
Dokter pun mengambil 2 kantong darah dari Aretha.
Setelah mendonorkan darahnya Aretha pun langsung pingsan, kenapa Aretha pingsan ?
Hmmm Pasti di antara para readers sudah mengetahuinya kan ?
Aretha pingsan karena kecapekan di jalan dari Australia ke Indonesia, belum lagi Aretha mabuk perjalanan dan memuntahkan semua isi perutnya saat berada di atas pesawat terbang.
Ketika sadar ia merasakan tangannya hangat di genggam seseorang.
" Entah siapa orang itu, jangan sampai aku membuka mataku dulu " ucap Aretha dalam hati.
Raymundo menatap wajah cantik yang masih terlelap dengan selang infus dan Oksigen di tubuhnya itu.
" Aretha ,kenapa kamu mau menyelamatkan aku padahal aku sudah membuatmu kecewa maafkan aku Aretha tapi saat itu bukannya aku mau menghindari dirimu tapi ada sedikit masalah perusahaanku yang sangat pelik sehingga menguras waktuku sampai tidak bisa bertemu dengan mu " ucap Raymundo sambil mengelus rambut dan pipi Aretha.
" Aretha sadarlah, aku disini menunggumu " ucap Raymundo lagi.
2 jam kemudian Aretha sadar dan langsung bangun dari tidurnya sambil berkata " Bagaimana keadaannya Dok ? " tanya Aretha tanpa melihat siapa yang duduk di tepi ranjangnya.
" Ray, kamukah itu Ray ? " tanya Aretha penuh tanda tanya ketika dilihatnya Raymundo masih duduk di ujung ranjang tempat ia tidur.
" Iya ini aku, ada apa Sayang ! " ucap Raymundo sambil berpindah tempat lebih dekat lagi dengan Aretha.
" Ray ! apa yang telah terjadi padamu ? kenapa kamu sampai di operasi, kamu kenapa ? " tanya Arey bertubi tubi.
" Kamu tanya aku mengapa? seharusnya kamu yang perlu menjawab setiap pertanyaan ku bukan malah balik bertanya ? " Raymundo tiba tiba berkata dengan Suara agak ketus.
Entah apa yang merasuki Raymundo sehingga dia benar benar hilang kendali, emosinya memuncak.
" Kenapa kamu pergi ke Aussie tanpa memberitahu aku, aku tahu aku salah tapi bukan berarti kamu pergi dengan seenaknya tanpa memberitahu aku '' ucap Raymundo kasar.
" Seharusnya aku yang marah sama kamu, kenapa kamu tidak mengangkat telepon aku, kamu sengaja ingin menghindari aku kan jawab Ray ! " suara Aretha meninggi sampai akhirnya ia memegang kepalanya karena terasa sangat sakit.
" Ada apa dengan dirimu, apa yang sakit ? " tanya Raymundo lagi.
Raymundo akhirnya memencet bel tanda darurat. Seketika Aretha terkulai lemas tak berdaya akibat kemarahannya tadi.
" Pasien pingsan, sepertinya dia mengalami tekanan yang amat sangat ! Tuan muda harap anda keluar sebentar dulu " ucap Suster itu pada Raymundo.
__ADS_1
" Aku calon suaminya aku berhak mengetahui keadaannya Suster, tolong dibantu berapapun biayanya saya bayar, lakukan yang terbaik padanya " ucap Raymundo was was.
**
Dreeeetttt... dreeeetttt ponsel Raymundo berdering.
" Hallo, " ucap Raymundo lewat ponselnya.
" Ray, kamu di mana nak " ucap suara seorang wanita di seberang sana.
" Mam aku kecelakaan tadi di jalan sekarang sedang di rawat di Rumah sakit X Mama ke sini ya " ucap Raymundo memelas.
" Iya sayang Mama dan Papa segera on the way " ucap Mama kemudian mematikan ponselnya.
Raymundo kembali ke kamar tempat ia di rawat dan kembali tidur sambil memainkan game PUBG di ponselnya.
**
Raymundo pusing memikirkan kejadian yang menimpa dirinya dan Aretha.
" Aku akan membuat dirimu kembali kuat seperti dulu,aku akan selalu melindungi dirimu, aku akan memberikan kenyamanan padamu agar kamu tahu betapa sayang dan cintanya aku padamu " Raymundo tersenyum lebar.
**
" Mama maafkan Ray, Ray gak mendengar kata kata Mama akhirnya seperti ini " ucap Raymundo pada Mama nya.
Seorang Dokter masuk dan membicarakan sesuatu dengan Raymundo.
