aku sangat mencintaimu bangun sayang aku akan menuruti semua permintaan kamu sayang, bangun sayang!" ucap Raymundo berulang kali dan Aretha sengaja pingsan tetapi ia tetap fokus mendengar ucapan Raymundo.


"Maafkan aku sayang, bangunlah sayang, aku mencintaimu lebih dari apapun aku janji gak akan mengulangi perbuatanku ini lagi, aku akui memang benar aku dulu adalah seorang killer dan mafia, tetapi aku sudah tobat dan kembali ke jalan yang benar."


"Kamu gak tahu aku seperti ini karena ulah Lisa, kamu tau gak Lisa lah yang telah menghancurkan semua sisi baikku"bisik Raymundo dalam hatinya.


"Makanya aku takut kehilangan dirimu, aku takut kamu terluka oleh orang orang yang menyukaimu dan satu lagi aku gak suka kamu di tindas, dibuly ataupun di ganggu oleh siapapun itu, ketika aku melihat kejadiannya aku pastikan orang yang mencoba mengganggu kamu hancur berkeping keping di hadapanku barulah aku puas," gumam Raymundo dalam hati lagi.


Setelah ia menggendong gadis itu ke dalam mobil ia pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk memastikan kalau Aretha baik baik saja.


PRAY FOR NTT


** Next **

__ADS_1


__ADS_2