" Gadis yang sudah menolongmu sepertinya menderita gastritis akut dia harus segera di tolong agar tidak semakin parah sakitnya " ucap Suster itu pada Raymundo.
" Lakukan yang terbaik aku akan membayarnya" ucap Raymundo.
" Baiklah silahkan tanda tangan ini dan silahkan pergi ke bagian administrasi untuk mengurus administrasinya karena akan segera di pindahkan ke ruang perawatan VVIP " ucap perawat itu sambil berlalu pergi meninggalkan Raymundo.
" Bertahanlah sayang kamu pasti sembuh, aku yakin itu dan aku pohonkan pada Tuhan semua keluh kesahku ini Tuhan pasti akan mengangkat semua penyakit yang ada padamu sayang " Raymundo berdoa dalam hati.
Setelah Aretha dipindahkan ke ruang VVIP, Raymundo memberitahu pada teman teman Aretha untuk menjenguk Aretha di ruang VVIP nomor 7.
Icha, Tapasya, Dian dan Ditta mereka ber empat berjalan menuju ke ruangan itu sambil waspada.
__ADS_1
" Aku takut kalau sampai Arey tahu kita telah berbohong padanya " ucap Tapasya sambil merangkul pundak Dian.
" Ternyata mereka semua yang merencanakan ini semua ya " gumam Aretha dalam hati.
Sebenarnya Aretha tidak pingsan tetapi Aretha bekerjasama dengan pihak Dokter dan perawat yang merawatnya Kate dia menemukan keganjilan dan ia merasa kalau sakitnya Dian adalah sakit yang dibuat buat oleh teman temannya untuk membuatnya kembali ke tanah air.
" Aku akan mencoba melihat dalang dibalik semua cerita bohong mereka " gumam Aretha dalam hati.
**
Setelah beberapa jam kemudian Aretha sadar dari pingsan bohongnya dan langsung di peluk oleh Raymundo yang dari tadi hanya duduk di tepi ranjang.
" Akhirnya kamu sadar sayang ! " ucap Raymundo sambil terus membelai rambut panjang Aretha.
Tiba tiba dari arah pintu,muncul ke empat orang temannya, Ditta, Tapasya, Icha dan Dian.
" Maafkan kami Arey,kami sudah berbohong padamu, sebenarnya Dian gak sakit apa apa kok itu hanya Skenario saja agar kamu bisa balik lagi ke Indonesia " ucap Tapasya sambil menatap wajah Aretha.
" Kalian benar benar keterlaluan, aku hampir celaka di jalan karena buru buru dan untungnya lagi aku gak kenapa kenapa tetapi aku masih kecewa dengan cara kalian, ini bukan jarak yang dekat coba kalian pikir baik baik " ucap Aretha marah dan kecewa.
" Kalian bersekongkol agar aku bisa balik lagi sama Raymundo si tuan besar yang sombong dan arogan itu " ucap Aretha sambil menunjuk jarinya pada dada Raymundo uang sementara duduk tepat dihadapannya.
" Sayang, aku minta maaf untuk masalah yang sudah berlalu,tolong maafkan aku sayang,aku janji tidak akan pernah mengulangi perbuatanku lagi." ucap Raymundo sambil berlutut di hadapan Aretha.
" Kalian semua ku mohon tinggalkan aku, aku ingin sendiri untuk menenangkan pikiranku " ucap Aretha sambil menunjuk ke pintu agar teman temannya pergi.
" Sayang, apa kamu mengusir aku juga ? " tanya Raymundo sambil menatap wajah cantik Aretha yang agak pucat akibat donor darah tadi.
" Aku benci kamu Ray, tolong keluarlah aku butuh ketenangan bukan ceramah dari kamu Ray " ucap Aretha sambil menatap ke arah lain.
" Aku gak akan keluar kalau kamu gak memaafkan aku Arey, tolonglah aku Arey maafkan aku, aku sangat mencintaimu please ! " ucap Raymundo sambil berdiri dan langsung memeluk erat Aretha dan mengecup kening Aretha dengan sangat lama.
" Aku akan menunggumu disini " ucap Raymundo sambil tersenyum dan mengecup lagi kening Aretha kemudian pelan pelan bibirnya mengecup bibir Aretha yang mungil dan ranum itu.
Aretha melepaskan pelukannya dan ciuman itu.
" Ray ! " panggil Aretha lirih.
" Keluarlah aku ingin sendiri ! " ucap Aretha lagi.
__ADS_1
" Maafkan aku Arey aku sangat bernafsu kalau berada di dekatmu " ucap Raymundo melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Aretha di kamar itu.
** bersambung guys Tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